Desain
Mechanical
Tangki
PER API-650
Desain
MAXIMUM VOLUME
ROOF TYPE
DIAMETER & TINGGI TANGKI
DESIGN LIQUID LEVEL
SPECIFIC GRAVITY LIQUID
INTERNAL DESIGN PRESSURE, MAKSIMUM 2,5 PSIG (17.24 KPA)
EXTERNAL DESIGN PRESSURE, ANTARA 0,036 PSI – 1 PSI (0,25-6,9
KPA)
DESIGN TEMPERATURE
MATERIAL
CORROSION ALLOWANCE
WIND SPEED
SEISMIC DATA: WILAYAH GEMPA & IMPORTANCE FACTOR
Kalkulasi Desain Tangki
GUNAKAN SOFTWARE YANG SUDAH TERPERCAYA
KEANDALANNYA SEPERTI AMETANK DAN INTERGRAPH TANK.
DISINI TIDAK AKAN DIJELASKAN DETAIL RUMUSNYA NAMUN
HANYA DIJELASKAN DESAIN UTAMANYA SAJA.
UNTUK DETAIL RUMUS BISA MEREFER KE API-650.
Tank:
1. One-Foot Method
• MAX. DIA. 61 M (200 FT).
• BERDASARKAN TEKANAN
HIDROSTATIK ONE FOOT (304.8
MM) DIATAS LAS HORISONTAL
SHELL TANGKI.
• JOINT EFFICIENCY: 1 (FULL
RADIOGRAPHY).
1. One-Foot Method
dihitung tebal yang terbesar td atau tt
td = Design thickness, mm atau inch
tt = Hydrostatic thickness, mm atau inch
D = Diameter Tank, m atau ft
H = Design Liquid Level, m atau ft
G = Design Specific Gravity
CA = Corrosion Allowance, mm atau inch
Sd = Allowable Design Stress, Mpa atau Psi
St = Allowable Hydrostatic Stress, Mpa atau Psi
Design liquid level untuk
tangki bertekanan
Jika internal design pressure > 1 kPa (0.145 psi), tinggi design liquid
level, H, harus ditambah design pressure menjadi:
- H + P/(9.8G) untuk SI units
- H + P/(12G) untuk USC units
P = design pressure kPa (SI unit) atau inch H2O (USC unit)
G = design specific gravity.
Jika design pressures < 1 kPa (4 in. water) tidak perlu ditambahkan.
Minimum tebal shell tank
Tank:
2. Variable-Point Method
• TANK DIA. > 61 M (200 FT)
• JOINT EFFICIENCY: 1 (FULL
RADIOGRAPHY)
• DAN MEMENUHI:
Tank:
2. Variable-Point Method
JIKA TIDAK MEMENUHI L/H<2 ATAU
L/H<1000/6
MAKA KALKULASINYA HARUS BERDASARKAN
ANALISA ELASTIS (ELASTIC ANALYSIS) YANG
MENUNJUKKAN TEGANGAN KELILING TANGKI
(CIRCUMFERENTIAL SHELL STRESS) DIBAWAH
ALLOWABLE STRESS DI TABLE 5.2
Tank:
3. Annex-A Method
Joint efficiencynya boleh 0.85
(spot) atau 0.7 (no
radiography).
Allowable design stressnya
21000 psi (145 MPa) apapun
materialnya.
Untuk tangki volume <2000 m3
dan tebal nominal shell tangki
max. 13 mm termasuk
corrosion allowance
Tank:
4. Annex-S Method
Untuk Stainless Steel Tank.
Allowable Stress per tabel S.2 API-
650.
Joint efficiency :
Tank:
5. Annex-X Method
Untuk Duplex Stainless Steel Tank.
Allowable Stress per tabel X.2 API-
650.
Joint efficiency :
Top & Intermediate Wind Girder
UNTUK MENCEGAH TANGKI TERDEFORMASI AKIBAT TEKANAN
ANGIN DAN TEKANAN VACUUM
Top Wind Girder
Wajib untuk open/floating Roof
Tank
.
