0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan41 halaman

Desain Apartemen Berkelanjutan Mataram

Dokumen ini membahas perancangan apartemen sebagai solusi untuk mengatasi masalah pertumbuhan kebutuhan perumahan dan alih fungsi lahan pertanian di Mataram. Konsep 'Tiny City' diusulkan untuk merancang hunian massal yang berkelanjutan dan hemat energi dalam lahan terbatas. Selain itu, analisis tapak dan respons desain juga dijelaskan untuk memastikan kenyamanan dan aksesibilitas bagi penghuninya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan41 halaman

Desain Apartemen Berkelanjutan Mataram

Dokumen ini membahas perancangan apartemen sebagai solusi untuk mengatasi masalah pertumbuhan kebutuhan perumahan dan alih fungsi lahan pertanian di Mataram. Konsep 'Tiny City' diusulkan untuk merancang hunian massal yang berkelanjutan dan hemat energi dalam lahan terbatas. Selain itu, analisis tapak dan respons desain juga dijelaskan untuk memastikan kenyamanan dan aksesibilitas bagi penghuninya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR

3 PERANCANGAN APARTMENT
DOSEN PEMBIMBING
Jasmine Chanifah Uzdah Bachtiar, ST.,
[Link]
Giska Ayu Pradana Putri Kamase, ST.,
[Link]

RIZKY AKBAR SATRIO PAMUNGKAS – F1E021055

PROGRAM STUDI
ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2023
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3

LATAR BELAKANG
PERANCANGAN
LATAR
BELAKANG
Mengutip Muhammad Yusuf Asyari (2006) selaku Menteri
Perumahan Rakyat pada saat itu, bahwa pesatnya laju
pertumbuhan kebutuhan perumahan dan pemukiman
sebagai tempat tinggal masyarakat yang tidak terkendali
menyebabkan alih fungsi lahan pertanian produktif secara
besar-besaran untuk pembangunan perumahan dan
permukiman. Asyari (2006) berpendapat bahwa salah satu
metode dalam mengatasi pertumbuhan yang semakin
meningkat dan keterbatasan lahan serta tingginya harga
tanah di perkotaan, maka pengalokasian ruang untuk
perumahan dan permukiman perlu dilakukan secara
responsive dan comprehensive dengan living vertical.

Menurut Raphael (1999) dalam Apartment Stories


Apartment adalah sebuah bangunan bertingkat menengah-
tinggi yang menjadi miniatur dari sebuah
peradaban/perkotaan, dimana pada setiap lantainya dan
lingkungannya merupakan “kota kecil”. Marcus (1999)
menambahkan bahwa tidak seperti rumah keluarga yang
biasanya jauh dan terpisah dari kawasan perkotaan dimana
aksesibilitas relatif jauh, apartment justru menghubungkan
peradaban/perkotaan dengan tempat tinggal. Dengan
begitu, aksesibilitas tempat tinggal dengan semua titik
kebutuhannya dapat semakin mudah dan berdampak pada
kenyamanan hidup sehari-hari.

Biasanya, apartment dilengkapi dengan berbagai fasilitas


yang menjamin kenyamanan para penghuninya, antara lain
:
▪ Fasilitas Parkir
▪ Fasilitas Keamanan
▪ Fasilitas Rekreasi
▪ Fasilitas RTH
▪ Fasilitas Komersil
▪ Fasilitas Tempat Tinggal (sesuai tipe unit)
LATAR
BELAKANG
Di sisi lain, sebagaimana yang telah dikutip dari Menteri Perumahan Rakyat, terdapat permasalahan yang
juga harus menjadi perhatian semua kalangan baik pemerintah, pelaku bisnis (pengembang rumah tinggal)
dan rakyat secara umum, yaitu alih lahan pertanian secara besar-besaran. Hal ini tentu saja menjadi salah
satu factor yang mempengaruhi kesediaan pangan domestik sehingga harga pangan yang seringkali
fluktuatif. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah ruang yang dapat mengatasi berbagai permasalahan tersebut
secara holistik.
ISU DAN PROBLEMATIKA

ISU NON-ARSITEKTURAL

EKONOMI LINGKUNGAN SOSIAL

▪ UMP Rendah akan tetapi ▪ Alih fungsi lahan pertanian ▪ Lingkungan perumahan yang
harga tanah/rumah tinggal produktif yang semakin seringkali terkesan individualis
sangat mahal. meningkat. karena zona privat yang lebih
dominan.
▪ Minimnya RTH di kota Mataram.
▪ Mataram masih menjadi
▪ Perbedaan kualitas dan fasilitas
pusat perkantoran dan ▪ Maraknya bencana banjir karena communal spaces pada tiap-tiap
kegiatan perekonomian pembangunan perumahan yang perumahan yang ada di kota
bahkan bagi masyarakat tidak memperhatikan Mataram.
kabupaten lainnya. lingkungan.
ISU DAN PROBLEMATIKA

ISU NON-ARSITEKTURAL

▪ Alih fungsi lahan pertanian produktif yang juga berdampak pada


pengurangan area terbuka hijau dan daya resap air hujan.

▪ Sedikitnya penerapan tempat tinggal hemat energi.

▪ Kebutuhan tempat tinggal di pusat kota Mataram dengan lahan


minim.
KONSEP UMUM

Tiny City

Mengecilkan dan merangkum konsep penataan kota di Singapura


yang besar menjadi sangat kecil ke dalam perancangan sebuah
apartment.

Kata kunci : Mengecilkan, Konsep, Singapura, Apartment


TUJUAN PERANCANGAN

Bagaimana merancang Bagaimana merancang Bagaimana merancang


hunian massal dalam lahan hunian massal yang bangunan yang dapat
yang minim agar berkelanjutan, hemat energi melengkapi segala
mengurangi alih fungsi ramah lingkungan? kebutuhan pokok?
lahan pertanian produktif?

LIVING VERTICAL SUSTAINABLE ARCHITECTURE TINY SIZE

Merancang apartment Merancang apartment Merancang apartment


bertingkat menengah-tinggi bertingkat menengah-tinggi bertingkat menengah-tinggi
dengan konsep tiny city yang dilengkapi dengan
untuk dapat
berbagai macam fasilitas mulai
memaksimalkan lahan yang dalam memenuhi kebutuhan
dari fasilitas tempat tinggal
minim di tengah kota RTH. hingga fasilitas rekreasi untuk
Mataram. melengkapi segala kebutuhan
pokok penghuninya
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3

ANALISIS DAN KONSEP


TAPAK
INFORMASI TAPAK & PERATURAN

GARIS SEMPADAN BANGUNAN


0

GSB pada Jalan Kolektor Primer diatur dengan ketentuan paling

0
rendah berjarak 19,50 meter dari as jalan.
GSB pada Jalan Arteri Sekunder diatur dengan ketentuan paling
rendah berjarak 18,50 meter dari as jalan.

0 KOEFISIEN DASAR BANGUNAN


Koefisien Dasar Bangunan (KDB) paling tinggi 90%

KOEFISIEN LANTAI BANGUNAN


Koefisien Lantai Bangunan (KLB) paling tinggi 4,5 (empat koma
lima)

KOEFISIEN DAERAH HIJAU


Koefisien Daerah Hijau (KDH) paling rendah 10%
KETERANGAN : SKALA | 1 :
1000
: Jalan Kolektor Primer (Jl. Bung Karno)

: Jalan Arteri Sekunder (Jl. Ismail Marzuki)

: Lokasi Tapak Sumber : Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Mataram
Tahun 2011-2031
ANALISIS TAPAK : IKLIM

SUNPATH WINDPATH NOISE

3 4

2 1

SKALA| SKALA| SKALA|


1:3000 1:3000 1:3000

Arah matahari dari timur ke barat ▪ Wind speed : 12,8-14,5 km/h 1. 60-80 dB
dengan condong (ke arah utara ▪ Humidity : 60% 2. 60-80 dB
▪ Air Quality : Good 3. 25-40 dB
atau selatan) relatif seperti ▪ Highest Rainfall Intensity : avg. 4. 40-60 dB
mayoritas lokasi di Indonesia. 240 mm/day
o
5. 20-30 dB
▪ Avg. Daily Temperature : 25-31 C

Intensitas paparan radiasi Arah angin dengan intensitas – Arah sumber kebisingan paling
matahari yang paling tinggi dari menengah-tinggi dari arah tinggi berasal dari arah 1 dan 2
sebelah barat selatan dan utara. yaitu pada saat lalu lintas padat
hingga di angka 60-80 dB.

Sumber : [Link] dan Observasi Langsung oleh


Perancang
RESPON DESAIN : ANALISIS INFORMASI, PERATURAN DAN IKLIM

RESPON WINDPATH
SERVIC
E
18,50
19,50 m
m

SERVIC
E

RESPON SUNPATH
SERVIC
E

ZONING TAPAK SKALA|


1:1000
Merancang zoning dalam merespon peraturan yang berlaku dan Memotong massa dan memberi void pada bagian
kebisingan di sekitar eksisting. tengah bangunan untuk memaksimalkan sirkulasi
penghawaan dan meminimalisir luas permukaan
bangunan yang terpapar radiasi matahari
ANALISIS DAN RESPON TAPAK : SIRKULASI KENDARAAN DAN PEDESTRIAN
N N

ANALISA SIRKULASI KENDARAAN BERMOTOR SKALA | 1 : 1000 | ANALISA SIRKULASI PEDESTRIAN SKALA | 1 : 1000
Sumber : Observasi Langsung oleh
Perancang

RESPON SIRKULASI KENDARAAN BERMOTOR SKALA | 1 : 1000 | RESPON SIRKULASI PEDESTRIAN SKALA | 1 : 1000
ANALISIS TAPAK : VIEW TO SITE
1

View dari Jl. Bung Karno


2
3 2
1

View dari Simpang Empat Jl. Bung Karno dan Jl. Ismail Marzuki

Sumber : Observasi Langsung oleh SKALA | 1 : 1000


Perancang
View ke site yang paling menarik berada dari arah simpang empat
Jl. Bung Karno dan Jl. Ismail Marzuki

View dari Jl. Ismail Marzuki


ANALISIS TAPAK : VIEW FROM SITE
1
N

View ke Jl. Bung Karno

2
2
3
1

View ke Simpang Empat Jl. Bung Karno dan Jl. Ismail Marzuki

Sumber : Observasi Langsung oleh SKALA | 1 : 1000


Perancang
View ke site yang paling menarik ke arah simpang empat Jl. Bung
Karno dan Jl. Ismail Marzuki

View ke Jl. Ismail Marzuki


RESPON DESAIN : VIEW TO/FROM SITE

1. BENTUK 2. 3.
DASAR SUBSTRAKSI ADIKSI

Balok sebagai bentuk dasar gubahan massa Memotong bentuk balok untuk merespon garis Menambahkan dua gubahan di atas gubahan
sempadan dan bentuk tapak utama untuk menyediakan ruang secara
vertikal

N
4. GUBAHAN MASSA BANGUNAN

Membuat gubahan massa yang menarik


sehingga atraktif jika dilihat dari/ke view yang
paling menarik. SKALA | 1 :
1000
TAMPAK ATAS GUBAHAN MASSA
ANALISIS DAN RESPON TAPAK : DRAINASE

EKSISTING DRAINASE TAPAK RESPON ANALISA EKSISTING DRAINASE TAPAK

SKALA | 1 : SKALA | 1 :
1000 1000

Menggunakan system rain harvesting dengan media


DETAIL DRAINASE TAPAK
Bioswales untuk merespon drainase eksisting yang
minimalis.

SKALA | 1 : 40
RESPON DESAIN : SKEMA RAIN HARVESTING

RAINWATER HARVESTING
ROOFTANK

FILTER

BIOSWALES
Air hujan yang turun mengalir ke floor drain Bioswales

TANGKI PENAMPUNGAN POMPA AIR


FLUSH
MENYIRAM
TANAMAN

JIKA
SUMUR
TANGKI RESAPAN
PENUH
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3

PROGRAM
RUANG
PROGRAM RUANG : ANALISA TARGET PENGGUNA RANCANGAN

TARGET PENGGUNA RANCANGAN

PENGHUNI STORE MANAGER PENGELOLA TAMU

KELUARGA MANAGER SATPAM

PERORANGAN KARYAWAN CLEANING SERVICE


PROGRAM RUANG : ANALISA AKTIVITAS PENGGUNA

DESKRIPSI PENGGUNA

POLA AKTIVITAS

DATANG PARKIR AKTIVITAS DI UNIT HOBI

BEKERJA BERSOSIAL ISTIRAHAT

PENGHUNI
LAKI-LAKI | PEREMPUAN

AKTIVITAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

DATANG

PARKIR

AKTIVITAS DI UNIT

BEKERJA

BERSOSIAL

HOBI

ISTIRAHAT
PROGRAM RUANG : ANALISA AKTIVITAS PENGGUNA

DESKRIPSI PENGGUNA

POLA AKTIVITAS

DATANG PARKIR PERSIAPAN BEKERJA

ISHOMA PULANG

STORE MANAGER
LAKI-LAKI | PEREMPUAN

AKTIVITAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

DATANG

PARKIR

PERSIAPAN

BEKERJA

ISHOMA

PULANG
PROGRAM RUANG : ANALISA AKTIVITAS PENGGUNA

DESKRIPSI PENGGUNA

POLA AKTIVITAS

DATANG PARKIR PERSIAPAN BEKERJA

ISHOMA PULANG

PENGELOLA (SECURITY)
LAKI-LAKI | PEREMPUAN

AKTIVITAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

DATANG

PARKIR

PERSIAPAN

BEKERJA

ISHOMA

PULANG
PROGRAM RUANG : ANALISA AKTIVITAS PENGGUNA

DESKRIPSI PENGGUNA

POLA AKTIVITAS

DATANG PARKIR PERSIAPAN BEKERJA

ISHOMA PULANG

PENGELOLA (CLEANING SERVICE)


LAKI-LAKI | PEREMPUAN

AKTIVITAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

DATANG

PARKIR

PERSIAPAN

BEKERJA

ISHOMA

PULANG
PROGRAM RUANG : ANALISA AKTIVITAS PENGGUNA

DESKRIPSI PENGGUNA

POLA AKTIVITAS

DATANG PARKIR AKTIVITAS DI UNIT HOBI

BEKERJA BERSOSIAL ISTIRAHAT

TAMU
LAKI-LAKI | PEREMPUAN

AKTIVITAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

DATANG

PARKIR

BERTAMU DI UNIT

PULANG
PROGRAM RUANG : BUBBLE DIAGRAM

RTH

RTH

KANTOR
DEVELOPER
RTH
MAIN- STUDIO
SPA
TENANCE

FAMILY

SALON

LIFT/
TANGGA

SUPERMARKET
RTH

Reading
Spcae

GYM
“Alun-alun Kota”

Lapangan
Basket Collabortion
space

Keteranga
LOBBY
n
Dekat

Cukup Dekat

Tidak Dekat
MASUK
PROGRAM RUANG : VERTICAL BLOCK PLAN

UNIT FAMILY APARTMENT

UNIT STUDIO APARTMENT

WHOLESALE BUSINESS DISTRICT

CBD
LOBBY AND RBD
PROGRAM RUANG : ANALISA BESARAN RUANG

1. Sirkulasi Dua 2. Sirkulasi Empat Orang 3. Standar Tangga 4. Sirkulasi Tangga


Orang

Sebagai sirkulasi di Sebagai sirkulasi di Konfigurasi tangga untuk dapat memaksimalkan Standar ukuran tangga pada
area area upaya efesiensi dan efektivitas ruang. tangga utama maupun tangga
unit-unit apartment RBD dan WBD. darurat.

6. Lift KONE 3000 MiniSpace 7. Lift KONE TranSys DX 8. Tangga Darurat

120
240

120
Elevator untuk penghuni Sumber : Peraturan Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum No.10
Tahun 2000

Elevator untuk service


Sumber :
1. Data Arsitek Jilid
1
2. KONE
PROGRAM RUANG : ANALISA BESARAN RUANG
9. Water Tank 10.
Rooftank

Sebagai media membuat filtrasi air Sebagai penampung air bersih dan/atau air hujan
hujan. yang akan direcycle

Sumber :
1. [Link]
2. [Link]
PROGRAM RUANG : ANALISA BESARAN RUANG
11. Standar Ukuran, Kapasitas, dan Kebutuhan Ruang Parkir

No. Jenis Ruang Kapasitas Standar Sumber Luasan (m²)

45 motor 2 m² 90 m²
1. Area Parkir Penghuni
45 mobil 12,5 m² 562,5 m²

30 motor 2 m² 60 m²
2. Area Parkir Pengelola Data Arsitek Jilid 2
8 mobil 12,5 m² 100 m²

30 motor 2 m² 60 m²
3. Area Parkir Tamu
20 mobil 12,5 m² 250 m²

Luasan total area parkir 1122,5 m²

Luas Total Area Parkir + Sirkulasi (40%) 1571,5 m²

Tabel Perhitungan Perkiraan Luas Total Area Parkir


PROGRAM RUANG : ANALISA BESARAN RUANG
12. Standar Ukuran, Kapasitas, dan Kebutuhan Unit Apartment
Unit Studio Unit Family

Umumnya berkuruan 35-50 Umumnya berkuruan 120-160


m2 (source : [Link]) m2 (source : [Link])

No. Jenis Ruang Kapasitas Standar Sumber Luasan (m²)

1. Unit Studio 24 Unit 35 m² Archdaily 840 m²

Luas total unit studio 840 m²

Luas total unit studio + sirkulasi (20%) 1008 m²

Unit Family – 2
2. 14 Unit 120 m² Archdaily 1680 m²
Bedroom

Luasan total unit family 1680 m²

Luasan total unit family + Sirkulasi (40%) 2352 m²

Luasan Total Unit Apartment 3360 m²

Tabel Perhitungan Perkiraan Luas Total Unit Apartment


PROGRAM RUANG : ANALISA BESARAN RUANG
No. Jenis Ruang Kapasitas Standar Sumber Luasan (m²) No. Jenis Ruang Kapasitas Standar Sumber Luasan (m²)

1. Pos Satpam 2 orang 4 m² 4 m² 1. Gym 20 orang 109,2 m² 109,2 m²

2. Drop-Off Area 8 orang 24 m² 24 m² 2. Salon 6 orang 49,2 m² 49,2 m²


Dimensi Manusia
“Alun-alun
3. kota” 30 orang 90 m² 90 m² 3. Barber 6 orang 49,2 m² 49,2 m²
(RTH)

Collaboration Dimensi
4. 20 orang 60 m² 60 m² 4. Spa 6 orang 49,2 m² 49,2 m²
space Manusia

Reading Unit Kantor


5. 20 orang 60 m² 60 m² 5. 15 orang 200 m² Data Arsitek 200 m²
Space Developer

Lapangan Ruang
6. 20 orang 60 m² 60 m² 6. 6 orang 60 m² 60 m²
Basket Maintenance
Dimensi Manusia
7. Lobby Lift 20 orang 60 m² 60 m² “Taman Kota”
7. 20 orang 60 m² 60 m²
(RTH)

Lift Kone
8. Lift 10 orang 62,5 m² 62,5 m² 8. Lavatori 4 orang 4 m² Data Arsitek 4 m²
Transys DX

Luasan Total 420,5 m²


9. Loading Dock 5 orang 17,5 m² Data Arsitek 20 m²

Luasan Total + Sirkulasi (40%) 588,7 m²


Luasan Total 600,8 m²

Luasan Total + Sirkulasi (40%) 600,8 m²


STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3

TEMA DAN KONSEP


PERANCANGAN
PERANCANGAN APARTMENT DENGAN KONSEP TINY
CITY
DI PERANCANGAN
STUDIO KOTA MATARAM
ARSITEKTUR 3
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MATARAM
DASAR KONSEP Tiny City

KOTA dibentuk oleh :


1. Jumlah Penduduk
2. Penataan Tata Ruang dan Wilayah
Kota di Singapura dibentuk dan ditata
Mochammad Harris (2021)
dengan zoning-zoning

Penataan tata ruang dan wilayah di


Sebagai contoh, penataan Singapura negara Singapura menerapkan sistem
Central Business District (CBD)
Retail Business District (RBD)

CBD Terdiri dari


Wholesale Business District
(WBD)

Keterangan :
Aksesibilitas Terintegrasi

Retail Business District adalah kawasan inti


RBD yang didominasi oleh berbagai kegiatan yang
berpusat pada pusat perbelanjaan, gedung
perkantoran, hingga pusat hiburan. Pusat
kehidupan social, ekonomi, dll.

Wholesale Business District adalah area luar


WBD RBD yang umumnya ditempati oleh kawasan
ekonomi berskala besar. Umumnya dipenuhi
pasar, gudang, dll.

Sequences zoning Singapura (kota)


:
Dibentuk oleh Solid dan
Void.
RBD
MASU

SOLID
WBD
K

RESIDENTIA
L

VOID
Area terbangun sebagai Ruang Terbuka Hijau sebagai RT
Solid. Void.
CBD H
KONSEP DESAIN Tiny City

MASUK
TINY kata sifat untuk menunjukkan bentuk
yang sangat kecil

Tiny City
MASUK
RBD UNIT
RBD
WBD UNIT
WBD
RESIDENTIA UNIT
L HUNIAN

Menggunakan konsep sistem CBD dalam merancang Zoning


Unit pada apartment.

Mengecilkan dan merangkum konsep penataan


kota di Singapura yang besar menjadi sangat kecil
ke dalam perancangan sebuah apartment.

MASUK
MASUK

CBD AREA
RB
D CBD

SOL
WBD

ID
UNIT
RBD

VO
ID
RT

SOL
RESIDENTIA UNIT H

ID
L WBD
Kota terdiri dari zoning- Apartment terdiri dari modul UNIT
VO
ID
RT HUNIAN
zoning ruang. unit-unit sebagai representasi H

zoning ruang perkotaan. Memasukkan modul-modul RTH pada apartment sebagai “Taman
Kota” sebagai unsur natural dan social space
KONSEP DESAIN

4
3 . AREA
1 2 . CBD
. .

MASU
UNIT
RBD

VO
ID
RT

SOL
UNIT H

ID
WBD
UNIT
CBD RBD HUNIAN

SOLI
WBD

D
RESIDENTIA
L

VOI
RT

D
H
MASUK
Zoning-zoning kecil tata ruang Kota dibentuk dari gabungan zoning Sistem CBD dalam Menerapkan sistem CBD dalam menyusun tata massa
dan solid-void membentuk zoning tata modul unit apartment
ruang kota

5 6 7 8 9
. . . . .

Gubahan massa dasar Substraksi pada bagian tengah Adiksi gubahan massa dasar Mengembalikan gubahan Pembagian zoning CBD dan
gubahan massa dasar pada lt. 2 sebagai CBD massa tower Unit Hunian seperti konsep
penataan kota di Singapore

1 1
0. 1
.

Menambahkan Modul RTH untuk Modul RTH menyebar secara merata


membentuk Solid-Void seperti kota sebagai Social space dan elemen
alam
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3

GAMBAR
RANCANGAN

Anda mungkin juga menyukai