Pengukuran Progres Proyek PLTU 300 MW
Pengukuran Progres Proyek PLTU 300 MW
DAN PEMBAYARAN
21 – 23 AGUSTUS 2017
Ir. IPLTU
Gede Ny3oman
x 300 MW
Winarta , Dipl En Tech
[Link] Y 1
PT PLN (PERSERO)
UDIKLAT BOGOR
GAMBARAN UMUM
Pengukuran Progres Fisik menjadi suatu pekerjaan
atau kegiatan yang wajib dilakukan khususnya oleh Pemberi
Pekerjaan atau Owner untuk mengetahui kemajuan atau
progres fisik proyek yang sedang berjalan. Atau bilamana
Pelaksana Pekerjaan atau Kontraktor/Konsorsium
menyampaikan tagihan atas progres fisik proyek sesuai
kesepakatan yang tertuang didalam dokumen kontrak.
Sedangkan Pembayaran merupakan kewajiban yang
juga harus dilaksanakan oleh Pemberi Pekerjaan berupa
pembayaran sejumlah uang (dalam bentuk Foreign Currency
dan Local Currency) kepada Pelaksana Pekerjaan akibat dari
adanya progres fisik proyek sesuai tata cara pembayaran atau
term of payment yang tertuang didalam dokumen kontrak. 3
PENGUKURAN PROGRES FISIK DAN PEMBAYARAN
PENGUKURAN
Pengukuran merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan terhadap suatu objek (benda, jarak, suhu, tekanan
dll) dengan mempergunakan alat ukur tertentu untuk
mendapatkan hasil pengukuran yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Misalkan :
Mengukur jarak alat ukurnya adalah meteran atau pesawat
theodolit
Mengukur ketebalan alat ukurnya adalah thickness meter,
micrometer
Mengukur suhu alat ukurnya adalah termometer
Mengukur tekanan udara adalah pressure gauge
Dst. 4
PENGUKURAN PROGRES FISIK DAN PEMBAYARAN
Agar hasil pengukuran tersebut diatas dapat
dipertanggungjawabkan serta dapat diterima oleh masyarakat
secara umum maka alat ukur tersebut haruslah merupakan
alat ukur yang standar secara internasional.
6
PENGUKURAN PROGRES FISIK DAN PEMBAYARAN
Dalam konteks pembangunan suatu
proyek pembangkit listrik, maka yang
perlu dilakukan pengukuran adalah:
Jadual penyelesaian proyek
Prosentase kemajuan proyek dari
waktu ke waktu
Bobot atau weight factor dari masing
masing pekerjaan atau peralatan.
Apa alat ukurnya ?
Alat Ukurnya adalah Kesepakatan
antara Pemilik Pekerjaan dengan
Pelaksana Pekerjaan.
7
PENGUKURAN PROGES FISIK DAN PEMBAYARAN
Didalam Perjanjian Kerja antara Pemberi Pekerjaan (PLN)
dengan Konsorsium atau Kontraktor yang dituangkan pada buku
dokumen kontrak, maka ada 3 (tiga) tujuan yang menjadi sasaran
PLN yaitu :
1. Biaya
2. Mutu atau kualitas
3. Waktu atau jadual
Sering disingkat BMW (Biaya Mutu dan Waktu).
Untuk mengukur ketiga tujuan diatas dari waktu ke waktu diperlukan
suatu alat ukur sebagai alat bantu atau alat pengendalian atau
“tools” sebagai alat ukur kesepakatan antara Pemberi Pekerjaan
dengan Pelaksana Pekerjaan.
8
PENGUKURAN PROGES FISIK DAN PEMBAYARAN
BIAYA PROYEK
Kontrak dengan Lumpsum Price dimana biaya untuk
membangun pembangkit dengan kapasitas tertentu sudah jelas
tertuang didalam dokumen kontrak.
Pengukuran Progres Fisik dalam hal ini dimaksudkan untuk
mengukur progres pembayaran atas progres fisik yang telah dicapai
dan menghindari adanya over paid atau kelebihan pembayaran yang
dapat merugikan PLN.
Alat ukurnya adalah :
1. Kesepakatan Work Breakdown Structure (WBS) dan Cost
Breakdown Structure (CBS).
2. WBS dan CBS yang telah disepakati dan disahkan oleh para
pihak dipergunakan sebagai dasar pembayaran progres fisik baik
progres Engineering, Procurement maupun Construction (termasuk
komisioning) untuk jenis kontrak EPC.
9
PENGUKURAN PROGRES FISIK DAN PEMBAYARAN
MUTU PROYEK
Project Quality Management atau QA/QC (Quality Assurance & Quality Control) Program sebagai salah satu alat
pengendalian untuk mengukur mutu. QA/QC Plan dalam bentuk ITP (Inspection & Test Plan) harus mendapatkan
persetujuan dari Pemberi Pekerjaan sebelum diterapkan.
Pengendalian untuk mendapatkan peralatan dengan mutu yang baik harus sudah dilaksanakan mulai dari :
Pekerjaan pabrikasi
Pengiriman material atau peralatan
Penempatan di Lay down area atau warehouse
Pekerjaan konstruksi termasuk komisioning.
Mutu proyek yang baik akan dapat diketahui dari keandalan dan life time peralatannya serta performanace unit pembangkit.
Keandalan : peralatan tidak mudah rusak
Life time : umur peralatan yang wajar
Performance : unjuk kerja sesuai spec
10
PENGUKURAN PROGRES FISIK DAN PEMBAYARAN
JADUAL PROYEK
Jadual penyelesaian proyek merupakan salah satu dari tiga tujuan proyek. Penyelesaian proyek tepat waktu adalah
menjadi target baik oleh Pemberi Pekerjaan maupun Pelaksana Pekerjaan.
Penyelesaian proyek tepat waktu bagi Pemilik Pekerjaan akan meningkatkan elektrifikasi (menambah desa desa mendapat
aliran listrik), menghemat biaya produksi (karena menggunakan bahan bakar murah) dan menggantikan pembangkit
dengan biaya produksi tinggi seperti pembangkit diesel (PLTD) dan PLTU bahan bakar minyak.
11
PROJECT MASTER SCHEDULE
12
PROJECT MASTER SCHEDULE
Project Master Schedule (PMS) adalah Jadual penyelesaian pekerjaan proyek
secara umum yang akan digunakan sebagai acuan untuk dilaksankan oleh
kontraktor / vendor sesuai batasan waktu yang telah ditentukan.
PMS dibuat mulai dari PMS level-1 sampai dengan PMS level-4.
Apa yang dimaksud dengan Jadual Proyek ?
Jadual dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk
menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam
urutan serta kerangka waktu tertentu, dalam mana setiap aktifitas harus
dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya yang ekonomis (Callahan,
1992).
Penyusunan jadual proyek pada kontrak EPC meliputi kegiatan :
* Engineering
* Procurement
* Construction termasuk Commissioning.
13
PROJECT MASTER SCHEDULE
PMS SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN JADUAL
PMS atau Time Schedule dalam bentuk Bar Chart (diagram batang) akan terlihat kapan suatu kegiatan
dimulai serta lamanya kegiatan bersangkutan dilaksanakan.
Bilamana suatu kegiatan atau beberapa kegiatan membutuhkan waktu penyelesaian lebih lama dari rencana dan
akan mengakibatkan penyelesaian proyek terlambat maka diperlukan pengendalian.
PMS bisa juga dirubah atau direvisi bila terjadi hal – hal sebagai berikut :
Dirubah oleh pemilik proyek karena keterlambatan penyediaan lahan proyek, dana di stop.
Konsekuensinya ?
Terjadi keterlambatan yang significant oleh kontraktor. Konsekuensinya ?
Terjadi Force Majeur (huru hara, perang, gempa dll)
14
TIME SCHEDULE- BAR CHART
Minggu Ke Progress
No. Uraian Pekerjaan Bobot (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 -100
0.896 0.896 0.896 0.896
1 Pek. Pondasi 3.585
0.965 0.965 0.965 0.965 0.965 0.965 -80
2 Pek. Beton/Dinding 5.787
1.186 1.186 1.186 1.186 1.186
3 Pek. Kap / Atap 5.932
1.038 1.038 1.038 1.038 -60
4 Pek. Loteng 4.151
2.238 2.238 2.238 2.238
5 Pek. Plesteran 8.951
6.32 6.32 6.32 6.32 6.32 6.32 -40
6 Pek. Lantai 37.920
2.15 2.15
7 Pek. Pintu / Jendela 4.299
3.979 3.979 3.979 3.979 3.979 3.979 -20
8 Pek. Pengecatan 23.870
0.786 0.786 0.786 0.786 0.786 0.786 0.786
9 Pek. Perlengkapan 5.503
Bobot Rencana 100.00 0.896 1.861 1.861 8.181 7.285 9.523 15.474 14.509 14.509 9.139 9.139 5.803 1.824
Komulatip Bobot Rencana 0.896 2.757 4.618 12.799 20.084 29.607 45.081 59.59 74.099 83.238 92.377 98.18 100.00
Bobot Realisasi
Komulatip Bobot Realisasi
15
Selisih
PROJECT MASTER SCHEDULE
PENYUSUNAN JADUAL PROYEK
16
PROJECT MASTER SCHEDULE
KOMPONEN KOMPONEN PENYUSUNAN JADUAL
Kesiapan atas komponen komponen (komponen fisik) yang harus
dipertimbangan didalam penyusunan jadual tersebut adalah :
Material
Alat Kerja
Manpower
17
PROJECT MASTER SCHEDULE
PMS PADA MULTI DAN SINGLE CONTRACT
Pada pelaksanaan pembangunan proyek, khususnya proyek pembangkit dimana
jenis kontrak umumnya Multi Package Contract dan Single Contract.
Multi Package Contract.
PMS level -1 dibuat oleh Pemberi Pekerjaan bersama Konsultan
Masing masing kontraktor menyampaikan usulan rincian pekerjaan disesuaikan dengan
PMS level – 1 diatas
Usulan kegiatan kontraktor perlu persetujuan Pemberi Pekerjaan.
Selanjutnya diterbitkan Project Master Schedule.
Single Contract
Kontraktor / Konsorsium menyampaikan usulan Project Master Schedule level -1 s/d
level – 4.
Pemberi pekerjaan mengesahkan usulan tersebut setelah dilakukan pembahasan
bersama.
18
PROJECT MASTER SCHEDULE
19
PROJECT MASTER SCHEDULE
1. Keterlambatan proyek
2. Pembengkakan biaya
3 Mutu proyek
4. Klaim
5. Reputasi kontraktor
20
PROJECT MASTER SCHEDULE
KETERLAMBATAN PROYEK
Para Pihak akan mengharapkan proyek selesai tepat waktu. Keterlambatan
pelaksanaan proyek dari jadual yang telah ditetapkan merupakan suatu masalah
yang tidak diharapkan oleh :
Owner sebagai Pemilik Proyek atau Pemberi Pekerjaan
Kontraktor atau Konsorsium sebagai Pelaksana Proyek
Masyarakat sebagai stakeholder PLN
21
PROJECT MASTER SCHEDULE
Justru bisa mengalami kerugian
disebabkan oleh karena adanya penambahan upah manpower, masa sewa alat dan
kegiatan lainnya yang membutuhkan biaya serta nama baik kontraktor menjadi
menurun.
Cara mengatasinya ?
Dari sisi Owner : mengenakan LD kepada kontraktor
Dari sisi Kontraktor :
> memilih metode kerja terbaik dan tercepat
> menambah man power
> menambah jumlah alat kerja
> menambah jam kerja / over time
22
PROJECT MASTER SCHEDULE
MILESTONE ACTIVITIES
23
PROJECT MASTER SCHEDULE
MILESTONE ACTIVITIES
24
PROJECT MASTER SCHEDULE
MILESTONE ACTIVITIES PADA PMS ANTARA LAIN :
Contract Signing
Adalah penandatanganan dokumen kontrak antara Pemilik Proyek dengan Kontraktor/Konsorsium setelah ada kesepakatan linkup pekerjaan, jadual
pelaksanaan pekerjaan, nilai kontrak, termin pembayaran dan kondisi kondisi penting lainnya.
Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan telah disampaikan.
25
PROJECT MASTER SCHEDULE
CONTOH : PLTU LONTAR UNIT 4 (EXTENTION)
26
PROJECT MASTER SCHEDULE
Kickoff Meeting
Kickoff Meeting wajib dilaksanakan setelah kontrak ditandatangani atau kontrak sudah dinyatakan effektif
Agendakan kickoff meeting berdasarkan clausul clausul pada dokumen kontrak dan para pihak menyampaikan hak dan kewajibannya.
Tidak diperbolehkan merubah isi kontrak dan hanya mengatur teknis pelaksanaan kontrak dan komunikasi kedua belah pihak dalam
peleksanaan pekerjaan di lapangan
Kontraktor diminta menyampaikan dokumen dokumen sesuai permintaan didalam kontrak (khususnya dari sisi waktu sesuai ketentuan
pada dokumen kontrak)
Vendor list yang tidak tercantum didalam dokumen kontrak
Site organization chart terkait dengan personnelnya.
27
PROJECT MASTER SCHEDULE
Site Development
Survey (topography, bathymetry, oceanography, soil test, dll)
Site clearing
Cut & fill
Soil treatment (pematangan lahan proyek-bila ada).
Pile loading test
Ground Breaking *
Dimulainya pekerjaan pemancangan (bila ada)
Biasanya dihadiri oleh pejabat PLN setingkat Direksi
28
MASTER PROJECT SCHEDULE
1st Steel Structure Erection *
• Pemasangan boiler steel structure
• Check dengan baik hasil pengukuran posisi anchor bolt.
Balance OF Plant
MED / RO 29
Water Treatment Plant
MASTER PROJECT SCHEDULE
Waste Water Treatment Plant
Clorination Plant System
Sampling Rack System
30
PROJECT MASTER SCHEDULE
SISTEM SUPLAI BAHAN BAKAR
Sistem suplai bahan bakar batu bara dikerjakan paralel
dengan kegiatan lainnya dan harus sudah selesai sebelum
kegiatan boiler first firing.
Sistem suplai bahan bakar batu baru meliputi antara lain :
1. Jetty and Trestle
2. Ship unloader
3. Conveyor
4. Transfer tower
5. Coal yard
6. Stacker reclaimer
7. Coal bunker
31
p
32
33
MASTER PROJECT SCHEDULE
Boiler First Firing
• Sistem suplai udara dan bahan bakar selesai
• F/F system sudah ditest dan standby.
Sistem pemadam kebakaran harus sudah siap sebelum pelaksanaan first
firing
• Steam blow out dan target plate.
Uap harus sudah dinyatakan bersih dari kotoran khususnya solid partikel
sebelum masuk dan memutar turbin.
34
35
MASTER PROJECT SCHEDULE
First Synchronization *
• Pembangkit menghasilkan listrik dan masuk jaringan
• Umumnya first sinkron dilakukan oleh Direksi PLN
• Load test
• Load rejection test.
37
MASTER PROJECT SCHEDULE
Deem TOC
• Biasanya atas permintaan Owner
• Owner tidak memenuhi kewajibannya
38
MASTER PROJECT SCHEDULE
39
PROJECT MASTER SCHEDULE
MANFAAT PMS
40
PROJECT MASTER SCHEDULE
MANFAAT PMS / JADUAL PROYEK
2. Bagi Kontraktor
Memprediksi dan menentukan kapan suatu kegiatan yang
spesifik dimulai dan diakhiri.
Merencanakan kebutuhan material, alat kerja dan manpower
41
PROJECT MASTER SCHEDULE
42
PROJECT MASTER SCHEDULE
PROJECT SCHEDULING
Hal – hal yang mendapatkan perhatian di lapangan
berkaitan dengan jadual proyek antara lain :
1. Software Microsoft Project (MS Project 2010) atau
Primavera perlu tersedia di kantor PLN untuk
mengendalikan jadual proyek.
RESUME
45
TERIMA KASIH