0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Anomali Curah Hujan di Dolago

Diunggah oleh

Rama Hirdaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Anomali Curah Hujan di Dolago

Diunggah oleh

Rama Hirdaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS

SEMINAR PROPOSAL
TADULAKO

“PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KARAKTERISTIK


CURAH HUJAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI DOLAGO
KABUPATEN PARIGI MOUTONG”

I MADE RAMA HIRDAYA


STAMBUK : F111 19 035

DOSEN PEMBIMBING
1. P
2. Prof. Dr. Ir. H. M Galib Ishak,
[Link]
UNIVERSITAS

TADULAKO

Latar Perubahan iklim telah menjadi topik hangat di kalangan ilmuwan di


Belakang seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Dunia berubah dengan
kecepatan yang tidak terlihat dalam ribuan tahun karena aktivitas antropogenik,
kenaikan suhu, perubahan cepat di atmosfer, lautan, dan wilayah kutub, serta
meningkatnya cuaca ekstrem di seluruh dunia. Efek iklim terkait dengan
perubahan bertahap dalam suhu rata-rata jangka panjang. Pengamatan
temperatur global sejak abad 19 menunjukan adanya perubahan rata rata
temperatur yang menjadi indikator adanya perubahan iklim. Perubahan
temperatur ini menimbulkan terjadinya anomali terhadap parameter cuaca yang
berlangsung lama menyebabkan perubahan iklim (Susandi, 2004). Istilah
perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah
bumi secara keseluruhan pada variasi rata rata kondisi iklim suatu tempat atau
variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang
(Murdiaso, 2003).
02
UNIVERSITAS

TADULAKO

Latar
Belakang
Di Indonesia peristiwa hidrologi ekstrim merupakan ancaman yang
sangat signifikan terhadap semua wilayah karena menghadirkan
variabilitas spasial dan temporal yang tinggi dalam rezim curah hujannya
Kabupaten Parigi Moutong tepatnya pada Desa Dolago merupakan
kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah pada posisi
120,215644 Bujur Timur dan 0,86778 Lintang Utara. Lokasi tersebut
menjadi tempat penelitian penulis dikarenakan beberapa tahun silam
terjadi perubahan cuaca segnifikan yang dapat dirasakan di sekitaran
bendung dan beberapa kecamatan yang berada disekitarnya. (Rinawati,
2020).

03
UNIVERSITAS

TADULAKO

Rumusan 1. Bagaimana distribusi kecepatan horizontal Sungai Sombe-Lewara


Masalah dan Sungai Palu ?
2. Bagaimana laju transport sediment di pertemuan Sungai Sombe-
Lewara dan Sungai Palu ?

1. Menganalisis distribusi kecepatan horizontal Sungai Sombe-


Tujuan Lewara dan Sungai Palu.
Penelitian 2. Menganalisis kondisi laju transport sediment pada Sungai Sombe-
Lewara dan Sungai Palu.

04
UNIVERSITAS

TADULAKO

Manfaat Pada penelitian ini akan didapatkan informasi terkait tentang


Penelitian dampak pertemuan dua sungai terhadap pola aliran dan potensi resiko
banjir sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan
pemeliharaan daerah aliran sungai khususnya di pertemuan Sungai
Sombe-Lewara dan Sungai Palu.

Batasan 1. Lokasi penelitian dibatasi hanya menganalisis jaringan di


Masalah pertemuan Sungai
2. Tidak membahas tentang perencanaan pengendalian backwater

05
Rekayasa Daerah Aliran Sungai
Sungai (DAS)
Daerah Pertemuan
Jenis Sungai
Sungai
Pola Aliran
Prinsip Dasar Aliran
Sungai
Kajian
Pustaka Daerah Pertemuan
Hidrologi
Sungai ( DAS )

Hec-Ras 2D
06
UNIVERSITAS

TADULAKO

Kajian
Pustaka
Menurut Amalia (2022), sungai adalah air tawar dari mata air alam
mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan
bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Dibanding dengan
aliran sungai dihilir, aliran sungai yang dihulu (biasanya terletak
dipegunungan) biasnya lebih deras. Karena pengikisan dan pengendapan
yang terjadi disepanjang aliran sungai, alirannya seringkali terbentuk jadi
berliku-liku. Kondisi sungai saat ini jauh diambang batas yang diisyaratkan
sebagai sumber air baku dibeberapa tempat di Indonesia.

