0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan33 halaman

Metode NWP dalam Manajemen Proyek

Dokumen ini membahas tentang Network Planning (NWP) yang digunakan untuk perencanaan proyek dengan menggambarkan hubungan antar aktivitas dalam diagram jaringan. Metode yang dijelaskan termasuk PERT dan CPM, yang masing-masing memiliki pendekatan dan fokus yang berbeda dalam manajemen proyek. Kesimpulannya, diagram jaringan kerja penting untuk memastikan pengelolaan proyek yang efisien dan tepat waktu.

Diunggah oleh

afandi.am07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan33 halaman

Metode NWP dalam Manajemen Proyek

Dokumen ini membahas tentang Network Planning (NWP) yang digunakan untuk perencanaan proyek dengan menggambarkan hubungan antar aktivitas dalam diagram jaringan. Metode yang dijelaskan termasuk PERT dan CPM, yang masing-masing memiliki pendekatan dan fokus yang berbeda dalam manajemen proyek. Kesimpulannya, diagram jaringan kerja penting untuk memastikan pengelolaan proyek yang efisien dan tepat waktu.

Diunggah oleh

afandi.am07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NETWORK

PLANNING
(NWP)

Vasha Indria (2213000110)


1. Ketentuan Network
Planning

Network planning dipergunakan untuk perencaan


penyelesaian berbagai macam pekerjaan
terutama pekerjaan yang terdiri atas berbagai unit
pekerjaan yang semakin sulit dan rumit. Menurut
Sofwan Badri (1997: 13) dalam bukunya "Dasar-
Dasar Network Planning" Network planning pada
prinsipnya adalah hubungan ketergantungan
antara bagian-bagian pekerjaan (variabel) yang
digambarkan/ divisualisasikan dalam diagram
network.
Simbol Network Planning

Simbol Lingkaran Peristiwa

• Lingkaran : untuk menggambarkan peristiwa


(event); peristiwa mulai dan berkahirnya
kegiatan.
• Peristiwa diberi nomor, biasanya ascending,
adanya jarak nomor membuat lebih leluasa bila
ada penyisipan kegiatan baru.

• Simbol • NE : Nomor peristiwa


: • EET (Earliest Event Time) :
Waktu paling awal peristiwa
terjadi
• LET (Latest Event Time) :
Waktu paling akhir peristiwa
terjadi
Metode NWP

1. METODE PERT 2. METODE CPM


PERT (Program Evaluation and Review CPM (Critical Path Method) adalah suatu
Technique) adalah suatu alat manajemen proyek rangkaian item pekerjaan dalam suatu proyek
yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, yang menjadi bagian kritis atas terselesainya
mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian proyek secara keseluruhan.
pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. Menggambarkan/
Menggambarkan/memvisualisasikan memvisualisasikan
suatu proyek: suatuproyek:
PERT menggunakan pendekatan AON CPM menggunakan pendekatan
(activity on node): kegiatan AOA (Activity on Arrow):
digambarkan dengan suatu kegiatan digambarkan dengan
noktah/lingkaran menggunakan anak panah
CONTOH PERT :
CONTOH PERT :

A,2 2 B,4 C,6


A B C 1 3 4
Perbedaan Metode PERT DAN CPM

PERT
• Digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang
belum perkah dikerjakan.
• Digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat,
terlama serta terlayak.
• Ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu
maka biaya proyek turut mengecil.
• Anak panah menunjukan tata urutan (hubungan presidentil).

CPM
• Digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas
yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya
setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
• Hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu
waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu
proyek.
• Menekankan tepat biaya.
• Tanda panah adalah kegiatan.
Contoh :
Menyusun diagram
jaringan kerja

Diamonta Nirwana
2213000227
Tristan

Pengertian Diagram jaringan kerja?

