0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Metode Integrasi Simpson 1/3 dan 3/8

Dokumen ini membahas integrasi numerik menggunakan Aturan Simpson 1/3 dan 3/8, termasuk definisi, metode, dan contoh penerapannya. Mahasiswa diharapkan dapat memahami cara menemukan nilai integrasi dan perbedaan antara kedua metode tersebut. Aturan Simpson 1/3 lebih disukai karena ketelitian yang lebih tinggi dengan jumlah titik yang lebih sedikit dibandingkan dengan Simpson 3/8.

Diunggah oleh

ratna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Metode Integrasi Simpson 1/3 dan 3/8

Dokumen ini membahas integrasi numerik menggunakan Aturan Simpson 1/3 dan 3/8, termasuk definisi, metode, dan contoh penerapannya. Mahasiswa diharapkan dapat memahami cara menemukan nilai integrasi dan perbedaan antara kedua metode tersebut. Aturan Simpson 1/3 lebih disukai karena ketelitian yang lebih tinggi dengan jumlah titik yang lebih sedikit dibandingkan dengan Simpson 3/8.

Diunggah oleh

ratna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Itegrasi

Numerik
Aturan Simpson 1/3 dan
3/8
Ratna Wijayanti, [Link],
ratnawijayanti@[Link]
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mempelajari materi
ini diharapkan mahasiswa
dapat:
1. Mengetahui pengertian
dari integrasi numerik
menggunakan aturan
simpson 1/3 dan simpson
3/8
2. Memahami cara
menemukan nilai integrasi
menggunakan aturan
● Aproksimasi dengan fungsi parabola
Aturan
 f ( x )dx  c f ( x ) c f ( x )  c f ( xSimpson 1/3
b 2

i i 0 0 )  c f (x )
1 1 2 2
a
i 0

h
  f ( x0 )  4 f ( x 1 )  f ( x 2 )
3
L(x)
f(x)

x0 h x1 h x2 x
Aturan Komposisi Simpson

b a
h
n
f(x)

…...

x0 h x1 h x2 h x3 h x4 xn-2 xn-1 xn x
(Buku Rinaldi Munir)

● Polinom interpolasi Newton-Gregory derajat 2 yang


melalui ketiga titik tsb
x x ( x  h) 2 x x ( x  h) 2
p2 x  f ( x0 )  f ( x0 )  2
 f ( x0 )  f 0  f 0  2
 f0
h 2!h h 2!h
Polinom Interpolasi
Newton Gregory
Polinom Interpolasi
Newton Gregory

Bentuk Umum
Buku Rinaldi Munir hlm 285)
● Integrasikan p2(x) pd selang
2h
[0,2h] 2h


L  f ( x)dx  p
0

0
2 xdx

2h
 x x ( x  h) 2 
L   f 0  f 0  2
 f 0 dx
0
h 2!h 
x2  x3 x2  2 x 2 h
L  f 0 x  f 0   2    f 0 | x 0
2h  6h 4h 
4h 2  8h 3 4 h 2  2
L 2hf 0  f 0   2    f 0
2h  6h 4h 
 4h 
L 2hf 0  2hf 0    h  2 f 0
 3 
h
L 2hf 0  2hf 0  2 f 0
3

PENS-ITS 8
Metode Integrasi
Simpson
● Dengan menggunakan aturan simpson, luas dari
daerah yang dibatasi fungsi y=f(x) dan sumbu X
dapat dihitung sebagai berikut:
N=0–n
L = L1 + L3 + L5 + . . . + Ln

h dapat
● atau h dituliskan h h
dengan: h h
L   f 0  2 f1  2 f1  f 2   f 2  2 f 3  2 f 3  f 4  ...   f n 2  2 f n 1  2 f n 1  f n 
3 3 3 3 3 3
h  
L   f 0  4  f i  2  f i  f n 
3 i ganjil i genap 
Contoh
●Hitung integral
1
 dx
3
2 x Ltotal
0

Ltotal = 0.1/3*( f(0) + 4*f(1) + 2*f(2) + …+ 4*f(9) + f(10))


= 0.1/3*(0+0.008+0.032+0.216+0.256+1+0.864
+2.744+2.048+5.832+2)
= 0.0333333 * 15
= 0.5
4
Nilai eksak = 1
2 x |0 = 0.5
1

Nilai error = 0.5 - 0.5 = 0


Aturan Simpson 3/8
 Aproksimasi dengan fungsi kubik
b 3

 f ( x )dx  c
a
i 0
i f ( x i )  c0 f ( x0 )  c 1 f ( x 1 )  c 2 f ( x 2 )  c 3 f ( x 3 )

3h
  f ( x0 )  3 f ( x 1 )  3 f ( x 2 )  f ( x 3 )
8

L(x) f(x)

x0 h x1 h x2 h x3 x
Aturan Simpson 3/8
( x  x 1 )( x  x 2 )( x  x 3 ) ( x  x0 )( x  x 2 )( x  x 3 )
L( x )  f ( x0 )  f ( x1 )
( x0  x 1 )( x0  x 2 )( x0  x 3 ) ( x 1  x0 )( x 1  x 2 )( x 1  x 3 )
( x  x0 )( x  x 1 )( x  x 3 ) ( x  x0 )( x  x 1 )( x  x 2 )
 f ( x2 )  f ( x3 )
( x 2  x0 )( x 2  x 1 )( x 2  x 3 ) ( x 3  x0 )( x 3  x 1 )( x 3  x 2 )
b b b a
a f(x)dx a L(x)dx ; h  3
3h
  f ( x0 )  3 f ( x 1 )  3 f ( x 2 )  f ( x 3 )
8
𝑛− 1 𝑛− 1
3h
𝐿= ( 𝑓 0 +3 ∑ 𝑓𝑖+2 ∑ 𝑓𝑖+ 𝑓𝑛)
8 𝑖=1 ,𝑖 ≠3 , 6 , 9 𝑖=3 , 6 , 9
 Error Pemenggalan
3 5 (4) (b  a)5 ( 4 ) b a
Et  h f ( )   f ( ) ; h 
80 6480 3
Perbedaan simpson 1/3 dan simpson
3/8
● Metode simpson 1/3 biasanya lebih disukai karena
mencapai ketelitian orde 3 dan hanya memerlukan
3 titik, dibandingkan metode simpson 3/8 yang
membutuhkan 4 titik
● Dalam pemakaian banyak pias metode 1/3 hanya
berlaku untuk jumlah pias genap
● Apabila dikehendaki jumlah pias ganjil, maka dapat
digunakan metode trapesium. Tetapi metode ini
tidak begitu baik karena adanya kesalahan yang
cukup besar
● Untuk itu, kedua metode dapat digabung yaitu
sejumlah genap pias menggunakan metode
simpson 1/3, sedangkan 3 pias sisanya
menggunakan metode simpson 3/8.

Anda mungkin juga menyukai