0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Tokoh Perundingan Linggarjati

Dokumen ini membahas perjuangan diplomasi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk perundingan Linggarjati yang menghasilkan pengakuan de facto terhadap Republik Indonesia oleh Belanda. Namun, agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947 memicu reaksi internasional dan mendorong pembentukan KTN untuk menyelesaikan konflik. Akhirnya, gencatan senjata dan perundingan Renville diinisiasi sebagai langkah penyelesaian.

Diunggah oleh

asriulina1802
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Tokoh Perundingan Linggarjati

Dokumen ini membahas perjuangan diplomasi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk perundingan Linggarjati yang menghasilkan pengakuan de facto terhadap Republik Indonesia oleh Belanda. Namun, agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947 memicu reaksi internasional dan mendorong pembentukan KTN untuk menyelesaikan konflik. Akhirnya, gencatan senjata dan perundingan Renville diinisiasi sebagai langkah penyelesaian.

Diunggah oleh

asriulina1802
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IPAS

BAB 8
PERJUANGAN
KEMERDEKAAN BANGSA
INDONESIA
KELAS VI
SD ADVENT PEKANBARU
PERJUANGAN DIPLOMASI
( PERUNDINGAN )
Tujuan Pembelajaran
8.2 Menjelaskan perjuangan
mempertahankan kemerdekaan Indonesia
 Perjuangan
fisik untuk mempertahankan
kemerdekaan menimbulkan banyak kerugian
Upaya Diplomasi Indonesia untuk
Mempertahankan Kemerdekaan
Perundingan Linggarjati
Setelah Indonesia merdeka, Jepang
menetapkan “status quo” di Indonesia
“status quo”
Bermakna keadaan tetap seagaimana keadaan
sekarang atau sebagaimana keadaan
sebelumnya.
Artinya , Jepang belum menganggap Indonesia
merdeka secara penuh
 Indonesia dan Belanda mengadakan Perundingan di Hoge- Velwe
pada 14-24 April 1946.
Perudingan ini gagal karena Belanda menolak permintaan Indonesia
untuk Sumatr
Jawa a
mengakui kedaulatan Jawa, Madura dan Sumatra sebagai wilayah
Indonesia.

 Perudingan Linggarjati ( 11- 15 November 1946 )

Sutan Syahrir ( Indonesia )


Win Schermerhorn ( Belanda
)
Hasil Perundingan Linggarjati
1. Belandamengakui secara de facto Republik
Indonesia atas Sumatra, Jawa dan Madura. Belanda
harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat
1 Januari 1949.
2. Republik
Indonesia dan Belanda akan bekerja sama
dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan
nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satu
bagiannya adalah Republik Indonesia
3. Republik
Indonesia Serikat dan Belanda akan
membentuk Uni Indonesia - Belanda dengan Ratu
Belanda sebagai ketuanya
Rumah Tempat berlangsungnya
Perundingan
Kuis
 Apalatar belakang diadakannya perundingan
Lingarjati ?
 Siapa
tokoh yang mewakili Indonesia dalam
perundingan Linggarjati ?
 Siapa
tokoh yang mewakili Belanda dalam
perundingan Linggarjati ?
 Apa hasil dari perundingan tersebut ?
Agresi Militer Belanda I (21 JULI 1947)

Latar belakang
 Perdana Menteri Sjahrir terlihat Pro
terhadap Belanda hal ini mendapatkan
reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di
Republik.
 Ultimatumditolak oleh rakyat Indonesia
melalui PM Amir Sjarifudin.
Jalannya Agresi
 Belanda terus"mengembalikan ketertiban" dengan
"tindakan kepolisian". Pada tanggal 20 Juli 1947
tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah
pihak Belanda melancarkan 'aksi polisionil' mereka
yang pertama.
 Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan
mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya di
tempat yang strategis. Mereka menduduki Jakarta,
Bandung untuk menguasai Jawa Barat, kemudian
Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung
Timur. Semarang dan semua pelabuhan perairan-
dalam di Jawa serta Sumatera, perkebunan-
perkebunan di sekitar Medan, instalasi- instalasi
Dampak Agresi
 Tentara Indonesia terpojok ke daerah-daeah terpencil (perang
Gerilya)
 Reaksi dunia Internasional khususnya yang pro Indonesia (ex
India) mengecam tindakan Agresi yang dilakukan Belanda
 PBB membuat KTN untuk meyelesaikan konflik.
 Autralia untuk indonesia (Richard Kirby)
 Belgia untuk Belanda (Paul van Zeeland.
 Amerika sebagai penengah (Dr. Frank Graham)
 Gencatan senjata.
 KTN memprakarsai Perundingan Renville
Materi hal. 39 - 41
1. Apa yang dilakukan PBB untuk menengahi masalah

Anda mungkin juga menyukai