Ditha Maharesy
(17001008)
Auhan Keperawatan
INC (Intra Natal Care)
Persalinan adalah serangkaian
kejadian yang berakhir dengan
pengeluaran bayi yang cukup
bulan (37-42 minggu), atau
Definisi
hampir cukup bulan di susul
Persalinan
dengan pengeluaran placenta dan
selaput janin dari tubuh ibu atau
persalinan adalah proses
pengeluaran produk konsepsi
yang variabel melalui jalan lahir
biasa (Dewi Setiawati, 2013: 53).
Bentuk persalinan berdasarkan teknik :
1. Persalinan spontan, yaitu persalinan berlangsung
dengan kekuatan ibu sendiri melalui jalan lahir.
2. Persalinan buatan, yaitu persalinan dengan tenaga dari
luar dengan ekstraksi forceps, ekstraksi vakum dan
section sesaria.
3. Persalinan anjuran, yaitu persalinan tidak dimulai
dengan sendirinya tetapi berlangsung setelah
memecahkan ketuban, pemberian pitocin prostaglandin
(Ai yeyeh, dkk, 2014: 2).
Teori Penurunan Hormon
Etiologi 1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar
hormon progesteron dan esterogen. Progesteron bekerja
sebagai penenang otot–otot polos rahim dan akan
menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul
his bila kadar progesteron turun.
Teori Perostaglandine
Adanya prostaglandine yang dihasilkan oleh desidua
merangsang terjadinya kontraksi yang menyebabkan
peristiwa persalinan.
Lanjutan.... Teori Oksitoksin
Pelepasan prostaglandine ini disertai dengan pelepasan
oksitosin dari glandula pituitaria posterior. Dilatasi segmen
uterus bagian bawah pada akhir kehamilan juga dipercaya
merangsang pelepasan oksitosin yang dapat merangsang
kontraksi uterus.
Teori Distensi Rahim
Pembesaran dan perenggangann rahim oleh isi rahim yang
semakin membesar menyebabkan terjadinya iskemia otot
rahim sehingga sirkulasi utero plasenta terganggu dan
menyebabkan terjadinya peristiwa persalinan (Departemen
Kesehatan Jawa Tengah, 2014).
Manifestasi Klinis
Lightening
Tanda-tanda Persalinan sudah
dekat
Terjadinya his
permulaan
Timbulnya his
persalinan
Bloody show
Dengan pendataran Tanda-tanda Persalinan
dan pembukaan
Pengeluaran
cairan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan
Power (Tenaga/Kekuatan)
Passage (Jalan Lahir)
Passenger (Janin, Plasenta, dan Air
Ketuban)
Faktor Psikis (Psikologi)
Pysician (Penolong)
Tahap Persalinan
Kala I (Pembukaan)
Persalinan kala I meliputi fase pembukaan 1-10 cm, yang di tandai dengan penipisan dan pembukaan serviks,
kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit), cairan lendir
bercampur darah (show) melalui vagina. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler serta kanalis
servikalis karena pergeseran serviks mendatar dan terbuka (Ai Nursiah, dkk 2014:66).
Kala I dibagi atas 2 fase yaitu :
•Fase laten, dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan
penipisan dan pembukaan secara bertahap sampai 3 cm, berlangsung dalam 7-8 jam.
•Fase aktif (pembukaan serviks 4-10 cm), berlangsung selama 6 jam dan dibagi dalam 3 subfase, yaitu :
[Link] akselerasi : berlangsung selama 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
[Link] dilatasi maksimal : berlangsung selama 2 jam, pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
[Link] deselerai: berlangsung lambat, dalam 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap (Nurul, 2017: 5-
Kala II (kala pengeluaran
janin)
Kala II persalinan disebut juga kala pengeluaran yang merupakan peristiwa
terpenting dalam proses persalinan karena objek yang dikeluarkan adalah
objek utama yaitu bayi (Widia, 2015: 128).
Kala II dimulai sejak pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi, gejala
dan tanda kala II adalah :
• Adanya pembukaan lengkap (tidak teraba lagi bibir portio
• His yang lebih sering dan kuat (± 2-3 menit 1 kali) dan timbul rasa
mengedan.
• Adanya pengeluaran darah bercampur lendir
• Pecahnya kantung ketuban
• Anus membuka
• Vulva terbuka
• Bagian terdepan anak kelihatan pada vulva
Kala III (Kala Uri/Pengeluaran
Plasenta)
Kala III dimulai sejak bayi bayi lahir sampai lahirnya plasenta atau uri.
Partus kala III disebut juga kala uri. Kala III merupakan periode waktu
dimana penyusutan volume rongga uterus setelah kelahiran bayi.
Penyusutan ukuran ini menyebabkan berkurangnya ukuran tempat
perlengketan plasenta. Oleh karena tempat perlengektan menjadi kecil,
sedangkan ukuran plasenta tidak berubah, maka plasenta menjadi
berlipat, menebal dan kemudian lepas dari dinding uterus (Ina
Kuswanti, dkk 2014).
Tanda-tanda lahirnya plasenta :
1. Berubahan Bentuk dan Tinggi Fundus
2. Tali pusat memanjang
3. Semburan darah yang mendadak dan singkat
Kala IV
(Pengawasan/Pemantauan)
Kala IV ditetapkan sebagai waktu dua jam setelah
plasenta lahir lengkap, hal ini dimaksudkan agar
dokter, bidan atau penolong persalinan masih
mendampingi anita setelah persalinan selama 2 jam
(2 jam post partum). Dengan cara ini
kejadiankejadian yang tidak diinginkan karena
perdarahan postpartum dapat dikurangi atau
dihindarkan (Dwi Asri,dkk 2012: 95).
Pemeriksaan Penunjang
Rekaman Kardiotogravi
Pemantauan secara berkala denyut jantung janin dengan stetoskop leance atau doptone
yaitu sebuah alat elektronik untuk mendenganr denyut jantung janin. Dilakukan pada kala
1 untuk mengetahui kekuatan dan sifat kontraksi rahim serta kemajuan persalinan.
Partograf
Adalah suatu alat untuk memantau kemajuan proses persalinan dan membantu petugas
kesehatan dan mengambil keputusan dalam penatalaksanaan pasien. Partograf berbentuk
kertas grafik yang berisi data ibu, janin dan proses persalinan. Partograf dimulai pada
pembukaan mulut rahim 4 cm (fase aktif).
Ultrasonografi (USG)
Digunakan untuk mendeteksi keadaan dan posisi janin dalam kandungan.
Penatalaksanaan
Pemberian Obat Penghilang Rasa Sakit
Pethidin.
Anastesi epidural
Etonox
TENS (Transcutaneus Electrical Nerves Stimulation)
Intrathecal Labour Analgesia (ILA)
Pemberian Oksitosin
Diberikan pada kala III, tujuan pemberian oksitosin adalah untuk
merangsanga rahim berkontraksi yang juga mempercepat lahirnya
plasenta. Oksitosin diberikan secara intramuskuler dalam 2 menit
setelah bayi lahir denagn dosis 10 IU