0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan43 halaman

Perbandingan Deep dan Surface Learning

Dokumen ini membahas perbedaan antara Surface Learning dan Deep Learning dalam konteks pendidikan, dengan penekanan pada pentingnya pemahaman mendalam dan penguasaan kompetensi. Deep Learning bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan. Terdapat juga kerangka kerja dan tantangan dalam menerapkan pendekatan Deep Learning di kelas.

Diunggah oleh

heniesensasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan43 halaman

Perbandingan Deep dan Surface Learning

Dokumen ini membahas perbedaan antara Surface Learning dan Deep Learning dalam konteks pendidikan, dengan penekanan pada pentingnya pemahaman mendalam dan penguasaan kompetensi. Deep Learning bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan. Terdapat juga kerangka kerja dan tantangan dalam menerapkan pendekatan Deep Learning di kelas.

Diunggah oleh

heniesensasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IHT _ SMA NEGERI PLAOSAN

Deep Learning
By HENIE GALLARAN
Plaosan, 25 Januari
2025.
Sepengetahuan Anda di
awal apa itu Deep Learning?
(Tanpa Googling, Searching)
Surface Learning

Surface Learning (Belajar di Permukaan)


berusaha membahas banyak materi secara
luas dengan mengorbankan proses
pemahaman dan peningkatan kompetensi dari
para peserta didik
Surface Learning

Surface Learning (Belajar di Permukaan):


Pendekatan yang berfokus pada membuat
peserta didik hanya menerima fakta baru
tanpa berpikir kritis, lebih banyak menghafal,
pasif menerima informasi, tanpa
memperdalam materi, dan belajar hanya
untuk ujian
Sumber: Puspapertiwi & Nugroho
(2024)
Pembelajaran Mendalam
( Deep Learning )
Dalam konteks pendidikan, Deep Learning
merupakan pendekatan yang menekankan
pemahaman konsep dan penguasaan
kompetensi secara mendalam dalam cakupan
materi yang lebih sempit

Melalui pendekatan ini, peserta didik


didorong untuk aktif terlibat dalam proses
pembelajaran dan menyelami topik yang
dipelajari
Sumber: Puskurjar
(2025)
Deep Learning
Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada mengembangkan kompetensi dan
keterampilan abad ke-21 (6C) untuk
membekali siswa menghadapi tantangan
di dunia nyata.
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan
yang memuliakan dengan menekankan pada
penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna
(meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui
olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa
(estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik
dan terpadu.
KERANGKA
KERJA
PEMBELAJARAN
MENDALAM
[Link] Pembelajaran dalam
Deep Learning
1. Praktik pedagogis
2. Lingkungan pembelajaran
3. Pemanfaatan teknologi digital
4. Kemitraan pembelajaran
Deep Learning sebagai Solusi

Sumber: Puskurjar
(2025)
B.6 Kompetensi Deep Learning
dan 8 Dimensi Profil Lulusan

Sumber: Fullan et al Sumber: Ilustrasi gambar dari Instagram


(2018) meldiyareza
6 Kompetensi dalam Deep Learning
Kompetensi murid dalam Deep Learning yang
perlu dituju ialah 6C :

Character (Karakter): Mengembangkan


tanggung jawab, empati, dan integritas.
Citizenship (Kewarganegaraan Global):
Memahami dan berkontribusi pada isu-isu lokal dan
global.
Collaboration (Kolaborasi): Bekerja sama dengan
orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Communication (Komunikasi): Menyampaikan
ide secara efektif.
Creativity (Kreativitas): Berpikir inovatif
dan menciptakan solusi baru.
Critical Thinking (Berpikir Kritis):
Menganalisis
informasi untuk membuat keputusan yang
tepat.
8 Dimensi
Penalara
Lulusan
Keimanan dan
Ketakwaan
terhadap Tuhan
YME
Kewargaa
n
n Kreativita
s
Kritis

Kolabora Kemandiria Kesehata Komunika


si n n si
6 Dimensi pada Profil Pelajar Pancasila
[Link] Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran Bermakna Menggembirakan


1. Berkesadaran
(Mindful)
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka
memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu
meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran,
termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif
mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.

Contoh kegiatan :
Guru mengajak siswa mendiskusikan mengapa materi ini penting
dan bagaimana mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Guru meminta siswa menuliskan refleksi singkat di
jurnal belajar tentang perasaan mereka saat memecahkan
masalah, strategi yang digunakan, dan perbaikan yang bisa
dilakukan di masa depan.
Keragaman Peserta Didik
Elemen yang Berdiferensiasi
Dalam pembelajaran
berdiferensiasi, empat aspek
yang ada dalam kendali guru
adalah Konten, Proses, Produk,
dan Lingkungan atau Iklim
Belajar di kelas

Guru dapat menentukan


bagaimana empat aspek ini
akan dilaksanakan di dalam
pembelajaran di kelas
2. Bermakna (Meaningful)
Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam
situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas
memahami informasi/ penguasaan konten, namun berorientasi
pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan.