Diagram Jaringan Kerja adalah representasi visual yang


menunjukkan urutan, ketergantungan, dan hubungan antara
aktivitas-aktivitas dalam proyek. Dalam diagram ini, setiap
aktivitas atau tugas digambarkan sebagai node (kotak atau
lingkaran), dan hubungan antar aktivitas ditunjukkan oleh panah.
Dengan cara ini, kita bisa melihat dengan jelas bagaimana tugas-
tugas tertentu bergantung pada tugas lainnya, serta urutan
pengerjaannya.
Menyusun Diagram 1. Identifikasi Semua Aktivitas
atau Tugas

Jaringan Kerja Langkah pertama mengidentifikasi semua


aktivitas yang perlu dilakukan dalam proyek.
Aktivitas ini bisa berupa tugas-tugas yang lebih
besar atau lebih kecil yang diperlukan untuk
mencapai tujuan proyek. Setiap tugas ini akan
3. Buat Diagram Jaringan menjadi bagian dari diagram jaringan kerja.
Kerja
Diagram AON: Aktivitas digambarkan dalam bentuk
node (lingkaran atau persegi panjang), dan 2. Tentukan Urutan dan Hubungan
hubungan antar aktivitas digambarkan dengan Antar Aktivitas
panah. Setelah semua aktivitas diidentifikasi, langkah
berikutnya adalah menentukan hubungan
antar aktivitas, yaitu urutan pelaksanaan
pekerjaan. Beberapa aktivitas harus selesai
terlebih dahulu sebelum aktivitas lain dapat
dimulai.
Menyusun Diagram
Jaringan Kerja 6. Buat Estimasi Sumber
Daya
Tentukan sumber daya yang diperlukan untuk setiap
4. Tentukan Durasi Setiap aktivitas (misalnya tenaga kerja, alat, bahan), serta
Aktivitas siapa yang bertanggung jawab atas setiap tugas.
Estimasikan durasi atau waktu yang diperlukan 7. Evaluasi dan Revisi
untuk menyelesaikan setiap aktivitas. Durasi ini
penting untuk menghitung waktu total proyek dan Setelah diagram jaringan kerja selesai, pastikan
membantu dalam identifikasi jalur kritis. semuanya logis dan realistis. Periksa apakah ada
kemungkinan kesalahan atau hubungan yang kurang
5. Identifikasi Jalur Kritis tepat antara aktivitas. Juga, pastikan bahwa semua
aktivitas memiliki durasi yang realistis.
Jalur kritis rangkaian aktivitas yang menentukan waktu
penyelesaian proyek. Aktivitas di jalur kritis tidak dapat
ditunda tanpa mempengaruhi waktu penyelesaian
proyek. Mengetahui jalur kritis memungkinkan manajer
proyek untuk fokus pada aktivitas yang paling penting
Kesimpulan

Menyusun diagram jaringan kerja adalah langkah penting


dalam manajemen proyek karena membantu merencanakan,
mengelola, dan mengontrol alur kerja proyek secara lebih
terstruktur dan efisien. Diagram ini memastikan semua
aktivitas terorganisasi dengan baik sehingga proyek dapat
diselesaikan tepat waktu dan sesuai target.
Kalkulasi Waktu
Kegiatan
Menggunakann
CPM
KRISNA MUKTI
2213000093
Alasan Menggunakan
Metode CPM Untuk
Menghitung Waktu
Kegiatan
01 Meningkatkan perencanaan
mendatang

Memfasilitasi manajemen sumber


02
daya yang lebih efektif

03 Membantu menghindari penghambat


Cara menghitung jalur
kritis(CPM)
1: Dapatkan data proyek. Buat daftar semua
aktivitas proyek beserta ketergantungan dan
waktu spesifiknya.
2: Uraikan diagram jaringan. Kami telah
menulis sebuah posting yang menjelaskan
cara menguraikan diagram jaringan proyek
langkah demi langkah.
3: Hitung Waktu Mulai Awal dan Waktu Mulai
Akhir. Tentukan Waktu Mulai Awal dan Waktu
Mulai Akhir untuk setiap aktivitas.
4: Hitung Waktu Selesai Lebih Awal dan
Selesai Lebih Lambat. Tentukan Waktu Selesai
Lebih Awal dan Selesai Lebih Lambat untuk
setiap aktivitas.
5: Hitung waktu kelonggaran. Jalur kritis harus
ditentukan dengan mencari kelonggaran untuk
setiap aktivitas dalam proses. Aktivitas yang
tidak memiliki kelonggaran adalah aktivitas
Tristan

Manpatkan Jadwal
1. Fast tracking: Lihat jalur kritis untuk menentukan aktivitas
yang dapat dilakukan secara bersamaan. Menjalankan proses
paralel akan mempercepat keseluruhan durasi.

