0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Pengembangan Proyek Web Framework

tr

Diunggah oleh

Faisal Tifta Zany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Pengembangan Proyek Web Framework

tr

Diunggah oleh

Faisal Tifta Zany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pemrograman Web

Berbasis Framework

Pertemuan 13 :
Pengembangan Project (Bag. 1)
Pokok Bahasan
• Pendahuluan
• Requirement atau penelusuran kebutuhan
• Analisis dan Pemodelan Sistem
• Perancangan sistem

TIK :
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat
memahami dan menerapkan tahapan pengembangan
aplikasi pada Web Framework
Pendahuluan
• Dalam dunia software engineering, metodologi paling
klasik terdiri dari 5 fase yaitu:
– Fase requirement atau penelusuran kebutuhan
– Fase analisa dan pemodelan
– Fase perancangan
– Fase pengembangan
– Fase installasi
• Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis.
Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan
ditinggalkan
Pendahuluan (2)
• Contoh tahapan pengembangan sistem dengan metode
Agile Development :
Fase Requirement atau
Penelusuran Kebutuhan
• Pada fase ini dilakukan pengumpulan
data/informasi
• Informasi/data tersebut harus dapat
menjawab pertanyan utama berikut :
– apa yang dibutuhkan?
– apa tujuan dari aplikasi ini?
– apa yang ingin dicapai?
– apakah ada referensi atau contoh?
– siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?
Analisa dan Pemodelan
• Pada fase ini dilakukan analisis kebutuhan sistem
termasuk penentuan feature dan fungsi apa saja yang
akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada
• Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar
terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi
bagian yang lebih kecil
• Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama
adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti
feature tagging, category, comment, dsb.
• Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah
daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi
kebutuhan yang diinginkan.
Analisa dan Pemodelan (2)
• Analisis Kebutuhan
– Menentukan karakteristik operasional Perangkat Lunak
(PL)
– Menunjukkan antarmuka PL dengan elemen sistem yang
lain
– Membuat batasan yang harus dipenuhi PL
• Analisis Kebutuhan memungkinkan Software Engineer untuk :
– Memperinci kebutuhan dasar yang dibuat kapada
rekayasa kebutuhan sebelumnya
– Membangun model yang dapat menggambarkan skenario
user, aktivitas fungsional, class masalah dan relasinya,
sistem dan perilaku class, dan aliran data ketika
ditransformasikan.
Analisa dan Pemodelan (3)

Aturan-aturan :
• Model harus fokus pada masalah atau domain bisnis.
Tingkat abstraksinya relatif harus lebih tinggi.
• Setiap elemen model analisis sebaiknya memberikan
tambahan pada pemahaman keseluruhan kebutuhan PL
dan menyediakan wawasan pada domain informasi,
fungsi dan perilaku sistem.
• Tunda semua konsideran infrastruktur dan model non
fungsional hingga fase desain.
• Minimalisasi rangkaian melalui sistem.
• Pastikan model analisis menyediakan nilai untuk semua
stakeholder.
• Jaga model sesederhana mungkin.
Analisa dan Pemodelan (4)

Pemodelan data:
• Memeriksa objek data secara independen
terhadap proses
• Fokus perhatikan pada domain data
• Membuat sebuah model pada abstraksi
level konsumen
• Mengindikasikan bagaimana objek data
berhubungan satu dengan yang lain
Analisa dan Pemodelan (5)

• Pemodelan secara umum dilakukan


menggunakan :
– Diagram ERD
– Diagram DFD
– Pemodelan Berorientasi Objek
Analisa dan Pemodelan (6)

• Contoh penggunaan diagram ERD


Analisa dan Pemodelan (7)

• Contoh penggunaan diagram DFD


Perancangan Sistem
Desain dan kualitas :
• Desain harus mengimplementasikan semua kebutuhan
eksplisit yang ada dalam model analisis, dan dia harus
mengakomodasi semua kebutuhan implisit yang
diinginkan oleh konsumen.
• Desain harus dapat berupa panduan yang dapat dibaca
dan dipahami oleh orang-orang yang akan membuat
kode, dan mereka yang menguji serta nantinya
mendukung PL tersebut.
• Desain harus menyediakan gambaran utuh dari PL,
menggambarkan domain data, fungsional, dan perilaku
dari perspektif implementasi.
Perancangan Sistem (2)
Prinsip-prinsip desain:
• Proses desain tidak boleh berjalan dengan ―kacamata kuda‖
• Proses desain harus bisa dirujuk dari model analisis.
• Proses desain tidak boleh mengulang penemuan-penemuan dasar.
• Desain harus dapat meminimalkan jarak intelektual antara PL dan
permasalah yang ada di dunia nyata.
• Desain harus menampakkan keseragaman dan integrasi.
• Desain harus terstruktur untuk mengakomodasi perubahan.
• Desain harus terstruktur untuk turun secara bertahap, walaupun
ketika data, event, atau kondisi operasi yang menyimpang ditemui.
• Desain bukan coding dan coding bukan desain.
• Desain harus dapat dipantau kualitasnya mulai dari dia dibuat,
bukan setelah jadi.
• Desain harus direview untuk meminimalkan kesalahan semantik
(konseptual).
Perancangan Sistem (3)
Elemen Model Desain:
• Elemen-elemen Data
– Data model --> struktur data
– Data model --> arsitektur database
• Elemen-elemen arsitektur
– Domain aplikasi
– Class-class analisis, relasinya, kolaborasi dan
perilaku diubah menjadi realisasi desain
– Patterns dam ―styles‖
Perancangan Sistem (4)
Elemen Model Desain (lanjutan):
• Elemen-elemen interface
– user interface (UI)
– Interface external pada sistem lain, piranti-
piranti, jaringan-jaringan atau produsen
maupun konsumen informasi lainnya
– Interface internal antara komponen-
komponen desain.
• Elemen-elemen komponen
• Elemen-elemen deploy
Perancangan Sistem (5)
Konsep Desain Object Oriented (OO) :
• Desain Class
– Entity classes
– Boundary classes
– Controller classes
• Inheritance—semua tanggung jawab superclass akan
diwarisi oleh semua subclassnya
• Messages—stimulasi beberapa perilaku yang dapat
terjadi pada objek penerima pesan
• Polymorphism—sebuah karakteristik yang mengurangi
usaha yang dibutuhkan untuk memperluas desain
Perancangan Sistem (6)
Desain Class :
• Analisis class disempurnakan dalam desain untuk
menjadi class-class entitas
• Class-class boundary dikembangkan selama desain
untuk membuat interface(mis. Layar interaktif atau
laporan cetak) yang dilihat pengguna dan berinteraksi.
– Class-class boundary didesain dengan tanggungjawab untuk
mengelola cara objek entitas ditampilkan kepada user.
• Class-class control didesain untuk mengelola :
– Pembuatan atau perubahan objek entitas;
– Instansiasi object boundary dengan mengambil informasi dari
objek entitas;
– Komunikasi kompleks antara sekelompok objek;
– Validasi data yang dikomunikasikan antar objek atau antar
pengguna dan aplikasi.
Perancangan Sistem (7)
Inheritance:
• Pilihan-pilihan desain :
– Class dapat didesain dan dibangun dari nol. Jika demikian,
inheritance tidak digunakan.
– Hierarki class dapat dicari untuk mencari kemungkinan jika
sebuah class yang lebih tinggi pada hierarki (superclass)
memiliki atribut-atribut dan operasi-operasi yang paling banyak
dibutuhkan. Class baru ini diturunkan dari superclass dan
beberapa tambahan dapat diberikan jika dibutuhkan.
– Hierarki class dapat di restrukturisasi sehingga atribut-atribut
dan operasi-operasi yang dibutuhkan dan diturunkan oleh class
baru tersebut.
– Karakteristik dari class yang sudah ada dapat di override dan
atribut-atribut dan operasi-operasi dengan versi berbeda dapat
diimplementasikan untuk class baru tersebut.
Referensi :
• Pressman, RS., 2008, Software
Engineering: A Practitioner’s Approach,
New York: McGraw-Hill
• Sommerville, I, 2007, Software
Engineering, Addsion Wesley

Anda mungkin juga menyukai