0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan15 halaman

Struktur dan Teori Akuntansi Keuangan

Dokumen ini membahas struktur teori akuntansi yang meliputi tujuan laporan keuangan, postulat, konsep teoritis, prinsip dasar, dan standar akuntansi. Teori akuntansi berfungsi sebagai pedoman dalam pengembangan standar akuntansi dan membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang relevan dan dapat dipercaya. Selain itu, terdapat perbandingan antara teori akuntansi normatif dan positif serta perkembangan teori akuntansi di Indonesia.

Diunggah oleh

idawardahmulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan15 halaman

Struktur dan Teori Akuntansi Keuangan

Dokumen ini membahas struktur teori akuntansi yang meliputi tujuan laporan keuangan, postulat, konsep teoritis, prinsip dasar, dan standar akuntansi. Teori akuntansi berfungsi sebagai pedoman dalam pengembangan standar akuntansi dan membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang relevan dan dapat dipercaya. Selain itu, terdapat perbandingan antara teori akuntansi normatif dan positif serta perkembangan teori akuntansi di Indonesia.

Diunggah oleh

idawardahmulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEORI DAN SEMINAR AKUNTANSI

Disusun Oleh:
Ida Wardah Mulyani (3202191014)
Ismatul Ulya (3202191006)
Struktur Teori Akuntansi

Teori akuntansi keuangan dibangun untuk mengembangkan akuntansi keuanganyang sesuai dan
bermanfaat bagi para pengguna laporan [Link] teori akuntansi adalah elemen-elemen yang
saling terkait dan menjadi pedoman bagi pengembangan teori dan perumusan standar atau teknik
akuntansi. Elemen-elementersebut adalah :
1. Rumusan tentang tujuan laporan keuangan
2. Postulat akuntansi
3. Konsep teoritis akuntansi
4. Prinsip dasar akuntansi
5. Standar atau teknik akuntansi
Hirarki elemen struktur teori akuntansi
Tujuan Laporan Keuangan
Berikut adalah rumusan tujuan laporan keuangan yang telah dijabarkan oleh AAA,APB, dan FASB :

1. ASOBAT
(ASOBAT)yang berisi tentang rumusan tujuan akuntansi, yaitu :
– Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas danmenentukan sasaran serta tujuan dari penggunaan sumber daya
tersebut.
– Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan factor produksilainnya secara efektif.
– Memelihara dan melaporkan pengamanan atas sumber daya (Aktiva).
– Memfasilitasi fungsi dan pengendalian social.

2. APB Statement No. 4


– Tujuan khusus laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 adalah menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi
keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).
– Tujuan Umum laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 adalah :
1. Memberikan informasi yang terpecaya tentang sumber daya ekonomi(Aktiva) dan kewajiban perusahaan
2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba
3. Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalammenghasilakan laba.
4. Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalammenghasilakan laba.
5. Mengungkapkan informasi yang relavan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.
3. Trueblood Committee Report

Dalam laporan ini dirumuskan bahwa tujuan laporankeuangan adalah :


1. Tujuan dasar laporan keuangan
2. Melayani pemakai umum
3. Memberikan informasi yang berguna
4. Memberikan informasi kepada pemakai
5. Memberikan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan manajemen
6. Memberikan informasi yang factual dan dapat di interprestasikan
7. Memberikan laporan tentang posisi keuangan perusahaan
8. Memberikan laporan tentang laba periode (berkala)
9. Memberikan laporan tentang aktivitas keuangan perusahaan
10. Memberikan informasi yang berguna untuk proses peramalan.
11. Tujuan laporan keuangan bagi organisasi pemerintah dan organisasi yang bukan pencari laba
12. Melaporkan aktivitas perusahaan yang mempengaruhi lingkungan social(masyarakat sekitar).

4. SFAC No. 1 dan No. 4

FASB merupakan organisasi sector swasta yang bertanggung jawab dalam pembentukan standar akuntansi di Amerika saat ini. FASB didirikan pada
tahun1973, menggantikan APB.

Pada tahun 1976, FASB mulai mengembangkan kerangka kerja konseptualyang menjadi dasar bagi penetapan standar akuntansi dan pemecahan
masalahkontroversi pelaporan keuangan. Fungsi utama FASB adalah menpelajari masalahakuntansi terkini dan menetapkan standar akuntansi. FASB juga
menerbitkan Statement of Accounting Concepts(SFAC) yang memberikan kerangka kerja konseptual dimana memungkinkan untuk dikembangkannya
standar akuntansi [Link] tahun 1978, FASB menerbitkan SFAC No. 1 yang berjudul “Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises”
Postulat Akuntansi
Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannyasendiri (aksioma), yang sudah diterima karena kesesuiannya denga tujuan
laporankeuangan, dan menggambarkan aspek ekonomi, politik, social, dan hukum dari suatulingkungan dimana akuntansi [Link] empat asumsi
dasar yang melandasi proses penyusunan laporan keuangansecara keseluruhan, yaitu :
1. Monetary Unit Assumtion (Asumsi Unit Moneter)
2. Economic Entity Assumtion (Asumsi Entitas Ekonomi)
3. Acconting Period Assumtion (Asumsi Periode Akuntasi)
4. Going Concern Assumtion (Asumsi Kesinambungan Usaha)

Konsep Teoritis Akuntansi


Konsep teoritis akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri (aksioma), Terdapat sejumalah konsep teori yang dipakai
dalam perumusan prinsip dasar akuntansi, yaitu:

1. Proprietory Theory
Menurut konsep teori ini, entitas hanyalah merupakan agen atauwakil dari pemilik (Proprietor ), Maka persamaanakuntansinya dapat dirumuskan
sebagai berikut :
AKTIVA – KEWAJIBAN = ENTITAS PEMILIK

2. Entity Theory
Menurut konsep teori ini, entitas (perusahaan) merupakan badan danharus dibedakan dari pemilikpemilik,Menurut teori ini, pesamaan akuntansi
dapatdirumuskan sebagai berikut :
AKTIVA = EKUITAS
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMEGANG SAHAM
3. Fund Theory
Menurut konsep teori ini, yang menjadi ousat perhatian dari pencatatan akuntansi dan penyajian laporan keuangan adalah bukan pemilikmaupun
entitas, melainkan sekelompok aktiva yang penggunaanya dibatasiuntuk membayar atau memenuhi sejumlah kewajiban tertent u Menurut konsep
ini persamaan akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut:

AKTIVA = PEMBATASAN AKTIVA

4. Enterprise Theory
Menurut konsep teori ini, yang menjadi pusat perhatian dalam penyajian informasi akuntansi adalah pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan,
baik secara langsung maupun tidak langsung.

5. Residual Equity Theory


Menurut konsep teori ini, yang menjadi pusat perhatian dalam penyajian laporan keuangan adalah pemegang saham biasa. Menurut konsep ini,
persamaanakuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut :

AKTIVA – KEWAJIBAN – EKUITAS PREFEREN = EKIUTAS RESIDU

6. Comander Theory
Menurut konsep teori ini, yang menjadi pusat perhatian dari penyajian informasi akuntansi adalah bukan pada pemilik maupun entitas,melainkan
pada pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk melakukan pengendalian ekonomi secara efektif atas sumber daya
[Link]

7. Investor Theory
Menurut konsep teori ini, yang menjadi pusat perhatian dari penyajian informasi akuntansi adalah mereka yang tergolong sebagai Specific equity
(para kreditur dan pemegang saham preferen) dan Residual Equity (pemegang saham biasa). Menurut konsep teori ini, persamaanakuntansi dapat
dirumuskan sebagai berikut :

