0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan48 halaman

Penerapan ISPS Code di Indonesia

ISPS Code adalah regulasi internasional yang ditetapkan oleh IMO untuk meningkatkan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan dari ancaman terorisme dan aktivitas ilegal. Penerapan ISPS Code di Indonesia melibatkan kebijakan dan prosedur yang sesuai dengan regulasi nasional, serta melibatkan berbagai pihak terkait dalam menjaga keamanan maritim. Dokumen penting seperti Ship Security Plan dan Port Facility Security Plan diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap ISPS Code.

Diunggah oleh

Herfyan Omar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan48 halaman

Penerapan ISPS Code di Indonesia

ISPS Code adalah regulasi internasional yang ditetapkan oleh IMO untuk meningkatkan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan dari ancaman terorisme dan aktivitas ilegal. Penerapan ISPS Code di Indonesia melibatkan kebijakan dan prosedur yang sesuai dengan regulasi nasional, serta melibatkan berbagai pihak terkait dalam menjaga keamanan maritim. Dokumen penting seperti Ship Security Plan dan Port Facility Security Plan diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap ISPS Code.

Diunggah oleh

Herfyan Omar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN

PERHUBUNGAN

ISPS CODE

ANALISIS KECELAKAAN DAN


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

ISPS CODE
(INTERNATIONAL SHIP AND
PORT FACILITY SECURITY
CODE)
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

ISPS CODE

International Ship and Port Facility Security

Code (ISPS Code) adalah regulasi internasional

yang ditetapkan oleh International Maritime

Organization (IMO) untuk meningkatkan keamanan

kapal dan fasilitas pelabuhan dari ancaman

terorisme, perompakan, dan aktivitas ilegal lainnya.


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN Menjamin komunikasi yang efektif antara
otoritas pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan
pihak berwenang lainnya dalam menangani
masalah keamanan

Menetapkan langkah-langkah keamanan untuk

TUJUAN ISPS mencegah ancaman tersebut.

CODE
Memberikan pedoman dalam menangani insiden
keamanan yang mungkin terjadi di kapal atau
fasilitas pelabuhan.

Mendeteksi dan menilai ancaman keamanan


terhadap kapal dan pelabuhan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

RUANG LINGKUP ISPS CODE

Fasilitas Kapal yang melakukan Pihak terkait seperti


pelabuhan yang pelayaran internasional pemilik kapal,
melayani kapal dengan tonase bruto (GT) operator kapal,
dalam rute lebih dari 500 GT, operator pelabuhan,
internasional. termasuk kapal dan otoritas
penumpang dan kapal keamanan maritim.
kargo.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

KRONOLOGIS PENERAPAN
ISPS CODE
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

KRONOLOGIS PENERAPAN ISPS CODE

ISPS CODE diperkenalkan sebagai respons terhadap


meningkatnya ancaman keamanan di sektor maritim,
terutama setelah serangan teroris 11 September 2001.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

LATAR BELAKANG (SEBELUM 2001)

Sebelum Kode ISPS diberlakukan, meskipun


ancaman seperti perompakan,
penyelundupan, dan sabotase meningkat,
regulasi maritim internasional lebih
memprioritaskan keselamatan kapal dan
perlindungan lingkungan daripada
keamanan maritim.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

INSIDEN PEMICU: SERANGAN TERORIS 11 SEPTEMBER


2001
• Serangan 9/11 di Amerika Serikat
menimbulkan kekhawatiran besar terkait
keamanan transportasi, termasuk sektor
maritim.
• IMO (International Maritime
Organization) segera menanggapi dengan
merancang regulasi keamanan yang lebih
ketat untuk mencegah potensi serangan
terhadap kapal dan pelabuhan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PERUMUSAN DAN PENGESAHAN ISPS CODE (2002-


2003)
• Desember 2002:
⚬ Pada Konferensi Diplomatik IMO di London,
ISPS Code secara resmi diadopsi sebagai
bagian dari amandemen SOLAS 1974 (Bab
XI-2).
⚬ Regulasi ini mewajibkan negara anggota IMO
untuk menerapkan standar keamanan
maritim bagi kapal dan pelabuhan yang
melayani pelayaran internasional.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PERUMUSAN DAN PENGESAHAN ISPS CODE (2002-


2003)

• 2003:
⚬ Negara-negara anggota mulai menyusun
kebijakan dan prosedur nasional untuk
menyesuaikan ISPS Code ke dalam sistem
hukum dan operasional mereka.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

IMPLEMENTASI GLOBAL ISPS CODE (1 JULI 2004)

• Tanggal 1 Juli 2004, ISPS Code mulai


berlaku secara resmi di seluruh dunia.
• Kapal dan fasilitas pelabuhan diwajibkan
memiliki Ship Security Plan (SSP) dan
Port Facility Security Plan (PFSP).
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

