100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan27 halaman

Kerangka Pembelajaran Mendalam 2025

Diunggah oleh

Shofirin Shofirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan27 halaman

Kerangka Pembelajaran Mendalam 2025

Diunggah oleh

Shofirin Shofirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembelajaran

Mendalam
Transformasi Pembelajaran menuju
Pendidikan Bermutu untuk Semua

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENСAH BADAN


STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN PUSAT
KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Januari 2025
Outline Naskah
Kerangka Kerja PM
Akademik Dimensi Profil Lulusan, Prinsip
Ringkasan Pembelajaran, Pengalaman
Belajar, Kerangka
Eksekutif Pembelajaran

Strategi
Pendahuluan Implementasi PM
Latar Belakang, Tujuan, Kurikulum, Proses
Ruang Lingkup Pembelajaran, dan Asesmen,
Ekosistem, Regulasi, Guru,
Kepala Sekolah, Pengawas,
Orang Tua, Tahapan
Landasan Implementasi, Implementasi
Fisiologis dan Pedagogis, pada Jenjang Pendidikan
Teoretis, Sosiologis,
Yuridis, Empiris Rekomendasi
Latar
Belakang
Permasalahan mutu
pendidikan: Literasi,
Perubahan masa Numerasi, HOTs,
depan sulit diprediksi Ketimpangan Mutu
Pendidikan

Bonus
Demografi 2035 Kompetensi
dan Visi masa depan
Indonesia Emas
2045

P M sebagai solusi mewujudkan pendidikan bermutu


untuk semua

4
Kemampuan HOTS siswa Indonesia masih
rendah
Hasil PISA:
Siswa Indonesia hanya bisa menjawab materi Level fi-3 saja (lower order thinking skills = LOTS),
sementara siswa negara lain sudah sampai Level 4-6 (higher order thinking skills = HOTS).

MEMBACA MATEMATIKA SAINS


skor skor skor

55 54 504 39 371 59 56 52 44 41 379 59 55 52 43 42 396


5 9 415 3 a 1 9 7 0 9 0 1 9 8 6

a
si

si

si
ne

ne

ne
do

do

do
In

In

In
Sumber: Diolah dari hasil PISA
2018
Tujuan fi Ruang Lingkup Naskah Akademik

Tujuan Ruang
Lingkup
● Memberikan landasan ● Konsep akademik P M dengan
kebijakan Kemendikdasmen prinsip: Berkesadaran, Bermakna,
terkait PM. dan Menggembirakan.
● Menyediakan acuan ● Faktor pendukung:
pengembangan program, ○ Infrastruktur, SDM, dan
sumber daya, dan kebijakan untuk jenjang
infrastruktur. pendidikan dasar €
● Mendeskripsikan kerangka menengah.
kerja strategis ○ Distribusi tugas fungsi unit
implementasi PM. utama
6
Kemendikdasmen.
Apa Pembelajaran Mendalam?

Definisi :
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang
memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana
belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful),
bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui
olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika),
dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.

7
Pembelajaran Mendalam sebagai
Solusi
Olah
Pikir
Berkesadara
n Olah
Pembelajara Hati
Bermakn mewujudka
n a n
Mendalam Olah
Profil
Menggembirak Rasa
Lulusan (8
an
Dimensi)
Olah
Raga
8 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan 2. Kewargaan


Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati
Ketakwaan terhadap aturan dan norma sosial dalam kehidupan
Tuhan YME bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah
Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam nyata yang terkait keberlanjutan manusia dan
kehidupan sehari-hari. lingkungan.

4. Kreativitas
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara inovatif,
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis,
fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta
informasi untuk menciptakan solusi yang unik
memproses informasi untuk menyelesaikan
dan bermanfaat.
masalah.

9
8 Dimensi Profil Lulusan

5. Kolaborasi 6. Kemandirian
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif Individu yang mampu bertanggung jawab atas
dengan orang lain secara g o t o n g royong untuk proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
mencapai tujuan bersama melalui pembagian menunjukkan kemampuan untuk mengambil
peran dan tanggung jawab. inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang
lain.

7. Kesehatan 8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar,
intrapribadi untuk melakukan refleksi dan
sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan
kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan
informasi baik lisan maupun tulisan serta
kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

10
Landasan
Filosofis
Filosofi K.H. Ahmad Dahlan Filosofi Ki Hajar Dewantara

1. Pendidikan berlandaskan tujuan 1. Pembelajaran memerdekakan


hidup. (tanpa pembiaran).
2. Tidak so mbong, gigih belajar, dan 2. Pusat pada peserta didik,
tuntas berkarya. mengakui otoritas guru.
3. Optimalkan akal untuk kebenaran 3. Sistem among dan Trikon
sejati. (kontinuitas, konvergensi, dan
4. Berani menegakkan kebenaran. konsentrisitas).
5. Berbuat untuk kemanusiaan 4. Prinsip Asah, Asih, Asuh.
(tidak memperalat). 5. Pendidikan: pranata sosial,
6. Mengamalkan ilmu agama dengan pelestari
kualitas tinggi. kebudayaan,
7. Pendidikan sebagai alat perubahan membangkitkan
sosial menuju masyarakat kegembiraan (konsep
berkemajuan. “Taman”).
1
1
Landasan
Teoretis Teori pembelajaran
mendalam dan
Integrasi teknologi,
isu global, literasi
pembelajaran dangkal digital
(Marton € Suljö, 1976)
1990-2000an

70an
1 2010-
9 Konstruktivisme, sekaran
g
Project-based Learning,
keterampilan abad ke-
21.