2. Crashing: Proses ini mencakup alokasi lebih banyak sumber


daya untuk mempercepat aktivitas. Sebelum mendapatkan lebih
banyak sumber daya, pastikan hal tersebut masih
dalam cakupan proyek dan beri tahu pemangku kepentingan
tentang perubahan.
KESIMPULAN
Jalur kritis(cpm) menunjukkan kepada kita
aktivitas-aktivitas utama yang akan menentukan
total waktu proyek, oleh karena itu Manajer
Proyek harus menyadari pemenuhan masing-
masing aktivitas tersebut. Ini tidak berarti bahwa
aktivitas-aktivitas lainnya harus diabaikan
sebaliknya, jika aktivitas-aktivitas tersebut
tertunda lebih lama dari waktu yang tersedia,
proyek akan mengalami masalah untuk
diselesaikan tepat waktu.
RUMUS DIAGRAM
NETWORK

FANSHORI DWI
FAHREZA
2213000088
Pengertian Critical Path Method (Jalur
• CPM adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan atau aktivitas-aktivitas ketika
Krisis)
menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.

• Disebut aktivitas kritis bila penundaan waktu aktivitas akan mempengaruhi waktu
penyelesaian keseluruhan proyek.

• Sedang aktivitas tidak kritis adalah jika kegiatan memilik waktu yang dapat ditunda.

• Jalur kritis ditunjukkan oleh waktu dengan selisih O, artinya jika ada satu saja aktivitas
dijalur kritis yang tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan akan
tertunda.
Network
Diagram
Urutan pekerjaan digambarkan dalam diagram jaringan
(network diagram) atau arrow diagram,dimana diagram
jaringan ini menggunakan simbol:
• Simpul (node) > menggambarkan suatu kejadian (event)
• Panah (arrow) > menggambarkan suatu kegiatan (activity)

Contoh Network Diagram


Algoritma
Diagram
Istilah Dalam CPM
2. LF (Latest Finish):
1. ES (Earliest Start 3. Slack: Waktu yang
Waktu paling lambat
Time): Waktu Mulai dimiliki oleh sebuah
kegiatan boleh
paling awal suatu kegiatan untuk bisa di
dimulai tanpa
kegiatan. Bila waktu undur, tanpa
memperlambat
mulai dinyatakan menyebabkan proyek
proyek.
dalam jam, maka secara keseluruhan.
4. Jalur Kritis: adalah
waktu ini adalah jam 5. Total Float: Sejumlah
jalur yang tidak
paling awal kegiatan waktu untuk penundaan
memiliki masa
dimulai yang terdapat pada
tenggang pada suatu
suatu kegiatan dimana
kegiatan yang
kegiatan tersebut dapat
dikerjakan. Apabila
diperlambat
menunda pekerjaan
pelaksanaannya tanpa
pada jalur ini maka
mempengaruhiselesainy
akan mempengaruhi
a proyek secara
kegiatan proyek
RUMUS
MENGHITUNG
CPM
Hitungan Maju (Forward
Pass)
Menentukan Nilai Total Float (TF)
Rumus : (LF KEGIATAN AKHIR) – T (DURASI) – (ES KEGIATAN
Rumus : ES + T AWAL)
Hitungan Mundur (Backward
Menentukan Nilai Free Float (FF)
Pass)
Rumus : (EF KEGIATAN AKHIR) – T (DURASI) – (ES KEGIATAN
Rumus : ES + T
AWAL)
Menentukan Slack
Rumus : Slack = LF-ES

Menentukan Jalur Krisis


Rumus : Jalur Krisis = LF-ES
=0
PERHITUNGAN
MAJU
(FORWARD PASS)