IMPLEMENTASI GLOBAL ISPS CODE (1 JULI 2004)

• Perusahaan pelayaran dan otoritas pelabuhan harus


menunjuk pejabat keamanan, seperti:
⚬ Ship Security Officer (SSO) untuk kapal.
⚬ Port Facility Security Officer (PFSO) untuk
pelabuhan.
⚬ Company Security Officer (CSO) untuk perusahaan
pelayaran.
• Inspeksi dan audit mulai dilakukan oleh Port State
Control (PSC) untuk memastikan kepatuhan terhadap
ISPS Code.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

EVALUASI DAN PENGUATAN ISPS CODE (2005 –


SEKARANG)
• 2005-2010:
⚬ Beberapa negara mulai meningkatkan
implementasi ISPS Code dengan
teknologi canggih seperti pemindai
kargo, CCTV pelabuhan, dan sistem akses
biometrik.
⚬ IMO dan organisasi maritim lainnya terus
melakukan evaluasi untuk meningkatkan
efektivitas regulasi ini.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

EVALUASI DAN PENGUATAN ISPS CODE (2005 –


SEKARANG)
• 2010 – Sekarang:
⚬ ISPS Code diperkuat dengan strategi
keamanan berbasis digital untuk
menghadapi ancaman kejahatan
siber(Cyber Crime) di sektor maritim.
⚬ Beberapa negara mulai menerapkan
teknologi seperti Automatic Identification
System (AIS) dan Vessel Traffic Services
(VTS) untuk meningkatkan pengawasan
kapal.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PENERAPAN ISPS CODE


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PENERAPAN ISPS CODE

Penerapan ISPS Code melibatkan beberapa langkah utama


yang harus dipenuhi oleh kapal, perusahaan pelayaran, dan
fasilitas pelabuhan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

KLASIFIKASI TINGKAT KEAMANAN (SECURITY LEVELS)

ISPS Code mengklasifikasikan tingkat


keamanan menjadi tiga level berdasarkan
kondisi ancaman:
[Link] Level 1 (Normal)
[Link] Level 2 (Heightened)
[Link] Level 3 (Exceptional)
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN
TINGKAT KEAMANAN DASAR
YANG BERLAKU SETIAP SAAT.

Pada tingkat ini, kapal dan fasilitas pelabuhan


harus menerapkan tindakan keamanan minimum
SECURITY untuk mencegah insiden keamanan.
LEVEL 1
(NORMAL) Tindakan keamanan pada tingkat ini mencakup:
• Pengawasan akses ke kapal dan fasilitas
pelabuhan.
• Pemantauan area terbatas.
• Pengawasan kegiatan bongkar muat.
• Kesiapan komunikasi keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN
TINGKAT INI DITERAPKAN KETIKA
ADA PENINGKATAN RISIKO INSIDEN
KEAMANAN.
Pada tingkat ini, kapal dan fasilitas pelabuhan
harus menerapkan tindakan keamanan tambahan.
SECURITY
LEVEL 2
(HEIGHTENED) Tindakan keamanan tambahan pada tingkat ini
dapat mencakup:
• Peningkatan pengawasan dan patroli keamanan.
• Pemeriksaan keamanan yang lebih ketat.
• Pembatasan akses ke area tertentu.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN
TINGKAT INI DITERAPKAN KETIKA
ADA ANCAMAN INSIDEN KEAMANAN
YANG AKAN SEGERA TERJADI ATAU
TELAH TERJADI.
Pada tingkat ini, kapal dan fasilitas pelabuhan
harus menerapkan tindakan keamanan yang
SECURITY paling ketat.
LEVEL 3
(EXCEPTIONAL Tindakan keamanan pada tingkat ini dapat
) mencakup:
• Penutupan akses ke kapal dan fasilitas
pelabuhan.
• Evakuasi personel.
• Peningkatan koordinasi dengan otoritas
keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM ISPS CODE

Standar keamanan internasional yang diterapkan untuk


melindungi kapal dan fasilitas pelabuhan dari ancaman
keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PIHAK YANG BERPERAN DALAM


ISPS CODE

COMPANY SHIP SECURITY PORT


SECURITY OFFICER FACILITY
OFFICER (CSO) (SSO) SECURITY
OFFICER
(PFSO)
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

COMPANY SECURITY OFFICER (CSO)

• Bertanggung jawab atas kebijakan dan


prosedur keamanan perusahaan
pelayaran.
• Mengawasi implementasi Ship Security
Plan (SSP) di setiap kapal.
• Berkoordinasi dengan pihak berwenang
dan otoritas pelabuhan terkait keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

SHIP SECURITY OFFICER (SSO)

• Bertanggung jawab atas keamanan kapal.


• Melaksanakan pelatihan awak kapal
terkait keamanan.
• Memastikan semua prosedur keamanan di
atas kapal berjalan dengan baik.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PORT FACILITY SECURITY OFFICER (PFSO)

• Bertanggung jawab atas keamanan


fasilitas pelabuhan.
• Menerapkan Port Facility Security Plan
(PFSP).
• Berkoordinasi dengan pihak berwenang,
termasuk Port State Control (PSC) dan
aparat keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PENERAPAN ISPS
DI INDONESIA
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

ISPS CODE DI INDONESIA

Di Indonesia, ISPS Code (International Ship and Port

Facility Security Code) atau Kode Keamanan

Internasional terhadap Kapal dan Fasilitas Pelabuhan

diterapkan secara konsisten sebagai langkah strategis

untuk meningkatkan keamanan maritim


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

DASAR HUKUM DAN REGULASI NASIONAL

ISPS Code secara internasional wajib diterapkan oleh negara anggota IMO. Di
Indonesia, penerapannya mengacu pada sejumlah regulasi nasional, antara
lain:
• Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, mengatur tentang
keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim.
• Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. KM 50 Tahun 2004,
tentang Penerapan Kode Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code)
di Indonesia.
• Surat Edaran dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut,
yang mengatur teknis implementasi dan pengawasan di lapangan.
• Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

OTORITAS YANG BERTANGGUNG JAWAB

Penerapan ISPS Code di Indonesia berada di bawah koordinasi:

• Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, melalui:

⚬ Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

⚬ Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)

• Instansi pendukung: TNI AL, POLRI, Bea Cukai, Imigrasi, dan Badan

Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

OBJEK PENERAPAN
ISPS Code diberlakukan pada:

• Kapal berbendera Indonesia yang melakukan pelayaran internasional (kapal

penumpang dan kargo ≥ 500 GT).

• Fasilitas Pelabuhan yang melayani kapal internasional, seperti:

⚬ Pelabuhan Tanjung Priok

⚬ Tanjung Perak

⚬ Belawan

⚬ Makassar

⚬ Batam dan pelabuhan-pelabuhan internasional lainnya.


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

DOKUMEN ISPS CODE


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

DOKUMEN ISPS CODE

Untuk memastikan kepatuhan terhadap

International Ship and Port Facility Security

Code (ISPS Code), kapal dan fasilitas pelabuhan

harus memiliki dokumen dan sertifikasi resmi.


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

DOKUMEN UTAMA YANG DIPERLUKAN


KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

SHIP SECURITY PLAN (SSP) – RENCANA KEAMANAN


KAPAL

Dokumen yang berisi prosedur keamanan


yang harus diterapkan di kapal untuk
mencegah dan menangani ancaman
keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Isi utama SSP:


• Identifikasi risiko dan ancaman terhadap kapal.
• Tindakan pencegahan dan prosedur keamanan
untuk mengontrol akses ke kapal.
• Prosedur komunikasi dalam keadaan darurat.
• Tanggung jawab dan peran awak kapal dalam
menjaga keamanan.
SHIP • Prosedur pelatihan dan simulasi keamanan bagi
SECURITY awak kapal.

PLAN (SSP) Penerapan:


• Harus dikembangkan oleh perusahaan pelayaran
dan disetujui oleh otoritas maritim.
• Harus tetap dirahasiakan, hanya petugas
keamanan kapal (Ship Security Officer) dan
otoritas terkait yang boleh mengaksesnya.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

PORT FACILITY SECURITY PLAN (PFSP) –


RENCANA KEAMANAN FASILITAS PELABUHAN

Dokumen yang digunakan untuk mengatur


keamanan fasilitas pelabuhan dalam
menangani risiko keamanan terhadap kapal
yang berlabuh.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Isi utama PFSP:


• Penilaian risiko keamanan di pelabuhan.
• Kontrol akses ke area pelabuhan.
• Prosedur inspeksi dan pemeriksaan orang, barang,
dan kendaraan yang masuk ke pelabuhan.
• Tindakan tanggap darurat jika terjadi ancaman
PORT FACILITY atau serangan.
SECURITY • Sistem komunikasi antara pelabuhan, kapal, dan
PLAN (PFSP) otoritas keamanan.

