SAPI PERAH
Oleh
Habibah, [Link], MP
Taksonomi Ternak Perah:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodaktil
Subordo : Ruminansia
Famili : Boviade untuk sapi,
Capridae untuk kambing,
Bovidae untuk domba
Genus : Bos untuk sapi, Caprae untuk kambing,
Ovisaries untuk domba.
Spesies :
1. Spesies sapi terbagi dua yaitu Bos Taurus
(sebagian besar sapi yang ada) dan Bos indicus
(sapi-sapi yang memiliki punuk) ( Blakely and
Bade, 1998).
2. Sedangkan spesies kambing Capra hircus,
Capra falconeri markhor, Capra caucasia, Capra
ibex, ibexes, dan spesies domba antara lain
Ovis musiman, Ovis orientalis, Ovis ammon,
Ovis canadensi (Reksohadiprojdo, 1984).
Bangsa Sapi Perah
Berdasarkan asalnya, sapi perah yang dibedakan
menjadi dua, yaitu:
1. Sapi yang berasal dari daerah tropis (Bos Indicus),
antara lain sapi Red Sindhi, Sahiwal, Australia Milking
Zebu (AMZ).
2. Breed sapi perah yang berasal dari daerah subtropis,
berasal dari Bos Taurus (sapi eropa) yang terkenal
dan banyak diternakkan ada lima bangsa, yaitu
Holstein, Brown Swiss, Ayrshire, Guernsey, dan
Jersey (Soetarno, 2003).
Bangsa Sapi Perah Asal Tropika
Sahiwal
Sapi Sahiwal berasal dari district Punjab, Pakistan.
Tubuhnya agak panjang dan dalam, leher besar
daripada Red Sindhi.
Tanduk sangat pandek bahkan yang betina
sering hanya berupa bungkul saja.
Warna bulu merah cokelat atau merah pucat dan
kadang- kadang ada bercak putih.
Produksi susu rata-rata 2.270 liter per laktasi
dengan kadar lemak 4,3 – 6 %.
Red Shindi
Berasal dari India, tergolong sapi yang kecil,
tubuhnya dalam dan padat, warna merah.
Sapi ini mempunyai ciri spesifik berbentuk
kokoh, kuat dan berat.
Punya gelambir lebar, berkaki pendek dan kuat,
bulunya lembut, ukurannya lebih kecil di
banding dengan sapi Sahiwal Ambingnya
menggantung dan putingnya besar.
Berat jantan 450 sampai 500 kg, sedang
yang betina 300 sampai 350 kg.
Produksi susunya 1500 sampai 2000 liter
per tahun dengan kadar lemaknya 5%
Sifatnya tenang dan tahan panas
(Sastroamidjojo, 1990).
Bangsa Sapi Perah Asal
SubTropika
Friesian Holstein
Bangsa sapi Holstein berasal dari propinsi
Friesland (Belanda atau Holland). Di Belanda sapi
tersebut disebut Holstein Friesian, di Amerika
disebut Holstein. Di Indonesia sapi tersebut
disebut Fries Holland atau Friesian Holstein (FH)
(Soetarno, 2003).
Ciri-ciri sapi FH :
warna bulunya belang hitam putih dengan batas
yang jelas.
dahi, perut dan ambing berwarna putih, bulu
kipas ekor berwarna putih, dan keempat kaki dari
lutut kebawah berwarna putih.
Standar berat badan untuk sapi Holstein betina
adalah 1250 pouds (567 kg) dan untuk pejantan
berat paling rendah 1800 pounds (816 kg).
Holstein lebih besar dibandingkan dengan
sebagian besar ternak yang lain dalam satu
breed/ bangsa.
Bangsa sapi perah holstein mempunyai
kemampuan menghasilkan air susu lebih
banyak daripada sapi perah lainnya, yaitu
mencapai 5982 liter per laktasi dengan kadar
lemak 3,7 persen (Syarief, 1984).
Gambar1. Sapi FH
Gambar . Sapi FH
Jersey
Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey yang
terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey..
Sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi
ternak susu yang banyak,
Sapi jersey termasuk bangsa sapi perah terkecil,
namun memiliki bentuk badan yang terbaik
diantara jenis sapi perah yang lainnya. Berat
badan sapi jersey hanyan mencapai 625 kg untuk
sapi jantan dan 425 untuk sapi betinanya.
Sifat sapi ini sangat peka dan mudah gugup, kurang
tenang dan mudah terganggu oleh perubahan-
perubahan sekitar dan lebih tahan terhadap panas
(Blakely and Bade, 1991).
Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat ini,
warnanya kuning karena kandungan karotennya yang
tinggi serta prosentase lemak dan bahan padatnya juga
tinggi (Blakely dan Bade, 1998).
Prod. Susu rata-rata 4.957 kg/laktasi.
Gambar 2. Sapi Jersey
Guernsey
Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau
Guernsey, salah satu dari pulau-pulau yang
terletak di selat antara Perancis dan Inggris.
Ciri-ciri sapi Guernsey:
Warna kuning kecoklatan pada bagian: muka,
kaki, ekor serta bagian flank berwarna putih dan
badan lebih besar dari Holstein (FH) dan Jersey.
Sifat-sifatnya: lebih jinak dan aktif, tidak nervous,
mudah dipelihara, waktu dewasa lambat
dibandingkan dengan Jersey.
Pertama kali melahirkan umur 26 sampai 28 bulan
dan dikawinkan pertama kali umur 15 sampai 16
bulan.
Produksi air susu dapat mencapai 4000 kg per
laktasi dengan kadar lemak 4,86 persen.
Berat badan untuk sapi betina dewasaa 400
sampai 650 kg dan sapi jantan dewasa 850 kg
(Syarief, 1984).
Gambar . Sapi Guernsey
Ayrshire
Bangsa sapi Ayrshire dukembangkan di daerah
Ayr, yaitu di bagian barat daya Skotlandia.
Warna sapi Ayrshire bervariasi dari merah dan
putih sampai warna mahagoni dan warna
merahnya amat terang atau hampir hitam.
Sifat sapi Ayrshire sangat aktif, kurang tenang,
peka dengan keadaan di sekitarnya dan cerdik.
Sapi ayrshire memiliki kisaran berat badan untuk
yang betina mencapai 1250 pound dan yang
jantan mencapai 2300 pound (Prihadi, 1997).
Produksi susu rata-rata 6.585 kg per laktasi,
kadar lemak 4%.
Gambar 3. Sapi Ayrshire
Brown Swiss
Bangsa sapi Brown Swiss dikembangkan di
lereng-lereng pegunungan di Swiss.
Sapi Brown Swiss sifatnya tenang, dan mudah
dikendalikan dengan kecenderungan bersifat
acuh, jinak dan mudah penanganannya, pandai
merumput, dan aktif.
Berat badan untuk yang jantan mencapai 1200
sampai1400 pound sedangkan yang jantan
mencapai 1600 sampai 2400 pound
Warna Sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari
coklat muda sampai coklat gelap.
Sapi Brown Swiss dikembangkan dengan tujuan
produksi keju dan daging, serta produksi
susunya besar (5.939 kg) dengan kandungan
bahan padat dan lemak yang relatif tinggi
(Blakely dan Bade, 1998).
Gambar 4. Sapi Brown Swiss
KERBAU PERAH
KERBAU terdapat didaerah tropis dan sub tropis,
yaitu :
Asia,
Afrika (mesir, Tunisia),
Eropa (Yunani, Italia, Hongaria, Rumania,
Bulgaria, Yugoslavia, Albania, Azerbayan),
Amerika Latin dan
Australia.
Sub Famili : Bovinae
Genus : Bubalus
Sub genus :a. Bubalus caffer (kerbau Afrika)
b. Bubalus bubalis (kerbau Asia)
c. Bubalus mindorensis (kerbau
mindora)
d. Bubalus depressicornis (kerbau
mini
Sulawesi = anoa).
TIPE KERBAU
Kerbau Sungai (tipe perah):
Contohnya : Murrah, Surti, Nill/Ravi, Mehsana,
Jafarabadi dll.
Jumlah kromosomnya 50, sedangkan sapi 60.
Warna kulit umumnya hitm atau kelabu
kehitam-hitaman, tandk sedikit melingkar
atau tergantung lurus.
Merupakan tipe perah.
Kerbau Rawa:
Terdapat didaerah berawa, misalnya
Muangthai, Malaysia, Indonesia dan Filipina.
Warna umumnya kelabu, hitam belang putih
dan mirip bulai, jumlah kromosom 48.
Bentuk badan seperti sapi, panjang dan
berat.
SUSU KERBAU
Banyak mengandung lemak dan protein
Rasanya lebih pekat karena mengandung
lebih 16% bahan kering
Kadar lemak 50-60% lebih banyak dari sapi
(6-8% vs 3-5%).
Protein susu kerbau banyak mengandung
casein, tapi albumin dan globulin lebih rendah
dari pada sapi.
Kandungan carotene (pro-vitamin A) rendah
dan warna lebih putih dari susu sapi.
MURRAH
Berasal dari India Bagian Barat Haryana, Punjab
dan Delhi.
Produksi susu 1400 -2000 kg per laktasi, kadar
lemak 7-8%.
Ciri:
Betina lebih kecil, BB 350-700 dan jantan450-800
kg.
Telinga tipis mnggantung, tanduk melingkar
keatas dan ke belakang.
Leher betina ramping, jantan panjang dan masif.
Bentuk baadan betina seperti baji, kulit
umumnya hitam, tipis, lunak, mudah dilipat.
Susu kerbau murrah banyak digunakan untuk
bahan baku Keju Mozzarella sebagai
campuran makanan seperti Pizza.
Gambar 1. Kerbau Murrah
NILLI/RAVI:
Kerbau ini merupakan slah satu kerbau
terbaik produksi susunya setelah Murrah.
Ciri umum:
1. Warna kulit hitam, cokelat.
2. Terdapat tanda warna putih pada dahi,
muka, cungur, kaki dan rambut ekor.
3. BB jantan 600 kg, betina 450 kg
4. Ambing besar dan simetris, produksi susu
1600 kg per laktasi.
Gambar 2 . Kerbau Nili Ravi
SURTI
Berasal dari negara bagian Gujarat, India.
Ambing bentuknya baik, putting medium,
terletak dalam segi 4, pembuluh ambing
banyak dan berkelok.
Kulit agak tebal, dapat dilipat, lunak dan licin
dengan rambut yang jarang.
Kulit ambing lunak berwarna merah muda,
warna kulit hitam atau cokelat tembaga.
Produksi susu 1590 – 1730 kg per laktasi,
kadar lemak 7,8 – 10,5% (8,9%).
Gambar 3. Kerbau Surti
ZAFFARABADI
Berasal dari negara bagian Gujarat sekitar
kota zaffarabad.
BB jantan 590 kg dan betina 454 kg.
Berwarna hitam kadang-kadang ada warna
putih pada kaki bawah lutut dan muka.
Ambing bentuknya baik dan lebar, produksi
susu 1800-2700 kg per laktasi.
Gambar 4 . Kerbau Zaffarabadi
BHADAWARI
• Kerbau ini merupakan kerbau tipe perah yang
berasal dari Agra,India.
• Tubuh kerbau ini berwarna abu-abu dengan
rambut berwarna tembaga.
• Bentuk tanduk pendek melengkung ke bawah
lalu kembali ke atas.
• Berat badannya 400kg-700kg dan hasil rata-
rata susunya per305hari adalah 1100kg.
Gambar 5 . Kerbau Bhadawari
PANDHARPURI
Kerbau pandharpuri merupakan kerbau tipe
perah yang berasal dari Solapur,Kolhapur dan
Sangli,India.
Bertanduk panjang dan tubuh berwarna hitam.
Berat rata-rata kerbau ini 470kg-600kg.
Hasil susu rata-rata per 305 hari adalah
1400kg.
Gambar 6. Kerbau Pandharpuri
TODA
Kerbau ini berasal dari daerah barat Tamil
Nadu,India.
Kerbau ini berciri khas tanduk panjang dan
melingkar.
Warna kerbau ini abu-abu muda dan abu-abu
tua.
Berat rata-rata 400kg-600kg.
Hasil susu rata-rata per 305hari adalah 700kg
Gambar 7. Kerbau Toda
Tabel 1. Komposisi Rata-rata
Kolostrum dan Susu Kerbau
Komposisi Kolostrum Susu Murrah (%)
Total BK 31,0 17,53
BKTL 27,0 10,78
Abu 0,90 0,78
Lemak 4,00 6,75
Laktosa 2,20 5,05
Casein 7,70 -
Albumin 3,60 -
Globulin 12,50 -
Total Protein 23,80 3,60