0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap Diksi dalam Bahasa

Diunggah oleh

yosuaapriyanto7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Panduan Lengkap Diksi dalam Bahasa

Diunggah oleh

yosuaapriyanto7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diksi

1,Pengertian
2, Ciri-ciri Diksi
3, Fungsi Diksi
4, Jenis-jenis Diksi
5, Syarat-syarat Diksi
Pengertian Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),


pengertian diksi adalah pilihan kata yang tepat
dan sesuai untuk mengungkapkan suatu
gagasan atau ide. Kegiatan memilih kata
dilakukan dalam rangka mengungkapkan
maksud dan tujuan suatu gagasan. Penggunaan
diksi bertujuan agar suatu gagasan bisa
memperoleh efek tertentu seperti yang
diharapkan. Diksi bisa mempengaruhi gaya
bahasa yang berperan dalam terbentuknya
suasana, kemenarikan, tingkat keresmian,
kejujuran, hingga kesopanan suatu gagasan.
Ciri-Ciri Diksi
1, Digunakan untuk membedakan makna yang sesuai
dengan gagasan, situasi maupun nilai pendengar atau
pembaca

2, Pemilihan katanya tepat, agar bisa mengungkapkan


gagasan atau hal yang diamanatkan

3, Memakai kata-kata yang ada di masyarakat, sehingga


katanya bisa dimengerti.
Fungsi Diksi

Mewujudkan komunikasi yang


efektif
Untuk mencegah perbedaan
Mengungkapkan wujud persepsi (tanggapan) atau
gagasan yang tepat, sehingga interpretasi (penafsiran).
bisa menyenangkan
pendengar atau pembaca

Melambangkan gagasan atau


ide yang diungkapkan secara
lisan maupun tulisan
Jenis- jenis Diksi

Menurut Keraf (2010) berikut merupakan jenis-jenis diksi:

1. Diksi Berdasarkan Makna

a. Makna Denotatif

Makna yang sebenarnya dari sebuah kata. Makna ini didasarkan atas penunjukan yang lugas
pada sesuatu (bersifat objektif).
-Sapi suka makan rumput.
- Indonesia adalah negara yang terletak di Asia Tenggara.

b. Makna Konotatif
Makna konotatif mengandung arti bukan sebenarnya
- Jangan terlalu berbesar hati. (makna dari besar hati diartikan
sombong).
2. Diksi Berdasarkan Konteks
a. Konteks Linguistik
Diksi ini mencakup konteks hubungan antara kata dengan kata dalam
frasa atau kalimat. Perpaduan antara dua buah kata dalam konteks
linguistik bisa memunculkan pengertian tertentu.
Contoh: Rumah tante, bisa mengandung pengertian "milik". Artinya,
rumah tersebut milik tante.
b. Konteks Non Linguistik
Konteks non linguistik akan mencakup dua hal, yakni hubungan
antara kata dan suatu barang atau hal, serta hubungan antara
bahasa dan masyarakat (konteks sosial).
Contoh: Buaya darat itu telah memakan semua harta benda
pacarnya, dan orang itu telah memakan semua harta benda
pacarnya (kalimat digunakan berdasarkan konteks sosial atau situasi
yang sedang dihadapi).
3. Diksi Berdasarkan Struktur Leksikal

Struktur leksikal merupakan berbagai hubungan semantik yang terdapat pada suatu kata.
a. Sinonim

Sinonim merupakan kata yang memiliki persamaan makna. Contoh: laki-laki dan pria,
perempuan dan wanita.

b. Antonim

Antonim adalah kata yang maknanya berlawanan. Contoh: kaya dan miskin, besar dan kecil.

c. Polisemi dan Homonimi

Polisemi yaitu bentuk kata mempunyai beberapa makna. Sementara, homonimi berarti
dua kata atau lebih namun memiliki bentuk yang sama
Contoh homonim:
Bulan (yang ada kalender atau bulan yang merupakan satelit bumi).
Contoh polisemi:

Dia adalah darah dagingnya. (darah daging bisa punya makna keturunan).
Syarat-syarat Diksi

1, Mampu membedakan makna denotasi dan konotasi dengan baik. Denotasi berarti
tidak tidak bermakna ganda. Sementara, konotasi bisa menimbulkan berbagai makna.
Membedakan suatu makna kata. Misalnya: interferensi (yang berarti
saling mempengaruhi) dan inferensi (kesimpulan).
2, Menggunakan kata yang sama dengan cermat. Misalnya apel
(buah) dan apel (saat upacara).
3, Menggunakan kata umum dan kata khusus dengan baik, agar
mendapatkan pemahaman yang spesifik. Misalnya, mobil (kata
umum) semantara penggunaan kata Fortuner (khusus).

4, Jika diperlukan, bisa menggunakan imbuhan. Namun, harus


memahami maknanya dengan tepat. Misalnya kata koordinir
seharusnya yang baku yaitu koordinasi.

5, Tidak menafsirkan makna kata dengan subjektif (atas pendapat


sendiri) jika pemahaman belum bisa dipastikan. Misalnya modern
sering diartikan secara subjektif yakni canggih. Namun, menurut
KBBI kata modern berarti terbaru atau mutakhir.
SEKIAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai