Case Report
Anemia pada Pasien
HD
dr Fika Yuliawati
- Pelatihan Dokter Jaga Dialisis
Angkatan 1 Tahun 2025
RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo
Identitas Pasien
Nama Tn. R
Tgl Lahir/Umur 02-12-1975 / 49 Tahun 1 bulan
Jenis Kelamin Laki-laki
Jaminan BPJS Kesehatan NON PBI
Jadwal HD Rutin Senin dan Kamis
Tanggal HD 13-01-2025
Alamat Ds Sukamulya, Tukdana
Pekerjaan Swasta
ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA
Pasien datang untuk HD Rutin,
Pasien merasa lemas
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
• Pada bulan Oktober 2019, os dirawat di RS, dengan keluhan sesak nafas,
batuk, dan kedua tungkai bengkak.
• BAB tidak pernah berwarna hitam
• Nafsu makan os baik
Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap , ditegakkan diagnosis utamanya:
• CKD stage V ec HT
• Diagnosis sekunder nya CHF, DM type II
• Sejak itu os menjalani HD 2x seminggu (senin dan kamis)
4
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• Os sudah menderita DM sejak 10 tahun yang lalu, mengkonsumsi
obat Metformin, tetapi tidak rutin
• Os juga menderita HT lebih kurang sejak 10 tahun yang lalu, dan
tidak rutin berobat
RIWAYAT KELUARGA
• Riwayat hipertensi pada keluarga/orang tua (+)
RIWAYAT OPERASI
• AV Fistula Kanan
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis, GCS E4M6V5
Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : 178/89 mmHg
Frekuensi nadi : 98 x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5 °C
Saturasi oksigen : 95%
Tinggi badan : 158 cm
BB Sebelum HD : 80 kg
BB Kering : 77 kg
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala Normosefali
Konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-
Mata
Pupil isokor +/+, reflex cahaya +/+
THT Dalam batas normal
Leher JVP (5+2 cmH20)
Toraks
Inspeksi: pergerakan dinding dada simetris, retraksi
intercostal -/-
Palpasi: pergerakan dinding dada simetris
Paru
Perkusi: sonor
Auskultasi: suara nafas vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing
-/-
Jantung Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan Fisik
Abdomen Inspeksi: tampak datar
Auskultasi: bising usus (+) normal
Palpasi: supel, nyeri tekan epigastrium (-)
Perkusi: timpani
Punggung Deviasi vertebra (-)
Ekstremitas Akral hangat +/+, edema +/+, capillary refill time <2 detik
Akses cimino dilengan kanan (+) tanda infeksi (-), thrill kuat
Kulit Kulit tampak kering
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Tanggal 20/01/25
/Pemeriksaan
Hemoglobin 6.5 gr/dL
Hematokrit 19 %
Eritrosit 2.9/ nm6
Leukosit 3.800/ nm3
Platelet Count 231.000/ nm3
Ureum 24 fl
Kreatinin 5.1 pg
SGOT 27 gr/dL
SGPT 16 mg/dL
DIAGNOSIS
- CKD stage V on HD
- Anemia Renal
- Diabetes mellitus tipe 2
- Hipertensi
PERSIAPAN HEMODIALISIS
Time Out :
Identifikasi, Cek Akses
APD, Hand Vaskular :
Hygiene, Akses Cimino a/r
Mesin HD Vaskular, Brachiocephali
Perlengkapan c manus
HD dextra
Resep HD :
Rencana
Time, UF, UD,
Pemeriksaan
Heparin, Penunjang dan Priming
Dialyser Terapi
Tambahan
RESEP HEMODIALISIS
Senin (20 – 01 – 2025)
Time : 5 jam
UF : 3000 ml
Qb: 220 ml/menit
Qd: 500 ml/menit
Dializer : high flux
Heparin : Regular
- Total :5000 IU
- Bolus awal : 2000 IU
- Continuous : 3000 IU
Pre HD Jam ke 1 Jam ke 2 Jam ke 3 Jam ke 4 Jam ke 5 Post HD
Jam (WIB) 06.45 07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00
Keluhan Lemas Lemas Lemas Lemas berkurang Lemas membaik Lemas (-) Lemas (-)
berkurang
BB (kg) 80 kg 77 kg
Kesadaran CM CM CM CM CM CM CM
TD (mmHg) 179/89 mmHg 158/87 mmHg 163/89 mmHg 159/90 mmHg 149/89 mmHg 139/90 mmHg 130/85 mmHg
Napas/Nadi (x/mnt) 24/85 20/95 22/93 20/89 19/90 21/88 19/90
Suhu 36.5 36.5
Qb (ml/mnt) 250 250 250 250 250
Qd (ml/mnt) 500 500 500 500 500
Tekanan vena 117 110 110 100 105
(mmHg)
TMP (mmHg) 80 100 100 80 90
Vol yg ditarik (ml) 0 608 1241 1151 3000
Transfusi PRC
600cc
Assesmen/intervensi Identifikasi - Obs ttv - Obs ttv - Obs ttv - Obs ttv -Obs ttv -Identifikasi
pasien dan akses pasien dan akses
HD : 5 jam -Terminasi
-KT/V : 1,9
Tatalaksana Poliklinik
1. Hemodialisis 2 kali seminggu (senin &
kamis)
2. Asam folat 1x1
3.CaCO3 1x1
[Link] 1x10mg
[Link] 1x8mg
[Link] Hemapo (edukasi )
[Link] DM sudah tidak diberikan, karena
sejak HD GD2PP <200
Pembahasan
Pengkajian (Anemia Renal)
Pada pasien Hb : 6.5mgdL
Anemia jika kadar Hb , < 14gr/dl (laki2), < 12 gr/dl (perempuan)
Anemia renal: Anemia pada PGK akibat penurunan kemampuan
produksi hormon erythropoietin yang tidak sesuai dengan
derajat anemianya. Faktor lain yang menyebabkan : defisiensi
besi, umur eritrosit yg memendek, hiperparatiroid berat, inflamsi
dan infeksi, hipotiroid, defisiensi asam folat.
Pengkajian Anemia Renal
Defisiensi Hormon Eritropoetin >> UTAMA
Faktor lain :
Defisiensi besi (asupan yang kurang, flebotomi berulang untuk
pemeriksaan laboratorium, retensi darah dialiser atau tubing,
perdarahan saluran cerna)
Pemendekan umur eritrosit
Hiperparatiroid berat
Inflamasi & Infeksi
Toksisitas aluminium
Defisiensi asam folat
Hipotiroid
Hemoglobinopati PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
Evaluasi Anemia Renal
A. Skrining Hb (min 1x/tahun) >> pada pasien sudah dilakukan
B. Pemeriksaan lanjutan jika di dapatkan anemia :
• Darah Lengkap
• Hb, Hematokrit (Hct)
• Indeks Eritrosit (MCH, MCV, MCHC)
• Leukosit dan Hitung Jenis
• Trombosit
• Apusan Darah Tepi
• Retikulosit
• uji darah samar feses
• evaluasi Status Besi :
• serum iron (SI) >> pada pasien tidak dilakukan
• total iron binding capacity (TIBC) >> pada pasien tidak
dilakukan
• saturasi transferin (TSAT)
• Ferritin serum >> pada pasien tidak dilakukan
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
C. Evaluasi penyebab anemia lainnya bila ada kecurigaan klinis
Indikasi, Kontraindikasi & Syarat
Pemberian ESA
• Sebelum terapi ESA harus dilakukan pemeriksaan status besi terlebih dahulu
• Yang diperiksa :
• Serum Iron
• TIBC
• ST
• FS
INDIKASI
Dimulai pemberian pada Hb < 10 g/dL
Penyebab lain anemia pada PGK telah disingkirkan / diterapi
SYARAT
Tidak dalam defisiensi besi absolut
TSAT < 20%
Ferritin < 100 ng/mL PGK non HD
Ferritin < 200 ng/mL PGK HD
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
KONTRAINDIKASI
Hipersensitivitas
Terapi ESA Fase Koreksi
Epoetin α dan β
• 80-120 U/kgBB/minggu sc
(2.000 – 5.000 IU 2x/minggu) >> Pada pasien tidak rutin dilakukan
C.E.R.A
• 0,6 μg/kgBB/ 2 minggu
(50-75 μg / 2 minggu)
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
Dosis lanjutan ESA; Fase
Pemeliharaan
Target : dilakukan jika Hb sudah tercapai 10-12g/dL
Hb naik sesuai harapan s/d Hb 10-12 g/dL
→ pertahankan dosis ESA
Kenaikan Hb belum tercapai → dosis ESA 25%
Hb mencapai 12-13 g/dL → dosis ESA diturunkan
25%
Hb > 13 g/dL → stop ESA
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
Erythropoiesis Stimulating Agent (ESA)
Recombinant Human Erythropoietin (rHuEPO)
Epoetin α & β, waktu paruh
• i.v 8,5 jam
• s.c 24 jam
• konsentrasi plasma puncak : i.v > cepat dari s.c
Darbepoetin-α, waktu paruh terminal
• i.v 31 jam
• s.c 49 jam
C.E.R.A, waktu paruh panjang
• 130 jam
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
Terapi Anemia Defisiensi Besi
• Indikasi :
• anemia def besi absolut atau fungsional
• pemeliharaan status besi
• Kontraindikasi :
• hipersensitifitas terhadap besi
• gangguan fungsi hati berat
• iron overload
• Sediaan besi:
• i.v (pareneteral) :
• iron sucrose
• iron dextran
• oral
• ferrous gluconate,
• ferrous sulphate
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
• ferrous fumarate
• iron polysaccharide
Transfusi Darah
Indikasi
Hb <7 g/dl dengan/tanpa gejala anemia >> Pada pasien dilakukan tranfusi 600cc PRC
Hb <8 g/dl dengan gangguan kardiovaskular
perdarahan akut serta gangguan hemodinamik
akan menjalani operasi
Target Hb
7-9 g/dL
Transfusi saat HD
Kecepatan 1 mL/menit pada 15 menit pertama, lalu 4 ml/menit
PERNEFRI. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik, 2011
Terima Kasih