0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Rencana Tanggap Darurat Ketenagakerjaan

Dokumen ini menjelaskan rencana tanggap darurat yang disusun oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk menghadapi keadaan darurat yang dapat menyebabkan luka berat atau hilangnya nyawa. Tujuannya adalah untuk melokalisasi kondisi darurat, meminimalisasi dampak kecelakaan, dan melibatkan berbagai instansi dalam penanggulangan. Rencana ini mencakup prosedur komunikasi, penunjukan personil, dan tindakan yang harus diambil baik di lokasi kejadian maupun di luar lokasi.

Diunggah oleh

hseptindahdewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Rencana Tanggap Darurat Ketenagakerjaan

Dokumen ini menjelaskan rencana tanggap darurat yang disusun oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk menghadapi keadaan darurat yang dapat menyebabkan luka berat atau hilangnya nyawa. Tujuannya adalah untuk melokalisasi kondisi darurat, meminimalisasi dampak kecelakaan, dan melibatkan berbagai instansi dalam penanggulangan. Rencana ini mencakup prosedur komunikasi, penunjukan personil, dan tindakan yang harus diambil baik di lokasi kejadian maupun di luar lokasi.

Diunggah oleh

hseptindahdewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA TANGGAP DARURAT

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI


Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan
Pendahuluan
1. Bhopal – India, 1984
2500 orang meninggal serta 250.000
orang mengalami gangguan kesehatan
akibat gas sevin substitusi DDT
2. Pasadena – Texas, 1989
23 orang meninggal akibat peledakan
awan uap
3. Petrokimia, Gresik – Lapindo, Sidoarjo
Definisi
 Kondisi darurat bahaya besar ( major
emergency) dalam pekerjaan adalah
suatu keadaan yang menimbulkan
potensi untuk menyebabkan luka
berat atau hilangnya nyawa manusia.
 Keadaan tersebut menyebabkan
kerusakan harta benda yang luas dan
kehancuran yang serius baik di dalam
maupun di luar lokasi kerja.
Keadaan darurat adalah
situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal
- Terjadi tiba-tiba
- Mengganggu
kegiatan/organisasi/kumunitas
- Perlu penanggulangan segera

Keadaan darurat dapat berubah


menjadi bencana (disaster) yang
mengakibatkan banyak korban,
kerugian atau kerusakan
Tujuan
 melokalisasi kondisi darurat dan jika
mungkin menguranginya.
 meminimalisasi dampak kecelakaan
pada masyarakat dan harta benda.
Bencana Alam (Natural hazard)
- Banjir
- Kekeringan
- Angin topan
- Gempa
- Petir
KegagalanTeknis (Technological
Hazard)
- Pemadaman listrik
- Bendungan bobol
- Kebocoran nuklir
- Peristiwa Kebakaran/ledakan
- Kecelakaan kerja/lalulintas
- Pencemaran limbah
Huru hara
- Perang
- Kerusuhan
Perencanaan Keadaan Darurat
1. Merumuskan perencanaan layanan darurat
 Melakukan penilaian dan pengukuran dan kondisi kejadian
yang mungkin timbul dan kemungkinannya terjadi;
 Merumuskan rencana dan penghubung dengan otoritas di luar
pabrik, termasuk pelayanan emergency
 Prosedur :
 menghidupkan alarm;
 komunikasi baik di dalam maupun di luar tempat kerja;
 Menunjuk personil kunci berikut tugas dan tanggungjawabnya;
 kontroler insiden
 kontroler pekerjaan utama;
 Pusat pengendalian keadaan darurat;
 Aksi di on-site;
 Aksi di off site.
2. Mekanisme Komunikasi dan Alarm
3. Penunjukan Personil dan Tugas
- Pengendali Darurat Lapangan
- Pengendali Darurat Utama
[Link] Pengendali Keadaan Darurat (Crisis Centre)
5. Tindakan On site
- evakuasi
- perhitungan personil
- humas
- rehabilitasi
6. Uji coba / drill
7. Pengkajian ulang / evaluasi
Off site emergency plan
Instansi / Personil yang terlibat:
1. Petugas keadaan darurat
2. Manajemen perusahaan
3. Pemerintah daerah
4. Polisi
5. Pelayanan Kesehatan / Dokter
Paramedis
6. Pengawas Ketenagakerjaan
ALUR PROSES SAFETY REVIEW
Depnakertrans Pedoman pengawasan
selanjutnya

Ratifikasi 1. Gubernur
2. Bupati;walikota Pengesahan
Konvensi
Dokumen PIBB
ILO No. 174 3. Pimpinan perusahaan
Seluruh Indonesia
Komisi Penilai
Crisis
Center Perusahaan
Tdk ada Penyusunan Dokumen
feedback Ada feedback Pengendalian IPBB

Recognizing / plant visit


Konsultasi Sosialisasi
Tdk termasuk
IPBB Evaluasi Instalasi Potensi
Bahaya Besar (IPBB)

Penetapan Instalasi
Pembinaan
Termasuk IPBB Potensi Bahaya Besar
Disnaker
oleh Menteri

Anda mungkin juga menyukai