LAPORAN KASUS
2025
ORCHITIS DEXTRA
dr. WULAN MULYANI
Konsulen:
dr. Remson , Sp.B
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS INTERNSHIP PADA BAGIAN ILMU BEDAH
RS TK. IV DR NOESMIR BATURAJA
2025
1
PENDAHULUAN
2
Orchitis inflamasi akut dari testis sekunder terhadap
infeksi. Sebagian besar kasus berhubungan dengan
infeksi virus gondong, namun virus lain dan bakteri
dapat menyebabkan orchitis
Dasar diagnosa anamnesis pemeriksaan klinis
pemerikssan penunjang Orchitis
3
LAPORAN
KASUS
4
Identitas
Nama : Tn. L.J
Umur : 64 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Kemalaraja
Masuk Rumah Sakit : 19 des 2024
Keluar Rumah Sakit : 21 des 2024
No RM : 12 93 00
5
Anamnesis
KU: Nyeri pada buah zakar kanan
RPS: Keluhan 3 hari SMRS. Nyeri perut kanan bawah buah
zakar kanan. Benjolan (+) semakin membesar, merah (+)
merah (+), riwayat demam 1 minggu lalu (+). Benjolan pada
buah zakar, tidak hilang timbul baik saat tidur, berdiri ataupun
mengedan. Mual dan muntah(-). Riwayat trauma dan penyakit
menular seksual disangkal. BAB normal, BAB tidak ada
keluhan.
RPD: operasi hernia
6
7
Pemeriksaan fisik Status Generalis
-Dalam batas normal
KU: CM, GCS (E4 V5 M6) -Genital: tanda peradangan pada
testis kanan
TTV:
TD: 120/80 mmHg Status Lokalis
Regio Testis Dextra
HR: 88 kali/menit, teraba kuat, isi -Inspeksi: discharge (-), tampak
cukup. tanda peradangan pada testis
kanan, testis bengkak (+), merah
RR: 22 kali/menit (+)
Suhu: 38,5 ° C -Palpasi: bengkak testis kanan(+),
nyeri tekan(+), Refleks kremaster
(+).
8
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Leukosit 11.9 3,5 – 10,0
Hemoglobin 11.4 11,0 – 16,5
Hematokrit 43 35,0 – 50,0
Trombosit 111 150 – 390
Eosinofil 0.00 2.00 - 4.00
Basofil 0.10 0–1
Netrofil 59.80 50 – 70
Limfosit 31.20 25 – 40
Monosit 8.90 2–8
Eritrosit 5.3 4.40 – 5.90
MCV 80 80 – 100
MCH 29 26 – 34
MCHC 36 32 – 36 9
Diagnosis: Orchitis Dextra Penatalaksanaan
-IVDL RL 20 tpm
Diagnosa Banding -Ceftriaxon 2x1 gram/ IV
-Tumor testis -Ketorolac 2x30 mg/ IV
-Hernia skrotalis -Ranitidin 2x50 mg/IV
-Hidrokel -Paracetamol 3x500 mg
-Epididimitis
-Torsio testis Prognosis
-Ad Vitam:Dubia ad bonam
Pemeriksaan Penunjang -Ad Sanationam:Dubia ad malam
-Pemeriksaan darah rutin -Ad Functionam :Dubia ad bonam
-Analisa urin
10
Jumat, 20 desember 2024
S/ Nyeri daerah scrotum berkurang, testis kanan masi
bengkak, tidak demam.
O/ Hemodinamik stabil
Regio Testis Dextra hiperemis (-), edema (+), NT (-), epididimis
tidak membesar
A/ Orchiti Dextra
P/ IVDL RL 20 tpm
Ceftriaxon 2x1 gram/ IV
Ketorolac 2x30 mg/ IV
Ranitidin 2x50mg/ IV
11
Mobilisasi
Sabtu, 21 desember 2024
S/ Nyeri daerah scrotum berkurang, bengkak berkurang,
tidak demam.
O/ Hemodinamik stabil
Regio Testis Dextra: hiperemis (-), edema (+/-), NT (-),
epididimis tidak membesar
A/ Orchitis Dextra
P/ IVDL RL 20 tpm
Ceftriaxon 2x1 gram/ IV
Ketorolac 2x30 mg/ IV
Ranitidin 2x50 mg/ IV
12
Mobilisasi
Minggu , 22 desember 2024
S/ Nyeri daerah scrotum berkurang, bengkak berkurang,
tidak demam.
O/ Hemodinamik stabil
Regio Testis Dextra : hiperemis (-), edema (+/-), NT (-),
epididimis tidak membesar
A/ Orchitis Dextra
P/ Aff Infus
Ciprofloxacin 2x500 mg/ oral
Paracetamol 3x500 mg/ oral
Pasien boleh pulang, namun jika ada keluhan maka kontrol di
13
Poli Bedah.
Tinjauan
Pustaka
14
Sumber : Snell R A. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Edisi 6. Jakarta :EGC; 2010. 15
Etiologi:
-Virus: orchitis gondong (mumps) paling umum. Infeksi
Coxsackievirus tipe A, varicella, dan echoviral jarang terjadi.
-Infeksi bakteri dan pyogenik: E. coli, Klebsiella, Pseudomonas,
Staphylococcus, dan Streptococcus
-Virus lain meliputi coxsackievirus , varicella , dan echovirus .
-Trauma sekitar testis
16
EPIDEMIOLOGI
-Kejadian diperkirakan 1 : 1.000 laki-laki
-Orchitis bakteri epididimitis (epididymo-orchitis), terjadi pada
laki-laki yang aktif secara seksual lebih tua dari 15 tahun atau pada
pria lebih tua dari 50 tahun dengan hipertrofi prostat jinak (BPH).
-Di Amerika Serikat sekitar 20% dari pasien prepubertal dengan
gondong orchitis. Kondisi ini jarang terjadi pada laki-laki
postpubertal dengan gondong.
17
FAKTOR RISIKO
-Pemasangan kateter
-Urethritis atau prostatitis
-Refluks urin terinfeksi dari urethra prostatik ke epididymis
melalui saluran sperma dan vas deferens bisa dipicu melalaui
Valsalva atau pendesakan kuat.
18
PATOFISIOLOGI
Patogen testis proses peradangan (kalor, rubor, dolor, tumor,
function laesa)
MANIFESTASI KLINIS
-Orchitis ditandai dengan nyeri testis dan pembengkakan.
-Nyeri berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai nyeri yang
hebat.
-Kelelahan / mialgia
-Kadang-kadang pasien sebelumnya mengeluh gondongan
-Demam dan menggigil
-Mual
-Sakit kepala
19
PENEGAKAN PENATALAKSANAAN
DIAGNOSA
Suportif: bed rest, analgetik
[Link]
[Link] fisik Antibiotik:
[Link] penunjang -Ceftriaxone
-Doxycycline
Diagnosa banding -Azitromisin
-Torsio testis -Trimetropin - sulfametokazol
-Epididimitis
-Hidrokel 20
KOMPLIKASI PROGNOSIS
-60% atrofi testis -Orchitis virus sembuh spontan
-Gangguan kesuburan 3-10 hari
-Abses scrotalis -Orchitis bakteri pemberian
-Rekurensi antibiotik dapat sembuh tanpa
komplikasi
21
DISKUSI
22
Diagnosis anamnesis: nyeri dan bengkak pada buah zakar
kanan. Riwayat demam 1 minggu lalu. Pemeriksaan fisik:
tanda-tanda peradangan (bengkak, hangat dan terdapat nyeri
tekan)
Pemeriksaan penunjang : jumlah leukosit↑
Kesimpulan: Orchitis bakteri oleh infeksi bakteri
hematogen testis.
Terapi: Antibiotik
23
1. Sjamsuhidayat R, De Jong W. Buku ajar ilmu bedah. Edisi 3.
Jakarta : EGC; 2014.
2. Terry Nataisia de at al. 2010. Orchitis.
American Academy of Emergency Medicine. [Internet]. 2017Aug
[cited 2018 April 15]. Available from:
[Link]
3. Snell R A. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Edisi 6.
Jakarta :EGC; 2010.
4. Benninghoff. Anatomy of the Testes: Gross appearance,
vascular supply, innvervation, spermatic cord. [Internet].
2017 Dec [cited 2018 April 15]. Available from:
[Link]
24
25