0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Gejala Diare pada Anak dan Penanganannya

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar lebih dari 3 kali dengan feses lembek atau cair. Terdapat beberapa kategori diare, yaitu akut, persisten, dan kronik, dengan gejala seperti sakit perut, dehidrasi, dan mual. Pencegahan diare meliputi kebersihan tangan, konsumsi makanan yang dimasak, dan minum air matang.

Diunggah oleh

andriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Gejala Diare pada Anak dan Penanganannya

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar lebih dari 3 kali dengan feses lembek atau cair. Terdapat beberapa kategori diare, yaitu akut, persisten, dan kronik, dengan gejala seperti sakit perut, dehidrasi, dan mual. Pencegahan diare meliputi kebersihan tangan, konsumsi makanan yang dimasak, dan minum air matang.

Diunggah oleh

andriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIARE

Oleh :
POSKESTREN
DIARE
Diare adalah gangguan
pencernaan yang ditandai
dengan buang air besar terus
menerus (lebih dari 3 kali) . Feses
yang keluar saat BAB biasanya
lembek atau cair.
Diare • Kurang dari 2 minggu
Kategori Akut
Diare
Diare
Persiste • 15-30 hari
n

Diare
• Lebih dari 30 hari
Kronik
GEJALA DIARE

 Feses lembek dan cair  Haus terus menerus

 Sakit perut  Demam


 Dehidrasi
 Kram perut
 Darah pada feses
 Mual dan muntah
 Feses yang dihasilkan
 Sakit kepala
banyak
 Kehilangan nafsu makan  Terus menerus ke toilet
Periksa lebih lanjut jika
• Produksi urin menurun
• Mulut kering
• Lesu
• Sakit kepala
• Kulitnya kering
• Mengantuk
 Infeksi bakteri (campylobacter, clostridum
difficile, escherichia coli, salmonella, dan shigella).
 Alergi makanan juga bisa menjadi penyebab
diare.
 Masalah psikologi (misalnya gangguan
kecemasan).
 Makanan yang mengandung pemanis buatan.
 Menggunakan air tidak bersih
 Terlalu sering mengonsumsi makanan yang
memiliki kandungan fruktosa atau sorbitol, seperti
permen karet
 Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas
PENULARAN DIARE

 Tangan yang kotor,


 Makanan atau minuman yang terkontaminasi,
 Binatang peliharaan,
 Mainan anak,
 Barang-barang lain yang digunakan secara bergantian,
 Kebiasaan menyentuh apapun tanpa cuci tangan dan langsung
memasukkan tangan ke dalam mulut.
 Menggunakan tolilet yang kotor bersamaan dengan penderita diare
PENGOBATAN

 Minum air putih yang banyak


 Makan makanan yng lunak atau mudah dicerna
oleh lambung
 Konsumsi oralit
 Berobat ke dokter
PENCEGAHAN DIARE

 Membiasakan mencuci tangan dengan sabun, dan bilas


dengan air bersih
1. Sebelum dan setelah makan
2. Setelah menyentuh daging yang belum dimasak
3. Sehabis dari toilet,
4. Setelah bersin dan batuk
 Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. Hindari
memakan buah-buahan atau sayuran mentah yang tidak
dipotong sendiri.
 Minum air matang.
Makanan Yang Tidak Boleh
Dimakan Saat Diare
 Makanan berminyak dan berlemak
 Produk olahan susu
 Alkohol dan kafein
 Sayuran yang mengandung gas
(kembang kol, kacang polong, brokoli, buncis, sayuran
berdaun hijau, paprika, plum, buncis, jagung, dan kubis)

 Kurangi konsumsi pemanis buatan


 Makanan pedas

Anda mungkin juga menyukai