0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan46 halaman

Pelatihan Pertolongan Pertama Dasar

Dokumen ini memberikan pelatihan dasar pertolongan pertama di tempat kerja, termasuk informasi penting seperti nomor telepon darurat dan langkah-langkah untuk menangani situasi kegawatdaruratan. Pelatihan ini bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, memberikan kenyamanan, dan mencegah kondisi yang lebih buruk bagi korban. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan prosedur resusitasi jantung paru (RJP) dan penggunaan alat defibrillator otomatis (AED).

Diunggah oleh

Anggi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan46 halaman

Pelatihan Pertolongan Pertama Dasar

Dokumen ini memberikan pelatihan dasar pertolongan pertama di tempat kerja, termasuk informasi penting seperti nomor telepon darurat dan langkah-langkah untuk menangani situasi kegawatdaruratan. Pelatihan ini bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, memberikan kenyamanan, dan mencegah kondisi yang lebih buruk bagi korban. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan prosedur resusitasi jantung paru (RJP) dan penggunaan alat defibrillator otomatis (AED).

Diunggah oleh

Anggi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC FIRST AID

TRAINING

© 2007 Chevron Corporation


Tujuan Pembelajaran
Mengetahui nomor telepon emergency
Mengetahui informasi yang harus diberikan ke Dispatcher
Emergency.
Mengetahui cara melakukan perolongan pertama pada
korban

Nomor Telepon Dispatcher Emergency


PENDAHULUAN
• Setiap aktivitas/ proses pekerjaan yang dilakukan di tempat
kerja mengandung resiko untuk terjadinya kecelakaan kerja
(ringan sampai dengan berat).
• Berbagai upaya pencegahan dilakukan supaya kecelakaan
tidak terjadi. Selain itu, keterampilan melakukan tindakan
pertolongan pertama tetap diperlukan untuk menghadapi
kemungkinan terjadinya kecelakaan.
• Oleh karena itu di setiap tempat kerja harus memiliki petugas
P3K [First Aider], atau setidaknya setiap karyawan memiliki
keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama ketika
terjadi kecelakaan kerja maupun kegawatan medik.
TUJUAN FIRST AID DI TEMPAT KERJA

• Menyelamatkan jiwa di tempat kerja.


• Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses
penyembuhan.
• Mencegah terjadinya hal yang lebih buruk pada korban.
• Menenangkan penderita atau korban yang terluka di
tempat kerja.
Kondisi Emergency Beresiko Yang Sangat
Mengancam Jiwa

1. Serangan Jantung: tinggi kolesterol,


kegemukan, merokok
2. Stroke: tinggi kolesterol, darah tinggi
Jantung berfungsi untuk memompa dan mengedarkan darah yang
mengandung oksigen serta nutrisi ke semua sel, jaringan, dan organ
tubuh. Tak hanya itu, jantung juga bertugas membuang zat sisa dan
karbon dioksida dari dalam tubuh
Tindakan pada
Kegawatdaruratan Medis

[Link].c
Informasi Yang Harus Disampaikan ke
Emergency Dispatcher:

► Nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi


► Lokasi kejadian
► Tipe emergency: orang tidak sadarkan diri, jatuh, kebakaran, kecelakaan mobil, dll
► Jumlah korban
► Bantuan yang diperlukan

Jangan menutup telepon kecuali petugas dispatch


menyuruh anda yang mungkin menyarankan anda
bagaimana cara untuk memberikan penanganan
sampai bantuan medis tiba di lokasi kejadian
Potensi Bahaya dan Pencegahan

Penularan penyakit
► Bloodborne: Hepatitis and
HIV/AIDS
► Airborne: Tuberculosis

Pencegahan
► Hepatitis B vaccine
► Tidak menyentuh langsung cairan
tubuh korban. Gunakan sarung
tangan medis atau bahan lain yang
bisa melindungi
Resusitasi Jantung Paru

[Link].c
Latar Belakang
Sekitar 250,000 orang meninggal setiap tahunnya akibat serangan jantung.
RJP dan defibrilasi dapat meningkatkan peluang korban selamat. Setiap
menit tindakan defibrilasi tertunda, peluang selamat korban dapat
berkurang sebanyak 7% hingga 10%.
Pelatihan ini dirancang agar orang awam dapat memberikan tindakan
pertolongan pertama, dapat mengenali keadaan darurat yang
mengancam keselamatan korban, dan dapat melakukan RJP dan
menggunakan alat defibrilasi (AED) secara aman, tepat waktu dan efektif.
Serangan Jantung dan Henti Jantung
Serangan jantung terjadi saat aliran
darah tidak mencapai jantung
sehingga otot jantung tidak
mendapatkan suplai oksigen yang
dibutuhkan.
Henti jantung adalah hilangnya
fungsi jantung secara mendadak
pada orang yang pernah atau
mungkin tidak pernah didiagnosa
memiliki penyakit jantung.
Henti jantung terjadi karena sistem
listrik jantung mengalami malfungsi.
Pada kematian akibat serangan
jantung, seluruh fungsi jantung
berhenti bekerja secara mendadak.
Aritmia yang umum terjadi pada
kasus henti jantung adalah fibrilasi
ventrikel.
Rantai Keselamatan Konsep Dasar
Langkah RJP Pada Dewasa
D–R–C–A–B

D
DANGER / BAHAYA
• Pastikan kondisi aman untuk memberikan pertolongan, dan kenakan
APD
• Pastikan bahwa Anda, orang lain di sekitar lokasi dan korban aman

RESPON

R
• Apabila korban tidak menunjukkan respon apapun, minta
bantuan dan hubungi Emergency Call
• Kenali tanda korban bernapas dan periksa sirkulasi
pernapasan korban,

C
CIRCULATION / SIRKULASI NAPAS
• Lakukan kompresi 30 x (100-120/menit), minimal sedalam
5 cm, minimal interupsi, posisi dada hingga kembali
normal.

A AIRWAY / JALAN NAPAS


Buka jalan napas korban, angkat kepala dan angkat dagu

B
1 siklus BREATHING / NAPAS
(5x) atau Berikan 2x napas normal, cukup hingga dada
mengembang,
2 menit
Simplified
Adult
BLS
Danger (bahaya) & Respons
Danger / Bahaya
► Pastikan kondisi aman untuk memberikan pertolongan, dan kenakan Alat
Pelindung Diri (APD)
► Pastikan bahwa Anda, orang lain di sekitar lokasi dan korban aman
► Pastikan tidak ada ancaman dekat Anda seperti bahaya racun atau aliran
listrik.
• Respon (AVPU)
► Periksa respon korban
 Tepuk dan menggoyangkan bahu korban sambil panggil korban dengan suara
keras
► Apabila korban memberikan respon
 Biarkan korban di posisi semula saat Anda menemukannya dan jauhkan dari
bahaya (kasus cidera non-trauma silahkan mengacu pada posisi pemulihan)
 Cari tahu apa yang salah pada korban dan cari bantuan bila diperlukan
 Cek kondisi korban secara berulang
Bila korban tidak memberikan respon: lihat
pernapasan korban
maksimal selama 10 detik Panggil bantuan
Circulation / Sirkulasi

► Lakukan kompresi pada dada secara “efektif” : “tekan kuat dan


tekan cepat.”
• berlutut di samping korban
• Letakkan tumit tangan pada tengah tulang dada kemudian
letakkan tumit tangan kedua di atas tangan yang pertama
sehingga tangan saling tumpang tindih dan sejajar.
Circulation / Sirkulasi
Cara Melakukan Kompresi Dada
► Posisikan diri Anda secara vertikal sejajar di
atas dada korban dan lengan lurus dengan
siku terkunci, tekan pada sternum minimal 5
cm namun tidak lebih dari 6 cm.
► Setelah setiap kompresi, lepaskan seluruh tekanan
di dada tanpa melepas kontak antara tangan dan
tulang dada; seminimal mungkin melakukan
interupsi pada kompresi dada.

► Ulangi pada kecepatan 100-120/menit.

► Biarkan dada mengembang kembali secara


sempurna setelah setiap kompresi, pemberi
pertolongan harus menghindari bersandar pada
dada selama dada mengembang.
Airway / Jalan Nafas & Breathing / Nafas
► Buka jalan nafas dengan meletakkan tangan Anda pada
dahi korban dan secara perlahan tengadahkan kepala
korban ke belakang.

► Jepit hidung dengan lembut hingga tertutup,


menggunakan jari telunjuk dan jempol dari tangan Anda
yang ada di dahi korban.

► Buka mulut namun tetap pertahankan posisi dagu


terangkat.

► Tarik nafas seperti biasa dan letakkan bibir Anda pada


mulut korban, pastikan tidak ada celah.

► Berikan nafas ke dalam mulut sambil memastikan dada


korban terangkat menggunakan peralatan

► Pertahankan posisi kepala dan dagu, jauhkan mulut Anda


dan tunggu hingga dada korban kembali mengempis

► Hindari ventilasi yang berlebihan


Lanjutkan dan Hentikan RJP

► Lanjutkan RJP dengan mengulangi kompresi dada


dan berikan napas buatan dengan perbandingan
30 kompresi : 2 napas
► Hentikan RJP bila :
 Korban bergerak/mengerang
 Alat defibrilasi (AED) sedang menganalisa untuk kejut
listrik
 Tim medis mengambil alih resusitasi
 Bila Anda kelelahan dan tidak sanggup melanjutkan
RJP
Yang Perlu Dilakukan dan Dihindari
Lakukan Hindari
Melakukan kompresi dada sebanyak 100- Melakukan kompresi dada kurang dari
120/menit 100/menit atau lebih dari 120/menit

Kompresi sedalam minimal 5 cm Kompresi kurang dari 5 cm atau lebih dari


6 cm

Berikan waktu untuk dada kembali Menekan dada di antara kompresi


mengembang setelah kompresi

Seminimal mungkin melakukan interupsi di Jeda kompresi lebih dari 10 detik


antara kompresi

Berikan napas buatan secukupnya (2 kali Memberikan napas buatan berlebihan


napas setelah 30 kompresi, setiap napas
diberikan 1 detik, hingga dada korban
mengembang)
RJP hanya dengan tangan
► Cara baru melakukan RJP yang hanya melakukan kompresi saja. Cara
ini adalah RJP tanpa pemberian napas buatan dari mulut ke mulut.

► RJP ini hanya berlaku pada pemberi pertolongan yang tidak


mengetahui teknik RJP dengan baik atau yang enggan untuk
memberikan napas buatan.

► Cara ini bukanlah strategi jangka panjang untuk menyelamatkan


nyawa korban walaupun ini merupakan tindakan pertolongan
pertama yang layak dilakukan hingga tim medis tiba
utomated

E xternal
efibrillator
AED / Defibrillator
► AED – (Automatic External Defibrillator) adalah alat
yang menganalisa irama jantung dan menentukan
apabila kejut listrik dibutuhkan untuk
mengembalikan irama jantung saat jantung
berhenti berdetak.

► Alat AED bukanlah pengganti RJP.

► Pemberi pertolongan perlu melanjutkan RJP hingga


AED datang dan siap digunakan atau saat tim
medis mengambil alih memberikan tindakan.

► Fungsi AED :

• Menganalisa irama jantung


• Menentukan dan menganjurkan
untuk melakukan kejut listrik
• Memberikan kejut listrik pada
korban yang mengalami henti
jantung
• Mengembalikan irama jantung yang
dapat menghasilkan detak
Menggunakan AED

► Nyalakan AED.

► Tempelkan pads AED pada kulit dada

► Sambungkan konektor pada AED


(flashing light).

► Beri jarak saat analisa irama jantung


– JANGAN sentuh korban

► Lakukan kejut listrik bila diperlukan

► Lakukan RJP selama 2 menit (lima


siklus).

► Periksa keadaaan korban dan ulangi


analisis, berikan kejut, dan RJP bila
diperlukan.
osisi

emuliha
n
Posisi Pemulihan
► Lepaskan kacamata korban.
► Berlutut di samping korban
dan pastikan kedua kaki
korban lurus.
► Letakkan tangan yang
terdekat pada Anda keluar
ke arah kanan tubuh korban,
tekuk siku dengan telapak
tangan menghadap ke atas.
► Letakkan tangan lainnya
melewati dada dan tahan
punggung tangan menempel
pada pipi korban dekat
tubuh Anda
Posisi Pemulihan
► Dengan tangan Anda yang
lain, raih kaki yang terletak
jauh dari badan Anda
sedikit lebih tinggi dari
lutut, lalu tarik ke arah
Anda hingga kaki
menyentuh lantai
► Pertahankan tangan
korban menempel pada
pipi, tarik kaki yang
ditekuk untuk mengubah
posisi korban ke arah
Anda dan menyamping.
► Posisikan kaki bagian atas
sehingga panggul dan
lutut ditekuk secara siku
Posisi Pemulihan

► Miringkan kepala ke belakang


untuk memastikan jalan napas
korban terbuka.
► Bila perlu, ubah posisi tangan di
bawah pipi agar kepala tetap
miring.
► Periksa napas korban secara
teratur.
KASUS-KASUS KECELAKAAN
KERJA
DAN
PERTOLONGAN PERTAMANYA

© 2007 Chevron Corporation


Prinsip-Prinsip Dasar

• Jangan pindahkan atau ubah posisi orang yang


terluka kecuali apabila tindakan anda adalah untuk
menyelamatkan dari bahaya lain
• Bertindaklah dengan cepat apabila penderita
mengalami pendarahan, kesulitan bernapas, luka
bakar atau kejutan (SYOK)
• Jangan berikan cairan apapun kepada penderita
yang pingsan atau setengah pingsan. Cairan dapat
memasuki saluran pernapasan dan mengakibatkan
kesulitan bernapas bagi penderita.
• Jangan berikan alkohol pada penderita yang
mengalami luka parah.
• Pingsan
• Tersedak
• Luka Bakar
• Luka Lecet/Gores/Tersayat
• Perdarahan
• Patah Tulang
• Terkilir
• Mata- Bahan Kimia & Serangga
• Sengatan Binatang Berbisa
• Keracunan
Pingsan

Penyebab:
Pertolongan Pertama:
1. Berdiri terlalu lama saat
tubuh tidak fit atau terpapar 1. Laporkan kejadian
panas berlebih.
2. Periksa kesadaran dan
2. Kesakitan.
pernafasan korban.
3. Reaksi emosi berlebih.
Tanda dan Gejala: 3. Pindahkan korban ke tempat
4. Sebelum pingsan, korban teduh dan nyaman.
gelisah, berkunang-kunang, 4. Tinggikan kaki korban
pusing dan pucat.
melewati level jantung.
5. Korban jatuh tidak sadar.
6. Biasanya korban akan pulih 5. Periksa apakah ada cedera
dengan sendirinya dalam yang lain.
waktu beberapa menit.

¤
Tersedak
Mengenali tersedak
► Tidak bisa bernapas, batuk,
berbicara atau bersuara
► Tanyakan “Apakah Anda tersedak?”
Bila ia mengangguk, lakukan
tindakan pertolongan.

Berikan dorongan sedikit di atas


pusar hingga:
 Objek keluar, atau
 Dia bisa bernapas atau bersuara, atau
 Dia berhenti merespon
Mengatasi Tersedak
Apabila korban berhenti
memberikan respons
► Cari bantuan
► Periksa tanda nafas
► Berikan 30 kompresi dada dan 2
napas buatan, periksa apakah ada
objek di mulut setiap satu siklus
kompresi (ambil objek bila terlihat)
► Setelah 5 siklus, cari bantuan dan
ambil AED
► Lanjutkan RJP hingga korban
memberikan respon atau bila tim
medis telah mengambil alih
Luka Bakar

