TEORI
CLIENT
KELOMPOK 5
CENTER
24 Okt 2024
ANGGOTA
KELOMPOK
Ayu niha (046) Syifa nurr (050) Khoirul (066)
PENDIRI DAN
PENGEMBANG
Nama : Carl Rogers
Lahir : 8 Januari 1902
Konseling yang berpusat kepada pribadi sering pula disebut
sebagai konseling yang berpusat kepada klien atau disebut Self
Theory/Person Centered dan Client Centered, model konseling
berpusat pribadi dikembangkan oleh Carl Ramson Rogers,
disebut sebagai konseling Rogerian, karena Rogers merupakan
pelopor sekaligus tokoh dari konseling ini. Manusia memiliki
kepribadian dan sosial
Semakin baik konseli mengenali dirinya, semakin besar
kemampuan mereka mengindentifiksi perilaku yang paling tepat
untuk dirinya. Rogers menekankan pentingnya konselor untuk
besifat hangat, tidak berpura-pura, empatik dan memberikan
perhatian.
Konsep
Konseling pendekatan client centered diartikan sebagai
dasar
penunjang pertumbuhan pribadı individu dengan jalan
membantu individu untuk mengaktualkan potensi dan bergerak
kearah meningkatkan kesadaran, spontanitas, dan keyakinan
diri (Corey, 2013).
Sehingga dalam proses konseling, konselor menjadi fasilitator
dengan mengarahkan konseli agar dapat mengambil keputusan
secara mandiri.
TUJUAN
KONSELING
1 MEMBERI KESEMPATAN DAN 4 REORGANISASI SELF
KEBEBASAN KONSELI
2 MEMBANTU INDIVIDU UNTUK 5
MEMBANTU KONSELI
BERDIRI SENDIRI
MENGIDENTIFIKASIKAN,
3 MEMBANTU INDIVIDU DALAM MENGGUNAKAN, DAN
PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN
Mengintegrasikan sumber
daya dan potensinya sendiri
TEKNIK
KONSELING
ACCEPTAN CONGRUEN UNDERSTA
CE CE NDING
konselor harus
konselor menerima karakteristik mampu memahami
konseli dunia batin konseli
konselor adalah
sebagaimana secara akurat, dan
adanya dengan perkataan serta
nonjudgemental
segala masalahnya. perbuatannya artinya tidak
Jadi sikap konselor konsisten. memberi penilaian
adalah menerima terhadap konseli.
secara netral. akan tetapi konselor
selalu objektif.
TUGAS
KONSELOR
Konselor tidak memimpin, Konselor menerima
mengatur atau
konseli dengan
menentukan proses
perkembangan konseling,
sepenuhnya dalam
tetapi hal tersebut keadaan seperti
dilakukan oleh konseli itu apapun.
sendiri.
Konselor memberi
Konselor merefleksikan
kebebasan pada
perasaan perasaan
konseli untuk
konseli, sedangkan
mengekspresikan
arah pembicaraan
perasaan-perasaan
ditentukan oleh
sedalam-dalamnya
konseli.
dan seluas-luasnya.
SYARAT
KONSELOR
1 MEMILIKI SENSITIFITAS DALAM 4 MEMAHAMI DIRI SENDIRI
HUBUNGAN INSAN
2 5 BEBAS & PRASANGKA SERTA
MEMILIKI SIKAP YANG
KOMPLEKS DALAM DIRINYA
OBJEKTIF
3 MENGHORMATI 6 SANGGUP MASUK DALAM DUNIA
KONSELINSECARA EMPATIK
KEMULIAAN ORANG LAIN
KARAKTERISTIK KONSWLING
Hubungan konselor yang hangat dengan
konseli menjadi salah satu penyebab
sukses dalam terapi ini, dab teori ini
menerapkan konsep netral pendidikan,
yang mendorong siswa untuk terlibat
langsung dalam pembelajaran
menggunakan prinsip keterbukaan,
ketulusan, penerimaan, kepercayaan
dalam pemecahan masalah dan
menyediakan suasana dimana siswa
merasa dirinya memiliki potensi yang
positif agar tetap berkembang
Kelebihan
1) Pemusatan pada konseli dan bukan pada terapis
2) Identifikasi dan hubungan terapi sebagai wahana
utama dalam
mengubah kepribadian (Marlia, 2018).
3) Lebih menekankan pada sikap terapi daripada
teknik.
4) Konseli memiliki pengalaman positif dalam terapi
ketika fokus
menyelesaiakan masalahnya.
5) Konseli merasa mereka dapat mengekpresikan
dirinya ketika
secara penuh mereka mendengarkan dan tidak di
Kelemahan
1) Tidak semua konselor bisa mempraktekan client
centered, sebab banyak konselor yang tidak
mempercayai filsafat yang melandasinya.
2) Sulit bagi konselor untuk benar-benar bersifat netral
dalam situasi hubungan interpersonal
3) Konseling client-centered yang beraliran ortodok
akan sulit di terapkan pada peserta didik dan
mahasiswa, serta jarang dilaksanakan dalam institusi
pendidikan indonesia.
4) Konseling client center ini hanya menangani permasalahan
yang ada
dipermukaan, dan tidak menantang klien untuk
mengeksplorasi area-
area yang lebih dalanı. Karena konseling berpusat pada
orang hanya u
untuk jangka pendek, tidak mempunyai dampak yang
permanen pada
orang tersebut (Pambudi, 2020).
KESIMPULAn
Dalam teori ini, konseli memiliki kebebasan
untuk menentukan apa yang akan diubah
pada dirinya, termasuk isu yang penting dan
cara memecahkan masalahnya. Konselor
berperan untuk mendukung konseli.