LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
UPAYA KEPALA SEKOLAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RPP
MELALUI IN HOUSE TRAINING ( IHT) DI SD NEGERI PAGERJURANG
KAPANEWON NGAWEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023
DISUSUN OLEH
SARNO, S. Pd
NIP. 19691014 199102 1 002
SD NEGERI PAGERJURANG
KORWIL BIDIK KAPANEWON NGAWEN
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
2022
BAB I
LATAR BELAKANG
1. Sebagai seorang pemimpin (leader) dan seorang manajer di sekolah, kepala sekolah harus memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan semua personil sekolah agar dapat melaksanakan
tugas secara efektif.
2. Sementara fungsi utama guru adalah merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi
pembelajaran.
3. Guru yang profesional harus memiliki lima kompetensi, yang salah satunya adalah penyusunan program,
yaitu menyusun RPP untuk mempersiapkan proses pembelajaran. Namun menurut observasi peneliti, dari
enam guru kelas yang ada, hanya sebagian guru yang mampu menyusun RPP sesuai dengan pedoman
penilaian sertifikasi. Hingga penelitian ini dilaksanakan, RPP yang ditunjukkan guru-guru masih umumnya
masih menggunakan skenario pembelajaran konvensional
4. In House Training (IHT) adalah program pelatihan yang diselenggarakan di tempat peserta pelatihan atau
di sekolah dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di sekolah, menggunakan peralatan kerja
peserta pelatihan dengan materi yang relevan dan permasalahan yang sedang dihadapi, sehingga
diharapkan peserta dapat lebih mudah menyerap dan mengaplikasikan materi untuk menyelesaikan dan
mengatasi permasalahan yang dialami dan mampu secara langsung meningkatkan kualitas dan kinerjanya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut,
"Bagaimana upaya kepala sekolah meningkatkan minat dan kemampuan guru menyusun RPP melalui In
House Training (IHT) di SD Negeri Pagerjurang Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul Semester
I Tahun Pelajaran 2022/2023?"
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peningkatan motivasi dan kemampuan guru menyususn RPP melalui In House Training (IHT) di SD
Negeri Pagerjurang Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul Semester ITahun Pelajaran 2022/2023.
Manfaat Penelitian
1. Bagi sekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan kajian perlunya In House Training
(IHT) sehingga upaya-upaya meningkatkan kualitas sekolah terus dilakukan.
Menjadi pedoman yang dapat digunakan dalam penelitian sejenis di waktu yang akan datang dengan
perbaikan-perbaikan seperlunya
BAB II
Kajian Teoritis
I. Pengertian Upaya
2. Pengertian Kepala Sekolah
3. Kemampuan Guru Menyusun RPP
4. In House Training (IHT)
B. Hipotesis Tindakan
Melalui In House Training (IHT) Upaya Kepala Sekolah Meningkatkan Minat dan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP di SD Negeri Pagerjurang Kapanewon
Ngawen Kabupaten Gunungkidul Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023 meningkat
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi Penelitian Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pagerjurang Korwilcam Biddik
Kapanewon Ngawen
Subjek
Subjek penelitian ini adalah 6 (enam) orang guru Pegawai Negeri Sipil SD
Negeri Negeri Pagerjurang Korwilcam Biddik Kapanewon Ngawentahun
2022 yang terdiri anak laki-laki 2 dan 4 orang guru perempuan.
Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pagerjurang Korwilcam Biddik
Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul pada bulan September sampai
dengan Desember tahun 2022
D. Pelaksanaan Tindakan
1. Pelaksanaan Pra Siklus dan Tindakan pada Siklus I
a. Perencanaan Penelitian pada Siklus I
Kegiatan penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua siklus, mulai bulan September 2022 sampai
November 2022 , di SD Negeri Pagerjurang Ngawen, Kapanewon Ngawen , Kabupaten Gunungkidul. Tahun Pelajaran
2022/2023, pada jam sekolah 07.30 s/d 15.30.
Perencanaan penelitian pada Hari Senin, 12 September 2022. Pelaksanaan Penelitian siklus I
1). Pertemuan 1
Pertemuan 1 siklus I dilaksanakan pada Hari Senin 9 September 2022. Peneliti selaku kepala sekolah memberikan
teknik penyusunan RPP melalui pelaksanaan In House Training (IHT). Praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru
melalui In House Training (IHT). Peneliti melakukan pengamatan, berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi dalam
praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru.
2). Pertemuan 2
Pertemuan 2 siklus I dilaksanakan pada Hari Senin 26 September 2022.
a). Praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru melalui In House Training (IHT).
b). Kelompok guru melakukan diskusi tentang kendala-kendala pelaksanakan penyusunan RPP melalui
pelaksanaan In House Training (IHT).
b). Peneliti melakukan bimbingan dalam kelompok, terkait penyusunan RPP melalui pelaksanaan In House
Training (IHT) kepada guru secara efektif.
2). Pertemuan 2
Pertemuan 2 siklus I dilaksanakan pada Hari Senin 26 September 2022.
a). Praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru melalui In House Training (IHT).
b). Kelompok guru melakukan diskusi tentang kendala-kendala pelaksanakan
penyusunan RPP melalui pelaksanaan In House Training (IHT).
b). Peneliti melakukan bimbingan dalam kelompok, terkait penyusunan RPP melalui
pelaksanaan In House Training (IHT) kepada guru secara efektif.
c. Observasi pada Siklus I
Observasi dilakukan pada 19 dan 26 September 2022 oleh
kolaborator saat peneliti melaksanakan In House Training (IHT) kepada
guru. Observasi terhadap penilaian ketrampilan guru dalam Penyusunan
RPP melalui pelaksanaan In House Training (IHT) dilakukan dengan
menggunakan format observasi pada siklus I.