Joint efficiency :
Top Wind
girder
Disupport jika lebar girder > 16x
tebalnya. Jarak antar support
max 24x lebar stiffener
Intermediate Wind Girder
Dipasang berdasarkan hasil
kalkulasi
Top Wind
girder
Intermediate
Intermediate Wind girder
Wind girder
FLOATIN
FIXED
G ROOF
ROOF
Tipika
l
Wind
Girder
Kombinasi Tekanan Vacuum +
Angin
Dihitung berdasarkan Annex V jika tekanan vacuumnya
antara 0.25 kPa (0.036 psi) - 6.9 kPa (1 psi)
Shell tangki harus di cek terhadap dua kondisi, yaitu
1. Kombinasi beban angin ditambah tekanan vacuum
2. Tekanan vacuum saja
Kombinasi Tekanan Vacuum +
Angin
Ada dua cara agar shell tidak terdeformasi / penyok
akibat beban angin dan tekanan vacum tsb, yaitu:
1. Menaikkan tebal shell tangki.
2. Menambahkan stiffener ring.
Jika jumlah stiffenernya terlalu
banyak (max.10), kurangi dengan
menaikkan tebal shell tangkinya di
setiap course atau beberapa
course saja. Lalu di hitung lagi
jumlah stiffenernya sampai
ketemu jumlah stiffener yang
diinginkan.
Pengecekan Kestabilan
Tank
Tangki harus dicek kestabilannya terhadap kombinasi:
1. Tekanan angin
2. Internal pressure
3. Gaya seismic.
Jika tidak stabil, maka tangki harus dipasang anchor
bolt. Minimum diameter anchor bolt = 25 mm (1 in.)
plus corrosion allowance dengan jarak (spacing) antar
anchor bolt tidak melebihi 3 m
Tank
Terhadap Tekanan Angin
Tangki stabil terhadap tekanan angin jika semua kondisi
berikut terpenuhi:
Tank
Terhdap Tekanan Angin
Kombinasi load per 5.2.2:
Lihat di para.5.2.1 API-650:
Dead Load (DL)
Design Internal Pressure (Pi)
Design External Pressure (Pe)
Test Pressure (Pt)
Hydrostatic Test (Ht )
Minimum Roof Live Load (Lr)
Stored Liquid (F)
Wind (W)
Seismic (E)
Snow (S)
Dll.
Tank
Terhadap Gaya Seismic
Stabil Jika nilai J < 1.54
Pengecekan
Kestabilan
Terhadap Internal
Pressure:
Tangki stabil terhadap Internal
Pressure jika gaya keatas akibat
internal pressure < Berat kosong
tank
Compression Ring
Detail roof-shell joint per fig. F-2 API-
650
beban
di Anchor Bolts
Jika tidak stabil, maka tangki harus
dipasang anchor bolt. Minimum
diameter anchor bolt = 25 mm (1
in.) plus corrosion allowance.
Spacing anchor bolt < 3 m.
Load anchor berdasarkan case yang
terbesar di tabel 5.21 API-650
Anchor Chairs & Anchor
Strap
Anchor Strap dapat digunakan
sebagai pengganti anchor bolts
Fixed Roof Desain
Min. live load menurut para 5.2.1 API-650 adalah 1 kPa (20
lb/ft2)
FRANGIBLE JOINT
Robek atau lepasnya sambungan
las antara pelat roof dengan top
angle akibat terjadinya kenaikan
tekanan secara mendadak didalam
tangki akibat terjadinya kebakaran.
Lepasnya sambungan ini bertujuan
untuk mengurangi tekanan didalam
tangki sehingga mencegah
rusaknya lasan shell tangki.
Syarat Frangible Joint
Desain
Untuk tangki tanpa anchor bolt bediameter 15 m atau lebih,
[Link].a:
[Link] roof tidak melebihi 1:6
[Link] roof tidak boleh dipasang diatas pelat roof.
[Link] las fillet roof ke top angle max 5 mm.
[Link] sambungan roof ke top angle terbatas pada tipe a s/d
e fig. F-2
[Link] potongan roof-shell tidak melebihi:
Syarat Frangible Joint
Desain
Untuk tangki tanpa anchor bolt bediameter max. 15 m
[Link] [Link].a
[Link] dan manhole di tank shell harus didesain untuk
mengakomodasi min. 100 mm pergerakan vertical shell
tanpa robek.
[Link] las pelat bottom harus butt-welded.
[Link] dilakukan analisa elastic untuk meyakinkan bahwa
kekuatan sambungan shell-bottom paling sedikit 1.5x
kekuatan sambungan atas dengan kondisi tank kosong
dan 2.5x pada kondisi tank penuh
Syarat Frangible Joint
Desain
Untuk tank dengan anchor berdiameter berapapun harus
memenuhi [Link].a dan anchorage dan counterweight
harus didesain 3x kalkulasi failure pressure di para. F.6:
Syarat Frangible Joint
Desain
Untuk tank dengan anchor berdiameter berapapun harus
memenuhi [Link].a dan anchorage dan counterweight
harus didesain 3x kalkulasi failure pressure di para. F.6:
Supported Cone Roof
Jarak antar rafter harus memenuhi para [Link] API-650
berikut ini:
TEBAL NOMINAL RANGKA ROOF MINIMUM 4.3 MM (0.17 IN)
TEBAL SETELAH TERKOROSI MINIMAL 2.4MM (0.094 IN.).