M. FARHAN HARAHAP
2213000099
PERHITUNGAN MAJU
(FORWARD PASS)
Dimulai dari Start (initial event) menuju Finish (terminal event) untuk menghitung waktu penyelesaian tercepat
suatu kegiatan (EF), waktu tercepat terjadinya kegiatan (ES) dan saat paling cepatdimulainya suatu peristiwa (E).
Aturan Hitungan Maju (Forward Pass)
• Kecuali kegiatan awal, maka suatu kegiatan baru dapat dimulai bila kegiatan yang mendahuluinya (predecessor)
telah selesai.
• Waktu selesai paling awal suatu kegiatan sama dengan waktu mulai paling awal, ditambah dengan kurun waktu
kegiatan yang mendahuluinya.
Rumus: ES + T
Bila suatu kegiatan memiliki dua atau lebih kegiatan-kegiatan terdahulu yang menggabung, maka waktu mulai
paling awal (ES) kegiatan tersebut adalah sama dengan waktu selesai paling awal (EF) yang terbesar dari kegiatan
terdahulu.
Contoh :
PERHITUNGAN
MUNDUR
(BACKWARD
PASS)
PUTRI ALTASYA
2213000101
PERHITUNGAN MUNDUR
(BACKWARD PASS)
Dimulai dari Finish menuju Start untuk mengidentifikasi saat paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LF), waktu
paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LS) dan saat paling lambat suatu peristiwa terjadi (L).
Aturan Hitungan Mundur (Backward Pass)
• Waktu mulai paling akhir suatu kegiatan sama dengan waktu selesai paling akhir dikurangi kurun waktu
berlangsungnya kegiatan yang bersangkutan.
Rumus : LF – T
• Apabila suatu kegiatan terpecah menjadi 2 kegiatan atau lebih, maka waktu paling akhir (LF) kegiatan tersebut
sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan berikutnya yang terkecil.
Apabila kedua perhitungan tersebut telah selesai maka dapat diperoleh nilai Slack atauFloat yang merupakan
sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas dalam sebuah jaringan kerja.
Contoh :
FLOAT DAN JALUR
KRITIS

ARMANSYAH PUTRA
2213000118
FLOAT DAN JALUR KRITIS
1. MENENTUKAN FLOAT (SLACK)
Setelah perhitungan forward pass dan backward pass dari seluruh kegiatan telah dihitung, maka untuk menemukan
waktu slack (waktu bebas) yang dimiliki setiap kegiatan menjadi [Link] adalah waktu yang dimiliki oleh
sebuah kegiatan untuk bisa diundur, tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan.
Rumus menghitung SLACK = LF-ES
2. Menentukan Jalur Kritis
Jalur kritis adalah jalur yang tidak ada masa tenggang dalam pelaksanaan proyek. Secara matematis ditentukan
dengan
Rumus JALUR KRITIS = LF-ES = 0
JALUR DITAMBAHKAN UNTUK MENDAPATKAN NILAI AKHIR.
Contoh :
KESIMPULAN
Kesimpulan dari soal tersebut adalah:
1. Total Durasi Proyek:
Proyek dapat diselesaikan dalam waktu 9 hari sesuai dengan jalur kritis yang telah dihitung.
2. Jalur Kritis:
Jalur kritis yang menentukan waktu penyelesaian proyek adalah: A → B → F → G.
Tugas-tugas pada jalur ini tidak memiliki slack (Slack = 0), sehingga harus diselesaikan tepat waktu untuk menghindari keterlambatan
proyek.
3. Kelonggaran Waktu (Slack):
-Tugas C, D, dan E memiliki slack masing-masing, sehingga dapat ditunda tanpa memengaruhi waktu penyelesaian proyek.
-Tugas-tugas ini bukan bagian dari jalur kritis.
4. Prioritas Pengelolaan: Karena tugas di jalur kritis memengaruhi keseluruhan proyek, fokus utama harus diberikan pada A, B, F,
dan G untuk memastikan tidak ada penundaan.
Rekomendasi: Pastikan sumber daya dialokasikan secara optimal untuk tugas-tugas di jalur kritis agar proyek selesai sesuai jadwal
dalam 9 hari.
TERIMAKASIH

ARMANSYAH PUTRA
2213000118

Anda mungkin juga menyukai