0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Proses Pengolahan Inti Sawit yang Efisien

Dokumen ini menjelaskan proses pengolahan biji sawit yang meliputi pemisahan serat, pengeringan, dan pemecahan cangkang menggunakan berbagai alat seperti fibre cyclone, nut polishing drum, dan ripple mill. Proses ini bertujuan untuk memisahkan inti sawit dari cangkang dan mengurangi kadar air sebelum penyimpanan dan pengiriman. Selain itu, pengeringan dilakukan pada suhu tertentu untuk memastikan kualitas inti sawit sebelum dikemas dan dikirim.

Diunggah oleh

bangsabar374
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Proses Pengolahan Inti Sawit yang Efisien

Dokumen ini menjelaskan proses pengolahan biji sawit yang meliputi pemisahan serat, pengeringan, dan pemecahan cangkang menggunakan berbagai alat seperti fibre cyclone, nut polishing drum, dan ripple mill. Proses ini bertujuan untuk memisahkan inti sawit dari cangkang dan mengurangi kadar air sebelum penyimpanan dan pengiriman. Selain itu, pengeringan dilakukan pada suhu tertentu untuk memastikan kualitas inti sawit sebelum dikemas dan dikirim.

Diunggah oleh

bangsabar374
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGOLAHAN

KERNEL
Kandungan minyak inti sawit dalam inti basah (kadar air
sekitar 6%)
Secara umum, tahapan pemrosesan biji sawit ini meliputi
proses pemisahan serat (depericarping), pemecahan dan
pemisahan cangkang, pengeringan inti, penyimpanan,
serta pengiriman.
CBC juga berfungsi untuk mengeringkan campuran biji
dan serat tersebut guna mempermudah proses
pemisahan atau penghisapan serat oleh unit fibre
cyclone.
Fibre cyclone merupakan unit untuk memisahkan fase ringan dan fase
berat.
Fase ringan terdiri dari serat, pecahan cangkang tipis, debu, dan juga
pecahan inti halus. Sementara fase berat terdiri dari biji utuh, biji pecah,
inti utuh, maupun inti pecah.
Pemisahan fase ringan ini dilakukan dengan prinsip penghisapan oleh
blower (kipas). Serat atau fase ringan lain yang terhisap akan jatuh pada
penampung air lock dan akan dikirim menuju stasiun boiler untuk
dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Biji akan jatuh pada unit nut polishing drum. Ilustrasi unit depericarper
yang terdiri dari cake breaker conveyor, fiber cyclone, dan nut polishing
drum
Nut polishing drum (Gambar 30) adalah sebuah unit yang berupa
sebuah tabung (drum) yang berfungsi untuk menghilangkan serat
yang masih menempel pada pada cangkang dari biji. Seluruh serat
yang masih menempel pada cangkang biji harus dihilangkan karena
dapat mengganggu proses pemecahan biji pada nut cracker.
Biji yang telah dipoles selanjutnya akan diangkut oleh nut
conveyor menuju destoner (second depericarper) yang berfungsi
untuk memisahkan batu dan benda-benda yang memiliki massa
jenis lebih berat, seperti batu kerikil. Setelah itu biji yang telah
bersih dimasukkan ke dalam nut silo
Fungsi nut silo adalah sebagai tempat penampungan biji sementara sebelum masuk ke
ripple mill. Di dalam nut silo ini biji akan dikeringkan untuk mengurangi kadar air inti
sawit sehingga biji dan cangkangnya mudah dipisahkan. Pengeringan dilakukan pada
suhu 60-80°C selama 6-18 jam.
Pemecahan cangkang dilakukan menggunakan alat ripple mill atau nut cracker
rinsip kerja ripple mill adalah adanya dua bagian yang bekerja sinergis, yaitu
bagian yang berputar (rotating rotor) dan bagian yang diam (stationary plate)
yang berupa dinding bergerigi.
Alat ini memungkinkan pemecahan biji tanpa perlakuan pemeraman (fermentasi)
dari biji pada nut silo asalkan pada proses perebusan buah sawit dilakukan
dengan sempurna melalui sistem tiga puncak selama 90 menit pada tekanan 3
kg/cm2 yang setara dengan kadar air 15%.
Untuk itu maka sebelum proses pemecahan menggunakan nut cracker, biji perlu
dikelompokkan (grading) berdasarkan ukurannya. Biasanya ukuran biji
dikelompokkan menjadi tiga kelompok (kecil: diameter 14 mm, sedang: 15– 17
mm, dan besar: ³18 mm) menggunakan alat nut grader
LTDS (light tennera dry separation/pemisahan kering tennera ringan).
Pada tahap ini, ada dua jenis LTDS, yaitu LTDS 1 dan LTDS 2 yang bekerja
secara berurutan. Pada LTDS 1, inti sawit yang masih tercampur dengan
potongan-potongan atau serpihan-serpihan cangkang dipisahkan melalui
mekanisme peniupan menggunakan kipas (fan).
Larutan yang digunakan berupa larutan
kalsium karbonat (CaCO3) yang
diformulasikan secara khusus untuk
menghasilkan densitas atau massa jenis
sebesar 1,12 kg/l

Inti sawit tersebut selanjutnya dibawa


oleh sebuah wet distribution conveyor
menuju kernel silo dryer untuk
dilakukan pengeringan.

Pengeringan dilakukan pada


temperatur 60–80°C selama kurang
lebih 8 jam.
Inti sawit akan dikemas dalam
karung berkapasitas 50 kg dan
disusun dengan batas
tumpukan antara 5–10 tingkat.
Pengiriman inti sawit dilakukan
dengan sistem FIFO (first in first
out) di mana batch yang
pertama diproduksi akan
dikirim atau dijual terlebih
dahulu sehingga meminimalkan
risiko kerusakan akibat
penyimpanan yang terlalu lama

Anda mungkin juga menyukai