Rangkuman Buku:
Prioritas Pembangunan
Kesehatan 2015-2019
Oleh Kelompok 2: Andan Pati, Ningsi Tualaka, Sherly
Jakaria, Petronela Adelia Radja, Kori Ambennu.
Pembangunan kesehatan adalah investasi penting untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung
pembangunan ekonomi serta penanggulangan kemiskinan. Upaya
ini dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang.
by Adell Radja
Gambaran Umum dan Permasalahan
Kesehatan di Indonesia
Kesehatan Sebagai Investasi Tujuan Pembangunan Kesehatan
Kesehatan adalah investasi untuk mendukung Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
pembangunan ekonomi dan penanggulangan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kemiskinan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Tahun 2009.
Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar-upaya program dan sektor,
serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya.
Upaya Kesehatan Ibu dan
Anak
Angka Kematian Ibu Faktor Penyebab
Sudah mengalami Penanganan komplikasi,
penurunan, namun masih anemia, diabetes, hipertensi,
jauh dari target MDGs tahun malaria, dan empat terlalu
2015. (terlalu muda, terlalu tua,
terlalu dekat, terlalu banyak
anak).
Usia Pernikahan Muda
Sebanyak 46,7% perempuan menikah pada usia muda (<20 tahun).
Sebanyak 54,2 per 1000 perempuan di bawah usia 20 tahun telah
melahirkan, sementara perempuan yang melahirkan pada usia di atas 40
tahun sebanyak 207 per 1000 kelahiran hidup.
Kematian Bayi dan Balita
Angka Kematian Angka Kematian
Neonatal (AKN) Paska Neonatal
(AKPN)
Tetap sama yakni 19/1000
kelahiran. Terjadi penurunan dari
15/1000 menjadi 13/1000
kelahiran hidup.
Penyebab Kematian
Intra Uterine Fetal Death (IUFD) sebanyak 29,5% dan Berat
Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 11,2%.
Tantangan ke depan adalah mempersiapkan calon ibu agar benar-
benar siap untuk hamil dan melahirkan serta menjaga agar
terjamin kesehatan lingkungan yang mampu melindungi bayi dari
infeksi.
Gizi Masyarakat
Underweight
Meningkat dari 18,4% menjadi 19,6%.
Stunting
Meningkat dari 36,8% menjadi 37,2%.
Wasting
Menurun dari 13,6% menjadi 12,1%.
Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks, sebab selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi
juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius.
Penyakit Menular
Prioritas
HIV/AIDS, tuberkulosis, malaria, demam berdarah,
influenza dan flu burung.
Bebas Polio
Indonesia telah dinyatakan bebas polio pada tahun 2014.
Prevalensi HIV
Meningkat pada penduduk usia 15 - 49 tahun.
Indonesia juga belum sepenuhnya berhasil mengendalikan
penyakit neglected diseases seperti kusta, filariasis, leptospirosis,
dan lain-lain.
Penyakit Tidak Menular
Double Burden
Indonesia mengalami beban penyakit tidak menular dan
penyakit menular sekaligus.
Penyakit Utama
Hipertensi, diabetes melitus, kanker dan Penyakit Paru
Obstruktif Kronik (PPOK).
Faktor Risiko
Jumlah kematian akibat rokok terus meningkat.
Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) antara lain dilakukan
melalui pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Pengendalian Penyakit
Tidak Menular (Posbindu-PTM) yang merupakan upaya monitoring dan
deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di masyarakat.
Kesehatan Jiwa
Gangguan Mental Emosional
1 Prevalensi 6% untuk usia 15 tahun ke atas.
Gangguan Jiwa Berat
2 Prevalensi 1,7 per 1000 penduduk.
Pemasungan
3 Sebesar 14,3% pada orang dengan gangguan jiwa berat.
Prioritas untuk kesehatan jiwa adalah mengembangkan Upaya Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat (UKJBM) yang
ujung tombaknya adalah Puskesmas dan bekerja bersama masyarakat, mencegah meningkatnya gangguan jiwa
masyarakat.
Tantangan Pembangunan
Kesehatan
2025
Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025
adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.
5
Tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan ini dapat dicapai dengan
melakukan lima strategi pembangunan kesehatan 2005-2025.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat
terwujud.
Kebijakan dan Strategi
Pembangunan Kesehatan
Fokus Utama
Penguatan upaya kesehatan dasar (Primary Health Care) yang berkualitas.
Sarana Utama
Kartu Indonesia Sehat untuk mencapai pelayanan kesehatan yang
optimal.
Strategi
Akselerasi pemenuhan akses pelayanan kesehatan, perbaikan gizi,
pengendalian penyakit, dan peningkatan mutu SDM kesehatan.
Kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 difokuskan pada
penguatan upaya kesehatan dasar (Primary Health Care) yang berkualitas
terutama melalui peningkatan jaminan kesehatan, peningkatan akses dan
mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang didukung dengan
penguatan sistem kesehatan dan peningkatan pembiayaan kesehatan.