0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan50 halaman

Penerapan Deep Learning dalam Pendidikan

Dokumen ini membahas tentang penerapan Deep Learning dalam pendidikan, yang menekankan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan abad ke-21. Deep Learning berfokus pada pembelajaran yang bermakna dan relevan, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi dalam konteks dunia nyata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik, tujuan, dan elemen desain pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam.

Diunggah oleh

irwanfyn89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan50 halaman

Penerapan Deep Learning dalam Pendidikan

Dokumen ini membahas tentang penerapan Deep Learning dalam pendidikan, yang menekankan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan abad ke-21. Deep Learning berfokus pada pembelajaran yang bermakna dan relevan, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi dalam konteks dunia nyata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik, tujuan, dan elemen desain pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam.

Diunggah oleh

irwanfyn89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEEP LEARNING, PENERAPAN

DALAM PEMBELAJARAN

Drs. Suwanto, [Link]


Pengawas SMK Cabdin IX
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jawa Tengah
Belajar dari 2
Guru Guru A
Kelas dimulai dengan membaca buku pelajaran
secara bergiliran. Setelah itu, guru memberi
penjelasan, lalu diakhiri dengan mengerjakan soal-
soal di LKS.

Guru B
Guru mengajarkan konsep sebelum memulai kegiatan,
kemudian melakukan asesmen awal dengan mengajak
siswa berbagi pengalaman. Dari diskusi berbagi
pengalaman siswa diminta melakukan diskusi dan praktik
serta mencatat serta menganalisis hasil praktik tersebut.
Belajar dari 2
Guru Guru A
Ukuran keberhasilan bagi guru A adalah seorang
siswa berhasil dilihat dari nilai ujian, paham teori dari
buku dan mampu menjawab soal dengan benar.

Guru B
Ukuran keberhasilan bagi guru B adalah nilai berdasarkan
proses dan hasil eksperimen, kemampuan siswa
menganalisis data, dan kemampuan mengaitkan konsep
dengan pengalaman sehari-hari dari asesmen berbasis
proyek yang dilakukan.
Apakah cukup jika
seseorang ingin
jago berkendara
hanya belajar
aturan lalu lintas dan
teori dasar
mengemudi?
PEMBELAJARAN
MENDALAM
Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang
memuliakan dengan menekankan pada penciptaan
suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran
(mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan
(joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika),
olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara
holistik dan terpadu.

Sumber: Puskurjar
(2025)
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan
pembelajaran yang berfokus pada
pengembangan kompetensi dan
keterampilan abad ke-21 untuk
membekali siswa menghadapi
tantangan di dunia nyata (Fullan
dkk, 2018).
DEFINISI DEEP
LEARNING
Deep Learning sebagai suatu proses
pembelajaran yang bermakna, relevan, dan
berbasis tindakan nyata (Fullan dkk, 2018).
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran
yang mendorong siswa untuk memahami konsep
secara mendalam, menghubungkan ide, dan
menerapkan pengetahuan di situasi baru.
MENGAPA DEEP LEARNING
1. PENTING?
Kemajuan teknologi, isu lingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi
ekonomi menuntut keterampilan yang lebih dari sekadar hafalan atau
pemahaman teori, tetapi diajak berpikir kritis, kreatif, dan mampu
berkolaborasi serta berkomunikasi dengan baik.
2. Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi mengajak
siswa menerapkannya dalam kehidupan nyata sehingga siswa
mampu merancang solusi inovatif untuk mengatasi masalah
lingkungan atau membuat proyek teknologi sederhana yang
bermanfaat bagi masyarakat.
3. Siswa diajak mengamati masalah di sekitar, menggagas ide, dan
mengambil tindakan nyata sehingga membantu siswa memahami
pentingnya apa yang mereka pelajari.
4. Merupakan salah satu cara membekali siswa dengan keterampilan
yang
positifrelevan di abad ke-21, tidak hanya memastikan siswa
bagi komunitas siap
Sumber: Fullan dkk
(2018)
Pengalaman Pembelajaran yang
Menumbuhkan 6C (Fullan dkk, 2018)
1. Melibatkan proses kognitif tingkat tinggi untuk
mencapai pemahaman mendalam tentang konten dan isu-
isu di dunia kontemporer.
2. Melibatkan pendalaman dalam menangani bidang atau
permasalahan
yang seringkali bersifat lintas disiplin.
3. Mengintegrasikan kemampuan akademik dan pribadi.
4. Aktif, autentik, menantang, dan berpusat pada siswa.
5. Dirancang untuk memberikan dampak pada dunia, secara
lokal atau lebih luas.
6. Terjadi di berbagai situasi dan semakin banyak
menggunakan
digital
dan konektivitas.
Kompetensi 6C Siswa
dalam
1. Character Deep Learning yang Dituju
Mengembangkan tanggung jawab, empati, dan integritas.
2. Citizenship
Memahami dan berkontribusi pada isu-isu lokal.
3. Collaboration
Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
4. Communication
Menyampaikan ide secara efektif.
5. Creativity
Berpikir inovatif dan menciptakan solusi baru.
6. Critical Thinking
Menganalisis informasi untuk membuat Keputusan yang tepat.
TUJUAN DEEP
LEARNING
1. Menghubungkan pengetahuan dengan situasi dunia nyata.
2. Berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah
kompleks.
3. Berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan
dampak positif di komunitas mereka.
4. Mengembangkan karakter dan nilai-nilai sosial yang
dibutuhkan untuk menjadi warga global yang
bertanggungjawab.
Sumber: Fullan dkk
KARAKTERISTIK DEEP LEARNING

1. Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan


informasi baru.
2. Melibatkan berpikir kritis dan refleksi.
3. Memfokuskan pada makna dan hubungan antar konsep.
4. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan
kreativitas.
5. Menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata
atau proyek kolaboratif.

Sumber: Fullan dkk


(2018)
KERANGKA KERJA DEEP
LEARNING

Sumber: Puskurjar
(2025)
4 ELEMEN DESAIN PEMBELAJARAN/
KERANGKA PEMBELAJARAN

Praktik Pedagogis

Lingkungan Belajar

Pemanfaatan

Digital
Sumber: Fullan dkk
(2018)
Praktik
Pedagogis
Praktik pedagogis adalah strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan
pembelajaran dan membantu siswa memenuhi dimensi profil lulusan.
Fokus:
1. Mengutamakan pengalaman belajar yang autentik.
2. Mengembangkan praktik nyata yang menantang siswa
berpikir kritis dan kolaboratif.
3. Memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan
masalah.

Contoh:
1. Proyek sains yang mendorong siswa
melakukan eksperimen dan mengembangkan solusi.
2. Diskusi
tindakankelompok untuk menganalisis isu-isu sosial dan
Sumber: Fullan dkk
(2018)
Pedagogical Practice (Fullan dkk, 2018)
1. Fokus pada penciptaan dan penggunaan pengetahuan
baru di dunia nyata daripada hanya menyebarkan
pengetahuan yang sudah ada.
2. Menjalin kemitraan pembelajaran baru antara siswa and
guru karena
proses pembelajaran menjadi titik fokus untuk saling
menemukan, menciptakan, dan menggunakan
pengetahuan.
3. Memperluas lingkungan belajar dengan bergerak
melampaui dinding
kelas tradisional untuk membangun pengetahuan
baru dan menciptakan budaya pembelajaran yang
kuat.
4. Memanfaatkan digital untuk mempercepat dan
Lingkungan
Belajar
Lingkungan belajar adalah mengintegrasikan ruang fisik, virtual, dan budaya
belajar untuk menciptakan suasana yang mendorong pembelajaran mendalam
(Miller, 2017).
Aspek lingkungan belajar:
1. Melibatkan penanaman budaya belajar
untuk mengeluarkan potensi orang dewasa dan
siswa.
2. Membahas desain ruang fisik dan virtual yang
mengoptimalkan penguasaan kompetensi.

Sumber: Fullan dkk


(2018)
Lingkungan
Fokus: Belajar
1. Membuat ruang kelas fleksibel yang memungkinkan
eksplorasi, diskusi, dan refleksi.
2. Mengakomodasi beragam profil belajar siswa, baik yang suka
berdiskusi, observasi, kerja mandiri, dll.
3. Menghubungkan ruang fisik dan virtual untuk memperluas
jangkauan sumber belajar.

