Fluida: Tekanan
Hidrostatis.
Hukum Pascal,
Archimedes,
dan Stokes
Juanita Hibatullah,
[Link].
Fluida
Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas (seperti air
dan udara) merupakan fluida karena zat ini dapat mengalir. Sedangkan zat
padat seperti besi dan batu tidak termaksud ke dalam fluida. Karena zat
tersebut keras, kaku dan tidak dapat mengalir.
Suatu fluida dapat memberikan tekanan, hal
ini dapat Anda buktikan dengan cara mengisi
air ke dalam sebuah botol minuman atau
tabung plastik. Air tersebut dapat keluar
karena air memberikan tekanan pada lubang
tersebut.
Masssa Jenis Fluida
Massa jenis merupakan salah satu besaran fisis yang paling penting dalam
fluida. Massa jenis yaitu massa fluida per satuan volume. Massa jenis rata-
rata fluida memenuhi:
Dengan, 𝑚 = massa total fluida, 𝑉 = volume total fluida, dan 𝜌 = massa jenis
fluida.
Berikut beberapa nilai Massa Jenis Fluida:
Tekanan
Tekanan merupakan besarnya gaya tekan tiap satuan luas yang tegak lurus
denga gaya itu. Tekanan merupakan besaran skalar yang bergantung pada
posisi dan waktu. Tekanan dari fluida dapat didefinsikan sebagai berikut
atau
dimana 𝐹 adalah besarnya gaya normal pada area A
Satuaan SI untuk tekanan (P) adalah newton permeter persegi. Satuan ini
disebut pascal dan disingkat Pa. satuan yang lain adalah atm atau atmosfer.
Satu atmosfer adalah 1,013 x 105 Pa.
Tekanan Hidrostatis
Perhatikanlah mengapa semakin dalam kita menyelam maka kita merasa tubuh kita
semakin ditekan oleh air? Karena semakin dalam anda menyelam, maka tekanan
dalam fluida akan semakin besar, tekanan itu disebut sebagai “Tekanan Hidrostatis”.
Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang menekan suatu
benda dalam zat cair terhadap suatu luasan bidang tekan pada kedalaman tertentu.
Perhatikan gambar berikut ini adalah ilustrasi sebuah benda yang dicelupkan pada
suatu fluida dalam sebuah bejana berbentuk tabung.
Tekanan hidrostatik yang artinya adalah tekanan yang dihasilkan oleh fluida yang
diam.
Ph: tekanan Hidrostatis (N/m2 atau Pa)
F: gaya tekan fluida (N)
A: luas permukaan benda (m2)
m: massa fluida (kg)
g: percepatan gravitasi (m/s2)
ρ: massa jenis fluida (Kg/m3)
V: Volume fluida (Kg/m3)
h: kedalaman yang diukur dari permukaan
fluida (m)
Tekan hidrostatis hanya bergantung pada massa jenis fluida, percepatan gravitasi dan
kedalaman dan tidak bergantung pada bentuk tabung. Jadi tekanan hidrostatis pada setiap titik
dengan ke dalam yang sama (dalam satu garis horizontal) memiliki nilai tekanan yang sama
besar.
Jika kita memperhitungkan tekanan udara luar pada permukaan zat cair, maka besar tekanan
total yang dirasakan di oleh suatu benda di dalam suatu zat cair adalah penjumlahan antara
besar tekanan udara luar dan tekanan hidrostatis pada kedalamam tertentu
Ptotal: tekanan total (N/m2 atau Pa)
P0: tekanan udara luar di atas permukaan zat cair (N/m 2
atau Pa)
ρf: massa jenis zat cair (Kg/m3)
g: percepatan gravitasi (m/s2)
h : kedalaman yang diukur dari permukaan zat cair (m)
Contoh Soal :
Di dalam tabung gelas terdapat minyak setinggi 20 cm. Dengan mengabaikan tekanan udara, tekanan yang
terjadi pada dasar tabung adalah 1600 N/m2. Jika g = 10 m/s2 maka massa jenis minyak tersebut adalah?
Diketahui:
h = 20 cm = 0,2 m
P = 1600 N/m2
g = 10 m/s2
Ditanya : Massa jenis minyak adalah ?
Jawab :
Gunakan Rumus Tekanan Hidrostatis
Fluida:Hukum Pascal
Hukum Paskal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada suatu fluida akan di teruskan
ke segala arah dengan besar yang sama.
Contohnya adalah pada sebuah dongkrak hidrolik
seperti pada gambar disamping yang berbentuk
seperti pipa U dengan ukuran luas permukaan
berbeda A1 dan A2. Pada A2 diletakkan sebuah
benda bermassa M. Ketika sebuah tekanan P1 pada
pipa kecil oleh sebuah gaya tekan F1 yang
diberikan pada luas permukaan A1 (dalam ruang
tertutup). Maka tekanan P1 akan menyebar ke
segalah arah dengan sama besar. Sehingga
tekanan P1 akan sama dengan tekanan P2. Dimana
tekanan pada P2 disebabkan oleh sebuah
P1 = tekanan gaya1
pada pipa
angkat F2 pada luas permukaan [Link]
P2 = tekanan Secara
pipa 2
matematis di tuliskan F1 = gaya yang berikan pada
pipa 1
F2 = gaya yang dihasilkan
pada pipa 2
A1 = Luas Penampang 1
A2 =Luas penampang 2
Coba perhatikan kembali gambar di atas. Karena sistem dongkrak hidrolik pada
sistem terisolasi (tertutup) maka tidak ada cairan lain yang dapat keluar atau masuk
ke dalam pipa tersebut. Maka volume cairan pada pipa A1 akan mengakan benda
bermassa M pada pipa A2. Karena piston pada sebelah kiri bergerak sejauh ∆x1 dan
piston sebelah kanan bergerak sejauh ∆x2, maka dengan Hukum Pascal diperoleh
Jika dongkrak hidrolik atau pipa U berbentuk tabung maka luas permukaan tabung
berbentuk lingkaran adalah
Contoh Soal Hukum Pascal:
Sebuah alat pengangkat mobil (dongkrak hidrolik) terdiri dari dua tabung berukuran kecil dan
besar. Pada tabung besar yang berdiameter 36 cm diletakkan sebuah mobil bermassa 2,5 ton. Jika
diketahui diameter tabung kecil adalah 6 cm dan percepatan gravitasi di tempat tersebut adalah 10
m/s2. Tentukanlah gaya minimal yang diberikan agar mobil tersebut dapat terangkat ke atas?
Diketahui:
M2 = 2,5 ton = 2500 Kg
d1 = 6 cm
d2 = 36 cm
g = 10 m/s2
Ditanya : Tentukanlah gaya minimal (F 1) yang diberikan agar mobil tersebut dapat terangkat ke
atas ?
Gunaan Rumus Hukum Pascal
Karena d1 dan d2 adalah perbandingan maka kita tidak perlu mengubah satuan diameter (cm) ke
satuan SI (satuan meter), maka diperoleh
Jadi, besar gaya minimal (F1) yang diberikan agar mobil tersebut dapat terangkat ke atas adalah
694,44 N
Fluida:Hukum Archimedes
Bunyi Hukum Archimedes : Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian
dalam suatu fluida akan diangkat ke atas oleh sebuah gaya yang sama dengan berat
fluida yang dipindahkan.
Pada gambar disamping ada dua perlakukan yang
dilakukan saat mengukur berat benda. Saat di ukur
di udara maka berat benda adalah W(udara) = Mg.
Pada perlakuan kedua berat benda diukur di dalam
air, maka berat benda di dalam air akan lebih kecil
dibandingkan dengan berat benda di udara. Hal ini
karena saat di dalam air benda mendapatkan gaya
angkat fluida atau gaya apung. Maka diperoleh
berat benda di dalam air adalah
Rumus Hukum Archimedes
Sebelumnya telah kita bahas mengenai tekanan
Hidrostatis, dimana tekanan ini hanya berpengaruh
pada kedalaman (h) dari suatu fluida. Kedalaman di
ukur dari permukaan fluida. Semakin dalam suatu
benda pada fluida maka semakin besar pula tekanan
fluida yang dirasakan oleh benda tersebut. Pada
gambar di bawah ini terlihat bahwa tekanan fluida
pada bagian atas benda lebih besar dari pada
tekanan di bawah benda karena h2 > h1. Maka
besarnya gaya angkat (Perhatikan gambar
disamping) adalah
B adalah gaya apung atau gaya
angkat (N)
Vt adalah volume benda yang
tercelup (m3)
ρf adalah massa jenis fluida (Kg/m3)
g adalah percepatan gravitasi (m/s2)
Dengan M adalah massa fluida yang dipindahkan. Ingat : Besarnya gaya apung (B)
sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Gaya berat adalah perkalian massa
dan percepatan gravitasi.
Prinsip Hukum Archimedes Untuk benda
Mengapung, Melayang dan Tenggelam
Keadaan Mengapung
Suatu benda akan terapung pada suatu fluida ketika gaya berat benda lebih kecil dibandingkan
dengan gaya angkat (gaya apung) fluida. Ingat Bunyi Hukum Archimedes. Suatu benda yang
tercelup seluruh atau sebagian akan mendapatkan gaya apung (B) atau gaya angkat yang sama
dengan besarnya berat fluida yang dipindahkan. Ketika benda melayang artinya hanya sebagian
kecil Volume benda yang tercelup, sehingga volume fluida yang dipindahkan akan kecil pula.
Indeks t adalah untuk benda yang
tercelup
Indeks b adalah untuk menyatakan
benda
Indeks f adalah untuk menyatakan
fluida
Keadaan Melayang
Suatu benda kan melayang di dalam fluida ketika berat benda tersebut sama
dengan gaya apung (B) fluida. Ketika suatu benda melayang, maka volume benda
akan tercelup seluruhnya di dalam fluida. Artinya Volume benda sama dengan
volume fluida yang dipindahkan.
Keadaan Tenggelam
Suatu benda dikatakan tenggelam ketika, gaya berat benda lebih besar dari gaya
apung:
Contoh Soal Hukum Archimedes:
Sebuah benda memiliki massa jenis 0,8 g/cm^3 dan memiliki volume sebesar 20 cm^3. Jika benda
tersebut dimasukkan ke dalam air maka, hitunglah berapa volume benda tersebut yang tercelup di
dalam air.
Diketahui
ρ(benda) = 0,8 g/cm3
Ingat : ρ(air) = 1 g/cm3
Vb = 20 cm3.
Ditanya : Tentukanlah volume benda yang tercelup?
Jawab :
Fluida:Hukum Bernoulli
Bunyi Hukum Bernoulli: “Jumlah dari tekanan, serta energi kinetik dan energi potensial tiap
volume yang berada di setiap titik aliran fluida adalah sama.”
Hukum Bernoulli ini diturunkan dari Hukum Kekekalan Energi Mekanik,
Berdasarkan rumus kekekalan energi mekanik tersebut, ketika dihubungkan dengan tekanan,
maka akan berlaku persamaan berikut
Dari persamaan di atas, massa yang disimbolkan dengan m bisa disubstitusikan dengan massa
jenis atau yang disimbolkan dengan ρ pada kedua ruasnya. Maka, jadilah persamaan Hukum
Bernoulli seperti berikut
Keterangan:
p1 = Tekanan pada ujung pipa 1
(Pascal)
p2 = Tekanan pada ujung pipa 2
(Pascal)
ρ1= ρ2= massa jenis fluida (kg/m3)
v1 = Kecepatan aliran fluida pada pipa
1 (m/s)
v2 = Kecepatan aliran fluida pada pipa
2 (m/s)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
h1 = Ketinggian penampang pipa 1
(meter)
h2 = Ketinggian penampang pipa 2
(meter)
Contoh Soal Hukum Bernoulli:
Diketahui sebuah penampung air yang berlubang pada bagian dasarnya memiliki
ketinggian permukaan air sebesar 120 cm dari dasar penampung. Hitunglah
kecepatan aliran air pada lubang tersebut!
Fluida:Hukum Stokes
Viskositas adalah kekentalan suatu fluida yang disebabkan oleh adanya gaya gesekan antara
molekul – molekul yang menyusun fluida. Benda yang bergerak dalam fluida kental mengalami
gaya gesek yang besarnya dinyatakan dengan persamaan:
Untuk benda berbentuk bola dinyakatakn dengan Hukum Stokes, yaitu:
𝑓f: gaya gesekan fluida (N)
Keterangan:
𝜂: viskositas dinamis fluida (Pa∙s atau N∙s/m2)
𝐴: luas penampang aliran (m2)
𝑣: kecepatan aliran fluida (m/s)
𝑘: konstanta geometri sistem (m−1 )
ℓ: panjang jalur aliran (m)
Jika sebuah benda berbentuk bola (kelereng) jatuh bebas dalam suatu fluida kental,
kecepatannya akan bertambah karena pengaruh gravitasi bumi hingga mencapai suatu
kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan terbesar yang tetap tersebut dinamakan kecepatan
terminal. Pada saat kecepatan terminal tercapai, berlaku persamaan berikut:
Keterangan: vt = kecepatan terminal (m/s)
Ff = gaya gesek (N)
FA = gaya ke atas (N)
ρb = massa jenis bola (kg/m2)
ρf = massa jenis fluida (kg/m3)
Viskositas fluida yang berbeda dapat dinyatakan secara kuantitatif oleh koefisien
viskositas. Berikut ini adalah tabel viskositas untuk berbagai fluida:
Contoh Soal Hukum Stokes:
Tentukanlah koefisien viskositas udara apabila kecepatan terminal satu tetes air hujan
berdiameter 0,5 mm yang jatuh adalah 7,5 m/s. (Diketahui massa jenis udara = 1,3
kg/m3 dan percepatan gravitasi Bumi = 10 m/s2).
Diketahui:
d = 0,5 mm
r = d/2 = 0,5/2 = 0,25 mm = 0,25 x 10-3 m
VT = 7,5 m/s
ρf = 1,3 kg/m3
g = 10 m/s2
ρb = 1000 kg/m3
Ditanyakan: ɳ = …?
Jawaban:
PR:
Sebuah bola kecil dengan jari-jari 𝑟 = 0,02 m jatuh bebas dalam air yang
memiliki viskositas dinamis 𝜂=0,8 Pa∙s. Massa jenis bola adalah 𝜌𝑏=1500 kg/m3
1)
dan massa jenis air adalah 𝜌𝑓=1000 kg/m3. Percepatan gravitasi 𝑔=9,8 m/s2.
Tentukan kecepatan terminal bola tersebut saat mencapai kecepatan tetap di
dalam air!
2) Sebuah sistem hidrolik memiliki dua tabung yang dihubungkan. Tabung
pertama memiliki diameter 5 cm, sedangkan tabung kedua memiliki diameter
20 cm. Jika gaya sebesar 100 N diberikan pada tabung pertama, berapakah
gaya yang harus diberikan pada tabung kedua agar sistem seimbang?
“
Thank You
Selamat Belajar ”
~~~~~~~~~~~~~~~~~