TIANG PENYANGGA TEBAL MINIMALNYA 6 MM.
TIANG PENYANGGA INI DAPAT TERBUAT DARI PIPA MAUPUN PROFIL BEAM DAN
MAXIMUM SLENDERNESS RATIONYA TIDAK MELEBIHI 180.
Column
Roof
Diberi guide/gusset agar dapat bergerak
vertikal 75 mm
Tidak di las ke bottom plate
Diberi wear plate min. 6mm
Self Suporting Cone
Roof
Tebal kalkulasi antara 5 – 13 mm terkorosi.
Jika lebih dari 13 mm terkorosi, ganti dome roof atau supported roof
= 9.5o – 37o
Self Suporting Dome Roof
Tebal kalkulasi antara 5 – 13 mm terkorosi. Jika lebih dari 13
mm terkorosi, ganti dengan rafter dome roof
-
0.8
D :
1.2 dius
Ra
External Floating Roof
Single Deck Pontoon
Diatur di Annex-C. Desain bouyancy (daya apung):
• Specific gravity max. 0.7
• Kondisi tergenang air hujan 250 mm dalam waktu 24
jam.
• Kondisi bocor di deck dan dua kompartemen yang
berdekatan terendam fluida (air hujan dan live load
diabaikan).
External Floating Roof
Double Deck Pontoon
Diatur di Annex-C, desain bouyancy (daya apung):
• Specific gravity max. 0.7
• Kondisi tergenang air hujan 250 mm dalam waktu 24
jam, tidak berlaku jika dilengkapi emergency drain
• Dua kompartemen yang berdekatan terendam fluida (live
load dan air hujan diabaikan).
Internal Floating Roof
Diatur di Annex-H, desain bouyancy (daya apung):
• Specific gravity min. 0.7
• 2x berat matinya ditambah gaya gesek seal dengan
dinding tangki
• Untuk tipe aluminium, dua pontoon yang berdekatan
bocor dan terendam fluida. Untuk tipe single & double
deck: dua kompartemen yang berdekatan bocor dan
terendam fluida.
• Pada kondisi diatas ditambah ada dua orang atau lebih
berjalan diatasnya. Beban perorang dianggap sebesar
2.2 kN (500 lbf) pada area 0.1 m2 (1 ft2).
Reinforcement Nozzle &
Manhole di Shell
Circular reinforcement
Diamond reinforcement
Type Nozzle & Manhole di
Shell Terbawah
Low-type
Regular-type
i
Nozzle
Dimens
i
Nozzle
Shell
Manhol
e
Shell
Manhol
e
Dimensi Roof
Manhole
Berfungsi untuk ventilasi
ketika maintenance
pada
Nozzle
Drain
Drain nozzle dengan
draw-off sump:
Drain nozzle tanpa
draw-off sump:
Flush Type Clean
Out
Untuk tangki yang fluida didalam
tangki tsb menghasilkan endapan
padat yang sulit dibuang melalui
manhole.
Bagian bawahnya
rata dengan
bottom plate
sehingga mudah
untuk membuang
kotoran atau
endapan lumpur
didasar tangki
Flush Type
Clean Out
Dimensinya di atur fig.5.12 API-
650
Jarak Minimum
Nozzle di Shell
Minimum
Nozzle
dengan lasan
di Shell
Pengecekan Untuk mengecek jarak
pengelasan tsb, maka harus
Jarak Shell dibuat bentangan shell tangki
lengkap dengan lokasi nozzle dan
Nozzle aksesoris lainnya seperti ladder
clip, piping clip, anchor chair,
ladder, dll
Thermal Stress / PWHT
• Flush Clean Out harus di PWHT
• Shell material yang termasuk di Group I,
II, III, atau IIIA, maka semua nozzle >
12” di pelat shell yang tebalnya >25 mm
(1 in.) harus di PWHT.
• Shell material yang termasuk di Group
IV, IVA, V, or VI, maka semua nozzle di
pelat shell yang tebalnya >13 mm (1/2
in.) harus di PWHT