Contoh:
1. Memberikan pilihan belajar untuk tiap
kelompok: observasi, diskusi, eksperimen, dll.
2. Melakukan video call dengan narasumber dari luar
daerah untuk berbagi.
3. Memadukan belajar sinkron dan asinkron.
Sumber: Fullan dkk (2018)
Cara Menumbuhkan Lingkungan
Belajar untuk Anak (Roosegaarde,
1. 2017)
Ciptakan pembelajaran yang membangkitkan rasa ingin
tahu siswa.
2. Mengajari siswa menjadi desainer masalah dengan
membentuk pemikiran “apa yang bisa terjadi”
3. Memberi kesempatan siswa mengajukan masalah yang
dialami dan memberikan peluang siswa menemukan
solusi, bukan sekadar
memberi siswa masalah dan diminta menyelesaikannya.
4. Menyiapkan siswa siap menghadapi tantangan ke depan
agar terbiasa mengambil resiko dari semua usaha yang
dilakukan.
5. Memberi kepercayaan pada siswa bahwa mereka memiliki
kemampuan
Pemanfaatan Teknologi
Digital
Pemanfaatan teknologi digital yaitu menggunakan teknologi sebagai katalisator
untuk membuat pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Fokus:
1. Memanfaatkan alat digital seperti video, simulasi, aplikasi
pembelajaran, dan media sosial untuk memperkuat pemahaman.
2. Menggunakan teknologi untuk mengakses informasi global,
melakukan penelitian, dan membagian hasil kerja siswa.
Contoh:
1. Menggunakan Kahoot untuk kuis interaktif atau
Youtube untuk menonton eksperimen sains.
2. Membuat infografis tentang dampak perubahan iklim dengan
Canva atau membuat video edukasi dengan CapCut.
3. Menggunakan platform evaluasi online seperti Quizziz untuk
mengevaluasi pemahaman siswa secara langsung dan
Kemitraan
Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran yaitu membentuk hubungan kolaboratif antara
guru, siswa, orangtua, komunitas, dan mitra professional untuk
memperkuat pembelajaran.
Fokus:
1. Mengalihkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi
proses kolaborasi bersama.
2. Menghubungkan siswa dengan dunia nyata melalui mentor,
komunitas, dan mitra industri.
Contoh:
1. Mengundang praktisi atau professional dari dunia
kerja untuk memberikan panduan atau inspirasi kepada siswa.
2. Bekerja sama dengan organisasi lokal untuk proyek berbasis
komunitas, seperti kampanye pengelolaan sampah.
Karakteristik Pembelajaran
menuju Pembelajaran
1. Mendalam
Siswa mengajukan pertanyaan dengan keterampilan dan
bahasa untuk melakukan inkuiri dan tidak secara pasif
menerima jawaban dari guru.
2. Pertanyaan dihargai di atas jawaban. Proses belajar,
menemukan, dan menyampaikan sama pentingnya
dengan hasil akhirnya.
3. Model pembelajaran bervariasi. Pemilihan model maupun
pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat
siswa.
4. Koneksi eksplisit ke aplikasi dunia nyata. Desain pembelajaran
dirancang dan dibangun berdasarkan relevansi dan makna.
5. Kolaborasi. Siswa memiliki keterampilan berkolaborasi di
dalam maupun di luar kelas.
6. Penilaian pembelajaran yang melekat, transparan, dan autentik.
PRINSIP PEMBELAJARAN
MENDALAM

Berkesadar Bermakn Menggembirakan


an a
Siswa dapat menerapkan Pembelajaran yang
Siswa memahami tujuan pengetahuan dalam dunia menggembirakan merupakan
pembelajaran, termotivasi nyata. Proses pembelajaran suasana belajar yang positif,
secara intrinsik untuk belajar, tidak hanya sebatas memahami menantang, menyenangkan, dan
serta aktif mengembangkan informasi/penguasaan konten, memotivasi. Rasa senang dalam
strategi belajar untuk namun berorientasi pada belajar membuat siswa lebih
mencapai tujuan. kemampuan mengaplikasikan mudah memahami, mengingat,
pengetahuan dan menerapkan pengetahuan
Sumber: Puskurjar
Contoh Kegiatan Berkesadaran

1. Guru mengajak siswa mendiskusikan


mengapa materi ini penting dan bagaimana
siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-
hari.
2. Guru meminta siswa menuliskan refleksi singkat
di jurnal belajar tentang perasaan mereka
saat memecahkan masalah, strategi yang
digunakan, dan perbaikan yang bisa dilakukan
di masa depan.
Contoh Kegiatan
Bermakna
1. Guru mengajak siswa melakukan
observasi di lingkungan sekitar.
2. Guru mengajak siswa berdiskusi singkat
tentang berbagai sumber energi yang
mereka gunakan sehari- hari, seperti listrik,
baterai, dan bahan bakar.
3. Guru mendorong siswa untuk memikirkan
solusi nyata seperti pemanfaatan energi
terbarukan di rumah atau sekolah.
Contoh Kegiatan
Menggembirakan
1. Guru memulai kelas dengan menanyakan
kondisi
dan kesiapan belajar siswa.
2. Guru membagi kelas menjadi kelompok
kecil dan memberikan tantangan yang
sesuai.
3. Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan
umpan balik positif terhadap kreativitas dan
ekspresi kelompok.
8 Dimensi Profil Lulusan

Sumber: Puskurjar
8 Dimensi Profil Lulusan

Sumber: Puskurjar
8 Dimensi Profil Lulusan

Sumber: Puskurjar
Transformasi Peran Guru
dalam Ekosistem Pembelajaran
Mendalam

Sumber: Puskurjar
Peran Guru dalam
Ekosistem
[Link] sebagai Pembelajaran
Aktivator
Sebagai penggerak memainkan peran yang dinamis dan interaktif dengan siswa
Mendalam
untuk menetukan tujuan pembelajaran yang bermakna, menetapkan kriteria
keberhasilan, dan mengembangkan keterampilan siswa sehingga menjadi
pembelajaran yang reflektif dan metakognitif.
[Link] sebagai Kolaborator
Menjalin kemitraan pembelajaran dengan keluarga, masyarakat, dan siswa.

[Link] sebagai Pembangun


Menciptakan budaya saling menghargai dan membangun mitra siswa
serta memberi mereka rasa memiliki dan keterhubungan.

Sumber: Fullan dkk


Pengalaman
Belajar Memahami

Mengaplikasika

n Merefleksikan

Sumber: Puskurjar
(2025)
Pengalaman Belajar
Memahami
Tahap awal siswa mengkonstruksi pengetahuan agar dapat
mendalam konsep atau materi dari berbagai
memahami aktif secara
sumber dan konteks.

Pengetahuan pada fase memahami terdiri atas:


1. Pengetahuan esensial (foundational knowledge)
2. Pengetahuan aplikatif (applied knowledge)
3. Pengetahuan nilai dan karakter (humanistic knowledge)

Sumber: Puskurjar
Pengalaman Belajar
Mengaplikasikan
Pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas peserta
didik mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan
secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh siswa
melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge).

Sumber: Puskurjar
Pengalaman Belajar
Merefleksi
Proses siswa mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil
dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan.

Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai


kemampuan individu mengelola proses belajarnya secara mandiri,
meliputi:
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Pengawasan
4. Evaluasi terhadap cara belajar siswa Sumber: Puskurjar
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Memahami
Tujuan: Membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang ekosistem,
hubungan antarmakhluk hidup, dan siklus energi dalam ekosistem.
Aktivitas:
1. Guru memulai pembelajaran dengan diskusi interaktif tentang ekosistem yang
ada di sekitar sekolah atau lingkungan rumah siswa.
2. Siswa mengamati gambar dan diagram rantai makanan serta jaringan
makanan di buku atau media presentasi. elaksanaan
3. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil dan meminta mereka
mengidentifikasi komponen ekosistem (produsen, konsumen, dan dekomposer) dari
studi kasus yang diberikan.
4. Siswa mencatat dan menjelaskan peran masing-masing komponen
ekosistem menggunakan peta konsep.
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Mengaplikasikan
Tujuan: Menghubungkan konsep yang telah dipelajari dengan situasi
nyata di lingkungan sekitar siswa.
Aktivitas:
1. Siswa diminta mengamati ekosistem di sekitar sekolah atau rumah.
2. Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan lapangan dan mencatat
hubungan antarmakhluk hidup (rantai makanan) yang mereka temukan.
3. Siswa merancang proyek mini ekosistem tertutup (terrarium) menggunakan
botol plastik bekas.
4. Proyek ini bertujuan untuk menguji bagaimana siklus energi dan materi terjadi
dalam sistem yang kecil dan terkontrol.
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Merefleksikan
Tujuan: Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran serta memaknai
pengalaman belajar untuk perbaikan di masa depan.
Aktivitas:
1. Siswa diminta membuat jurnal refleksi tentang proses pembuatan terratium:
a. Apa yang mereka pelajari tentang ekosistem dan keseimbangan lingkungan?
b. Apa tantangan yang mereka hadapi saat membuat proyek?
c. Bagaimana siswa memecahkan masalah yang muncul?
2. Guru memandu diskusi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem
di dunia nyata.
3. Siswa berbagi hasil refleksi dan mempresentasikan terrarium mereka di depan
kelas, sekaligus menerima umpan balik dari guru dan teman-temannya.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Dimensi Profil Lulusan:
1. Bernalar kritis: mengembangkan kemampuan
mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data sederhana.
2. Komunikasi: melatih keterampilan menyajikan data
secara visual dan menjelaskan hasil temuan dengan jelas.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Tahapan Pembelajaran
1. Memahami
a. Guru memperkenalkan kjonsep pengumpulan data dan
grafik batang sebagai alat untuk
menyajikan informasi.
b. Siswa diberikan contoh grafik sederhana dan diajarkan cara
membaca serta menafsirkan data.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Tahapan Pembelajaran
2. Mengaplikasikan
a. Siswa mengumpulkan data sosial dari teman
sekelas, seperti kebiasaan membaca, hobi, atau penggunaan
media sosial.
b. Siswa membuat grafik batang menggunakan kertas atau
aplikasi sederhana untuk memvisualisasikan data yang telah
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)

Tahapan Pembelajaran
3. Merefleksi
a. Siswa mempresentasikan grafik di depan kelas, menjelaskan
temuan yang menarik dan tren yang diamati.
b. Guru memandu diskusi untuk menghubungkan data
dengan
kesimpulan sosial, misalnya pola kebiasaan siswa dalam
belajar.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi)

Assemen:
1. Grafik batang: dinilai berdasarkan akurasi dan keteraturan
penyajian data dalam grafik.
2. Presentasi data: dinilai dari kemampuan menjelaskan temuan dan
menghubungkan data dengan fenomena sosial yang
diamati.
Proyek: Mengenal Tugas Aparat
Desa (Belajar Peran
Pemerintah Lokal)

Sumber: Rahmat
Proyek: Mengenal Tugas Aparat
Desa (Belajar Peran
Pemerintah Lokal)
Sumber
item 1
1
20%

item
2
20
%

Sumber
2
item 3
20%

Sumber: Rahmat
Proyek: Menulis Surat untuk
Pemerintah Lokal tentang
Isul Nelayan

Sumber: Rahmat
Proyek: Kampanye Hak Asasi Manusia

Sumber: Rahmat
(2025)
Tahapan Implementasi
Pembelajaran Mendalam
1. Sosialisasikan Pembelajaran Mendalam kepada
semua pemangku kepentingan.
2. Identifikasi dan pemenuhan kebutuhan sumber daya
(Guru, Satuan Pendidikan, Sumber Belajar, Dinas Pendidikan, dll).
3. Uji coba dalam lingkup terbatas.
4. Evaluasi hasil dan perbaikan system.
5. Penerapan Pembelajaran Mendalam secara luas.
6. Refleksi dan tindak lanjut untuk perbaikan selanjutnya.
Sumber: Puskurjar (2025)
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai