0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan19 halaman

Prosedur Rapat Anggota Koperasi

Rapat Anggota Koperasi (RAT) adalah forum tertinggi untuk pengambilan keputusan yang melibatkan Anggota, Pengurus, dan Pengawas, dilaksanakan minimal sekali setahun. RAT memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, mengubah Anggaran Dasar, serta memilih dan memberhentikan Pengurus dan Pengawas. Penyelenggaraan RAT diatur oleh peraturan yang menetapkan tata cara, kuorum, dan sanksi bagi koperasi yang tidak melaksanakan RAT.

Diunggah oleh

Tita Nurvita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan19 halaman

Prosedur Rapat Anggota Koperasi

Rapat Anggota Koperasi (RAT) adalah forum tertinggi untuk pengambilan keputusan yang melibatkan Anggota, Pengurus, dan Pengawas, dilaksanakan minimal sekali setahun. RAT memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, mengubah Anggaran Dasar, serta memilih dan memberhentikan Pengurus dan Pengawas. Penyelenggaraan RAT diatur oleh peraturan yang menetapkan tata cara, kuorum, dan sanksi bagi koperasi yang tidak melaksanakan RAT.

Diunggah oleh

Tita Nurvita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sesi 4

RAPAT ANGGOTA KOPERASI (RAT)


DEFINISI DAN KEDUDUKAN RAT

 Rapat yang diselenggarakan oleh Pengurus dan


dihadiri oleh Anggota, Pengurus dan Pengawas.
 Rapat Anggota merupakan pemegang
kekuasaan tertinggidi dalam pengambilan
keputusan di Koperasi, sebagai pelaksanaan
prinsip demokrasi, transparansi dan
akuntabilitas dalam tata kelola Koperasi.
 Rapat Anggota wajib dilaksanakan Koperasi
paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu tahun
buku, khususnya untuk meminta keterangan
dan pertanggungjawaban Pengurus dan
Pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
KEWENANGAN RAPAT ANGGOTA

Rapat Anggota berwenang:


a. Menetapkan kebijakan umum di bidang
organisasi, manajemen dan usaha serta
keuangan Koperasi.
b. Menetapkan dan mengubah Anggaran Dasar.
c. Memilih, mengangkat dan memberhentikan
Pengurus dan Pengawas.
d. Menetapkan rencana kerja, rencana anggaran
pendapatan dan belanja Koperasi, serta
pengesahan laporan keuangan.
e. Meminta keterangan dan mengesahkan
pertanggung- jawaban Pengurus dalam
pelaksanaan tugasnya.
f. Meminta keterangan dan mengesahkan
pertanggungjawaban Pengawas dalam
pelaksanaan tugasnya.
g. Menetapkan pembagian Sisa Hasil Usaha.
h. Memutuskan penggabungan, peleburan,
pembagian dan pembubaran Koperasi.
i. Menetapkan keputusan lain dalam batas yang
ditentukan dalam Anggaran Dasar.
JENIS RAPAT ANGGOTA

Jenis Rapat Anggota terdiri dari:


(a) Rapat Anggota Tahunan (RAT)
 Diadakan 1 (satu) kali dalam setahun dan
dilaksanakan paling lambat dalam jangka waktu
6 (enam) bulan setelah tutup buku.
 Penyampaian pemberitahuan paling lambat 7
(tujuh) hari sebelumnya .
 Penundaan terhadap pelaksanaan Rapat
Anggota Tahunan oleh Koperasi harus
diberitahukan pada Anggota dan pejabat yang
berwenang.
 Dalam hal RAT menolak laporan
pertanggungjawaban Pengurus, maka Rapat Anggota
membentuk tim untuk melakukan verifikasi.

(b) Rapat Anggota Luar Biasa (RALB)


 Diselenggarakan apabila terjadi keadaan yang
mengharuskan adanya keputusan cepat/segera yang
wewenangnya pada Rapat Anggota.
 RALB dapat dilaksanakan atas usul Anggota paling
sedikit 1/5 (satu per lima) dari jumlah Anggota
Koperasi.
 Jika dalam waktu 1 (satu) bulan setelah
Pengurus menerima permintaan RALB ternyata
Pengurus tidak melaksanakan rapat tanpa
alasan yang dapat diterima, maka Anggota dan
Pengurus yang meminta rapat dapat
membentuk panitia untuk menyelenggarakan
RALB atas biaya Koperasi.

c. Rapat Anggota Khusus (RAK)


Yaitu rapat yang membahas dan memutuskan
tentang:
 Program kerja, rencana kerja tahun berikutnya.
 Pengembangan usaha.
 Penambahan modal penyertaan dalam rangka
pemupukan modal.
 Menetapkan batas maksimal bunga pinjaman
dan imbalan.
 Membentuk dan bergabung dengan koperasi
sekunder.
 Menunjuk Akuntan Publik untuk melakukan
audit.
 Keputusan untuk melakukan investasi.
 Membahas perubahan Anggaran Dasar,
Penggabungan,
Pembagian, Peleburan atau Pembubaran
Koperasi.
KUORUM DALAM RAPAT ANGGOTA (RA)

Kuorum adalah jumlah minimal peserta rapat yang


hadir
yang harus dipenuhi untuk sahnya pelaksanaan
Rapat
Anggota, sebagaimana dimuat dalam AD/ART
Koperasi,
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. RA diKoperasi dinyatakan kuorum apabila
dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) plus
1 (satu) dari jumlah Anggota;
b. RALB dapat dilaksanakan atas usul Anggota
paling sedikit 1/5 dari jumlah Anggota Koperasi,
TATA CARA PENYELENGGARAAN RA

Permenkop dan UMKM No. 19/Per/[Link]/IX/2015


mengatur penyelenggaraan Rapat Anggota, yaitu:
A. Persiapan Rapat Anggota.
1. Penyelenggara RA menyiapkan:
 Daftar hadir, memuat data anggota peserta rapat-
nama, nomor, tanda tangan- dan Pengesahan
oleh Pimpinan Rapat.
 Tertib Rapat Anggota, memuat antara lain: judul
dan nama RA, waktu, tanggal, tempat; maksud
dan tujuan, hak dan kewajiban peserta, pimpinan
rapat, tata cara pengambilan keputusan, syarat-
syarat sahnya rapat, Lembar pengesahan RA oleh
pimpinan dan sekretaris
2. Pengurus menyelenggarakan RA menyiapkan
antara
lain:
 Penetapan rancangan agenda dan tata tertib RA;
 Konsep Berita Acara dan pengambilan keputusan
RA;
 Buku laporan pertanggungjawaban Pengurus dan
Pengawas dan rencana kerja Pengurus dan
Pengawas yang wajib diterima peserta paling
lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal
berlangsungnya RA.
3. Pengawas bertugas menyiapkan:
 Laporan hasil pengawasan tahun lampau;
 Rencana kerja tahun berjalan.
B. Rapat Anggota Kelompok.
RA dapat dilaksanakan dengan menggunakan
sistem kelompok yang diatur dalam AD/ART,
dengan ketentuan:
 Apabila Anggota Koperasi lebih dari 500 (lima ratus)
orang.
 Hasil Rapat Anggota Kelompok selanjutnya dibahas
dalam Rapat Anggota paripurna.
 Wajib dihadiri oleh Pengurus dan Pengawas untuk
menyampaikan pertanggungjawabannya.
 Rapat Anggota Kelompok menetapkan utusan/wakil
untuk menghadiri Rapat Anggota paripurna.
C. Rapat Anggota Tertulis.
RA dapat dilaksanakan dengan menggunakan
sistem tertulis, jika tidak dimungkinkan untuk
menghadirkan Anggota dalam satu tempat,
karena alasan keberadaan atau penyebaran
Anggota, dengan ketentuan antara lain:
 Pengurus menyusun dan mengirim bahan rapat
secara lengkap disertai dengan lembaran
tanggapan/persetujuan;
 Anggota diberi waktu 14 (empat belas) hari sejak
bahan tersebut diterima;Koperasi lebih dari 500 (lima
ratus) orang.
 Pengurus membuat berita acara dan menyusun hasil
tanggapan dan membuat kesimpulan;
C. Rapat Anggota Melalui Media Elektronik.
RA dapat dilaksanakan melalui media
telekonferensi, video konferensi atau sarana
media elektronik lainnya dengan ketentuan
antara lain:
 Pengurus menyampaikan materi kepada setiap
Anggota selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum
Rapat Anggota dilaksanakan;
 Persyaratan kuorum dan sahnya pengambilan
keputusan dihitung berdasarkan jumlah peserta yang
mengikuti Rapat Anggota melalui media elektronik
tersebut.
KEPUTUSAN HASIL RAPAT ANGGOTA

Pengambilan keputusan dalam Rapat Anggota


ditetapkan
berdasarkan musyawarah untuk mufakat; serta
ditetapkan
berdasarkan suara terbanyak (voting).
 Keputusan hasil Rapat Anggota disusun oleh panitia dan
dituangkan dalam bentuk Berita Acara dan Pernyataan
Keputusan Rapat Anggota ditandatangani oleh pimpinan,
sekretaris rapat dan salah satu wakil Anggota.
 Keputusan hasil Rapat Anggota yang bersifat strategis dan
mengikat seluruh Anggota dibuat dan dicatatkan dalam
register notaris.
 Hasil keputusan Rapat Anggota dilaporkan kepada pejabat
yang berwenang , paling lambat 1 (satu) bulan setelah
pelaksanaan.
KEPUTUSAN HASIL RAPAT ANGGOTA

Pengambilan keputusan dalam Rapat Anggota


ditetapkan
berdasarkan musyawarah untuk mufakat; serta
ditetapkan
berdasarkan suara terbanyak (voting).
 Keputusan hasil Rapat Anggota disusun oleh panitia dan
dituangkan dalam bentuk Berita Acara dan Pernyataan
Keputusan Rapat Anggota ditandatangani oleh pimpinan,
sekretaris rapat dan salah satu wakil Anggota.
 Keputusan hasil Rapat Anggota yang bersifat strategis dan
mengikat seluruh Anggota dibuat dan dicatatkan dalam
register notaris.
 Hasil keputusan Rapat Anggota dilaporkan kepada pejabat
yang berwenang , paling lambat 1 (satu) bulan setelah
pelaksanaan.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
TERHADAP RAPAT ANGGOTA

Pembinaan dan Pengawasan terhadap


penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi
dilakukan secara koordinatif, integratif, terpadu dan
berkesinambungan oleh:Kementerian yang
membidangi Koperasi di tingkat pusat; serta
Pemerintah Daerah Koperasi dan UKM pada tingkat
Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Ruang lingkup pembinaan dan pengawasan
meliputi: Bimbingan dan konsultasi pelaksanaan
Rapat Anggota;
Sosialisasi/pemasyarakatan/publikasi;
Pendampingan; serta Monitoring dan evaluasi.
 Untuk melindungi kepentingan Koperasi,
Anggota, dan
Pihak ketiga, maka Koperasi yang tidak mrelakukan
RAT
dikenakan sanksi administratif sebagai berikut:
 Terlambat melaksanakan RAT sebanyak 1 (satu) kali diberi
surat teguran atau peringatan tertulis dari pejabat yang
berwenang.
 Terlambat melaksanakan RAT sebanyak 2 (dua) kali secara
berturut-turut diberi surat teguran atau peringatan tertulis
yang ditembuskan kepada Deputi Bidang Pengawasan dan
pihak terkait lainnya.
 Tidak melaksanakan RAT diberi surat teguran atau
peringatan tertulis.
 Tidak melaksanakan RAT minimal 2 (dua) kali atau lebih
secara berturut-turut diberi surat peringatan tertulis dan
surat rencana pembubaran oleh pejabat yang berwenang.

Anda mungkin juga menyukai