BAHAN-BAHAN LISTRIK
DOSEN : BUDIMAN, ST, MT
BOBOT : 2 SKS
Suatu bahan dapat berbentuk padat, cair, atau
gas. Wujud bahan tertentu juga bisa berubah
karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan
berdasarkan wujud tersebut dalam teknik listrik
bahan-bahan juga dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
1. Bahan Penghantar (konduktor)
2. Bahan Penyekat (isolator/insulator)
3. Bahan Setengah Penghantar (semi konduktor)
4. Bahan Magnetis.
5. Bahan Super Konduktor.
6. Bahan Nuglir.
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
adalah bahan yang menghantarkan listrik
dengan mudah. Bahan ini mempunyai daya
hantar listrik (Electrical Conductivity) yang
besar dan tahanan listrik (Electrical
Resistance) kecil. Bahan penghantar listrik
berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan
pada alat listrik yang anda jumpai. Juga pada
saluran transmisi/distribusi. Dalam teknik
listrik, bahan penghantar yang sering
dijumpai adalah tembaga dan alumunium.
BAHAN PENYEKAT (INSULATOR/ ISOLATOR
adalah bahan yang befungsi untuk menyekat
(misalnya antara 2 penghantar); agar tidak
terjadi aliran listrik/kebocoran arus apabila
kedua penghantar tersebut bertegangan. Jadi
bahan penyekat harus mempunyai tahanan
jenis besar dan tegangan tembus yang
tinggi. Bahan penyekat yang sering ditemui
dalam teknik listrik adalah : plastik, karet,
dan sebagainya.
BAHAN SETENGAH PENGHANTAR
adalah bahan yang mempunyai daya hantar lebih
kecil dibanding bahan konduktor, tetapi lebih besar
dibanding bahan isolator. Dalam teknik elektronika
banyak dipakai semi konduktor dari bahan
germanium (Ge) dan silicon (Si). Dalam keadaan
aslinya, Ge dan Si adalah bahan pelikan dan
merupakan isolator. Di Pabrik bahan-bahan tersebut
diberi kotoran. Jika bahan tersebut dikotori dengan
alumunium maka diperoleh bahan semikonduktor
type P (bahan yang kekurangan elektron/mempunyai
sifat positif). Jika dikotori dengan fosfor maka yang
dipeoleh adalah semikonduktor jenis N (bahan yang
kelebihan electron, sehingga bersifat negative). Ge
mempunyai daya hantar lebih tinggi dibandingkan
Si, sedangkan Si lebih tahan panas dibanding Ge.
BAHAN MAGNETIK (MAGNETIC MATERIALS)
dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu ferro
magnetic, para-magnetic dan dia-magnetic.
Bahan ferro-magnetic adalah bahan yang
mempunyai permeabilitas tinggi dan mudah
sekali dialiri garis-garis gaya magnet. Contoh
bahan yang mempunyai permeabilitas tinggi
adalah besi, besi pasir, stalloy, dan sebagainya.
Selain itu sering dijumpai magnet yang
merupakan magnet permanen, misalnya alnico,
cobalt, baja arang, dan sebagainya. Baja untuk
magnet sering dijumpai pada pelat-pelat
motor/generator, pelat-pelat transformator, dan
sebagainya. Dalam bidang elektronika, digunakan
bahan magnet misalnya pada speaker, alat-alat
ukur elektronika, dan sebagainya.
. BAHAN SUPER KONDUKTOR
Pada tahun 1911, Kamerligh Onnes
mengukur perubahan tahanan listrik yang
disebabkan oleh perubahan suhu Hg dalam
helium cair. Dia menemukan bahwa tahanan
listrik tiba-tiba hilang pada suhu 4,153°K.
Sampai saat ini telah ditemukan sekitar 24
unsur hantaran super dan lebih banyak lagi
paduan dan senyawa yang menunjukkan
sifat-sifat hantaran super. Temperatur
kritisnya berkisar antara 1 samapai 19°
Kelvin. Bahan-bahan lead (timah), tin (timah
patri), alumunium, dan mercury, pada sushu
mendekati 0°K mempunyai resistivitas nol.
BAHAN NUKLIR
Bahan nuklir sering dipakai sebagai bahan
baker reaktor nuklir. Reaktor nuklir adalah
pesawat yang mengandung bahan-bahan
nuklir yang dapat membelah, yang disusun
sedemikian sehingga suatu reaksi berantai
dapat berjalan dalam keadaan dan kondisi
terkendali. Dengan sendirinya syarat agar
suatu bahan dapat dipergunakan sebagai
bahan bakar nuklir adalah bahan yang dapat
mengadakan fisi (pembelahan atom). Dalam
reaktor nuklir digunakan bahan bakar
uranium 235, plutonium-239, uranium-233.
SEMI KONDUKTOR TIDAK MURNI
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa silicon dan
germanium merupakan salah satu contoh dari
bahan semikonduktor. Jika suhu kedua bahan ini
meningkat diatas suhu kamar maka kedua bahan
ini akan bersifat sebagai konduktor. Sedangkan
jika suhu kedua bahan tersebut turun dibawah
suhu kamar maka nilai tahanan-nya akan
meningkat dan jika sudah mencapai titik
maksimal maka kedua bahan ini akan bersifat
sebagai isolator.