• Laporkan kejadian
• Hentikan proses luka bakar
• Lepaskan pakaian dan perhiasan.
• Lakukan penilaian dini
• Tentukan derajat luka bakar
• Tutup luka bakar
• Jagalah kehangatan tubuh
• Rujuk
Cara menghitung luka bakar dengan rumus
“ Rule of Nine “

Kepala 9%
Badan bagian depan atas 9%
Badan bagian depan bawah 9%
Badan bagian belakang atas 9%
Badan bagian belakang bawah 9%
Lengan kiri 9%
Lengan kanan 9%
Tungkai kanan bagian depan 9%
Tungkai kanan bagian belakang 9%
Tungkai kiri bagian depan 9%
Tungkai kiri bagian depan 9%
Kemaluan 1%
Luka lecet/gores/tersayat

Cucilah dengan air dan tutuplah luka dengan plester atau band
aid. Namun jika luka gores/robek terlalu besar, harus segera
ditangani dokter.
Perdarahan

Hentikan pendarahan dengan cara menekan luka atau sekitar


luka. Tekan terus-menerus. Jangan melepas tekanan tiap
sebentar hanya untuk melihat apakah pendarahan sudah
berhenti.
Patah Tulang
• Jangan mencoba mengangkat atau memindahkan badan
korban jika belum mahir melakukannya.
• Jika tulang belakang yang patah, korban hanya boleh diusung
dengan hati-hati dalam posisi terbaring di atas alas keras.
• Untuk patah tulang rahang, angkatlah rahang bawah hingga
gigi atas dan bawah bersatu, lalu diikat dan dibawa ke dokter.
• Untuk patah tulang tangan atau kaki, gunakan tongkat atau
setumpuk Koran guna menyangga, dan balutlah sebelum
memperoleh pertolongan dokter.
Terkilir

Penyebab: Penanganan:

1. Terkilir saat olahraga. 1. R: Rest/istirahatkan

2. Tergelincir saat kerja 2. I: Ice/kompres es

Tanda dan Gejala: 3. C: Compress


bandage/balut dengan
3. Rasa sakit pada sendi/otot.
elastik verban
4. Bengkak
4. E: Elevation/tinggikan
5. Sulit digerakkan. kaki yang terkilir
6. Tampak memar.
Mata-Bahan Kimia atau Serangga

• Baringkan korban dan tuangkan air steril ke dalam matanya


untuk menghilangkan bahan kimianya, kemudian kompres
dengan kain kasa steril dan segera ke dokter.
• Jika serangga yang mengenai mata, ambillah dengan ujung
saputangan bersih. Namun jika masih terasa tidak enak
segeralah ke dokter. Jangan sekali-kali mengusap mata yang
terkena bahan kimia atau serangga dengan tangan telanjang
Tersengat Binatang Berbisa

Pertolongan Pertama:
1. Laporkan kejadian.
2. Periksa kesadaran dan pernafasan korban.
3. Tenangkan korban agar tidak banyak bergerak dan istirahatkan
bagian yang tergigit.
4. Periksa area yang tergigit.
5. Rendahkan bagian yang tergigit dari level jantung.
6. Lakukan balut tekan pada seluruh bagian pergelangan alat gerak
menggunakan alat pembalut elastis.
7. Pasang spalk papan ditempat gerak yang terkena gigitan.
8. Periksa korban secara berkala.
Keracunan

Tanda dan Gejala: Pertolongan Pertama:


1. Laporkan kejadian ke ASAP 1
1. Pusing
2. Gunakan APD
2. Mual
3. Periksa kesadaran dan pernafasan
3. Muntah
korban
4. Untuk menjaga jalan nafas, letakkan
korban pada posisi recovery
5. Bersihkan kulit korban bila
terkontaminasi
6. Lepaskan pakaian korban yang terkena
racun atau muntahan
7. Selimuti korban agar menghangatkan
badan
8. Kumpulkan petunjuk racun yang ada
disekitar korban
“take some time to learn first aid
and CPR. it saves lives, and it
works”
Bobby Sherman

Anda mungkin juga menyukai