2. Pelaksanaan Tindakan pada Siklus II
Pelaksanaan Penelitian pada Siklus II
Pada tahap pelaksanaan merupakan tahap inti dimana pelaksanaan peneliti memberi penjelasan
tentang sistim penyusunan RPP melalui pelaksanaan In House Training (IHT)..
1). Pertemuan 1
Pertemuan 1 siklus II dilaksanakan pada Hari Senin 10 Oktober 2022. Peneliti selaku
kepala sekolah memberikan teknik penyusunan RPP melalui pelaksanaan In House Training
(IHT) . Praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru melalui In House Training (IHT).
Peneliti melakukan pengamatan, berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi dalam
praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru.
2). Pertemuan 2
Pertemuan 2 siklus II dilaksanakan pada Hari Senin 17 Oktober 2022.
Pelaksanaan pertemuan 2 siklus II adalah:
a). Praktik pelaksanaan penyusunan RPP oleh guru melalui In House Training (IHT).
b). Kelompok guru melakukan diskusi tentang kendala-kendala pelaksanakan penyusunan
RPP melalui pelaksanaan In House Training (IHT).
c). Peneliti melakukan bimbingan dalam kelompok, terkait penyusunan RPP melalui
pelaksanaan In House Training (IHT) kepada guru secara efektif.
d). Guru merevisi dan menyempurnakan penyusunan RPP melalui pelaksanaan In
House Training (IHT).
E. Indikator Keberhasilan
Penelitian ini dikatakan berhasil apabila semua guru 100 %
mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)
secara professional dengan rata-rata nilai 80 (delapan puluh)
dengan kriteria “Baik”.
G. Instrumen Penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil In House Training ( IHT)/pelatihan penyusunan perenanaan pembelajaran (penyusunan
RPP) dalam siklus I masih rendah, persentase skor baru mencapai 53,63. Masih jauh dari target yang
direncanakan dalam penelitian sebesar 80. Meskipun sebenarnya tinggal dua aspek yang belum diisi,
namun aspek yang sudah diisi tetapi tidak lengkap. Untuk hal tersebut, penelitian dilanjutkan pada siklus
II dengan beberapa perbaikan, di antaranya In House Training ( IHT)/pelatihan individu lebih intensif dan
rutin, satu minggu yang biasanya dilakukan satu kali, bisa dilakukan minimal dua kali. Sementara untuk
In House Training ( IHT)/pelatihan kelompok dilakukan setiap hari Sabtu dalam rapat sekolah.
Setelah dilakukan In House Training ( IHT)/pelatihan pada siklus II, ada peningkatan
kompetensi dalam menyusun perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan
penilaian proses (penyusunan RPP) sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007. Dari ketiga
aspek yang menjadi fokus dalam In House Training ( IHT)tersebut, semua guru yang menjadi subjek
penelitian mengalami peningkatan. Hasilnya tersaji dalam tabel 1 [Link] 12.
B. Pembahasan
Pada tahap ini hasil penelitian dianalisis dan disimpulkan berdasarkan hasil monitoring dan perekaman
tindakan. Data-data tersebut disusun secara sistematis untuk memperoleh hasil penelitian yang valid, dari
hasil tersebut dijadikan sebagai pedoman untuk menyusun rencana tindakan selanjutnya. Hasil dari In
House Training ( IHT)/pelatihan siklus 1 baru mencapai skor 53,63, lebih jelasnya hasil tersebut tersaji
dalam tabel 1 s.d. tabel 6.
Hasil tindakan siklus II mengalami peningkatan dari siklus I, baik secara kuantitatif maupun secara
kualitatif dalam memperbaiki aspek perencanaan maupun pelaksanannya sesuai dengan RPP berdasarkan
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007. Peningkatan yang dicapai oleh masing-masing guru yang menjadi
Sübjek penelitian sekitar tersaji dalam tabel 7 s.d. tabel 12. Sedangkan persentase skor yang dicapai
meningkat menjadi 81,83 meningkat 28,2 dari siklus I yang baru mencapai 53,63.
Dari hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa In House Training ( IHT) dapat meningkatkan kompetensi
guru dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian proses. Peningkatan
kompetensi ditandai dengan kemampuan berikut.
a. Menyusun RPP secara lengkap sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007.
b. Melaksanakan proses pembelajam sesuai dengan silabus dan RPP
c. Melaksanakan penilaian proses sesuai dengan standar penilaian.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan analisis data dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, In House Training
( IHT)oleh kepala sekolah dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyusun RPP. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan
perolehan rata-rata skor yang dicapai guru yang menjadi subjek penelitian dalam setiap siklus. Dalam siklus I rata-rata skor kemampuan
menyusun RPP baru mencapai persentase skor 53,63. Dalam siklus II mengalami peningkatan mencapai 81 ,83. ada peningkatan 28,2.
Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka diajukan rekomendasi;
1. Dalam meningkatkan minat dan kemampuan guru, khususnya dalam menyusun RPP dapat dilakukan
melalui In House Training ( IHT)secara rutin dan berkala.
2. Minat dan kemampuan guru yang berkaitan dengan penyusunan RPP dan administrasi kelas hendaknya
menjadi tanggung jawab guru, sedangkan kepala sekolah bertanggung jawab terhadap tugas membimbing
dan membina melalui In House Training ( IHT)/pelatihan, baik In House Training ( IHT)/pelatihan individu
maupun In House Training ( IHT)/pelatihan kelompok. In House Training ( IHT)/pelatihan individu
dilakukan dalam In House Training ( IHT)/pelatihan kelas, sedangkan In House Training ( IHT)/pelatihan
kelompok dilakukan secara bersama-sama dalam rapat sekolah.