SEMI KONDUKTOR MURNI
Semikonduktor murni memiliki jumlah proton dan
elektron yang seimbang tetapi jika semikonduktor
ini ditambahkan bahan yang tidak murni maka
semikonduktor akan berubah menjadi tidak murni,
proses ini dinamakan ”Doping”. Proses doping
dengan menambahkan bahan antimony, arsenic,
atau phosphorus yang memiliki kelebihan elektron
pada semikonduktor murni, menyebabkan
semikonduktor memiliki kelebihan elektron dan
menjadikannya sebagai semikonduktor material
tipe-N.
Pada proses doping, menambahkan bahan
indium, aluminium, dan boron yang memiliki
kelebihan proton pada semikonduktor murni
menyebabkan semikonduktor memiliki
kelebihan proton dan menjadikannya sebagai
semikonduktor material tipe-P. Hasil kedua
doping inilah yang digunakan pada komponen–
komponen elektronika seperti pada diode dan
transistor. Diode merupakan penggabungan dua
tipe material semikonduktor tipe-N dan tipe-P,
sedangkan transistor merupakan penggabungan
tiga material semikonduktor tipe-N, tipe-P, dan
salah satu dari tipe-N atau tipe-P, sehingga pada
transistor bipolar terdapat dua konfigurasi
gabungan material semikonduktor yaitu P-N-P
atau N-P-N
BAHAN MAGNETIK
Bahan Magnetik (Magnetic Materials)
dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu ferro
magnetic, para-magnetic dan dia-magnetic. Bahan
ferro-magnetic adalah bahan yang mempunyai
permeabilitas tinggi dan mudah sekali dialiri garis-
garis gaya magnet. Contoh bahan yang mempunyai
permeabilitas tinggi adalah besi, besi pasir dan
sebagainya. Selain itu sering di jumpai magnet
yang merupakan magnet permanen, misalnya
alnico, cobalt, baja arang, dan sebagainya. Baja
untuk magnet sering dijumpai pada pelat-pelat
motor/generator, pelat-pelat transformator, dan
sebagainya. Dalam bidang elektronika, digunakan
bahan magnet misalnya pada speaker, alat-alat
ukur elektronika, dan sebagainya.
BAHAN SUPER KONDUKTOR
Bahan Super Konduktor. Pada tahun 1911,
Kamerligh Onnes mengukur perubahan
tahanan listrik yang disebabkan oleh
perubahan suhu Hg dalam helium cair. Dia
menemukan bahwa tahanan listrik tiba-tiba
hilang pada suhu 4,153°K. Sampai saat ini
telah ditemukan sekitar 24 unsur hantaran
super dan lebih banyak lagi paduan dan
senyawa yang menunjukkan sifat-sifat
hantaran super. Temperatur kritisnya berkisar
antara 1 samapai 19° Kelvin. Bahan-bahan
lead (timah), tin (timah patri), alumunium, dan
mercury, pada suhu mendekati 0°K
mempunyai resistivitas nol.
Perbedaan mendasar dari ketiga jenis
bahan ini adalah terletak ada tahanan
jenis tiap–tiap bahan. Untuk isolator
memiliki tahanan jenis 104Ωm – 1014Ωm,
konduktor memiliki tahanan jenis 10-7Ωm –
10-8Ωm, sedangkan untuk semikonduktor
memiliki tahanan jenis 10-3Ωm – 3x103Ωm.
Pada bahan konduktor ketika suhu
meningkat maka tahanan dari konduktor
pun ikut meningkat, pada isolator
perubahan suhu sangat kecil pengaruhnya
sehingga sering diabaikan, sedangkan
pada semikonduktor jika suhu meningkat
maka tahanan-nya akan turun.
Dari uraian diatas nilai tahanan jenis isolator
adalah yang tertinggi dari semua bahan, sehingga
memiliki sifat yang kurang baik dalam
menghantarkan arus listrik. Pada bahan konduktor
nilai tahanan jenisnya adalah yang terendah
sehingga sangat baik digunakan sebagai
penghantar arus listrik.
Bahan semikonduktor memiliki nilai tahanan jenis
yang berada diantara isolator dan konduktor,
sehingga bahan semikonduktor memiliki dua sifat
yang berbeda, semikonduktor bisa bersifat
sebagai isolator dan bisa juga bersifat sebagai
konduktor jika mendapat pengaruh dari luar,
misalnya suhu. Bahan semikonduktor banyak
digunakan pada komponen aktif elektronika,
misalnya pada transistor dll.
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm
BAHAN PENGANTAR KONDUKTOR
Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang
menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai
daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan
tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Bahan
penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.
Perhatikan fungsi kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik
yang anda jumpai. Juga pada saluran transmisi/distribusi.
Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium. Contoh bahan–bahan untuk
konduktor adalah sebagai berikut:
Konduktor :
Aluminium 2,7×10-8 Ωm
Brass (70 Cu/30 Zn) 8 × 10-8 Ωm
Tembaga 1,7×10-8 Ωm
Baja 15 × 10-8 Ωm