BASIC LEAN
MANUFACTURING
14th May 2020
LEAN SYSTEM /
MANAGEMENT
LEAN ?
• Lean = Ramping. Ramping dalam hal sistem,
ramping dalam hal limbah/reject/pemborosan
• Sistem/Pengelolaan produksi yang berfokus
kepada :
pengurangan/eliminasi/menghilangkan
pemborosan.
• Fokus kepada kenyamanan dan keamanan
Pekerja dan Mengatasi masalah pada sumbernya
Apa itu NOS ?
“Sistem Lean NIKE yang berdasar pada Sistem Produksi Toyota”
‘NOS singkatan dari
NOVUS
ORDO
SECLORUM
“ Era baru telah dimulai “
Sejarah NOS
FORD
FORD TOYOTA
TOYOTA LEAN
LEAN NOS
NOS
Sebuah konsep Sebuah konsep
Salah satu merk Salah satu merk aliran produksi yang terfokus
mobil terkenal dari mobil terkenal dari dimana fokus pada pada
negara amerika negara jepang peningkatan kualitas,biaya
dengan konsep dengan konsep produktifitas kerja rasa
produksi massal Toyota Production dan eliminasi aman/nyaman
System pemborosan dalam bekerja
serta saling
percaya &
menghormati
RUMAH
NOS
Tujuan
NOS
Kualitas Lebih Baik
Biaya Lebih Rendah
Lead Time Lebih pendek
Fleksibilitas lebih besar
Saling percaya dan menghormati
8 PERSYARATAN MINIMUM NOS LINE DEFINITION (NLD)
1. Minimal terdapat dua proses terhubung dalam satu value
stream line dalam satu gedung (seperti: Instalasi & Testing)
2. Inventori terkontrol menggunakan kombinasi flow rack, kanban
dan sistem tarik
3. Sistem Andon tersedia, dan digunakan oleh tim member
sesuai kebutuhan
4. Ada pengukuran performansi: FTT (Kualitas), BTS (kesesuaian
jadwal), Lead Time (lamanya produksi), Downtime (lamanya
berhenti produksi, dan UPPH(produktivitas)
5. ISQ terimplementasi pada core value stream. Inspeksi pada
sumbernya, bukan hanya di akhir line
6. Lembar Standar Kerja di gunakan dalam core value stream
7. Ada bukti dari kegiatan 5S & Visual Manajemen terpasang
8. Value Stream dikelola dan di tentukan oleh Struktur TL/GL
7 Waste
Agenda
• Apa yang dibayar oleh
konsumen?
• 7 Pemborosan
• Solusi LEAN
• Pertanyaan
Apa yang dibayar oleh konsumen?
• Value Add work (Pekerjaan yang memiliki nilai
tambah)
• Non Value Add work (Pekerjaan yang tidak
memiliki nilai tambah)
– Necessary / Diperlukan
– Unnecessary / Tidak diperlukan
Konsumen TIDAK akan membayar untuk
PEMBOROSAN
• Tidak memberikan nilai tambah terhadap produk
atau jasa
7 Waste
PEOPLE
- Transportation / Transportasi
Motion
- Inventory / Persediaan Extra
Processing Waiting
- Motion / Gerakan TYPES
- Waiting / Menunggu OF
WASTE Inventory
- Over Process / Keleihan
Rework
Proses Over-
- Over Production / Kelebihan Transportati Production
on
Produksi
- Defect / Cacat
Menambahkan yang tidak memiliki nilai – Hanya membuat biaya
lebih tinggi
Pemborosan ada di setiap proses…
Hilangkan itu!
Waste 1 Transportation
• Penghubung/ transportasi yang kurang diperlukan dari suatu lokasi ke lokasi
lain atau transfer dari satu pekerja ke pekerja lain yang tidak secara langsung
dapat memberikan nilai tambah
Penyebab
Layout yang tidak Lokasi
baik(Jarak yang luas) penyimpanan di Pergerakan benda
beberapa tempat
Akibat
Menambah biaya Menambah cycle
time
Memerlukan tambahan
sumber daya
Waste 2 Inventory
• Material atau informasi yang melebihi dari apa yang
diminta
Penyebab
Populating hard Banyak persedian material Email yang sudah
disk with data di rack atau di gudang tidak berguna di
inbox
Akibat
Inventory Menyembunyikan
Memerlukan
Masalah
Sulit ketika
sumber extra mencari
untuk mengatur material
Memerlukan Banyak yang
tempat atau tidak terpakai
ruang extra karena rusak
Barang jadi usang
Inventory
menyembunyikan
masalah
Kuranganya inventory
membuat masalah
terlihat
Waste 3 Motion/ Gerakan
• Adanya gerakan dari manusia atau peralatan yang tidak
memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa.
Penyebab
Layout area Banyaknya
kerja yang Metode kerja yang pergantian
kurang baik kurang baik size
Akibat
Pemborosan Cycle Menambah
Time biaya
Before After
Work smarter not harder
Waiting
Correcting Re-
Searching Checking
Reworking
Waiting
Waktu
terbuang
Waste = Value =
80 % 20 %
Waktu
terbuang
Waste 4 Waiting
• Adanya waktu tunggu yang disebabkan karena dua proses yang
tidak sepenuhnya disinkronkan
• Menunggu dapat dilakukan oleh konsumen atau pekerja
Penyebab
Menunggu orang, Kurangaya Waktu tunggu disebabkan
informasi, dsb Koordinasi karena kurangnya “Standard”
operasi
Akibat
Menyebabkan Menambah cycle
bottlenecks time
Respon lambat dari Meningkatkan
konsumen WIP
When Inventory Waits, Customer Waits
Waste 5 Over Process
• Melakukan pekerjaan yang tidak diperlukan yang tidak memberikan
nilai tambah terhadap produk
Penyebab
Melakukan banyak Pengecekan/ Cek
Menyediakan cara untuk ulang yang tidak
informasi yang menegrjakan hal yang standard
belum lengkap sama
Akibat
Menghambat Peluang untuk
pengiriman membuat defect
lebih banyak
Eliminate Excess work
Waste 6 Over-Production
• Memproduksi lebih dari permintaan konsumen atau
membuat sebelum konsumen minta.
Penyebab
Bekerja pada prioritas Memproduksi lebih dari Ketidak seimbangan
yang salah permintaan atau yang diperlukan antar line atau
proses selanjutnya departement
Akibat
Menimbulkan
Memerlukan persediaan/ stock
tempat atau ruang yang tidak diperlukan
lebih
Menyembunyikan
masalah pada proses
yang lain (Kualitas,
pengiriman)
Buat atau mintalah hanya apa, kapan and pada kuantitas yang
diperlukan
Waste 7 Defects (Rework)
• Sebuah kesalahan yang ditemukan oleh konsumen, termasuk
menyebabkan penambahan proses/ pengerjaan ulang terhadap
suatu produk. Penyebab
Standard operasi yang Perubahan kebutusan Input yang salah atau
tidak jelas yang kurang diperlukan belum lengkap
Akibat
Memerlukan Membuat
pengerjaan ulang pengiriman
terhambat
Mengurangi kepuasan Menambah
konsumen biaya
Menimbulkan masalah atau cacat di proses berikutnya jika
dibiarkan
Reduce Defects
5S
5S
• Seiri - Sort - Ringkas
• Seiton - Set in Order - Rapih
• Seiso - Shine - Resik
• Seiketsu - Standardize - Rawat
• Shitsuke - Sustain - Rajin
Pengertian 5S
5S adalah sebuah konsep penataan
lingkungan kerja yang berfokus pada
kebersihan dan efisiensi tempat kerja,
standarisasi prosedur kerja, eliminasi
segala sesuatu yang tidak diperlukan,
serta secara bersamaan meningkatkan
kualitas hasil kerja dan safety.
Mengapa perlu 5S?
Karena banyaknya pemborosan dalam operasi
industri atau dalam kehidupan sehari-hari.
• Pemborosan waktu
• Pemborosan tempat
Manfaat Penerapan 5S
• Meningkatkan kinerja, produktivitas dan efisiensi dalam
bekerja
• Mempercepat dalam menemukan lokasi penyimpanan
barang
• Waste mudah dikenali, sehingga mempermudah
pengendalian proses
• Memperbaiki kondisi fisik area kerja
• Menurunkan pemborosan waktu
• Menaikan citra perusahaan di mata konsumen
• Mengurangi resiko kecelakaan kerja
• Dan lain-lain
Kunci 1: Sort
(Pemisahan)
• Memisahkan benda atau barang apapun berdasarkan
fungsi dan kegunaannya.
•Memisahkan barang yang diperlukan dengan yang tidak
diperlukan.
Kunci 2: Set-In-Order
(Penyusunan)
Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
Dan ada tempat untuk segala sesuatu.
Caranya:
• Susun semua barang dengan
teratur
• Ringkaskan metode proses
yang terkait dengannya
• Tetapkan standar visual
penyimpanan dan pengendlia
Kunci 3: Shine
(Kebersihan)
• Menghilangkan semua
kotoran.
• Cari cara untuk menjaga
tempat kerja bersih.
• Membersihkan adalah
Memeriksa
• Membersihkan sebagai
Kebiasaan
Kunci 4: Standardize
(Pembakuan)
Menjaga dan mengawasi ( Sort, Set in
Order, Shine )
• Check
• Standardize
• Maintain
• Monitor
• Improve
Pembakuan harus berjalan, agar kondisi yang tercipta dari
Sort - Set in Order – Shine terjaga dan tidak kembali pada
kondisi buruk sebelumnya.
Kunci 5: Sustain
(Membiasakan)
Membutuhkan kesadaran diri dan komitmen dari
semua karyawan di semua tingkat jabatan,
sehingga disiplin ber-6S menjadi budaya di
seluruh area perusahaan.
CARANYA??
Audit 6S
Pengawasan
Bersama
Kompetisi
6S
VISUAL MANAGEMENT
Tujuan Pabrik Visual?
“Mampu mengerti status area produksi dalam
5 menit atau kurang dengan observasi
sederhana tanpa melihat komputer atau
berbicara dengan seseorang.”
Mengapa kita butuh Pabrik Visual?
• Mengurangi waktu mencari
• Menghilangkan frustasi
• Meningkatkan keamanan
• Memperbaiki komunikasi
• Meningkatkan kepuasan kerja
Visual Management Tools
Mapping 6
6
Level 6 - Eliminate Defects
Level 5 - Stop Defects
Level 4 - Alarms
Level 3 - Build Standard
Level 2 - Share Standard
Level 1 - Share Information
6S
C2B LAY-OUT
1 1 4
5 Quality Issue
Control
2
3
3
4 2 3 4 3 5 6
Visual Management Tools
SHARE STANDARD
LEVEL 2
Sample of Standard Standard of Temperature SOP Cutting
SHARE INFORMATION
LEVEL 1
Direction Guidance Location Indicator Signboard Line Info
ALARMS
LEVEL 4
Andon Signal In
Lamp For Abnormalities (Andon) Production Area
BUILD STANDARD
LEVEL 3
Border Line Capacity Standard Quality Issue Control
Visual Management Tools
ELIMINATE DEFECTS
LEVEL 6
Quality Circle Defect Rack QCMS IP/IU Defect Monitoring System
STOP DEFECTS
LEVEL 5
Metal Detector Sensor ( Stop Defect ) Cutting Machine Sensor ( For More Safety )
Standard Work Sheet
(SWS/LSK)
Apakah Standarisasi Kerja ?
Sebuah metode produksi yang efektif, terurut dengan
Minimasi Pemborosan, terpusat disekitar Pergerakan
Manusia
Inconsistent Inconsistent
TRADISIONA Results
Process
L
Consistent Desired
LEAN Process Results
Langkah 1: Lengkapi informasi tentang proses
dan produk
• Nama model produk
Contoh: Homer
• Nama proses operasi
Contoh: Pemasangan FPC power key
• Jenis mesin yang digunakan
Contoh: XXX mesin
• Alat bantu yang digunakan
Contoh: Pinset
Langkah 2: Tentukan Takt Time dan Cycle Time
TAKT TIME
KECEPATAN PERMINTAAN PELANGGAN/WAKTU YANG
TERSEDIA UNTUK MENYELESAIKAN SATU UNIT PRODUK
DENGAN BAIK DAN BENAR SESUAI DENGAN STANDAR
CYCLE TIME
WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENYELESAIKAN
SATU PROSES DENGAN BAIK DAN BENAR SESUAI
DENGAN STANDAR (WAKTU PROSES SEBENARNYA).
DIAMBIL DARI HASIL TIME STUDY
Perhitungan Takt Time
TAKT TIME = WAKTU KERJA
JUMLAH PASANG
=28800 detik
1600 psng/hari
= 18 det.
Takt Time vs Cycle Time
TAKT Time (1 min.)
1 min.
Cycle
Time
A B C D E
Operators
Takt Time < Cycle Time ?
Takt Time > Cycle Time ?
Takt Time ≈ Cycle Time 44
Langkah 3: Analisa Langkah Kerja
Elemen kerja adalah langkah kecil untuk menyelesaikan
seluruh pekerjaan.
• Definisikan titik mulai dan berhenti
• Berupa kata “Kerja” dan “Benda”
(contoh: Ambil sock liner)
• Dilakukan dengan cara yang sama
• Membentuk “siklus” pekerja
Langkah 4: Membuat gambar/layout urutan kerja
Membuat gambar urutan langkah kerja sesuai dengan posisi kerja
yang standar, berdasarkan urutan kerja yang sudah ditentukan di
langkah nomor 2.
Langkah 5: Menentukan alat pelindung diri yang
digunakan
Sesuai dengan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh proses
tersebut.
Contoh format SWS/LSK
Contoh pengisian SWS
Lembar Standar Kerja Bukanlah . . .
• Dibuat oleh Manager atau Engineering
• Tetap sepanjang umur model tersebut
• Terkubur di laci.
• Hanya kertas kerja.
Lembar Standar Kerja
adalah dokumen yang hidup
Andon
Apakah Andon itu
?
Tanda visual
Tanda visual elektrik
elektrik dan
dan panel
panel audio
audio
yang akan
yang akan memberikan
memberikan sinyal
sinyal pada
pada
TL/GL dan
TL/GL dan TPM
TPM jika
jika ada
ada masalah.
masalah.
Andon adalah
Andon adalah alat
alat komunikasi.
komunikasi.
Mengapa menggunakan ANDON ?
• Andon dapat dengan cepat mengetahui tempat terjadinya
masalah
• Team Leader / Group Leader dan TPM, dapat dengan cepat
merespon panggilan, menyelidiki situasi dan melakukan
tindakan
• Memungkinkan operator mengerti keadaan saat itu di line
produksi
• Membantu operator memiliki kontrol terhadap bagiannya
dalam proses produksi
• Menyediakan data bagi analisis masalah dan akar penyebab
dari masalah tersebut
“Andon seharusnya digunakan sebagai ALAT yang
memungkinkan beberapa team leader, group leader
dan TPM untuk mengatur banyak proses kerja .”
Cara Pengoperasian Andon Gedung
• Operator mempunyai masalah
• Mesin : Operator memijit tombol andon merah
1x
• Proses : Operator memijit tombol andon kuning
1x
Andon akan berbunyi, display akan menunjukan lokasi masalah
dan display waktu. Lampu andon akan menyala sesuai dengan
kondisi masalah (merah / kuning)
• Leader/Mekanik datang segera ke lokasi dan memijit tombol 1x
selama 2 detik. Response time/Waktu tanggap
Bunyi akan berhenti, tetapi lampu tetap menyala.
Mekanik/Leader menanyakan dan menyelesaikan masalah.
• Setelah masalah selesai, Leader/Mekanik memijit tombol 1x
selama 2 detik, maka lampu akan mati. Downtime
Cara Pakai Tarik Andon
STA STA STA STA
CK CK CK CK
LIG LIG LIG LIG
HT HT HT HT
CONT
ROL
PANE
L
Contoh untuk setiap
stitching line
Cara Kerja: LAMPU LAMPU LAMPU
MENYALA MASIH PADAM
BERKEDIP MENYALA
MERAH BERKEDIP
MERAH
SUARA SUARA SUARA
BERBUNYI BERHENTI BERHENTI
“PANGGILAN BERBUNYI
KE MEKANIK”
Kondisi Normal Menunggu mekanik Menunggu mekanik Kembali ke
datang sebagai waktu datang memperbaiki, hal kondisi normal
respon. ini menunjukkan
“downtime perbaikan
Waktu respon TT mesin”
Tarikan pertama, sekali Tarikan kedua, Sekali Tarikan ketiga, tarik dan
saja, ditarik oleh operator saja, ditarik oleh mekanik tahan selama 2 detik
ketika datang. oleh mekanik ketika
1 selesai perbaikan.
2 3
Standard Respon time ≤ Takt Time
Takt Time = 3600
Target/Jam
Standard Fix Time ≤ 15 Menit
Autonomous Maintenance (AM) : Perawatan mesin
mandiri (tingkat pertama) yang dilakukan oleh
operator setiap hari.
Preventive Maintenance (PM) : Perawatan mesin
terjadwal yang dilakukan oleh mekanik/TPM.
In Station Quality
Semua proses harus dimengerti dengan jelas, agar
segala sesuatu bisa dilakukan secara benar sejak
awal.
ISQ = IN STATION QUALITY
(KUALITAS DARI DALAM PROSES)
Pemeriksaan Kualitas tidak bergantung pada QC akhir,
tetapi dimulai dari awal proses
ATURAN 3M : PRODUK CACAT !!
Dilarang Menerima
Dilarang Membuat
Dilarang Mengirim
Langkah Implementasi ISQ
1. Menjelaskan tujuan dan keuntungan.
2. Langkah ISQ termasuk dalam Standar Kerja.
3. Menjelaskan pada pekerja bahwa mereka harus mengikuti langkah
pada Standar Kerja.
4. Tindak lanjut dan menyediakan umpan balik.
5. Mengawasi performansi di produksi.
6. Memperkerjakan kembali pekerja QC untuk bagian proses bernilai
tambah, TL/GL, atau tim Kaizen.
Mana langkah yang paling
sulit ?
ISQ Level Satu
• Bergantung pada Departemen QA.
• Mendorong untuk membuat produk dengan cepat dan
meningkatkan utilitas mesin.
• Kualitas yang buruk ditemukan pada produk jadi.
ISQ Level Dua
• Pelanggan berikut adalah orang yang menggunakan apa yang
anda buat.
• Pekerja memeriksa sendiri hasil kerjanya dan memastikan
mereka hanya mengirim produk yang baik pada pelanggannya.
• Hanya produk yang baik yang termasuk dalam hasil produksi.
ISQ Level Tiga
• Tambahan waktu dimasukkan dalam jadwal
produksi untuk memungkinkan pemeriksaan
sendiri dan tugas pengontrolan kualitas.
• Tindakan segera diambil untuk menyelesaikan
masalah kualitas.
ISQ Level Empat
• Pekerja adalah anggota tim perbaikan kualitas.
• Mempelajari masalah kualitas dan mencari akar
penyebabnya.
• Akrab dengan pengenalan proses pengurangan
cacat.
ISQ Level Lima
• Pencegahan Kesalahan dan metode
penyempurnaan proses digunakan secara luas
dalam perusahaan.
• Keterlibatan semua orang dalam pengurangan
cacat.
• Metode kualitas statistik digunakan.
• Tanpa Cacat adalah mungkin.
STRATEGI ZERO DEFECT
LEVEL 1 LEVEL 2 LEVEL 3 LEVEL 4 LEVEL 5
TIPE TIDAK INSPEKSI INSPEKSI PEMERIKSAAN SENDIRI INSPEKSI
ADA PENILAIAN INFORMATIF DALAM PROSES PADA SUMBERNYA
INSPEKSI
Dapat mengurangi Melewati tahap
Cacat Cacat ditemukan
DAMPAK Cacat tidak tingkat cacat umpan balik dan
Teridentifikasi, sebelum produk
INSPEKSI teridentifikasi, dengan memberi menemukan
Tapi tidak meninggalkan
tidak dikurangi umpan balik kesalahan
dikurangi proses
pada proses kerja pada sumbernya
CACAT CACAT CACAT
SITUASI MENINGGAL- TIDAK ME- CACAT TIDAK ME- TIDAK ADA
NINGGALKAN BERKURANG NINGGALKAN CACAT
KAN
PABRIK PABRIK PROSES
PROSES PROSES
OPERASI OPERASI
OPERASI OPERASI
OPERASI
PERBAIKAN
PERBAIKAN
PERBAIKAN
KESALAHAN KESALAHAN KESALAHAN
KONDISI KESALAHAN
KESALAHAN
PABRIK CACAT
CACA CACAT
T
CACAT
INSPEKSI INSPEKSI INSPEKSI INSPEKSI
PELANGGAN TIDAK ADA TIDAK ADA TIDAK ADA TIDAK ADA
CACAT CACAT CACAT CACAT CACAT
Kunci Utama ISQ
• Produksi massal tanpa ISQ berakhir dengan tumpukan
rework di akhir line
• Produksi Lean melakukan banyak usaha dalam
menyelesaikan masalah sebelum masalah itu bertambah
dan menghasilkan kualitas yang baik di akhir produksi
dengan sedikit kerugian.
• Menghilangkan cacat dengan menggabungkan pemeriksaan
dalam proses.
• Berani mengakui masalah dan menyelesaikannya.
SEMUA LEMBAR STANDAR KERJA HARUS
MEMPUNYAI POINT PEMERIKSAAN
KUALITAS
Kesimpulan
• Jika anda bergantung pada pemeriksaan massal,
tidak akan dapat memperbaiki kualitas.
• Temukan masalah secepat mungkin.
• Tidak ada yang suka melakukan perbaikan.
• Pemeriksaan 100% bukanlah perbaikan tetap
yang efektif, dan tidak 100% handal.
Malu
Bertanya
Sesat di jalan
!!
Ada Pertanyaan ???