0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan48 halaman

Pengenalan Lean dalam Organisasi

Diunggah oleh

bmtsafety3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan48 halaman

Pengenalan Lean dalam Organisasi

Diunggah oleh

bmtsafety3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEAN INTRODUCTION

GOALS
[Link] basic dari Lean.
[Link] menerapkan basic dari Lean di office masing-
masing.
[Link] mengidentifikasi abnormalitas dan masalah di
tempat kerja masing-masing.
[Link] menyelesaikan abnormalitas dan masalah yang
terjadi menggunakan Lean thinking.
APA ITU LEAN?
LEAN SYSTEM/MANAGEMENT
SYSTEM

Lean = Ramping.
Ramping dalam hal system, ramping dalam hal limbah/reject/pemborosan.

Sistem/pengelolaan produksi yang berfokus kepada :


pengurangan/eliminasi/menghilangkan pemborosan.

Fokus kepada kenyamanan dan keamanan pekerja dan mengatasi masalah


pada sumbernya.
SEJARAH LEAN

FOR TOYOT LEA NO


D A N
S

Salah satu merk mobil Salah satu merk mobil Sebuah konsep aliran Sebuah konsep yang
terkenal dari negara Amerika terkenal dari negara jepang produksi dimana fokus terfokus pada
dengan konsep produksi dengan konsep Toyota pada peningkatan kualitas,biaya rasa
massal Production System produktifitas kerja dan aman/nyaman dalam
eliminasi pemborosan bekerja serta saling
percaya &
menghormati
OPPO?
TUJUAN LEAN

• Kualitas lebih baik


• Biaya lebih rendah
• Lead time lebih pendek
• Fleksibilitas lebih besar
• Saling percaya dan menghormati
LEAN HOUSE
LEAN
BERTRANSFORMASI
TRANSFORMASI
LEAN
Lean 1.0 Concept :
• Minimal 2 proses
terhubung
• Inventory terkontrol
• Sistem andon
• Fokus output • Performance metric
• Setiap proses berbeda • Implementasi ISQ
• Lembar Standar Kerja
201
area
• Inventory tidak • 5S 5 People
terkontrol • R&R TRANSFORMATI Process
• Tidak ada standar ON Leadership
kerja Lean Production Lean Management
System System
Metode
NOS/Lean Lean
Konvension
1.0 2.0
al
Reflection:
• Worked • Smart
• Not Worked Factory
• Need to Improve • Industry 4.0
EM
• People
• Leadership
KENAPA LEAN 2.0?
• Strategi yang sangat penting
• “Terimalah masa lalu selagi kita membangun masa
depan”
• Tantangan ketenagakerjaan
• Lean untuk mengubah model bisnis dan membangun
sistem manufaktur secara keseluruhan – sistem
pemikiran

TUJUAN LEAN 2.0?


• Culture of Safety
• Team Member Engagement
• Data Driven Decision
• Leadership Behavior
LEAN 2.0?
PENGERTIAN 5S

5S adalah sebuah konsep penataan lingkungan kerja yang berfokus pada kebersihan
dan efisiensi tempat kerja, standarisasi prosedur kerja, eliminasi segala sesuatu yang
tidak diperlukan, serta secara bersamaan meningkatkan kualitas hasil kerja dan safety.
18
MENGAPA
MengapaPERLU
perlu 5S? 5S ?
LATAR BELAKANG MANFAAT 5S
Karena banyaknya pemborosan dalam  Meningkatkan kinerja, produktivitas dan
operasi industri atau dalam kehidupan
sehari-hari. efisiensi dalam bekerja
 Mempercepat dalam menemukan lokasi
penyimpanan barang
• Pemborosan waktu  Waste mudah dikenali, sehingga
• Pemborosan tempat mempermudah pengendalian proses
 Memperbaiki kondisi fisik area kerja
 Menurunkan pemborosan waktu
 Menaikan citra perusahaan di mata
konsumen
 Mengurangi resiko kecelakaan kerja
 Dan lain-lain
19
1 : SORT / PEMISAHAN / RINGKAS
SOLUSI LEAN
Merupakan aktivitas untuk memisahkan a. Memisahkan benda atau barang
dan menyingkirkan barang – barang apapun berdasarkan fungsi dan
yang tidak diperlukan, sehingga yang kegunaannya.
ada di area kerja hanya barang – barang
yang dibutuhkan untuk mendukung b. Memisahkan barang yang diperlukan
aktivitas kerja. dengan yang tidak diperlukan.

20
2 : SET IN ORDER / SUSUN / RAPI
SOLUSI LEAN

Segala sesuatu harus diletakkan sesuai Meletakan segala sesuatu pada tempatnya,
posisi yang ditetapkan sehingga siap Dan ada tempat untuk segala sesuatu
digunakan pada saat diperlukan.
a. Susun semua barang dengan teratur
b. Ringkaskan metode proses yang
terkait dengannya
c. Tetapkan standar visual penyimpanan
dan pengendalian.

21
3 : SHINE / MEMBERSIHKAN / RESIK
PRINSIP
Merupakan kegiatan membersihkan Menjaga area kerja agar tetap bersih.
peralatan dan area tempat kerja • Menghilangkan semua kotoran.
sehingga peralatan dan area kerja tetap • Cari cara untuk menjaga tempat
terjaga dalam kondisi yang baik. kerja bersih.
• Membersihkan adalah Memeriksa
• Membersihkan sebagai Kebiasaan

22
4 : STANDARDIZED / PEMBAKUAN / RAWAT
Menjaga dan mengawasi ( Sort, Set in Order,
Shine )
Merupakan kegiatan menjaga dan
merawat tiga S yang pertama (Sort, Set In • Check
• Standardize
Order, Shine) agar tidak kembali ke kondisi • Maintain

buruk. •
Monitor
Improve

Pembakuan harus berjalan, agar kondisi


yang tercipta dari Sort - Set in Order –
Shine terjaga dan tidak kembali pada
23 kondisi buruk sebelumnya.
5 : SUSTAIN / PEMBIASAAN / RAJIN
SOLUSI LEAN
Yaitu pemeliharaan kedisiplinan pribadi
masing – masing pekerja untuk
menerapkan seluruh tahapan 5S.

Membutuhkan kesadaran diri dan


komitmen dari semua karyawan di semua
tingkat jabatan, sehingga disiplin ber-5S
menjadi budaya di seluruh area
perusahaan.
Audit 5S

Pengawasan Bersama Kompetisi


24 5S
TUJUAN PABRIK VISUAL

“Mampu mengerti status area produksi dalam 5


menit atau kurang dengan observasi
sederhana tanpa melihat komputer atau
berbicara dengan seseorang.”

26
MENGAPA KITA BUTUH PABRIK VISUAL?
• Mengurangi waktu mencari

• Menghilangkan frustasi

• Meningkatkan keamanan

• Memperbaiki komunikasi

• Meningkatkan kepuasan kerja

27
ELEMEN PABRIK VISUAL

28
VISUAL DISPLAY

Mengkomunikasikan informasi penting tetapi


tidak mengendalikan apa yang dilakukan
mesin atau orang

29
VISUAL DISPLAY

30
VISUAL KONTROL

Mengkomunikasikan informasi dan standar –


standar penting yang dapat mengendalikan
kinerja agar sesuai dengan standar – standar
tersebut.

31
VISUAL KONTROL

32
TINGKATAN PABRIK VISUAL
Level 6. Cegah Masalah
Sistem dapat mencegah standar 6 Level 5. Stop Masalah
yang tidak diikuti Proses berhenti jika standar tidak
diikuti
5

Level 4. Peringatan Masalah


4
Ada peringatan ketika standar tidak Level 3. Integrasi Standar
diikuti Standar sudah terintegrasi dengan
3 tempat kerja

Level 2. Membangun Standar di Tempat 2


Kerja Level 1. Berbagi Informasi
Standar di pasang di dekat tempat kerja
Informasi standar ada di suatu
1
tempat, tidak jelas bagi pengguna.
PABRIK
33
VISUAL
PABRIK VISUAL

SORT

SET IN
SUSTA
ORDE
IN
MENGHILANGKAN R
PEMBOROSAN

STAND
ARDIZ SHINE
E

34
VALUE/NILAI
APA YANG DIBAYAR OLEH
KONSUMEN?
Value Added work (Pekerjaan yang memiliki nilai tambah)
Non Value Added work (Pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah)
Necessary / Diperlukan
Unnecessary / Tidak diperlukan

Konsumen TIDAK akan membayar untuk PEMBOROSAN

• Tidak memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa

36
7 WASTE
7 WASTE
- Transportation / Transportasi
- Inventory / Persediaan
- Motion / Gerakan
- Waiting / Menunggu
- Over Process / Keleihan Proses
- Over Production / Kelebihan Produksi
- Defect / Cacat

Mnembahkan yang tidak memiliki nilai – Hanya membuat biaya lebih


tinggi
Pemborosan ada di setiap38 proses… Hilangkan itu!
1 : Transportation

Penghubung/ transportasi Penyebab


yang kurang diperlukan
dari suatu lokasi ke lokasi
lain atau transfer dari Lokasi
Layout yang tidak
satu pekerja ke pekerja penyimpanan di Pergerakan benda
baik(Jarak yang luas)
lain yang tidak secara beberapa tempat
langsung dapat
memberikan nilai tambah

Akibat

Menambah biaya Menambah cycle


time

Memerlukan tambahan
sumber daya

39
2 : Inventory

Meterial atau informasi Penyebab


yang melebihi dari apa
yang diminta
Output produksi
Kapasitas Pembelian material
melebihi
melebihi kebutuhan
permintaan

Inventory Menyembunyikan Akibat


Masalah

Memerlukan sumber Sulit ketika mencari Memerlukan


extra untuk mengatur material tempat atau ruang
extra

Banyak yang tidak


terpakai karena rusak Barang jadi usang
40
Fenomena Gunung
Es

Kurangnya inventory membuat masalah


Inventory menyembunyikan masalah terlihat

41
3 : Motion/Gerakan

Adanya gerakan dari Penyebab


manusia atau peralatan
yang tidak memberikan
nilai tambah terhadap
Layout area kerja yang Metode kerja Banyaknya
produk atau jasa. kurang baik yang kurang baik pergantian size

Before

Akibat

After Pemborosan Cycle Menambah biaya


Time

42
4 : Waiting

Adanya waktu tunggu Penyebab


yang disebabkan karena
dua proses yang tidak
sepenuhnya disinkronkan
Menunggu orang, Kurangnya Waktu tunggu disebabkan
informasi, dsb Koordinasi karena kurangnya
“Standard” operasi
Menunggu dapat
dilakukan oleh
konsumen, pekerja
mesin, material atau
Akibat

Menyebabkan Menambah cycle


bottlenecks time

Respon lambat dari Meningkatkan WIP


konsumen
When Inventory Waits,
Customer Waits 43
5 : Over Process

Melakukan pekerjaan Penyebab


yang tidak diperlukan
yang tidak memberikan
nilai tambah terhadap
Menyediakan Melakukan banyak cara Pengecekan/ Cek
produk informasi yang untuk mengerjakan hal ulang yang tidak
belum lengkap yang sama standard

Akibat

Menghambat Peluang untuk


pengiriman membuat defect
lebih banyak

Eliminate Excess work 44


6 : Over Production
Penyebab
Memproduksi lebih dari
permintaan konsumen
atau membuat sebelum Bekerja pada prioritas Ketidak seimbangan
antar line atau
konsumen minta yang salah departement

Memproduksi lebih dari permintaan


atau yang diperlukan proses
selanjutnya

Akibat

Memerlukan tempat atau ruang Menimbulkan persediaan/ stock


lebih yang tidak diperlukan

Menyembunyikan masalah pada


proses yang lain (Kualitas,
pengiriman)
Buat atau mintalah hanya apa,
kapan and pada kuantitas yang
diperlukan 45
7 : Defect
Penyebab
Sebuah kesalahan yang
ditemukan oleh
konsumen, termasuk Standard operasi yang Perubahan kebutusan
menyebabkan tidak jelas yang kurang diperlukan
penambahan proses/
pengerjaan ulang
terhadap suatu produk Input yang salah atau belum lengkap

Akibat

Memerlukan pengerjaan ulang Membuat pengiriman


terhambat

Menimbulkan masalah atau cacat di


proses berikutnya jika dibiarkan)

Reduce Defects Mengurangi kepuasan Menambah biaya


konsumen
46
SOLUSI LEAN

Problem Solve (PDCA)

47
SOLUSI LEAN

KAIZEN

48
SOLUSI LEAN

Anda harus melihatnya– BUAT MASALAH ITU TERLIHAT! - GEMBA

49

Anda mungkin juga menyukai