07
UNIVERSITAS

TADULAKO

Kajian
Pustaka

Menurut Soewarno pola aliran sungai terdapat 4


macam, yaitu:
1. Pola aliran radial (didaerah lereng gunung berapi)
2. Pola aliran rektangular (didaerah batuan kapur)
3. Trellis (didaerah dengan lapisan sedimen dikawasan
pegunungan lipatan)
4. Dendritik

08
UNIVERSITAS

TADULAKO

Kajian
Pustaka Analisis aliran sungai di pertemuan sungai sangat penting karena
dapat memberikan informasi tentang pola aliran, debit, dan kecepatan arus
yang terjadi di lokasi tersebut
Pola aliran sungai dan daerah pertemuan sungai memiliki hubungan
yang sangat erat. Pola aliran sungai dihubungkan oleh suatu jaringan satu
arah dimana cabang dan anak sungai mengalir ke dalam sungai induk
yang lebih besar dan membentuk suatu pola tertentu sedangkan daerah
pertemuan sungai terjadi ketika anak sungai bergabung dengan sungai
yang lebih besar, ketika dua sungai bergabung untuk menciptakan sungai
ketiga, atau ketika dua saluran sungai yang terpisah, setelah itu bergabung
kembali ke hilir.

09
UNIVERSITAS

TADULAKO

Kajian Pertemuan antara dua sungai memiliki suatu


Pustaka fenomena khusus yang dapat merubah morfologi
pada pertemuan kedua sungai tersebut. Pertemuan
sungai dapat menyebabkan adanya proses
pemindahan material sedimen seperti pasir, kerikil,
dan tanah dari tempat asalnya ke tempat
pengendapan (transport sediment).
Dengan menggunakan bantuan aplikasi HEC-
RAS 2 dimensi dapat membantu dalam menganalisis
hidrologi dan hidraulik, termasuk analisis debit dan
transport sedimen sekaligus memungkinkan
pengguna untuk memodelkan dan menganalisis Gambar 1
dinamika aliran sungai. Pertemuan sungai

10
UNIVERSITAS

TADULAKO
LOKASI
PENELITIAN

Lokasi penelitian berada di pertemuan


Sungai Sombe-Lewara dan Sungai Palu yang
terletak Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi,
Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas aliran sungai
(DAS) seluas 118 km2 dan mempunyai panjang 15,7
km2. Tepatnya di Desa Porame dengan koordinat
0°57'19"S 119°50'00"E atau 2RWP+52X.

11
UNIVERSITAS

TADULAKO
Jenis Penelitian

Data Primer Data Sekunder


Data primer diperoleh Data sekunder merupakan data
dengan cara berhubungan secara yang diambil dari instansi terkait seperti
langsung terhadap objek yang akan Balai Wilayah Sungai. Adapun data
disurvei dan mengambil langsung sekunder yang diperlukan yaitu:
data dari lapangan, seperti:
1. Data Topografi
1. Pengambilan dokumentasi 2. Peta Kontur
dilapangan 3. Data Curah Hujan 12
2. Pengambilan sampel sedimentasi 4. Data Debit Banjir
UNIVERSITAS

TADULAKO

Tahapan
Penelitian

13
Terima Kasih

Common questions

Didukung oleh AI

Upstream river flows are typically characterized by swift currents and greater erosive power, influenced by gradient and terrain, whereas downstream flows are slower, allowing for sediment deposition. These differences are governed by topography, climate, and human interventions in the watershed .

Localized studies like those in the Dolago River Basin are essential as they provide specific data needed for understanding regional responses to global climate changes. These data help in evaluating local hydrological phenomena, contributing to global climate models and risk assessments .

Understanding stream flow patterns and sediment transport at river confluences is crucial as it informs on potential flood risks and aids in river management. These insights contribute to maintaining river health and planning mitigation strategies to address environmental impacts .

Sediment sampling at river confluences is crucial as it provides empirical data on erosion and deposition patterns, essential for understanding sediment transport dynamics. This information aids in modeling river behavior, assessing ecological impacts, and planning infrastructure developments .

Climate change influences rainfall characteristics through adjustments in temperature and the atmospheric conditions, leading to shifts in precipitation patterns. In the Dolago River Basin, past significant weather changes have been noted, influencing local flood risks and water management strategies .

The research employs direct observation and data collection from the field to analyze horizontal velocity distribution and sediment transport dynamics. Additionally, HEC-RAS 2D modeling assists in hydrological analysis, providing insights into flow dynamics and sediment transport at the river confluence .

Direct field data collection, including sediment sampling and visual documentation, provides essential real-world measurements that strengthen model accuracy and inform comprehensive analyses of river dynamics. This approach allows researchers to calibrate models and validate theoretical assumptions with empirical evidence .

Hydrological extreme events in Indonesia, marked by high spatial-temporal variability in rainfall, present significant challenges for water management, including increased flood risks and stress on water resources. Effective management of these challenges requires robust data and adaptive planning to mitigate impacts on communities and infrastructure .

Spatial and temporal variability in rainfall affects the distribution and timing of water flow in river basins, complicating water resource management and flood prediction. Understanding these variabilities enables more effective planning and mitigation strategies to handle water surplus or scarcity issues .

Sediment transport at river junctions can significantly alter river morphology, affecting water flow dynamics and potentially leading to the formation of new landforms or erosion. These changes can alter flood patterns, influence local ecosystems, and require adaptations in land use planning .

Anda mungkin juga menyukai