Konsep PM Kerangka
● Membangun keterkaitan antara Pengetahuan
● Foundational Knowledge: Dasar ilmu dan
pengetahuan konseptual dan fakta.
prosedural. ● Meta Knowledge: Hubungan, pola, dan
● Mengaplikasikan pengetahuan analisis.
pada konteks baru. ● Humanistic Knowledge: Nilai
● Dukungan Experiential Learning
kemanusiaan dan makna mendalam.
(Kolb, 1984).
● Pendekatan berbasis pengalaman: (Heick, 2020)
refleksi, konseptualisasi, eksperimen.
1
2
Landasan
Sosiologis
● Hakikat Pendidikan ● Peran Pembelajaran Mendalam
○ Pendidikan bertujuan ○ Fondasi sistem
mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan nasional untuk
sebagaimana amanat alinea ke-4 mengembangkan intelektual,
Pembukaan U U D 1945. moral, dan kinerja peserta
○ Membangun bangsa yang didik.
majemuk menjadi maju dan ○ Memadukan kesadaran spiritual,
berjati diri melalui perilaku sosial, kontekstual, dan
berbasis nilai Pancasila dan kegembiraan lahir batin.
Ipteks. ○ Mendukung kualitas pembelajaran
○ Pendidikan holistik mencakup berbasis kultur masyarakat yang
budaya, sistem, dan lingkungan sesuai visi pendidikan nasional
untuk menciptakan kehidupan (Dewantara, 1967).
kebangsaan yang cerdas.
1
3
Landasan Yuridis dan Empiris
● Landasan Yuridis ● Landasan Empiris
○ Pasal 31 U U D 1945: Hak setiap ○ Perubahan Kurikulum: 11 kali
warga negara untuk pendidikan sejak 1947, kini Kurikulum
berkualitas. Merdeka (2022).
○ U U No. 2 0 Tahun 2003: ○ Kompetensi Masa Depan: Fokus
Pengembangan potensi manusia pada kreativitas, kolaborasi, dan
beriman, berakhlak, dan penguasaan teknologi.
berkompetensi. ○ Pembelajaran Bermakna:
○ U U No. 8 Tahun 2016: Pendidikan Berdasarkan pendekatan global,
inklusif untuk penyandang menekankan pembelajaran
disabilitas. interaktif dan inspiratif.
○ U U No. 6 Tahun 2023: Kemitraan
vokasi dan teknologi untuk 1
pembelajaran adaptif. 4
KERANCKA
KERJA
PEMBELAJARAN
MENDALAM
Prinsip Pembelajaran

Berkesadaran Bermakna Menggembirakan


Pengalaman belajar peserta Peserta didik dapat Pembelajaran yang
didik yang diperoleh ketika menerapkan menggembirakan merupakan
mereka memiliki kesadaran pengetahuannya ke suasana belajar yang
untuk menjadi dalam situasi nyata. positif, menantang,
pembelajar yang aktif Proses belajar peserta didik menyenangkan, dan
dan mampu meregulasi tidak hanya sebatas memotivasi. Rasa senang
diri. Peserta didik memahami informasi/ dalam belajar membantu
memahami tujuan penguasaan konten, namun peserta didik terhubung
pembelajaran, termotivasi berorientasi pada secara emosional, sehingga
secara intrinsik untuk kemampuan mengaplikasi lebih mudah memahami,
belajar, serta aktif pengetahuan. mengingat, dan menerapkan
mengembangkan strategi pengetahuan.
belajar untuk mencapai
tujuan. 1
6
Pengalama
n Belajar
The SOLO Taxonomy
(structure of observed learning outcomes)

Sumber: Diadaptasi dari


[Link]
Taksonomi SOLO dan Bloom dalam Pembelajaran
Mendalam
Taksonomi Taksonomi Pengalaman
Tingkat Pembelajaran Deskripsi
SOLO Bloom Belajar PM

Unggul Berpikir Abstrak • Mencipta Memperluas dan


Merefleksi
(Excellence) yang Mendalam • Mengevaluasi menerapkan ide
Pembelajaran
Mendalam
Cakap Menghubungkan
Relasional • Menganalisis Mengaplikasi
(Secure) ide-ide
• Menerapkan

