0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan20 halaman

Terapi Pasangan Perilaku (BCT)

Dokumen ini membahas tentang Behavioral Couples Therapy (BCT), yang berfokus pada interaksi dan komunikasi antara pasangan untuk meningkatkan hubungan mereka. Terapi ini melibatkan teknik seperti Behavioral Exchange, Communication Skills Training, dan Problem Solving Training untuk membantu pasangan mengatasi konflik dan memperbaiki perilaku negatif. Proses terapi mencakup wawancara, observasi, dan evaluasi untuk mencapai perubahan yang diinginkan dalam hubungan.

Diunggah oleh

Annisa baitina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan20 halaman

Terapi Pasangan Perilaku (BCT)

Dokumen ini membahas tentang Behavioral Couples Therapy (BCT), yang berfokus pada interaksi dan komunikasi antara pasangan untuk meningkatkan hubungan mereka. Terapi ini melibatkan teknik seperti Behavioral Exchange, Communication Skills Training, dan Problem Solving Training untuk membantu pasangan mengatasi konflik dan memperbaiki perilaku negatif. Proses terapi mencakup wawancara, observasi, dan evaluasi untuk mencapai perubahan yang diinginkan dalam hubungan.

Diunggah oleh

Annisa baitina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BEHAVIORAL COUPLES THERAPY

(BCT)
Cahyaning Suryaningrum
KONSEP PROBLEM
• Setiap perilaku pasangan memiliki
konsekuensi terhadap pasangannya
• Pasangan bahagia → perilaku positif yang
saling memperkuat (reinforcing behavior)
• Pasangan distres → perilaku yang bersifat
aversif (karena afeksi yang negatif)
Komunikasi
• Pasangan yang distres lebih banyak melakukan
komunikasi negatif baik verbal maupun non
verbal. Contoh: mengkritik, mematahkan,
menentang. Non verbal: minim senyum,
menjaga jarak, bahasa tubuh yang “menutup
diri”
• Sebaliknya....komunikasi positif: responsif
pada pasangan dalam bentuk persetujuan,
dukungan, pemahaman dsb
Atribusi

• Bagaimana mendeskripsikan hubungan dan


pasangannya
• Pasangan distres: mendeskripsikan pasangan
secara negatif dan merasa tidak puas dengan
hubungan yang dijalinnya
• Sebaliknya...
Pola-Pola Interaksi
• Pasangan distres/tidak bahagia: merespon
pernyataan negatif pasangan dengan negatif
pula (reaktif) →hubungan semakin memburuk
• Sebaliknya....merespon lebih netral dan positif
Cara-Cara Pengendalian Konflik
• Konflik dan pengekspresian amarah yang
bersifat defensif dan withdrawl
ASESMEN
• Self- Report: Dyadic Adjustmen Scale; Marital Dyadic Scale
• Ceklist: untuk mengidentifikasi area problem mereka
(misal keuangan, komunikasi dsb)
• Kuesioner Area of Change : perilaku apa saja dari
pasangan yang diinginkannya untuk diubah dan mana
yang tidak
• Observasi: merekam melalui audio atau video (materi:
mendiskusikan dan memecahkan masalah mereka).
Dilakukan koding
• Role play
Lanjutan...
• Wawancara (s.1)
- Menyampaikan pertemuan bisa beberapa sesi
- Menanyakan tujuan/alasan mencari
pertolongan ke masing-masing anggota dan
menanyakan isu pentingnya
- Menanyakan riwayat hubungan mereka (awal
perjumpaan, alasan saling tertarik, mengapa
kemudian menikah)
Lanjutan...
• Wawancara (s.2) → bersifat individual
- Mengeksplorasi pandangan masing-masing
mengenai problem hubungan mereka
- Menanyakan komitmen
- Mengembangkan rapport antar mereka
Lanjutan..
• Wawacara (s.3) →Menghadirkan keduanya
- Memberikan gambaran mengenai problem
mereka
- Model/pola hubungan mereka
- Menekankan kedua belah pihak ikut andil
Terapi
Konsep:
Collaborative Set
“Setiap anggota pasangan harus memfokuskan
pada perubahan perilakunya sendiri daripada
menanti pasangannya untuk berubah”
Teknik Terapi
• Behavioral Exchange
• Communication Skills Training
• Problem Solving Training
Behavioral Exchange
• Tujuan: meningkatkan perasaan-perasaan positif,
mempertinggi nilai-nilai penguatan dengan meminta
anggota pasangan memperbanyak perilaku yang
menimbulkan rasa senang pada pasangan
• Cara:
1. Anggota membuat daftar perilaku yang
membuat pasangan senang
2. Melaksanakan selama seminggu dan mengamati
reaksi pasangan
3. Mengekspresikan penghargaan terhadap usaha-
usaha pasangan
Lanjutan...
• Tambahan :
- Membuat daftar hal-hal yang dapat
dilakukan pasangan yang membuatnya merasa
senang
- Daftar tersebut saling ditukarkan
Communicatioan Skills Training
• Tujuan: meningkatkan keterampilan
berkomunikasi agar komunikasi efektif
• Berupa latihan-latihan komunikasi verbal dan
non verbal
• Teknik: role play (topik bisa dari hal yang
sederhana atau topik terkait problem mereka)
• Penekanan: belajar menjadi “speaker” dan
“listener” yang baik
Lanjutan...
• Terapis memberi feedback dan tugas rumah
berupa mempraktekkan di rumah ketrampilan
yang didapat
Problem Solving Training
• Tujuan: mengajarkan pasangan mendiskusikan
konflik-konflik secara terstruktur
• Struktur: Pendefinisian problem dan
pengatasan problem
Lanjutan.....Langkah-Langkah
1. Pendefinisian problem: pasangan bersama-
sama menetapkan definisi problem yang
konkrit kemudian ditulis
2. Pegatasan problem: brainstorming solusi yang
dan menuliskannya
3. Mendiskusikan hasil brainstorming dan
memutuskan mana yang dapat dipakai
4. Kesepakatan bagaimana solusi itu akan
diterapkan, waktunya, evaluasinya
Aplikasi BCT (1)
• Sesi 1: wawancara (s.1 )
• Sesi 2: wawancara (s.2)
• Sesi 3: wawancara (s.3)
• Sesi 3: Terapi
• Sesi 4: Evaluasi terapi
• Sesi 5: Terapi lanjutan
• Sesi 6: Terminasi
• Sesi 7: follow up
Aplikasi BCT (2)
• Sesi 1 : wawancara (s.1)
• Sesi 2: wawancara (s.2)
• Sesi 3: Observasi role play
• Sesi 4: wawancara (s.3)
• Sesi 5: Terapi
• Sesi 5: Evaluasi terapi
• Sesi 6: Terapi lanjutan
• Sesi 7: Terminasi
• Sesi 8: follow up

Anda mungkin juga menyukai