0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan16 halaman

Memahami Database NoSQL dan Jenisnya

NoSQL adalah sistem manajemen basis data non-relasional yang menawarkan fleksibilitas skema dan skalabilitas tinggi, cocok untuk big data dan aplikasi web real-time. Jenis-jenis NoSQL meliputi key-value, column-oriented, document-oriented, dan graph, dengan contoh seperti HBase, MongoDB, CouchDB, dan DynamoDB. Setiap basis data memiliki keunggulan tersendiri, sehingga pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik aplikasi.

Diunggah oleh

sayaairsyaddd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan16 halaman

Memahami Database NoSQL dan Jenisnya

NoSQL adalah sistem manajemen basis data non-relasional yang menawarkan fleksibilitas skema dan skalabilitas tinggi, cocok untuk big data dan aplikasi web real-time. Jenis-jenis NoSQL meliputi key-value, column-oriented, document-oriented, dan graph, dengan contoh seperti HBase, MongoDB, CouchDB, dan DynamoDB. Setiap basis data memiliki keunggulan tersendiri, sehingga pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik aplikasi.

Diunggah oleh

sayaairsyaddd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

APA ITU NOSQL?

NoSQL adalah singkatan dari Not Only SQL. Database management


system ini bersifat tanpa relasi (non-relational). Artinya, NoSQL bisa
mengelola database dengan skema yang fleksibel dan tidak
membutuhkan query yang kompleks.

Database NoSQL juga memiliki skalabilitas tinggi untuk dapat


berkembang sesuai dengan kebutuhan data yang ada. Database
NoSQL cocok untuk mengolah big data dan mendukung aplikasi web
real-time.
JENIS-JENIS
DATABASE NOSQL
Secara umum, database NoSQL dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
• Key-value : menyimpan data dalam pasangan kunci dan nilai yang simpel, seperti tabel hash.
Contoh: Redis, DynamoDB, Riak.

• Column-oriented : menyimpan data dalam bentuk kolom, yang cocok untuk query agregasi
seperti SUM, COUNT, AVG, dll. Contoh: Cassandra, HBase, Bigtable.

• Document-oriented : menyimpan data dalam dokumen dengan format JSON atau XML, yang
memiliki sepasang kunci dan nilai. Contoh: MongoDB, CouchDB, Elasticsearch.

• Graph : menyimpan data dalam bentuk graf, yang terdiri dari simpul (nodes) dan sisi (edges).
Contoh: Neo4j, OrientDB, ArangoDB.
CONTOH BASIS
DATA SQL
Contoh basis data sql yaitu ada:
• HBase
• MongoDB
• CouchDB
• DynamoDB
HBASE
HBase adalah database wide column store yang berbasis
pada Apache Hadoop dan BigTable. HBase cocok untuk
mengelola data yang besar, terstruktur, dan semi-terstruktur
dengan performa tinggi dan ketersediaan tinggi. HBase juga
termasuk dalam jenis column-oriented database. HBase
memiliki struktur data yang cukup sederhana, yang hanya
terdiri atas Key dan Value. Model ini dikenal dengan istilah
Key Value Store (KVS). Key adalah kunci, sedangkan Value
adalah data. Tiap kunci berpasangan dengan satu data.
MANFAAT HBASE
Ada 3 Manfaat HBase, yaitu:
• Hbase didesain untuk dapat mengelola data berukuran bersar dalam satu
sistem terdistribusi karena berjalan diatas Hadoop atau Distributed File
System(HDFS)

• Memiliki fungsi sharding original bawaan yang dapat bekerja secara otomatis
maupun manual.

• Hbase memiliki karakteristik ‘fault tolerance’ atau mampu menjamin


keutuhan data meskipun terjadi kegagalan pada beberapa komputer yang
dikerjakannya.
HBASE
HBase menggunakan Key (Row Key, Column
Family, Column, dan Timestamp) untuk
menyusun data. Value, dalam bentuk 'byte array',
berisi teks, angka, halaman web, atau data biner.
Row Key bertindak sebagai 'Primary Key', diatur
berurutan pada baris tabel, sedangkan Column
Family, Column, dan Timestamp menempati
kolom. Data disimpan dan diurutkan berdasarkan
Row Key.
APA ITU MONGODB?
MongoDB adalah sebuah sistem manajemen basis data NoSQL yang
bersifat document-oriented. Artinya, MongoDB menyimpan data
dalam bentuk dokumen yang mirip dengan format JSON. Setiap
dokumen adalah kumpulan pasangan kunci-nilai yang menampung
informasi.
JENIS-JENIS MONGODB
Secara umum, MongoDB dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

1) MongoDB Community Server:


Versi gratis dan open-source dari MongoDB.

2) MongoDB Atlas:
Layanan cloud yang menyediakan basis data MongoDB yang dikelola dan di-host oleh
MongoDB, Inc.

3) MongoDB Enterprise Server:


Versi berbayar dari MongoDB yang menyediakan fitur-fitur tambahan dan dukungan untuk
skala bisnis yang besar.

4) MongoDB Stitch:
Layanan serverless yang menyediakan fungsionalitas backend dan integrasi data dengan
mudah.
CONTOH PENGGUNAAN MONGODB
• APLIKASI WEB:
MongoDB dapat menyimpan barbagai data aplikasi web dengan struktur dokumen yang fleksibel.

• ANALISIS BIG DATA:


MongoDB dapat digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data besar dalam jumlah yang
signifikan.

• APLIKASI REAL-TIME:
MongoDB dapat mendukung penulisan dan pembacaan data dalam waktu nyata.

• KONSOLIDASI DATA:
MongoDB dapat digunakan untuk mengkonsolidasikan data dari berbagai sumber dengan skema
yang berbeda.
COUCHDB
CouchDB adalah database NoSQL yang bersifat
document-oriented sumber terbuka yang
mengumpulkan dan menyimpan data dalam
format dokumen berbasis JSON. Berbeda dengan
database
relasional, CouchDB menggunakan model data bebas skema, yang mempermudah
manajemen catatan di berbagai perangkat komputasi, ponsel, dan browser web.
CouchDB diperkenalkan pada tahun 2005 dan kemudian menjadi proyek Apache
Software Foundation pada tahun 2008.
MANFAAT COUCHDB
• Pengindeksan dan Pengambilan Cepat :
CouchDB dirancang untuk mempercepat proses pengindeksan dan pengambilan data.

• Format Dokumen Berbasis JSON:


CouchDB menggunakan format JSON untuk penyimpanan data, yang memudahkan
penggunaan dan manipulasi data.

• Penggunaan tanpa koneksi internet :


CouchDB memungkinkan replikasi data ke perangkat seperti smartphone yang dapat
beroperasi secara offline dan juga mampu menangani sinkronisasi data secara otomatis
ketika perangkat kembali terhubung ke internet.
CONTOH PENGGUNAAN

• Manajemen Konten:
COUCHDB
Sistem manajemen konten (CMS) dapat menggunakan CouchDB untuk menyimpan dan mengelola konten situs web.
Dokumen JSON dapat digunakan untuk menyimpan artikel, gambar, dan informasi lainnya. CouchDB memungkinkan
untuk membuat struktur data yang dinamis dan memudahkan pengelolaan konten yang beragam.

• Aplikasi Mobile:
Dalam pengembangan aplikasi mobile, CouchDB dapat digunakan sebagai basis data lokal pada perangkat. Ini
memungkinkan aplikasi untuk beroperasi secara offline dan melakukan sinkronisasi data dengan server saat kembali
online. Dengan demikian, data pengguna tetap konsisten di berbagai perangkat.

• Analisis Data Sensor:


CouchDB dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola data sensor dari perangkat Internet of Things (IoT).
Misalnya, dalam sebuah sistem rumah pintar, data dari sensor suhu, kelembaban, atau sensor lainnya dapat disimpan
dalam bentuk dokumen JSON di CouchDB.
DYNAMODB
DynamoDB adalah layanan database NoSQL yang
sepenuhnya dikelola oleh Amazon. Layanan ini
menyediakan kinerja yang cepat dan dapat diprediksi
dengan skalabilitas yang tidak terbatas. DynamoDB
dirancang untuk menjalankan aplikasi skala internet
dengan performa tinggi yang akan membebani basis data
relasional tradisional. Semua data Anda disimpan pada
solid-state disk (SSD) dan secara otomatis direplikasi di
beberapa Availability Zones di sebuah Wilayah AWS,
menyediakan ketersediaan tinggi dan daya tahan data
bawaan.
FITUR/MANFAAT
• Performa dan Skalabilitas : DYNAMODB
DynamoDB dapat menangani beban kerja besar dengan performa tinggi dan konsisten.

• Model Data Fleksibel :


Mendukung model data kunci-nilai dan dokumen, memungkinkan Anda untuk dengan mudah beradaptasi ketika kebutuhan
bisnis Anda berubah.

• Manajemen Sumber Daya :


Anda dapat memantau pemanfaatan sumber daya dan metrik performa.

• Pemulihan Data :
Menyediakan kemampuan untuk membuat pencadangan penuh dari tabel Anda.

• Keamanan :
Menawarkan enkripsi at rest, yang menghilangkan beban operasional dan kerumitan yang terlibat dalam melindungi data
sensitif.
CONTOH PENGGUNAAN
DYNAMODB
• Aplikasi Manajemen Inventaris:
Dalam bisnis ritel atau gudang, DynamoDB bisa digunakan untuk menyimpan informasi inventaris, termasuk data produk,
lokasi penyimpanan, dan jumlah stok. Aplikasi ini dapat membantu dalam manajemen persediaan, pemantauan pergerakan
barang, dan peringatan saat stok mencapai tingkat minimum.

• Aplikasi Pengelolaan Pesanan:


Dalam bisnis e-commerce atau restoran, DynamoDB dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola pesanan dari
pelanggan. Data pesanan seperti daftar barang, alamat pengiriman, dan status pembayaran dapat disimpan dan diperbarui
secara real-time dalam DynamoDB.

• Aplikasi Pelacakan Pengiriman:


Dalam bisnis pengiriman atau logistik, DynamoDB bisa digunakan untuk melacak status pengiriman paket. Informasi seperti
nomor pelacakan, status pengiriman, dan riwayat lokasi dapat disimpan dalam DynamoDB dan diakses oleh pelanggan untuk
memantau pengiriman mereka.
KESIMPULAN
Masing-masing basis data menawarkan keunggulan yang berbeda-beda. HBase
menonjol dalam skala besar dan pemrosesan data yang cepat, sementara
MongoDB memberikan fleksibilitas skema yang tinggi. Di sisi lain, CouchDB
menonjol dalam penanganan konflik data dan replikasi yang kuat. Selain itu,
DynamoDB cocok untuk lingkungan AWS dengan penekanan pada kinerja tinggi
dan skalabilitas otomatis.

Oleh karena itu, dalam memilih basis data yang sesuai, perlu mempertimbangkan
kebutuhan spesifik dari aplikasi yang akan dikembangkan, termasuk skala, kinerja,
model data, dan kebutuhan konsistensi, untuk memastikan integrasi yang optimal
dengan tujuan aplikasi dan lingkungan teknologi yang ada.

Anda mungkin juga menyukai