Berkembang
Multistruktural Memahami Memiliki banyak ide
(Developing)
Memahami

Dasar Pembelajaran Unistruktural Mengingat Mengingat kembali


(Foundation) Dasar

Belum
Berkembang
Prastruktural
(Incompetence)
Pengalama
n Belajar

Memahami Mengaplika Mereflek


Tahap awal peserta didik untuk
si si
aktif mengkonstruksi Pengalaman belajar yang Proses di mana peserta didik
pengetahuan agar dapat menunjukan aktivitas mengevaluasi dan memaknai proses
memahami secara mendalam peserta didik serta hasil dari tindakan atau praktik
konsep atau materi dari mengaplikasi nyata yang telah mereka lakukan.
berbagai sumber dan konteks. pengetahuan dalam Tahap refleksi melibatkan regulasi
Pengetahuan pada fase ini kehidupan secara diri (self regulation) sebagai
terdiri dari pengetahuan kontekstual. Pengetahuan kemampuan individu untuk
esensial (foundational knowledge), yang diperoleh oleh mengelola proses belajarnya secara
pengetahuan aplikatif (applied peserta didik melalui mandiri, meliputi perencanaan,
knowledge), dan pengetahuan pendalaman pelaksanaan, pengawasan, dan
nilai dan karakter (humanistic pengetahuan (extending evaluasi terhadap cara belajar
knowledge). knowledge). mereka.
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis Lingkungan Pembelajaran
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi
tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar
lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang
mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat
peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan
nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi
tinggi dan kolaborasi. berbagai gaya belajar peserta didik dengan
optimal.

Pemanfaatan Teknologi Digital


Pemanfaatan teknologi digital juga memegang Kemitraan Pembelajaran
peran penting sebagai katalisator untuk Kemitraan pembelajaran (learning partnerships)
menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, membentuk hubungan yang dinamis antara
kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan
sumber belajar menjadi peluang menciptakan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan
pengetahuan bermakna pada peserta didik. kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi
kolaborasi bersama.

21
Elemen
Ekosiste
m
Transformasi Peran
Curu dalam
Ekosistem PM

Curu sebagai Activator


Curu sebagai Collaborator
Curu sebagai Culture
Builder
Tahapan Implementasi PM

1. Sosialisasi P M kepada semua pemangku kepentingan.


2. Identifikasi dan pemenuhan kebutuhan sumber daya
(Curu, Satuan Pendidikan, Sumber Belajar, Dinas
Pendidikan, dll).
3. Uji c o b a dalam lingkup terbatas.
4. Evaluasi hasil dan perbaikan sistem.
5. Penerapan P M secara luas.
6. Refleksi dan tindak lanjut untuk perbaikan selanjutnya.
Rekomendasi Strategis
1. Penetapan P M sebagai fondasi utama dalam peningkatan proses dan mutu
pembelajaran.
2. Penerapan P M pada s etiap jenjang pendidikan perlu didukung oleh lingkungan
pembelajaran yang kondusif, kemitraan pembelajaran yang luas dan
bermakna, dan pemanfaatan teknologi digital yang efektif.
3. Perubahan Profil Pelajar Pancasila yang terdiri atas enam dimensi menjadi
Profil Lulusan dengan delapan dimensi.
4. Penyelarasan antarperaturan perundang- undangan terkait dengan
standar nasional pendidikan, kurikulum, buku teks pelajaran, proses
pembelajaran, dan asesmen.
5. Pengalokasian 10% dari jam pelajaran untuk P M interdisipliner.
6. Penataan ulang materi esensial dalam Capaian Pembelajaran.
Rekomendasi
Strategis
7. Peningkatan kompetensi guru:
a. Program pelatihan terintegrasi, pendampingan, atau p e m b i m b i n g a n tentang
pendekatan PM.
b. Mahasiswa calon guru diseleksi secara ketat dengan kriteria minat dan
kecintaannya serta kemampuan akademik yang dilakukan secara nasional oleh
LPTK yang menyelenggarakan PPC. Perlu dibuat tes seleksi yang terstandar untuk
mengukur kemampuan akademik.
c. Penyelenggaraan program pendidikan profesi guru (PPC) untuk
memberikan bekal pendidikan dan pelatihan PM.
d. Menambahkan bimbingan konseling, pendidikan nilai, dan pola pikir
bertumbuh (growth mindset) dalam muatan kurikulum P P C dan pelatihan guru
lainnya.
e. Revitalisasi fungsi guru inti (master teacher) di setiap klaster satuan
pendidikan, yang memiliki tanggung jawab untuk pengembangan
profesionalisme guru di wilayah yang menjadi tugasnya.
Rekomendasi
Strategis
8. Penyiapan dan peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala
sekolah dalam membangun budaya belajar dan budaya mutu.
9. Peningkatan kapasitas supervisi pengawas sekolah/penilik
dalam proses pendampingan, pembinaan, dan pengembangan
kompetensi guru.
10. Penyusunan Buku C u r u dan Buku Siswa.
11. Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi P M d i
sekolah

12. Pengembangan asesmen formatif dan sumatif dengan penekanan


pada asesmen otentik dan holistik.
13. Penyusunan panduan mekanisme dan prosedur monitoring dan
evaluasi implementasi PM.
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai