0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Pedoman Manajemen PCOS RCOG

Diunggah oleh

Tilvi Izzaturrahmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Pedoman Manajemen PCOS RCOG

Diunggah oleh

Tilvi Izzaturrahmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Polycystic Ovarian

Syndrome
Pembimbing : dr. Acholder Sirait Sp. OG, [Link]
Penyusun : Tilfi Izzaturrahmah
DEFINISI
Polycystic Ovarian
Syndrome
“Polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium
polikistik adalah Kumpulan gejala yang ditandai dengan
adanya proses anovulasi (tidak keluarnya ovum) kronik
disertai perubahan endokrin ( seperti hyperinsulinemia dan
hiperandrogenemia) dan tidak di sertai dengan kelainan
pada kelenjar adrenal maupun kelenjar hipofisis ”

B.L. Hoffman, et al, editor. William’s Gynecology Textbook. 3th ed. New York: Mc Graw
Hill; 2014
Epidemiologi PCOS
PCOS biasanya terjadi pada perempuan usia produktif, berkisar antara 15

5-10% sampai 30 tahun. Banyak kasus infertil terkait dengan sindroma ini.

PCOS adalah metabolisme sirkuit,


endokrin dan gangguan reproduksi
yang mempengaruhi sekitar 5-10%
dari populasi wanita di negara maju.
The American College of Nurse-Midwives

5-30%
menemukan bahwa antara 5-30%
wanita memiliki beberapa
karakteristik PCOS yaitu, sekitar 6,8
juta orang di Amerika Serikat

6,8 juta orang


Di USA

Hugar LA. Et al (2018). Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)-A Mini Review. Open Access Journal of
Gynecology ISSN: 2474-9230.
Etiologi PCOS

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)


adalah sindrom yang secara
genetik
.bersifat heterogen. Walaupun,

etiologi genetik dari PCOS masih


belum diketahui secara pasti, tetapi
riwayat keluarga dari penderita
PCOS biasanya ditemukan.

Ndefo, U. A., Eaton, A., & Green, M. R. (2013). Polycystic ovary syndrome: a review of treatment options with a focus on pharmacological approaches. P & T : a peer-reviewed journal for formulary management, 38(6), 336–355.
Patogenesi
s PCOS
Manifestasi Klinis PCOS
Gangguan Menstruasi
Menstruasi tidak Alopesia
teratur: Androgenik
Oligomenore
hingga
Amenorea.

Hirsutis Obesita
m s

Akn Peningkatan kadar


e LH serum
Diagnosis
Pada konsensus ASRM/ESHRE
(Rotterdam) tahun 2003 disepakati
PCOS
ditegakkan dengan
diagnosis PCOS adanya 2 dari 3 1. tanda klinis atau
gejala yaitu
biokimia
hiperandrogenisme

2. Gangguan
Ovulasi Kronik

B.L. Hoffman, et al, editor. William’s Gynecology Textbook. 3th ed. New York: Mc Graw Hill; 2014

3. ditemukan adanya
gambaran morfologi
ovarium polikistik pada
pemeriksaan Ultrasonografi.

Kriteria sonografi ovarium polikistik dari konferensi Rotterdam 2003 termasuk 12 kista
Tatalaksana PCOS
Edukasi Modifikasi Gaya Hidup
Menjelaskan pentingnya perubahan gaya Modifikasi gaya hidup merupakan terapi lini
hidup untuk memperbaiki gangguan pertama, yang mencakup intervensi diet
hormonal dan efek jangka panjang akibat dan aktivitas fisik. Dengan melakukan
PCOS. Pentingnya memberikan modifikasi gaya hidup, diharapkan dapat
penjelasan mengenai terapi PCOS dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh
serta meningkatkan sensitivitas insulin..
target terapi yang akan dicapai.

si Kombinasi
asep
Diet Pil Kontr secara
e ra p i PCOS
KK p ad a t
b ulny a siklus
sebesar 73% perempuan PCOS mengalami Fungsi P
m e r an gsang tim ekresi LH,
obesitas umum u
ntu k
e ng u rangi s
ur, m ogen, da
n
sedangkan non obes mencapai 12%.28 Sehingga y ang terat si an dr
h aid duk
penanganan pertama pada perempuan PCOS e n gu r angi pro a dar SHBG
m atka n k
dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 25 kg/m2 meningk
adalah penurunan berat badan dan pada
perempuan. disarankan untuk mengurangi asupan
kalori dan berolahraga sebagai terapi lini pertama
PCOS
Klomifen Thiazolidindion
Klomifen sitrat adalah terapi lini pertama pada induksi
Sitrat
ovulasi pada siklus anovulasi. Klomifen sitrat bekerja
Tiazolodindion bekerja sebagai insulin sensitizing agent
melalui dua mekanisme: (1) Mekanisme langsung yaitu
dengan cara mengikat reseptor estrogen di hipotalamus dengan meningkatkan ambilan asam lemak pada jaringan
sehingga terjadi umpan balik positif estrogen terhadap adipose sehingga massa jaringan adiposa akan meningkat
hipotalamus. Blokade reseptor estrogen ini akan dan menyelamatkan jaringan lain yang sensitif terhadap
meningkatkan produksi GnRH dari hipotalamus yang insulin seperti sel beta pankreas, hepar dan otot rangka dari
kemudian akan menstimulasi perkembangan folikel. efek buruk asam lemak. (2) Mekanisme tidak langsung yaitu
dengan meningkatkan ekspresi adiponektin dan menurunkan
ekpresi 11b-hidroksisteroid dehidrogenase tipe 1.

Metformin
Metformin menghambat glukoneogenesis dan Aromatase Inhibitor
meningkatkan pengambilan glukosa oleh jaringan Aromatase inhibitor menekan biosintesis estrogen dengan
perifer serta menurunkan oksidasi lemak. Dengan cara menghambat proses aromatisasi androgen menjadi
demikian, hiperinsulinemia dapat ditekan sehingga estrogen sehingga menurunkan respon umpan balik negatif
terjadi penurunan kadar androgen. Metformin hanya hipotalamus-hipofisis. Kadar androgen intraovarium akan
direkomendasikan pada wanita PCOS dengan DM tipe 2 meningkat dan memicu sekresi FSH sehingga pemilihan dan
jika terapi modifikasi gaya hidup tidak berhasil. pematangan folikel dominan akan terjadi.
Komplikasi
PCOS
PCOS tidak hanya berefek pada sistem reproduksi, tetapi juga berefek ke seluruh
area tubuh. Abnormalitas metabolik yang berhubungan dengan PCOS seperti
resistensi insulin memiliki efek jangka panjang yang cukup serius seperti risiko
DM Tipe 2 dan gangguan kardiovaskuler

Infertilitas, komplikasi kehamilan,


kanker, hiperplasia endometrium.

DM Tipe 2, Resiko Penyakit


Kardiovaskular: Hipertensi,
Dislipidemia, Sindrom metabolik,

Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Green top Guideline No.33: Long-term
Consequences of Polycystic Ovary Syndrome. London: RCOG Press; 2014. Tersedia pada
[Link]
.
Prognosis PCOS

Prognosis PC. OS (Polycystic Ovarian Syndrome)


sangat dipengaruhi oleh komplikasi karena
banyaknya kemungkinan komplikasi jangka
panjang yang dapat terjadi pada penyakit ini.

Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Green top Guideline No.33: Long-term Consequences of Polycystic Ovary Syndrome.
London: RCOG Press; 2014. Tersedia pada [Link]
f
THANK
YOU

Anda mungkin juga menyukai