X T EK 2
OLEH:
M P O K 3
KELO
ANGGOTA KELOMPOK
FINA Z
A EINA A
A N
M A D HASS
AH
KAR SAFIRA
I YAZ AF RIZQI
I MT AMALI
A
DAFTAR ISI
0 Pendahul 04 Penyebab
Tujuan &
uan
1
02 Pengertian 05 APD
K3 Pengertian
03 Faktor dari 06 Kesimpul
K3 an
PENDAHULUA
N
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah
aspek penting yang harus diperhatikan di
setiap tempat kerja. K3 tidak hanya bertujuan
untuk melindungi karyawan dari bahaya fisik
dan kesehatan, tetapi juga untuk memastikan
lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Penerapan K3 yang baik dapat mencegah
kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan
kerugian materiil yang dapat berdampak pada
perusahaan secara keseluruhan.
PENGERTIAN K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah
bidang yang berfokus pada pengelolaan risiko di
tempat kerja untuk mencegah kecelakaan, cedera,
dan penyakit akibat kerja yang mengakibatkan
demotivasi dan defisiensi produktivitas kerja.
Menurut UU pokok Kesehatan RI No. 9 Th. 1960 BAB I Pasal
II, Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang
bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani,
maupun sosial dengan usaha pencegahan dan pengobatan
terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun
penyakit umum.
FAKTOR
Berdasrkan Moekijat (2004), program Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) dilaksanakan karena tiga faktor penting, yaitu:
Berdasarkan Berdasarkan Undang-
Perikemanusiaan Berdasarkan alasan
ekonomi
Undang
Pertama -tama para Ada juga alasan
manajer akan mengadakan program
mengadakan pencegahan Berdasarkan Alasan keselamatan dan
kecelakaan kerja atas ekonomi untuk sadar
dasar perikemanusiaan
Kesehatan kerja
yang sesungguhnya. keselamatan kerja karena berdasarkan Undang -
Mereka melakukan biaya kecelakaan undang, bagi Sebagian
demikian untuk
dampaknya sangat besar mereka yang
mengurangi sebanyak- melanggarnya akan
banyaknya rasa sakit dari bagi perusahaan.
TUJUAN KESELAMATAN KERJA
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan
kerja, bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang
berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja
dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya
kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan
perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat
meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat
penting mengingat apabila Kesehatan pegawai buruk
mengakibatkan turunnya capaian/output serta demotivasi
kerja.
PENYEBAB
Beban Kerja. Beban kerja merupakan beban fisik, mental dan sosial, sehingga
penempatan pegawai sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan
Kapasitas Kerja. Kapasitas Kerja yang bergantung pada tingkat Pendidikan,
keterampilan, kebugaran jasmani, ukuran tubuh ideal, keadaan gizi dsb
Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja yang berupa faktor fisik, kimia,
biologi,ergonomic ataupun psikososial.
Sehubungan dengan hal tersebut disamping, kecelakaan Kerja
dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard
identification, risk assessment, dan risk control.
0 Identifikasi Bahaya (hazard
identification).
1 bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya
Kategori bahaya adalah bahaya fisik,
kimia, bahaya ergonomi, bahaya kebiasaan,
bahaya lingkungan bahaya biologi dan
bahaya psikologi.
Sehubungan dengan hal tersebut disamping, kecelakaan Kerja
dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard
identification, risk assessment, dan risk control.
02 Penilaian Risiko (Risk
Assestment).
Adalah proses penilaian untuk mengidentifikasi potensi bahaya
yang dapat terjadi yang bertujuan untuk control risiko dari proses
dan operasi. Penilaian dalam risk assestment yaitu likehood dan
severity. Likehood menunjukkan seberapa mungkin kecelakaan
terjadi, severity menunjukkan seberapa parah dampak
kecelakaan tersebut, Nilai dari likehood dan severity akan
digunakan untuk menentukan risk rating, dimana risk rating
adalah nilai tingkat resiko, bisa rendah, menengah, tinggi atau
ekstrem (AS/NZS).
Sehubungan dengan hal tersebut disamping, kecelakaan Kerja
dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard
identification, risk assessment, dan risk control.
03 Pengendalian Risiko (risk
Control).
Adalah cara mengatasi potensi bahaya yang terdapat
dalam lingkungan kerja. Potensi bahaya tersebut dapat
dikendalikan dengan menentukan skala prioritas terlebih
dahulu yang kemudian dapat membantu dalam
pemilihan pengendalian Hirarki pengendalian risiko
menurut OHSAS 18001 terdiri dari lima hirarki yaitu
eliminasi, subtitusi, engineering control, administrative
control dan alat pelindung diri (APD).
PENGERTIAN APD
Alat pelindung diri merupakan
kelengkapan yang wajib digunakan
saat bekerja sesuai bahaya dan
resiko kerja untuk menjaga
keselamatan pekerja dan orang
disekelilingnya.
ALAT PELINDUNG DIRI
(APD)
-Safety Helmet
-Full Body Safety
Harness
-Sabuk Pengaman
-Sepatu Karet
-Sepatu Pelindung-Penutup Telinga
-Sarung Tangan -Kacamata
-Tali Pengaman Pengaman
-Masker
-Tameng Wajah
-Jas Hujan
-Pelampung
LINGKUNGAN
HIDUP
Lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain
KESIMPULAN
Seperti yang kita ketahui, sangat
penting untuk memahami konsep
K3 dan APD saat bekerja, karena
dengan memahami dan
menerapkan prinsip-prinsip K3 dan
penggunaan APD, kita dapat
menciptakan lingkungan kerja yang
lebih aman dan sehat bagi semua