0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Intervensi Proses Manusia dalam OD

Dokumen ini membahas berbagai intervensi organisasi, termasuk pertemuan konfrontasi, kelompok mikrokosmos, penyelesaian konflik antar kelompok, dan intervensi kelompok besar. Setiap metode memiliki tahapan dan hasil yang berbeda, dengan fokus pada identifikasi masalah, peningkatan komunikasi, dan penyelesaian konflik untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak dan efektivitas intervensi kelompok besar.

Diunggah oleh

sidolomosidolomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Intervensi Proses Manusia dalam OD

Dokumen ini membahas berbagai intervensi organisasi, termasuk pertemuan konfrontasi, kelompok mikrokosmos, penyelesaian konflik antar kelompok, dan intervensi kelompok besar. Setiap metode memiliki tahapan dan hasil yang berbeda, dengan fokus pada identifikasi masalah, peningkatan komunikasi, dan penyelesaian konflik untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak dan efektivitas intervensi kelompok besar.

Diunggah oleh

sidolomosidolomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Human Process

Intervention

Organization process approaches


Organization confrontation
meeting
Ini merupakan intervensi untuk mengidentifikasi masalah, menetapkan
prioritas tindakan, dan mulai bekerja pada masalah yang diidentifikasi.

Tahapan Confrontation Meetings


1. Pembentukan kelompok representatif 3. Kelompok membuat peringkat
dari berbagai departemen untuk masalah, merencanakan tindakan, dan
menyelesaikan masalah, dengan menetapkan jadwal penyelesaian
penekanan pada keterbukaan dan tahap proses secara berkala.
kejujuran dalam proses identifikasi.

2. Setelah identifikasi masalah, kelompok


berkumpul untuk melaporkan dan [Link] melaporkan prioritas
diskusikan solusi yang diusulkan, dan rencana taktis mereka,
memastikan kolaborasi dan pertukaran menerima umpan balik dari
ide. manajemen, dan meninjau tindakan
yang dilakukan.
Hasil dari Confrontation Meetings

• Hasil pertemuan konfrontasi organisasi tidak selalu


berhasil dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti
komunikasi efektif, kepemimpinan yang kuat, dan
partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat
• Penting untuk terus mengembangkan dan
mengevaluasi metode pertemuan konfrontasi agar
memberikan manfaat maksimal bagi organisasi.
Microcosm Groups
Kelompok mikrokosmos berperan dalam mengatasi masalah
keberagaman, melakukan diagnosis organisasi, menyelesaikan masalah
komunikasi, menjembatani kesenjangan budaya, transisi ke struktur
baru, serta menangani proses politik yang tidak berfungsi.

Tahapan microsm groups


1. Proses dimulai dengan 3. Kelompok diberikan pelatihan
menunjukkan masalah yang terjadi pemecahan masalah, pengambilan
di seluruh sistem, seperti perbedaan keputusan, dan intervensi pembentukan
informasi yang diterima di tim untuk membina hubungan kerja dan
organisasi.

4. Tahap penyelesaian masalah dan


2. Mengumpulkan kelompok implementasi solusi melibatkan praktisi
mikrokosmos dengan pemangku OD dalam mendiagnosa, merancang, dan
kepentingan yang relevan, untuk mengimplementasikan perubahan.
membangun keanggotaan dan
kredibilitas guna mendapatkan
dukungan dari organisasi.
Hasil dari microsm
groups
•Kelompok mikrokosmos membantu meningkatkan
komunikasi dan hubungan antar anggota kelompok di
organisasi.
•Kelompok ini turut andil dalam pengembangan
program perekrutan, pengembangan karir, serta
promosi karyawan.
•Partisipasi kelompok mikrokosmos juga terfokus pada
penyusunan dan pengelolaan survei pendapat
karyawan di seluruh organisasi.
•Peran kelompok ini sangat berarti dalam
meningkatkan efisiensi dan efektivitas berjalannya
sebuah organisasi.
Resolving Intergroup
Conflict
Intervensi konflik antar kelompok membantu menyelesaikan konflik
dalam organisasi, yang bisa jadi bermanfaat atau merugikan.
Persaingan antar departemen kadang diperlukan untuk
meningkatkan produktivitas di organisasi.
Tahapan Resolving Intergroup Conflict
1. Seorang konsultan netral diundang untuk membantu kedua
kelompok meningkatkan hubungan mereka melalui pertemuan
yang dijadwalkan.

2. Setelah penjelasan tujuan, kedua kelompok bekerja di ruang


terpisah untuk menjawab pertanyaan dengan bimbingan konsultan,
memastikan keakuratan dan keterbukaan dalam daftar mereka.

3. Perwakilan dari setiap kelompok menyajikan jawaban mereka


tanpa argumen kepada kelompok lain, fokus pada pemahaman
persepsi. Selanjutnya, kedua kelompok menganalisis perbedaan
persepsi bersama konsultan sebagai pengamat.
Hasil dari Resolving Intergroup
Conflict
• Hasil positif dilaporkan oleh peneliti dari
berbagai pengaturan, seperti hubungan
serikat pekerja-manajemen, dewan suku
Indian, organisasi pemerintah, dan
perusahaan komersial.
•Perubahan sikap terjadi, termasuk
perbaikan persepsi, peningkatan
kepercayaan, dan berkurangnya stereotip,
serta hasil operasional yang membaik.
Large-group interventions
Intervensi kelompok besar ini dapat bervariasi dalam beberapa dimensi seperti
tujuan, ukuran, durasi, struktur, dan jumlah. Tujuan dari metode perubahan ini
mencakup menciptakan masa depan, mendefinisikan pekerjaan, struktur organisasi,
dan sistem, serta menyelesaikan masalah organisasi tertentu. Intervensi kelompok
besar dilakukan dengan partisipan kurang dari 50 hingga lebih dari 2.000 orang dan
berlangsung selama satu hingga lima hari.

Hasil dari Large-group interventions


• Terdapat peningkatan dramatis dalam jumlah studi kasus yang menggambarkan
metode dan hasil dari intervensi kelompok besar dalam dekade terakhir.
• Meskipun banyak praktik intervensi kelompok besar dilakukan, penelitian empiris
yang mendukung efektivitasnya, seperti studi longitudinal dan studi
kuarteksperimental, masih sangat kurang.
•Penting untuk melakukan lebih banyak penelitian mendalam guna memahami
dampak intervensi kelompok besar dengan lebih baik dan lebih terinci.

Anda mungkin juga menyukai