BASIC FIRE FIGHTING
PT WIRA CIPTA PERKASA
ONLINE TRAINING 29 NOVEMBER 2024
DASAR HUKUM
PERMENAKER NO.4 TAHUN 1980
Tentang Syarat-syarat Pemasangan Dan Pemeliharaan
Alat Pemadam Api Ringan
PERMENAKER NO.186 TAHUN 1999
Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja
KEBAKARAN
Api atau kebakaran adalah suatu peristiwa/reaksi kimia
yang terjadi secara cepat / berantai antara bahan
DEFINISI bakar dan zat asam (udara) dalam perbandingan yang
KEBAKAR tepat dan disertai adanya panas
&PROSES
AN Kebakaran terjadi jika ketiga unsur saling bereaksi satu
TERJADINYA dengan yang lainnya tanpa adanya salah satu unsur
diatas maka api tidak akan dapat terjadi.
SEGITIGA API
Kebakaran hanya dapat terjadi jika
ketiga komponen berikut bereaksi
LY TETRAHEDRON OF FIRE
Bidang Empat Api (Poly BAHAN
OKSIGEN
Tetrahedron Of Fire) BAKAR
CHEMICAL
CHAIN
Merupakan teori baru dalam
REACTION
ilmu api dimana disamping
bahan bakar, oksigen dan
panas masih diperlukan satu PANAS
syarat lagi untuk terjadinya
api, yaitu Rantai Reaksi
Pembakaran (Chemical
LASIFIKASI KEBAKARAN
KELAS A KELAS B
BENDA PADAT NON LOGAM CAIRAN YANG DAPAT
TERBAKAR
Contoh:
Kertas, kayu, kain, plastik Contoh:
Bensin, minyak tanah, avtur,
solar, avtur
KELAS C KELAS D
INSTALASI LISTRIK BENDA PADAT LOGAM
Contoh: Contoh:
Saklar, panel, peralatan sumber Logam murni yang mudah terbakar
listrik lainnya (potassium, sodium)
SISTEM PROTEKSI
KEBAKARAN
SISTEM PROTEKSI
KEBAKARAN AKTIF
SISTEM PROTEKSI
KEBAKARAN PASIF
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
1 Alarm Kebakaran
2 Detector
Metal Detector
Smoke Detector
Heat Detector
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
3 Alat Pemadam Api
•Ringan (APAR)
APAR adalah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu
orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran
(api masih kecil)
• APAR tidak cocok untuk menangani kondisi api yang sudah
besar
• APAR wajib dilakukan inspeksi minimal 6 bulan sekali
(Permenaker No.4 Tahun 1980)
PELETAKAN APAR
• Isi APAR berbahan tepung kimia kering dan busa, wajib
• Pemasangan APAR harus
dilakukan pergantian diatur
isi ulang minimal
setiap 2 tahunketinggian
sekali bagian
atas kepala APAR 125 cm dari permukaan lantai kecuali jenis
CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan
lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam
api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
3 Alat Pemadam Api
Ringan (APAR)
PELETAKAN APAR
15 15
cm cm
Jarak antar APAR
maksmimal 15 meter
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
JENIS-JENIS APAR
• Tepung Kimia Kering (Dry Chemical & Dry Powder)
- Dry Chemical berbahan Cocok untuk memadamkan kebakaran
kelas A, B, C. Media ini terbuat dari kombinasi monoammonium
phosphate dan ammonium sulfate
- Dry Powder berbahan tepung kimia kering khusus cocok untuk
memadamkan kebakaran kelas D. Tepung kimia kering yang
digunakan berupa graphite granular sodium chloride atau berbasis
tembaga. Bahan tersebut efektif memisahkan bahan bakar berupa
logam menyala dari oksigen.
• Foam/Busa
Cocok untuk memadamkan kebakaran kelas B
• Air
Cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A. Media pemadam jenis
Pull the pin
CABUT PIN PENGAMAN
PENGGUNAA Aim at the base of
APA fire
ARAHKAN NOZZLE PADA SUMBER API
N
ALAT PEMADAM API RINGAN
R
Squeeze the lever
TEKAN TUAS APAR
*) Selama proses pemadaman, harap
SWEEP
SIDE
SIDE TO
KIBASKAN NOZZLE/SELANG APAR KE KIRI & KANAN
SAMPAI API PADAM
perhatikan arah angin
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
4 Hidran
Hidran adalah sistem pemadam kebakaran yang terdiri dari jaringan
perpipaan berisi air bertekanan untuk memadamkan kebakaran
Hidran Gedung Hidran Taman
TEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
5 Sprinkler
- Sprinkler adalah salah satu jenis sistem proteksi
kebakaran aktif yang terdiri dari water supply
system, memiliki water pressure dan sistem
distribusi pipa tersendiri yang akan langsung
terhubung ke sistem sprinkler yang terdapat di area
tempat kerja
- Tujuan dari penggunaan sistem sprikler ini adalah
untuk melindungi dan mengurangi dampak kejadian
kebakaran pada property dan manusia pada
khususnya
- Sistem sprinkler ini digunakan pada gedung-gedung
bertingkat dan gedung-gedung yang memiliki
basement yaitu 23 m diatas / dibawah permukaan
TEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
1 Pintu Darurat
2 Tangga Darurat
3 Penunjuk Arah
Evakuasi
4 Telepon Darurat
5 Jalur Evakuasi
6 Assembly Point
KNIK PEMADAMAN API
BREAK
STARVATION SMOTHERING COOLING DILUTION CHAIN
REACTION
NGAMBIL/MENGURANGI
MEMBATASI ANTARA OKSIGEN
MENURUNKAN TEMPERATUR
MENGENCERKAN KADAR MEMUTUS RANTAI
BAHAN BAKAR DAN BAHAN BAKAR BAHAN BAKAR OKSIGEN REAKSI PEMBAKARAN
STARVATION
STARVATION
NGAMBIL/MENGURANGI BAHAN BAKAR)
BA
HA
Teknik pemadaman ini
RA
N
BA
DA
dilakukan dengan cara
KA
/U
EN
mengambil/mengurangi bahan
R
S IG
SEGITIGA API
bakar yang terbakar sampai
OK
dibawah
Contohbatas bisa terbakar :
dari STARVATION
PANAS
Memadamkan kebakaran pipa
gas dilakukan dengan
cara menutup valve.
ONTOH STARVATION
Memadamkan kebakaran pipa gas/minyak
dengan cara menutup valve
Memisahkan bahan yang belum terbakar dengan bahan
yang sudah terbakar
SMOTHERING
MOTHERING
BATASI ANTARA OKSIGEN DAN BAHAN BAKAR)
Teknik pemadaman ini
RA
DA
dilakukan dengan cara
BA
/U
HA
EN
membatasi antara bahan bakar
N
S IG
yang terbakar dengan oksigen
BA
OK
KA
dari udara.
Contoh dari SMOTHERING :
SEGITIGA API
R
Memadamkan kebakaran
PANAS
loyang dengan cara menutup
permukaan yang terbakar
ONTOH SMOTHERING
Memadamkan api
dengan menggunakan
APAR dry chemical
ONTOH SMOTHERING
Memadamkan api pada
loyang dengan
menggunakan fire
blanket/karung goni.
RINSIP SMOTHERING
Memadamkan api
dengan cara
membatasi antara
bahan bakar yang
terbakar dengan
oksigen
COOLING
COOLING
NURUNKAN TEMPERATUR BAHAN BAKAR)
RA
BA
Teknik pemadaman ini
DA
HA
/U
N
dilakukan dengan cara
EN
BA
menurunkan temperatur dari
S IG
KA
SEGITIGA API
R
OK
bahan bakar yang terbakar.
Contoh dari COOLING :
Memadamkan kebakaran PANAS
dengan menggunakan media
pemadam jenis cair (air atau
ONTOH COOLING
Memadamkan api
dengan
menggunakan air
RINSIP COOLING
Air dapat memadamkan
kebakaran kelas A
dikarenakan memiliki
daya cooling tinggi. Air
tidak cocok untuk
kebakaran kelas C
(electrical) dan kelas B
(flammable liquid)
ONTOH COOLING
Memadamkan api
dengan busa
(foam). Busa
memiliki kelebihan
yaitu dapat bekerja
dengan 2 metode
sekaligus (cooling
DILUTION
DILUTION
NGENCERKAN KADAR OKSIGEN)
RA
Teknik pemadaman ini
DA
BA
/U
dilakukan dengan cara
HA
EN
N
mengencerkan kadar Oksigen
S IG
BA
OK
pada proses pembakaran.
KA
SEGITIGA API
R
Contoh dari DILUTION :
Memadamkan kebakaran PANAS
dengan media pemadam jenis
gas (CO2 atau N2).
ONTOH DILUTION
Memadamkan api
dengan
menggunakan APAR
CO2
APAR CO2 memiliki
kelebihan clean
RINSIP DILUTION
Berbagai macam gas
dapat digunakan
dalam pemadaman
api, namun hanya
gas asam arang
(CO2) dan gas lemas
(N2) yang banyak
BREAK CHAIN REACTION
REAK CHAIN REACTION
MUTUS RANTAI REAKSI PEMBAKARAN)
RA
BA
DA
HA
/U
N
Teknik pemadaman ini
EN
BA
dilakukan dengan cara
S IG
KA
R
OK
SEGITIGA API
memutus reaksi
pembakaran.
Contoh dari BREAK CHAIN PANAS
REACTION :
Memadamkan kebakaran
dengan media pemadam
PRINSIP BREAK
CHAIN REACTION
1 FISIS contohnya
memadamkan
kebakaran dengan
2 CHEMIS
peledakan
(kimiawi),
contohnya
memadamkan
kebakaran dengan
TANYA JAWAB
“
UTAMAKAN KESELAMATA
Anak, Istri Dan Keluarga
Menunggu Anda Dirumah
“
[Link]