PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Chemical stimulation pada sumur minyak atau gas biasanya dikenal dengan
pengasaman (acidizing)
• Tujuannya pemberian asam pada batuan adalah melarutkan sebagian batuan,
dengan demikian akan memperbesar saluran yang tersedia atau bahkan
membuka saluran baru sebagai akibat adanya pelarutan/ reaksi antara acid
dengan batuan
PENGASAMAN (ACIDIZING)
Faktor yang mempengaruhi reaksi/efektivitas pengasaman :
• Surface Area Terhadap Volume Pori
Semakin besar permukaan batuan yang akan bersentuhan dengan acid maka semakin
banyak acid diperlukan dan semakin cepat acid berekasi
• Tekanan
Diatas tekanan 750 psi, pengaruh zat lebih rendah pada reaksi antara acid dengan batuan
calcareous. Tetapi dibawah tekanan 750 psi perubahan tekanan banyak pengaruhnya.
Reaksi akan lebih cepat dengan naiknya tekanan pada tekanan dibawah 750 psi
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Temperature
Semakin besar temperature, reaksi akan semakin cepat, tetapi perlu
diperhatikan bahwa, semakin tinggi temperature, viskositas cairan akan
semakin kecil, encer dan akan berakibat terjadinya rekahan acid, juga corrosi
yang akan terjadi bertambah serius.
• Concentrasi Acid
Semakin kuat concentrasi acid, semakin lama reaksi berlangsung sehingga
kecepatan reaksi juga akan berlangsung lebih cepat.
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Velocity
Kenaikan kecepatan aliran umumnya menurunkan waktu kontak acid dengan batuan
yang berakibat tidak seluruh acid bereaksi dengan batuan yang dilaluinya. Akibatnya
acid akan semakin jauh masuk ke dalam formasi
• Komposisi Batuan
Komposisi batuan secara fisik, banyak pengaruhnya terhadap reaksi. Dolomite pada
umumnya lebih lambat bereaksi dengan HCL dibanding limestone. Formasi karbonat,
sering terdiri dari dolomite dan limestone dan juga mineral-mineral lain yang tidak larut,
semakin lambat reaksi berlangsung, semakin baik reaksinya.
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Jenis Asam
Semua asam memiliki satu persamaan. Asam akan terpecah menjadi ion positif
dan anion hydrogen ketika acid larut dalam air.
Ion hydrogen akan bereaksi dengan batuan calcareous menjadi air dan CO2
• Jenis-jenis acid yang sering digunakan adalah :
1. Hydrochloric acid, HCL
2. Organic acid. HCH3CO2 dan HCO2H
3. Hydroflouric acid, HF
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Hydrochloric Acid, HCL
HCL adalah bahan dasar dari stimulasi secara kimiawi. HCL adalah larutan hydrogen
chloride gas dalam air dan ini dijual dalam berbagai consentrasi larutan
Concentrasi adalah prosentasi berat HCL gas dalam larutan air.
• Acetic Acid
10% formic acid akan melarutkan limestone sama banyaknya bila kita gunakan 6% HCL
• Formic Acid
10% formic acid akan melarutkan limestone sama banyaknya bila kita gunakan 8% HCL
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• Hydrofluoric Acid (HF)
Hydrofluoric acid biasanya dicampur dengan HCL atau organic acid untuk
melarutkan mineral-mineral lempung, feldspar dan pasir.
HF acid paling banyak digunakan untuk melarutkan mineral lempung atau feldspar
daripada batuan kuarsa atau pasir
HF acid akan bereaksi dengan calcareous mineral seperti limestone akan
menghasilan endapan calcium fluoride yang tidak larut, hal ini yang selalu kita
hindari agar endapan CaF2 tidak menyumbat lubang pori-pori
Kenyataannya HF akan bereaksi dengan ion calcium membentuk calcium fluoride
yang tidak larut
PENGASAMAN (ACIDIZING)
• HF adalah acid yang akan bereaksi dengan pasir atau mineral silica seperti
lempung
• Seribu gallon larutan dengan 3 % FHF akan melarutkan kira-kira 140 lb
bentonite kering. Yang biasa digunakan adalah jenis larutan acid 3% HF dan
12% HCL
BAHAN KIMIA TAMBAHAN
• SURFACTANT
• MUTUAL SOLVENT
• DIVERING AGENT
• COROSION INHIBITOR
PROSEDUR DAN PROSES PENGASAMAN
• PEMBERSIHAN
• PREFLUSH
• SPOTTING
• AFTER FLUSH
• CARA PEMOMPAAN
• PERALATAN PENGASAMAN
• PENUTUPAN SUMUR