0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan16 halaman

Faktor Kritis Validasi Hasil Laboratorium

Dokumen ini membahas tentang hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk tujuan, jenis pemeriksaan, dan faktor yang mempengaruhi hasil. Analisis dan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium penting untuk diagnosis yang akurat dan pemantauan kesehatan pasien. Proses ini melibatkan perbandingan hasil dengan nilai referensi serta pemahaman terhadap kondisi klinis pasien.

Diunggah oleh

rupa sebayang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan16 halaman

Faktor Kritis Validasi Hasil Laboratorium

Dokumen ini membahas tentang hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk tujuan, jenis pemeriksaan, dan faktor yang mempengaruhi hasil. Analisis dan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium penting untuk diagnosis yang akurat dan pemantauan kesehatan pasien. Proses ini melibatkan perbandingan hasil dengan nilai referensi serta pemahaman terhadap kondisi klinis pasien.

Diunggah oleh

rupa sebayang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMAMPUAN MENGANALISIS

HASIL PEMERIKSAAN DAN


MENGAITKAN INTERPRETASI
ANTAR HASIL PEMERIKSAAN
DISUSUN OLEH
RUPAWATI BR SEBAYANG
Hasil Pemeriksaan Laboratorium

 Hasilpemeriksaan laboratorium adalah hasil


analisis sampel darah, urine, atau jaringan
tubuh yang dilakukan untuk mengetahui
kondisi kesehatan seseorang.
 Tujuan pemeriksaan laboratorium :
1. Mendiagnosis,
memantau, dan
mengidentifikasi kondisi kesehatan
2. Memastikan kesehatan ibu hamil dan janin
3. Menentukan jenis penyakit dan penyebab
penyakit
Hasil Pemeriksaan Laboratorium

 Jenis pemeriksaan laboratorium :


1. Pemeriksaan darah rutin
2. Pemeriksaan kimiawi, seperti fungsi hati dan
ginjal
3. Pemeriksaan elektrolit
4. Pemeriksaan antibodi terhadap suatu
penyakit
5. Tes diferensial CBC
 Faktor yang mempengaruhi hasil
laboratorium
1. Jenis kelamin, usia, dan etnis
2. Apa yang dimakan dan diminum
3. Obat-obatan yang diminum
4. Seberapa baik mengikuti instruksi pra-tes
5. Jam berapa contoh darah atau cairan lain diambil
6. Infeksi aktif
7. Tahap infeksi HIV
8. Kehamilan
Analisis Hasil Pemeriksaan

 Analisis hasil pemeriksaan laboratorium adalah proses


menghubungkan hasil pemeriksaan dengan nilai
referensi yang relevan.
 Nilai referensi bisa diperoleh dari hasil pasien yang
sama sebelumnya atau dari data populasi normal.
 Tujuan analisis hasil pemeriksaan : mengevaluasi hasil
pemeriksaan yang diperoleh untuk memperoleh hasil
yang tepat dan akurat.
 Hasil pemeriksaan yang tepat dan akurat dapat
membantu menegakkan diagnosis yang tepat dan
menyingkirkan kemungkinan penyakit.
Analisis Hasil Pemeriksaan

 Cara membaca hasil laboratorium


1. Setiaplaboratorium memiliki nilai normal
yang berbeda-beda, tergantung alat dan
cara pemakaiannya.
2. Nilai
normal ini tercantum pada kolom "Nilai
Rujukan" atau "Nilai Normal" pada laporan
laboratorium.
3. Hasil
laboratorium yang tidak normal
sebaiknya dibahas dengan dokter.
Analisis Hasil Pemeriksaan secara
Komprehensif
 Analisis hasil pemeriksaan secara komprehensif
adalah proses menganalisis secara menyeluruh
terhadap suatu data pemeriksaan untuk
menghasilkan gambaran hasil pemeriksaan yg jelas.

 Ciri-ciri komprehensif:
1. Dapat dilihat dari segala sisi secara menyeluruh
2. Luas dan lengkap dalam hal ruang lingkup atau isi
3. Memiliki dan memperlihatkan wawasan yang luas
4. Mampu menangkap atau menerima dengan baik
Tujuan Analisis Hasil Pemeriksaan

 Memastikan hasil pemeriksaan laboratorium


sesuai dengan parameter lain
 Memastikan hasil pemeriksaan laboratorium
sesuai dengan keadaan klinis pasien
 Memastikanmetode uji laboratorium sesuai
untuk menjawab pertanyaan klinis
Langkah-langkah Analisis Hasil
Pemeriksaan Laboratorium
 Periksaletak hasil pemeriksaan dan nilai
normalnya.
 Bandingkan hasil pemeriksaan dengan nilai
normal.
 Jika hasil pemeriksaan di bawah atau di atas
nilai normal, maka akan ada tanda (*) atau
diberi bold dan/atau warna merah
Tips Membaca Hasil Pemeriksaan
Laboratorium
 Perhatikan nilai normal pemeriksaan.
 Perhatikan tanda (*) atau warna merah yang
menunjukkan hasil pemeriksaan di luar nilai normal.
 Perhatikan ketiga pemeriksaan penting seperti
Hemoglobin, Leukosit dan Trombosit.
 Pada beberapa kasus seperti anemia dibutuhkan
juga pemeriksaan indeks eritrosit seperti MCV, MCH,
dan MCHC.
INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN
 Interpretasi hasil tes laboratorium adalah proses menafsirkan
dan menghubungkan hasil tes dengan nilai referensi yang
relevan.
 Interpretasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil tes
berada dalam batas normal atau tidak.

 Cara interpretasi hasil tes laboratorium :


1. Membandingkan hasil tes dengan hasil awal pasien yang
sama, jika memungkinkan
2. Membandingkan hasil tes dengan data dari populasi "normal“
3. Mengetahui mengapa tes laboratorium dilakukan dan
relevansi klinisnya
Faktor yang mempengaruhi
interpretasi hasil tes laboratorium
 Sensitivitas, yaitu kepekaan tes
 Spesifisitas,
yaitu kemampuan membedakan
penyakit/gangguan fungsi organ
 Akurasi,
yaitu ukuran ketepatan
pemeriksaan
 Tatanama, singkatan, dan rentang nilai
normal hasil pemeriksaan yang biasa
digunakan
Contoh Interpretasi antar Hasil
Pemeriksaan
Hematokrit (Hct)
Nilai normal: Pria : 40% - 50 % SI unit : 0,4 - 0,5
Wanita : 35% - 45% SI unit : 0.35 - 0,45
 Implikasi klinik:
- Penurunan nilai Hct merupakan indikator anemia (karena berbagai
sebab), reaksi hemolitik, leukemia, sirosis, kehilangan banyak darah
dan hipertiroid. Penurunan Hct sebesar 30% menunjukkan pasien
mengalami anemia sedang hingga parah.
- Peningkatan nilai Hct dapat terjadi pada eritrositosis, dehidrasi,
kerusakan paru-paru kronik, polisitemia dan syok.
- Nilai Hct biasanya sebanding dengan jumlah sel darah merah pada
ukuran eritrosit normal, kecuali pada kasus anemia makrositik atau
mikrositik.
- Pada pasien anemia karena kekurangan besi (ukuran sel darah merah
lebih kecil), nilai Hct akan terukur lebih rendah karena sel mikrositik
terkumpul pada volume yang lebih kecil, walaupun jumlah sel darah
Contoh
 Kalium (K+)
Nilai normal: 0 - 17 tahun : 3,6 - 5,2 mEq/L
≥ 18 tahun : 3,6 – 4,8 mEq/L
 Implikasi Klinik:
- Hiperkalemia. Faktor yang mempengaruhi penurunan ekskresi kalium
yaitu: gagal ginjal, kerusakan sel (luka bakar, operasi), asidosis,
penyakit Addison, diabetes yang tidak terkontrol dan transfusi sel
darah merah.
- Hipokalemia, adalah konsentrasi kalium dalam serum darah kurang
dari 3,5 mmol/L. Jika dari beberapa tes ditemukan kecenderungan
rendahnya konsentrasi kalium (contoh: 0,1-0,2 mmol/L/hari) akan lebih
mengkhawatirkan dibandingkan dengan nilai yang rendah pada satu
pengukuran.
- Kondisi hipokalemia akan lebih berat pada diare, muntah, luka bakar
parah, aldosteron primer, asidosis tubular ginjal, diuretik, steroid,
cisplatin, tikarsilin, stres yang kronik, penyakit hati dengan asites,
terapi amfoterisin.
Kemampuan menganalisis hasil secara
komprehensif dan mengaitkan
interpretasi antar hasil pemeriksaan
 SeorangATLM dalam menganalisis hasil
pemeriksaan harus secara komprehensif,
secara menyeluruh.
 Hasil
yang diperoleh dari pemeriksaan
dibandingkan dengan nilai rujukan, sehingga
dapat diinterpretasikan yang dialami pasien.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai