DIKSI /PILIHAN KATA
Rahmat, S.S., [Link].
Universitas Muslim Indonesia
PENGERTIAN DIKSI
• Diksi adalah kata-kata yang dipakai untuk menyampaika suatu gagasan, cara
menggabungkan kata yang tepat, dan gaya yang paling baik digunakan dalam
situasi tertentu (Keraf:2009).
• Diksi, atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang membedakan secara
tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikannya,
dan kemampuan tersebut hendaknya disesuaikan dengan situasi, dan nilai rasa
yang dimiliki sekelompok masyarakat, dan pendengar, atau pembaca.
• Menurut Achmad (2016) diksi adalah pilihan kata yang sesuai dengan konteks
kalimat untuk menyampaikan pesan, atau gagasan oleh penulis, atau pembicara
kepada pembaca atau pendengar yang sesuai dengan kondisi dan rasa bahasa
tertentu sehingga berterima.
Fungsi Diksi
Diksi atau pilihan kata sangat berperan penting dalam pembentukan kalimat.
Berikut fungsi diksi;
1. membuat pembaca, atau pendengar mengerti secara benar, dan tidak
salah paham terhadap hal yang disampaikan oleh pembicara, atau
penulis;
2. untuk mencapai target komunikasi yang efektif;
3. melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal;
4. membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak
resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Klasifikasi Kata Berdasarkan Diksi
Chaer, (1994: 60) membagi makna menjadi:
Denotatif
Makna denotatif adalah makna yang merujuk langsung pada makna dasar. Dengan
kata lain makna denotatif adalah makna sebenarnya.
Konotatif
Makna konotatif adalah makna kiasan atau makna tambahan terhadap makna
dasar.
Makna Leksikal Homonim
Makna leksikal adalah kata secara lepas tanpa Homonim adalah kata-kata yang memiliki
kata yang lainnya di dalam struktur bahasa kesamaan ejaan dan bunyi, tetapi berbeda
(frasa, klausa, kalimat. Makna leksikal bisa juga makna. Berikut contoh homonim,
disebut makna dasar (kata dasar)
Sinonim 1. Bu Andi bisa membuat program perangkat
lunak komputer dengan berbagai bahasa
Sinonim merupakan kata-kata yang memiliki pemrograman (bisa = mampu).
persamaan/ kemiripan makna. Sinonim adalah
dua kata atau lebih yang pada asasnya 2. Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana
memunyai makna yang sama, tetapi bentuknya untuk diteliti (bisa = racun).
berlainan, misal buruk, dan jelek, mati , Homofon
meniggal, wafat, tewas.
Homofon merupakan kata-kata yang memiliki
Antonim bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Antonim merupakan ungkapan (berupa kata, Berikut contoh homofon,
frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap 1. Bang Ali kerja di bank.
kebalikan dari makna /ungkapan lain, misalnya
kata bagus berantonim dengan kata buruk; 2. Ia sangsi dengan sanksi yang ia berikan
kata besar berantonim dengan kata kecil. kepada adiknya.
Homograf
Homograf adalah kata-kata yang sama tulisannya tetapi
berbeda makna dan bunyinya.
1. Sebelum apel pagi kami makan apel.
2. Ia tidak tahu, kalau sepupunya alergi tahu.
Kata Abstrak dan Kata Konkret
• Kata abstrak adalah kata-kata yang
berupa konsep, atau kata-kata
bentukan/penggabungan imbuhan dan
akhiran. Atau dapat juga diartikan kata-
• Kata konkret adalah kata-kata yang
berupa objek nyata, dapat dilihat, diraba,
kata yang tidak bisa dilihat, disentuh
dirasa seperti kata benda. Contoh meja,
dan diraba tetapi hanya bisa dirasa
kursi, tas, baju dll.
seperti jenis kata sifat. Contoh
Perdamaian, Kecerdasan, oksigen,
sakit, marah dll.
Kata Umum dan Kata Khusus
• Kata umum adalah kata-kata yang • Kata-kata khusus adalah kata-kata yang
pemakaiannya luas. Dalam artian kata-kata pemakaiannya terbatas atau hanya
umum ini sering digunakan oleh semua digunakan dalam bidang tertentu. Semakin
kalangan masyarakat. Semakin luas ruang sempit ruang lingkupnya maka semakin
lingkup suatu kata semakin umum sifatnya. khusus sifatnya. Contoh:
Contoh : • Direktur, rector, bupati
• Pemimpin • Mancung
• Runcing • Menanak/mengkukus
• Memasak • Ramuan, adonan
• Campuran • Masjid, sekolah, rumah
• Bangunan
Kata-kata Mubazir
• Kata-kata mubazir adalah kata-kata bersinonim atau kata-kata yang memiliki makna
yang sama dan digunakan secara bersamaan sekaligus dan membuat kalimat menjadi
tidak efektif. Contoh Sejak dari, demi untuk, agar supaya, sebab karena, amat sangat
sekali.