Contoh kegiatan :
Guru mengajak murid melakukan observasi di lingkungan
sekitar.
Guru mengajak siswa diskusi singkat tentang berbagai sumber
energi yang mereka gunakan sehari-hari, seperti listrik, baterai,
dan bahan bakar.
Guru juga mendorong siswa untuk memikirkan solusi
nyata seperti pemanfaatan energi terbarukan di rumah
Pembelajaran
Bermakna ( Meaningful
Learning )
Pembelajaran bermakna merupakan pembelajaran
yang memungkinkan peserta didik mengaitkan
informasi baru dengan pengetahuan yang sudah
dimiliki (prior knowledge),
sehingga informasi tersebut menjadi relevan,
terorganisasi, dan bertahan lama
Pembelajaran Bermakna
( Meaningful Learning )

Sumber: Ausubel,
1963
[Link] (Joyful)
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar
yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa
senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara
emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.

Contoh Kegiatan
Guru memulai kelas dengan menanyakan kondisi murid,
kesiapan belajar. Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil
dan memberikan tantangan yang sesuai.
Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan umpan
balik positif terhadap kreativitas dan ekspresi setiap
kelompok.
Karakteristik Lingkungan
Belajar yang Menyenangkan
Suasana Positif

Lingkungan belajar yang positif, penuh semangat, dan


saling mendukung menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan

Contoh:
Belajar dapat dilakukan di dalam ruangan, luar ruangan
(jelajah lingkungan sekolah, industri), dan dunia maya
yang menarik (menggunakan LMS)
Karakteristik Lingkungan
Belajar yang Menyenangkan

Aktivitas yang Bervariasi

Kegiatan belajar yang beragam dan menarik seperti


permainan, praktikum, proyek dan seni sehingga
membuat peserta didik tetap terlibat dan termotivasi
Karakteristik Lingkungan
Belajar yang Menyenangkan
Interaksi yang Positif

Hubungan guru-peserta didik yang positif, saling


menghargai, dan terbuka menciptakan rasa nyaman
dan aman bagi peserta didik

Contoh:
1. Menyapa saat pembelajaran dimulai
2. Merespon pertanyaan
3. Memberi pujian dan masukan
Peran Guru dalam Menciptakan
Joyful Learning
Membangun Kedekatan
1. Membangun hubungan baik dan kedekatan
dengan peserta didik
2. Menciptakan suasana yang hangat dan nyaman
Peran Guru dalam Menciptakan
Joyful Learning
Mendorong Kreativitas

Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk


bereksplorasi, berkreasi, dan mengungkapan ide-ide
mereka
Peran Guru dalam Menciptakan
Joyful Learning
Menciptakan Suasana Positif
Menciptakan suasana belajar yang positif,
penuh semangat, dan saling mendukung
Peran Teknologi dalam Mendukung Joyful
Learning
“ICT is a power that change most aspects of human life” (Oliver, 2002)
Platform Teknologi dalam Mendukung Joyful
Learning
Tips Menerapkan Joyful Learning
1. Kenali peserta didik
2. Siapkan lingkungan belajar
3. Variasikan metode pembelajaran dan ciptakan
aktivitas yang menarik-kreatif
4. Gunakan media pembelajaran yang menarik
5. Berikan apresiasi
D. Pengalaman Belajar

[Link]

[Link]

an

[Link]
[Link]
Guru menayangkan media pembelajaran video lagu
dengan mengaplikasikan Gurindam.
Guru memberikan pertanyaan pemantik : “Coba analisis lirik
yang ada dalam lagu tadi? Perhatikan bagaimana rimanya,
bagaimana jumlah barisnya, bagaimana polanya?”
Murid melakukan diskusi kelompok untuk menemukan hal-hal
yang ditanyakan guru.
Setiap kelompok melakukan presentasi dan saling
memberikan feedback
Guru menyimpulkan hasil presentasi, dan mengenalkan
apa itu Gurindam.
2. Mengaplikasikan
Guru meminta murid untuk melakukan Observasi Sekolah, melihat
permasalahan apa yang ada di sekitar sekolah.
Sebelum Observasi, guru memberikan rubrik observasi, sehingga
apa yang diobservasi sesuai.
Kelompok murid melakukan observasi : tempat parkir,
perpustakaan, kantin, pembuangan sampah, taman sekolah, dll.
Setelah observasi, murid mempresentasikan penemuannya di
kelas.
Guru dan murid bersama-sama menuliskan masalah-masalah yang
ditemukan di sekolah. Dan sepakat untuk membuat kampanye sosial
untuk mengatasi masalah itu.
Kampanye sosial akan diolah dan disampaikan menggunakan format
Gurindam “Sebab - Akibat” dan dikemas ke dalam berbagai bentuk
produk : poster, video, komik, vlog, dll.
[Link]
• Guru Memberikan Feedback karya murid.
• Guru memandu diskusi reflektif dengan
mengajukan
pertanyaan: Apa yang membuat karya kalian
bermakna? Bagaimana proses ini
memengaruhi cara
kalianberpikir tentang isu sosial?Apa yang
dapat kalian terapkan di kehidupan nyata dari
pembelajaran ini?
• Antar murid memberikan apresiasi
Saya marah
besar pada
anak yang
nggak ngerjain
LKS!
“Melihat anak yang
nggak ngerjain LKS,
membantu ayahnya
buat batu bata di
sawah..”
Dul
u
Prose
s
Produk

Baca buku paket, Mengerjakan


tentang Gurindam. soal LKS tentang
Gurindam.
Berubah.
...
M a k a Kamu
tak akan
kalah~
Sekara
ng
Prose
s
Produk

Membuat kampanye
Mengaplikasikan
sosial.
menjadi lagu Vlog
Rap. Komik
Observasi Lagu
sekitar.
Tantangan dalam Menerapkan
Deep Learning
1. Minimnya dukungan dari pihak sekolah, orang
tua, dan masyarakat
2. Menghadapi keterbatasan sumber belajar,
media pembelajaran, teknologi, dan
fasilitas belajar
3. Menangani kebutuhan belajar peserta
didik yang beragam dan menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan

Common questions

Didukung oleh AI

A pedagogical strategy that combines Deep Learning and Joyful Learning involves experiential project-based learning where students work collaboratively to solve real-world problems . This strategy promotes critical thinking and creativity while engaging students in a fun, supportive environment. For example, students might design renewable energy solutions for their community, supported by experiential learning resources like field studies and simulations, culminating in creative presentations of their projects . This integrative approach leads to meaningful, joyful, and effective learning experiences .

Connecting new content with prior knowledge makes learning more meaningful and helps students retain and apply information more effectively . Teachers can achieve this by using strategies such as analogies, discussions that link topics with familiar contexts, and scaffolded learning activities that gradually build on existing knowledge . This approach supports cognitive integration and reduces cognitive load during learning .

Technology can enhance Deep Learning by enabling flexible, interactive, and personalized learning experiences. It supports collaboration through digital platforms, stimulates curiosity through multi-modal content, and offers real-world problem-solving scenarios via simulations and virtual environments . Technology fosters student engagement by offering diverse forms of media and feedback systems that align with various learning styles .

The 6Cs are crucial for preparing students for real-world challenges as they encompass key competencies required for success in a globalized and rapidly-changing environment. Character and citizenship foster social responsibility and ethical behavior. Collaboration and communication are essential for teamwork and effective interpersonal interactions. Creativity drives innovation, while critical thinking enables problem-solving and quality decision-making . These skills collectively prepare students to navigate complex societal issues and contribute meaningfully to their communities .

Deep Learning in education focuses on a deep understanding of concepts and mastering competencies within a narrower scope of material. It encourages active involvement and critical thinking, aiming to develop 21st-century skills such as character, citizenship, collaboration, communication, creativity, and critical thinking . In contrast, Surface Learning emphasizes covering a wide array of topics at the expense of comprehensive understanding, often leading to passive reception of information and rote memorization aimed primarily at exam preparation .

Differentiated instruction supports meaningful learning by allowing teachers to tailor content, processes, products, and learning environments to meet diverse student needs . By aligning teaching methods with individual learning profiles, students can connect new information with existing knowledge, thus making learning more relevant, organized, and enduring .

Educators can promote reflective learning by encouraging students to maintain learning journals, engage in discussions on personal learning experiences, and participate in peer feedback sessions. Activities such as analyzing mistakes for learning opportunities and connecting theories with real-world applications further deepen reflective learning. These practices help students internalize learning, adapt strategies, and enhance self-awareness .

Challenges in implementing Deep Learning include limited support from schools, parents, and communities, the scarcity of learning resources, and insufficient technological infrastructure. Additionally, addressing diverse student needs and creating a consistently engaging learning atmosphere can also complicate the adoption of Deep Learning strategies .

Educators can create a 'Joyful Learning' environment by fostering a positive and supportive atmosphere, using diverse and engaging activities such as games, projects, and creative tasks . This approach facilitates emotional connections to learning, making it easier for students to understand, retain, and apply knowledge. It also enhances motivation and engagement .

Mindfulness can be integrated into pedagogy by encouraging students to focus on the present learning moment, fostering self-awareness, and developing reflective practices. This integration can lead to increased student engagement, better emotional regulation, and improved cognitive processing, resulting in deeper understanding and retention of material. It also supports the development of a growth mindset, enhancing resilience and adaptability in learning .

Anda mungkin juga menyukai