Metode Kuantitatif/ Riset
Operasi
Linier Programming Pertemuan Ke-2
Linier Programming
• Pengertian :
adalah metode atau teknik matematik yang
digunakan untuk membantu manajer dalam
pengambilan keputusan
Formulasi Model Linier Programming
• Tentukan variabel keputusan
• Buat Fungsi Tujuan
• Buat Fungsi Kendala/batasan/constrain
• Buat Fungsi Syarat
Asumsi Linier Programming
• Linier
Fungsi tujuan maupun fungsi kendala harus linier,
artinya perubahan nilai fungsi tujuan dan penggunaan
sumber daya sebanding dengan perubahan kegiatan
• Divisibility
Variabel keputusan dapat berupa bilangan
pecahan
• Non Negatifity
Variabel keputusan harus positif (tidak boleh negatif)
Aplikasi Masalah Bisnis dengan Linier
Programming
• Masalah Product Mix
• Perencanaan Investasi
• Perencanaan Promosi
• Masalah diet
Contoh Aplikasi : Masalah Product Mix
PT “ Nusa” memiliki sebuah pabrik yang akan
memproduksi 2 jenis produk yaitu Produk Roti
A dan Roti B. Untuk memproduksi kedua
produk tersebut dibutuhkan bahan baku X dan
bahan baku Y. Perusahaan hanya mampu
menyediakan Bahan baku X sebanyak 60 Kg
dan bahan baku Y sebanyak 30 kg serta
ketersediaan jam tenaga kerja maksimal 40
Jam.
Lanjutan....
• Kebutuhan bahan baku dan jam tenaga kerja untuk
setiap unit produk dapat dilihat tabel berikut :
Jenis Bahan Baku Kg Bahan Baku dan Jam Tenaga Kerja
dan jam tenaga kerja Roti A Roti B
Bahan Baku X 2 3
Bahan baku Y - 2
Jam Tenaga Kerja 2 1
• Laba dari setiap roti A Rp 40 dan Roti B Rp 30.
• Berdasarkan masalah tersebut tentukan jumlah setiap
unit roti yang dihasilkan
Langkah Formulasi model
• Tentukan Variabel Keputusan
X1 = Jumlah Roti A yang dihasilkan
X2 = Jumlah Roti b Yang dihasilkan
• Tentukan Fungsi Tujuan :
Maksimum Z = 40 X1 + 30 X2
– Tentukan Fungsi Kendala :
2 X1 + 3 X2 ≤ 60
2 X2 ≤ 30
2 X1 + X2 ≤ 40
X1, X2 ≥ 0 (kendala syarat)
Penyelesaian
• Linier Programming :
• Grafik
• Simpleks
Contoh Lain : Masalah Investasi
• Seorang investor dihadapi dengan masalah berapa jumlah
dana yang akan ditanamkan pada setiap alternatif investasi.
Ada 3 alternatif investasi yang dapat dilakukan yaitu
investasi pada saham A, Saham B dan Saham C. Paling
banyak dana Investor yang akan diinvestasikan adalah Rp
100 juta rupiah untuk ketiga jenis investasi tersebut.
Investasi pada Saham A tidak boleh lebih dari Rp 30 juta
dan untuk saham B tidak boleh lebih dari Rp50 juta. Tingkat
return masing-masing saham berturut-turut adalah 10%,
12% dan 14%. Tolong bantu investor tersebut dalam
mengalokasikan dananya sehingga diperoleh return
maksimal
Formulasi Model :
• Variabel Keputusan :
X1 = Jumlah dana Investasi Pada Saham A
X2 = Jumlah dana Investasi pada saham B
x3 = Jumlah dana investasi pada saham C
• Fungsi Tujuan :
Mak Z = 10X1 + 12 X2 + 14 X3
• Fungsi Batasan/kendala :
1. X1 + X2 + X3 ≤ 100
2. X1 ≤ 30
3. X2 ≤ 50
4. X1, X2 & X3 ≥ 0 (kendala syarat)
Contoh Lain : Masalah Diet
• Seorang ahli penata diet sedang membuatkan
program makanan bagi seseorang. Ada 2 jenis
makanan yang akan disediakan yaitu makanan
A dan makanan B. Kedua jenis makanan harus
mengandung 3 jenis vitamin yaitu vitamin 1,2,
dan 3. Jumlah vitamin untuk setiap makanan,
minimum kebutuhan vitamin serta biaya
setiap makanan dapat dilihat tabel berikut
Lanjutan soal :
Vitamin Biaya per
Jenis Makanan
1 2 3 unit
A 20 12 8 100
B 6 10 4 120
Min Kebutuhan 180 120 80
• Berdasarkan data tersebut buatlah formulasi
model untuk penyelesaian masalah tersebut
Formulasi Model
• Variabel Keputusan :
X1 = Jumlah makanan A yang dihasilkan
X2 = jumlah Makanan B yang dihasilkan
• Fungsi Tujuan :
Mini mum Z = 100 X1 + 120 X2
• Fungsi batasan :
1. 20 X1 + 6X2 ≥ 180
2. 12 X1 + 10X2 ≥ 120
3. 8 X1 + 4 X2 ≥ 80
4. X1 & X2 ≥ 0