0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap UML untuk Basis Data

Dokumen ini membahas tentang Unified Modeling Language (UML) sebagai metode pemodelan sistem yang berorientasi objek, menggantikan metode analisis dan desain sebelumnya. UML memiliki berbagai jenis view dan diagram yang digunakan untuk memvisualisasikan dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak dan non-perangkat lunak. Beberapa diagram yang dijelaskan termasuk use case, class, state, sequence, dan deployment diagram, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam pemodelan sistem.

Diunggah oleh

akademi.tnial09
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap UML untuk Basis Data

Dokumen ini membahas tentang Unified Modeling Language (UML) sebagai metode pemodelan sistem yang berorientasi objek, menggantikan metode analisis dan desain sebelumnya. UML memiliki berbagai jenis view dan diagram yang digunakan untuk memvisualisasikan dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak dan non-perangkat lunak. Beberapa diagram yang dijelaskan termasuk use case, class, state, sequence, dan deployment diagram, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam pemodelan sistem.

Diunggah oleh

akademi.tnial09
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan ke 12

ADMINISTRASI Senin, 20 April 2020

BASIS DATA
Perancangan Basis
Data - Asistensi (3) -
UML
PENDAHULUAN
UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari
metode analisis berorientasi object dan design berorientasi
object (OOAD&D/object oriented analysis and design) yang
dimunculkan sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an. UML
merupakan gabungan dari metode Booch,Rumbaugh
(OMT) dan Jacobson. Tetapi UML mencakup lebih luas daripada
OOAD. Pada pertengahan saat pengembangan UML, dilakukan
standarisasi proses dengan OMG(Object Management Group)
dengan harapan UML bakal menjadi bahasa standar pemodelan
pada masa yang akan datang (yang sekarang sudah banyak
dipakai oleh berbagai kalangan).
PENGERTIAN UML
UML adalah bahasa untuk menspesifikasi,memvisualisasi,
membangun dan mendokumentasikan artifacts (bagian dari
informasi yang digunakan untuk dihasilkan oleh proses pembuatan
perangkat lunak, artifact tersebut dapat berupa model, deskripsi
atau perangkat lunak)dari sistem perangkat lunak,seperti pada
pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya.
KEGUNAAN UML
1. UML digunakan untuk memodelkan suatu sistem (bukan
hanya perangkat lunak) yang menggunakan konsep
berorientasi object
2. Menciptakan suatu bahasa pemodelan yang dapat
digunakan baik oleh manusia maupun mesin
BAGIAN-BAGIAN UML
1. View digunakan untuk melihat sistem yang dimodelkan dari beberapa
aspek yang berbeda. Beberapa Jenis view dalam UML antara lain : use
case view,logical view,component view,concurrency view, dan
deployment view.
2. Use case View Mendeskripsikan fungsionalitas sistem yang
seharusnya dilakukan sesuai yang diinginkan external actors. Actor
yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa user atau sistem
lainnya.
3. Logical View Mendeskripsikan bagaimana fungsionalitas dari sistem,
struktur statis (class, object, dan relationship ) dan kolaborasi dinamis
yang terjadi ketika object mengirim pesan ke object lain dalam suatu
fungsi tertentu. View ini digambarkan dalam class diagrams untuk
struktur statis dan dalam state, sequence, collaboration, dan activity
diagram untuk model dinamisnya. View ini digunakan untuk
perancang (designer) dan pengembang (developer).
LANJUTAN…
4. Component View Mendeskripsikan implementasi dan ketergantungan
modul. Komponen yang merupakan tipe lainnya dari code module
diperlihatkan dengan struktur dan ketergantungannya juga alokasi sumber
daya komponen dan informasi administrative lainnya. View ini digambarkan
dalam component view dan digunakan untuk pengembang (developer).
5. Concurrency View Membagi sistem ke dalam proses dan prosesor. View
ini digambarkan dalam diagram dinamis (state, sequence, collaboration,
dan activity diagrams) dan diagram implementasi (component dan
deployment diagrams) serta digunakan untuk pengembang (developer),
pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
6. Deployment View Mendeskripsikan fisik dari sistem seperti komputer dan
perangkat (nodes) dan bagaimana hubungannya dengan lainnya. View ini
digambarkan dalam deployment diagrams dan digunakan untuk
pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).
DIAGRAM UML
Diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen model
yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek tertentu
dari sistem. Sebuah diagram merupakan bagian dari suatu view
tertentu dan ketika digambarkan biasanya dialokasikan untuk view
tertentu. Adapun jenis diagram antara lain :
1. Use Case Diagram Menggambarkan sejumlah external actors
dan hubungannya ke use case yang diberikan oleh sistem. Use
case adalah deskripsi fungsi yang disediakan oleh sistem dalam
bentuk teks sebagai dokumentasi dari use case symbol namun
dapat juga dilakukan dalam activity diagrams. Use case
digambarkan hanya yang dilihat dari luar oleh actor (keadaan
lingkungan sistem yang dilihat user) dan bukan bagaimana
fungsi yang ada di dalam sistem.
LANJUTAN…
2. Class Diagram Menggambarkan struktur statis class di dalam sistem. Class
merepresentasikan sesuatu yang ditangani oleh sistem. Class dapat berhubungan
dengan yang lain melalui berbagai cara: associated (terhubung satu sama lain),
dependent (satu class tergantung/menggunakan class yang lain), specialed (satu
class merupakan spesialisasi dari class lainnya), atau package (grup bersama
sebagai satu unit). Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram.
3. State Diagram Menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu
object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Kejadian
dapat berupa object lain yang mengirim pesan. State class tidak digambarkan
untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi
dengan baik dan kondisi class berubah oleh state yang berbeda.
4. Sequence Diagram Menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah object.
Kegunaanya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga
interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi
sistem.
LANJUTAN…
5. Collaboration Diagram Menggambarkan kolaborasi dinamis seperti sequence
diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams
menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks). Jika penekannya
pada waktu atau urutan gunakan sequence diagrams, tapi jika penekanannya pada
konteks gunakan collaboration diagram.
6. Activity Diagram Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk
mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga
digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi.
7. Component Diagram Menggambarkan struktur fisik kode dari komponent.
Komponent dapat berupa source code, komponent biner, atau executable
component. Sebuah komponent berisi informasi tentang logic class atau class yang
diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component
view.
8. Deployment Diagram Menggambarkan arsitektur fisik dari perangkat keras dan
perangkat lunak sistem, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat
(nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. Di dalam nodes, executeable
component dan object yang dialokasikan untuk memperlihatkan unit perangkat
lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan ketergantungan komponen.

Anda mungkin juga menyukai