AKTIVA = EKUITAS KHUSUS + EKUITAS RESIDU


Prinsip Dasar Akuntansi
Prinsip dasar akuntansi adalah prinsip atau sifat-sifat yangmendasari akuntansi dan seluruh outputnya, termasuk laporan keuangan yangdijabarkan dari
tujuan laporan keuangan, postulat akuntansi, dan konsep toeritisakuntansi, serta menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansiyang
dipakai dalam menyusun laporan [Link] ini adalah 9 (Sembilan) prinsip dasar akuntansi menurut APB Statement No. 4 :
1. Cost Principle
2. Revenue Principle
3. Macthing Principle
4. Objectivity Principle
5. Consistency Principle
6. Disclosure Principle
7. Conservatism Principle
8. Materiality Principle
9. Uniformity Comparability Principle
Standar (Teknik) Akuntansi
Standar atau teknik akuntansi adalah peraturan-peraturan khusus yang dijabarkan dari prinsip dasar akuntansi, yang mengatur tentang bagaimana standar
perrlakuan catatan dan pelaporan terhadap semua transaksi dan peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan.

Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yangtelah disusun dan disahkan oleh sebuah lembaga resmi (badan pembentuk standar)
pada saat [Link] (1985) mengemukakan pentingnya standar akuntansi yang baku, yaitu :
1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan kegiatan perusahaan yang dapat dipercaya kebenarannya dan memiliki
daya banding,
2. Memberikan pedoman bagi akuntan dalam melaksanakan pekerjaannya secarahati-hati dan independen.
3. Memberikan database kepada pemerintah tentang berbagai informasi yangdianggap penting dalam menghitung pajak penghasilan,
peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan efiesiensiekonomi, serta tujuan-tujuan makro lainnya.

Mengenai pihak-pihak yang dianggap memiliki peranan yang besardalam proses perumusan standar akutansi, Belkaoli (1985) membaginya kedalam 3fase
sebagai berikut :
4. Fase Peranan Manajemen (1900-1933)
5. Fase Peranan Profesi (1933-1973)
6. Fase Politisasi (1973- Sekarang)
TEORI AKUNTANSI
Pada awal dipraktekkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada teori akuntansi. Selama tidak adanya struktur teori akuntansi
formal, maka yang terjadi adalah banyaknya alternative metode pencatatan yang berlaku dalam praktek sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat.
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut :
1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya.
2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
3. Menentukan batas dalam hal melakukan “judgement” dalam penyusunan laporan keuangan.
4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
5. Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan.

Sedangkan hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :


6. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktek akuntansi.
7. Memberikan pedoman terhadap praktek dan prosedur akuntansi yang baru.
Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukkan hubungan antara
variable yang satu dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
TEORI DAN PEMBUAT KEBIJAKAN AKUNTANSI

Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi dan sistem ekonomi akan
menentukan pembuatan kebijakan akuntansi. bahwa dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan di knjadikan sebagai dasar dalam praktek atau
tehnik akuntansi di pengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :
1. Teori Akuntansi
2. Faktor politik
3. Kondisi ekonomi

Teori dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang berdasarkan metode ilmiah atau logika. Teori terdiri dari dua bagian yaitu:
4. Asumsi-asumsi termasuk definisi variabel-variablenya dan logika yang menghubungkan antar variabel [Link]-asumsi, definisi
logika dipergunakan untuk mengatur, menganalisa, memahami, gejala empiris yang menjadi perhatian.
5. Himpunan hipotesa-hipotesa yang penting. Sedangkan hipotesa merupakan anggapan awal dari sebuah fenomena atau masalah yang akan
[Link] teori akuntansi adalah menjelaskan dan meramalkan praktek akuntansi.

Teori akuntansi dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LIFO daripada FIFO. Teori akuntansi akan dapat
memprediksi atau menemukan gejala akuntansiyang belum diketahui. Misalnya teori akuntansi dapat memberikan hipotesa mengenai sifat – sifat
perusahaan yang menggunakan metode LIFO dibandingkan dengan menggunakan FIFO.
Untuk memperkuat argumen bahwa akuntansi merupakan disiplin ilmu yang didasari oleh metode ilmiah,maka akuntansipun mengalami perkembangan
disiplin ilmunya. Watts dan Zimmernan menjelaskan perkembangan dari tiori akuntansi dari normatif ke teori akuntansi positif dan dewasa ini
berkembang ke arah Teori Akuntansi interpretatif. Dimana masing-masing dalam menyusun teori tersebut terdapat berbagai pendekatan. Misalnya dalam
teori akuntansi positif dilakukan pendekatan ekonomi dan perilaku (behavior).
SIFAT TEORI AKUNTANSI
Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara
variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul
Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai satu susunan prinsip umum akan dapat :
1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktek akuntansi dinilai.
2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi, sosial, teknologi dan ilmu pengetahuan yang
demikian cepat.
PERIODISASI TEORI AKUNTANSI
Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sebagai berikut:
1. Pre-theory period (1492-1800)
2. General scientific period (1800-1955)
3. Normative period (1956-1970)
4. Specific Scientific Period (1970-sekarang)

Karena teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subyektif maka tidak bisa diterima begitu saja harus dapat diuji secara empiris agar
memiliki dasar teori yang kuat. Pada periode ini data empiris sudah banyak tersedia kemudian teknik-teknik statistik dan teknik yang menggunakan
disiplin lain untuk melakukan pengujian sudah demikian banyak sehingga memudahkan melakukan pengujian. Tujuan dari pendekatan teori akuntansi
positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan praktek akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori positif ini adalah hipotesa ”bonus plan”.
TEORI AKUNTANSI NORMATIF VS TEORI AKUNTANSI POSITIF
Teori Akuntansi Normatif vs Teori Akuntansi Positif Teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subjektif, sehingga tidak dapat diterima
begitu saja dan harus dapat diuji secara empiris agar memiliki dasar teori yang kuat. Dalam praktik, para profesional dalam bidang akuntansi telah
menyadari sepenuhnya bahwa teori akuntansi positif lebih cendrung diterapkan dibanding teori akuntansi normatif. Teori akuntansi positif memiliki ciri
pemecahan masalah yang disesuaikan dengan realitas praktek akuntansi.

Pendekatan yang digunakan dalam teori akuntansi positif adalah pendekatan ekonomi dan prilaku. Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah
untuk menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori positif adalah hipotesa mengenai program pemberian
bonus.

Penjelasan positif diarahkan untuk memberikan jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar atau salah atas dasar kriteria ilmiah. Penjelasan normativ
berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk atau relevan atau tak relevan dalam kaitannya dengan kebijakan
ekonomi atau sosial tertentu.
PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI DI INDONESIA
Sampai saat ini Indonesia masih belum berupaya untuk merumuskan teori maupun standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau
standar akuntansi Amerika atau terakhir dari IASC (International Accounting Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di Tanah Air.
Standar Akuntansi Keuangan maupun Pernyataan Standar Pemeriksaan masih mengadopsi atau menerjemahkan standar atau pedoman dari Amerika atau
IASC dengan berbagai modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum
menyentuh dasar teori akuntansinya.

Dalam sebuah kuliahnya di gedung baja (1991), Belkaoui menganjurkan agar setiap negara memiliki teori akuntansi sendiri termasuk Indonesia. Menurut
beliau teori akuntansi lahir dari kondisi, lingkungan, dan situasi ekonomi dan sosial yang ada disuatu negara yang tentu akan berbeda dengan negara
lainnya.

Namun pada dasarnya kita harus membuat agenda menuju ke sana. Oleh karena itu para peneliti akuntansi, pemerintah, Fakultas Ekonomi serta Kantor
Akuntan Publik sudah selayaknya memikirkan permasalahan ini dengan upaya yang intens untuk melakukan berbagai penelitian akuntansi.

Anda mungkin juga menyukai