Penerapan:
• Disusun oleh Port Facility Security Officer
(PFSO) dan disetujui oleh otoritas maritim.
• Harus selalu diperbarui sesuai dengan
perkembangan ancaman keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

INTERNATIONAL SHIP SECURITY CERTIFICATE (ISSC) –


SERTIFIKAT KEAMANAN KAPAL INTERNASIONAL

Sertifikat yang membuktikan bahwa kapal


telah memenuhi standar keamanan sesuai
dengan ISPS Code.
Dikeluarkan oleh:
• Administrasi negara bendera (flag
state) atau organisasi yang ditunjuk oleh
pemerintah (Recognized Security
Organization - RSO).
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN
Syarat mendapatkan ISSC:
[Link] harus memiliki Ship Security Plan (SSP)
yang telah disetujui.
[Link] telah melalui audit dan inspeksi keamanan
oleh otoritas terkait.
INTERNATIONA [Link] harus memiliki Ship Security Officer (SSO)

L SHIP yang bertanggung jawab terhadap penerapan ISPS


Code.
SECURITY [Link] awak kapal harus mendapatkan pelatihan
CERTIFICATE keamanan sesuai standar.
(ISSC) Masa berlaku:
• ISSC berlaku selama 5 tahun dengan
pemeriksaan keamanan tahunan (intermediate
verification) minimal satu kali dalam periode
tersebut.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

STATEMENT OF COMPLIANCE OF A PORT FACILITY (SOCPF)


– PERNYATAAN KEPATUHAN FASILITAS PELABUHAN

Dokumen yang menyatakan bahwa


fasilitas pelabuhan telah memenuhi
persyaratan keamanan ISPS Code.
Dikeluarkan oleh:
• Otoritas maritim negara setempat
setelah fasilitas pelabuhan menjalani
inspeksi keamanan.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Syarat mendapatkan SOCPF:


[Link] pelabuhan harus memiliki Port
Facility Security Plan (PFSP) yang telah
disetujui.
[Link] harus memiliki Port Facility
STATEMENT OF
Security Officer (PFSO) yang bertanggung
COMPLIANCE
jawab terhadap keamanan.
OF A PORT [Link] menerapkan tindakan pengamanan
FACILITY sesuai level keamanan ISPS Code.
(SOCPF) Masa berlaku:
• Dapat diperbarui berdasarkan inspeksi
dan evaluasi berkala.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

SHIP SECURITY ALERT SYSTEM (SSAS) –


SISTEM PERINGATAN KEAMANAN KAPAL

Sebuah sistem elektronik yang


digunakan untuk mengirimkan
sinyal darurat secara diam-diam
ketika kapal menghadapi ancaman
keamanan (misalnya perompakan
atau serangan teroris).
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Penerapan:
• Harus dipasang di kapal yang tunduk pada
SHIP SECURITY
ISPS Code.
ALERT SYSTEM • Saat diaktifkan, SSAS mengirimkan sinyal
(SSAS) peringatan ke otoritas negara bendera tanpa
memberi tahu siapa pun di sekitar kapal.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

SHIP SECURITY OFFICER (SSO) CERTIFICATE –


SERTIFIKAT PETUGAS KEAMANAN KAPAL

Sertifikat yang diberikan kepada awak kapal


yang telah menjalani pelatihan sebagai
Ship Security Officer (SSO).
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Syarat mendapatkan SSO:


[Link] pelatihan Ship Security Officer
yang diakui oleh otoritas maritim.
[Link] mengembangkan dan menerapkan
Ship Security Plan (SSP).
SHIP SECURITY [Link] kemampuan dalam identifikasi
OFFICER (SSO) ancaman, inspeksi keamanan, dan prosedur
CERTIFICATE – tanggap darurat.

Penerapan:
• Kapal harus memiliki minimal satu SSO
yang bertanggung jawab terhadap
keamanan kapal dan awaknya.
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

Sebagai seorang analis kebijakan transportasi laut, Anda ditugaskan untuk membuat
sebuah laporan strategis yang menjelaskan dan mengevaluasi penerapan ISPS Code di
Indonesia. Laporan Anda harus memuat analisis kritis terhadap hal-hal berikut:
[Link] latar belakang dan urgensi global dibentuknya ISPS Code serta bagaimana hal
tersebut relevan dengan konteks keamanan pelayaran Indonesia saat ini.
[Link] pengertian, tujuan utama, dan ketentuan pokok dari ISPS Code berdasarkan
ketentuan IMO dan regulasi pelaksana nasional.
[Link] dan analisis secara kritis tantangan dan kelemahan dalam penerapan ISPS
Code di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, khususnya pelabuhan kecil atau daerah.
[Link] strategi atau rekomendasi kebijakan yang realistis dan berbasis sistem
keselamatan nasional untuk memperkuat penerapan ISPS Code di Indonesia.
[Link] studi kasus atau contoh pelabuhan di Indonesia yang telah sukses atau
mengalami kendala dalam mengimplementasikan ISPS Code, lalu analisis faktor
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai