Basic
Maintena
nce
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Definisi Maintenance
Maintenance atau perawatan adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga
agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu prima, namun
dengan biaya perawatan yang serendah-rendahnya.
Unit harus selalu dimaintenance, agar selalu ada
dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara
terus menerus dengan down time yang seminimal
mungkin.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Menurut hasil observasi th 2017 diketahui
penyebab kerusakan adalah sbb :
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam
melaksanakan perawatan memiliki prosentase tertinggi,
yaitu :
41 % 31 % 28 %
kesalahan dalam kesalahan dalam kesalahan dalam
melaksanakan melaksanakan melaksanakan Prosedur
Periodic Maintenance Periodic Inspection Pengoperasian
Dengan demikian, kesalahan dalam melakukan
perawatan
memiliki porsi yang besar, yaitu 72 %.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Maintenance bertujuan untuk :
• Menjaga agar suatu alat selalu dalam keadaan siap pakai
(High Availability : berdaya guna fisik yang tinggi).
• Menjaga agar suatu alat selalu dalam kemampuan yang prima
(Best Performance : berdaya guna mekanis yang paling baik).
• Menjaga agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat
(Reduce Repair Cost : mengurangi biaya perbaikan)
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
MAINTENANCE
Preventive Maintenance Corrective Maintenance
Periodic Schedule Condition Based
Maintenance Overhoul Maintenance Repair & Breakdown
Adjustment Maintenance
OVH Counter
Periodic Periodic E/G
Inspection Service Schedule Repair Measure a
OVH
factory
T/C
Modifikas
OVH
T/M i
OVH
250 HM
500 HM Service
DIFF
1000 HM
Monitoring News
2000 HM OVH
10 Hrs Inspection Modifikas
50 Hrs 4000 HM F/D
Oth Program i Program
er
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Preventive Maintenance
Preventive maintenance adalah perawatan yang
dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kemungkinan
timbulnya gangguan atau kerusakan pada alat.
1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhoul
3. Condition Based Maintenance
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
1. Periodic Maintenance
Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang
dilakukan setelah alat bekerja untuk jumlah jam operasi
tertentu.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Periodic Maintenance
Periodic maintenance terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
Periodic Inspection
Periodic inspection adalah inspeksi atau pemeriksaan
harian (daily – 10 hours) dan mingguan (weekly – 50
hours) sebelum unit dioperasikan.
Pada pelaksanaan pemeriksaan harian (daily)
dapat
menggunakan beberapa alat bantu, diantaranya :
• Check sheet
• Daily check
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Periodic Service
Periodic service adalah suatu usaha untuk
mencegah timbulnya kerusakan pada suatu alat
yang dilakukan secara berkala/continue dengan
interval pelaksanaan yang telah ditentukan
berdasarkan service meter/hour meter (HM).
Hours Meter (HM) Periodic Service (PS)
250 250 + (Additiona
l)
500 250 + 500
1000 250 + 500 +
1000
2000 250 + 500 + + 200
1000 0
4000 250 + 500 + + 200 + 4000
1000 0
dst dst
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Kegiatan service meliputi :
• Pengecekan (Inspection).
• Penggantian (Replace).
• Penyetelan (Adjusting).
• Perbaikan (Repair).
• Pengetesan (Testing).
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Walaupun alat/machine telah distel dan di-setting
dengan hati-hati sekali sebelum dikapalkan, akan tetapi suatu
machine baru membutuhkan pengoperasian yang hati-hati
pada 250 jam pertama untuk mendudukkan bagian-bagian
yang bergerak dari machine.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
2. Schedule Overhaul
Adalah jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai
dengan standard overhaul masing-masing komponen yang ada.
Schedule overhaul dilaksanakan untuk
merekondisi machine atau komponen agar
kembali ke kondisi standard sesuai dengan
standard factory.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Macam-macam overhaul diantaranya adalah :
Engine top overhaul.
Engine overhaul.
Torque conventer overhaul.
Transmission overhaul.
Steering overhaul.
Final drive overhaul.
General overhaul.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
3. Condition Based Maintenance
Condition based maintenance adalah jenis perawatan yang
dilakukan berdasarkan kondisi unit yang diketahui melalui berbagai
macam program.
Contohnya seperti Program Analisa Pelumas (PAP), Program
Pemeriksaan Mesin (PPM), Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U)
atau Program Pemeriksaan Harian (P2H). Condition based maintenance
juga dapat dilakukan berdasarkan Part and Service News (PSN) atau
modification program yang dikeluarkan oleh factory.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
•Program Analisa Pelumas (PAP) / Schedule Oil Sampling (SOS)
Adalah jenis perawatan yang di lakuan dengan pengambilan sampling
oli yang bertujuan untuk mengetahui kondisi keausan pada komponen.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Melalui Program Analisa Pelumas (PAP), dapat
diketahui juga gejala penurunan
kemampuan engine,
masalah-masalah pembakaran, kebocoran air pendinginan
atau bahan anti freeze dan kotoran-kotoran yang bercampur
dengan oil. Dengan demikian kerusakan yang berakibat fatal
dapat diketahui secepatnya.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
• Program Pemeriksaan Mesin (PPM)
Adalah jenis perawatan yang di lakuan dengan pengambilan data
peforma unit, apakah butuh penyetelan atau penggantian komponen
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
• Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U)
Adalah Jenis perawatan yang dilakukan dengan penganbilan data
tentang ukuran komponen undercarriage apakah masih layak di
gunakan atau di ganti.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Dengan Program Pemeliharaan Undercarriage (P2U),
melalui proses peremajaan (rebuild), bisa dikurangi biaya (cost) s/d
60% dari harga komponen baru dengan kualitas yang dijamin 80%
dari jangka waktu pakai komponen baru.
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Corective Maintenance
Adalah perawatan yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi
machine ke kondisi standard melalui pekerjaan repair (perbaikan) atau
adjutment (penyetelan).
Repair and Adjusment
Repair and adjusment adalah perawatan yang sifatnya memperbaiki
kerusakan yang belum parah atau machine belum breakdown (tidak bisa
digunakan).
PHILOSOPHY OF MAINTENANCE
Corrective Maintenance
Brakedown Maintenance
Brakedown maintenance adalah perawatan yang dilaksanakan setelah
machine breakdown (tidak bisa digunakan).
GREASING POINT
RENAULT
1. Pin Spring 2. S shaft
Depan : 6 point Depan : 2 point
Belakang : 4 point
3. Pin vessel 4. Tailgate
2 point 4 point
GREASING POINT
RENAULT
5. Cylinder Dump 6. Support arm
3 point
5 point
’’ Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya
belajar maka kamu harus sanggup menahan
perihnya kebodohan’’ - Imam Syafi'i