G.I.S.
(Geographic Information System)
RASTER FORMAT &
VEKTOR FORMAT
serta TOPOLOGI dari
ke dua Format
Riadika Mastra
Format Data Digital Raster
• Data analog terdiri dari nilai keabuan (Gray value) atau maupun Warna
seperti hasil fotografi dsb.
• Sedangkan Citra Data Digital “Digital Image Data” adalah citra yang
terdiri dari sel-sel yang tersusun dalam group, sel-sel tersebut di namai
“pixel” yang mempunyai nilai dari intensitas dari bagian target dalam
bentuk bilangan integer.
• Perubahan nilai keabuan untuk menjadi group sel-sel dengan bilangan
integer disebut “Sampling”, group sel-sel inilah yang disebut “digital
image”.
• Untuk mendapatkan data analog menjadi data dalam integer, disebut
proses kwantisasi (quantization).
Pentingnya TOPOLOGI dalam SIG
• Topologi adalah hubungan (relasional) antar objek/unsur yang
terdapat dalam SIG. Definisi lain menyebutkan bahwa topologi adalah
prosedur matematis yang secara eksplisit menyatakan hubungan
spasial dari objek/unsur. sedang objek/unsur itu sendiri adalah entitas
yang dapat berupa titik, garis, ataupun poligon.
• Konsep topologi SIG dapat dibedakan menjadi:
• Contiguity/ Adjacency, yaitu hubungan antar objek/unsur yang bersebelahan,
• Connectivity, yaitu garis yang saling berhubungan, dan
• Areal definition, yaitu pembangkitan parameter pada suatu poligon.
• Dalam geodatabase (GIS), topologi adalah pengaturan yang
mendefinisikan bagaimana fitur titik, garis, dan poligon berbagi
geometri yang bertepatan.
Geometri dan Topologi dari Data Raster
• Geometri dari data raster diberikan oleh objek titik, garis dan area sebagai berikut (lihat
Gambar dibawah.
• Objek Titik, Sebuah titik diberikan oleh ID titik, koordinat (i,j) dan atribut
• Objek Garis, Sebuah garis diberikan oleh ID garis, serangkaian koordinat yang membentuk
garis, dan atribut
• Objek Area, Sebuah segmen area diberikan oleh ID area, sekumpulan koordinat yang
membentuk area dan atribut.
titik: Contiguity/ Adjacency, garis: Connectivity, Poligon: Areal definition,
Analisis Network Data Raster
• Satu dari “titik lemah” dalam model raster adalah kesulitan dalam
“analisis network dan spasial” bila dibandingkan dengan model vektor.
• Sebagai contoh, melalui sebuah garis dengan mudah diidentifikasi
sebagai kumpulan pixel yang membentuk garis, sedangkan serangkaian
pixel yang berhubungan yang membentuk garis akan kesulitan dalam
penelusurannya.
• Dalam hal poligon sebagai model raster, setiap poligon dapat
diidentifikasi tetapi boundary dan node harus ditelusuri dan ditemukan.
(pada saat sekurang-kurangnya lebih dari tiga buah poligon
berpotongan)
Arah Aliran – Flow directions
• Sebuah garis dengan empat tanda arah yang dinamakan langkah pergerakan
‘Rook’, sedangkan pergerakan dengan delapan arah yang disebut pergerakan
‘Queen’ yang dapat merepresentasikan rantai pergerakan pixel yang telah
dibentuk sehingga merepresentasikan unsur garis (arah aliran, jalan dsb.)
• Pada gambar c) dibawah, terlihat bahwa arah langkah pergerakan Queen
yang merepresentasikan arah aliran air, rantai network, jalan dan sebagainya.
Arah aliran ini dikenal sebagai kode rantai Freeman “Freeman chain code).
•
Batas & Node, Boundary & Node
Boundary & Windows dari Data Raster
• Boundary berukuran window 2 x 2 yang mempunyai dua buah kelas yang berbeda seperti yang
diperlihatkan dalam Gambar. (a). Jika window ditelusuri dalam arah yang diperlihatkan dalam Gambar
bawah (a), maka bounday dapat diidentifikasi.
Node
• Sebuah node dalam model poligon dapat didefinisikan sebagai window 2 x 2 yang mempunyai lebih
dari tiga kelas yang berbeda seperti yang diperlihatkan dalam Gambar (b).
• Gambar. (c) dan (d) memperlihatkan contoh dari identifikasi pixel dalam mencari boundary dan node.
Geometri dan Topologi Data Vektor -1
• Obyek spasial diklasifikasikan ke dalam obyek titik seperti stasiun
meteorologi, obyek garis seperti jalan raya dan obyek area seperti
lahan pertanian, yang disajikan secara geometrik oleh titik, garis
dan poligon.
• Untuk analisis spasial dalam SIG, tidak cukup hanya geometri
dengan posisi, bentuk dan ukuran dalam sistem koordinat tetapi
juga dibutuhkan topologinya.
• Topologi mengacu pada hubungan atau keterkaitan antara objek
spasial.
Geometri dan Topologi Data Vektor - 2
Geometri dari sebuah titik diberikan oleh koordinat dua dimensi (x,y), sedangkan garis, string
dan area diberikan oleh sekumpulan koordinat titik, seperti diperlihatkan dalam gambar: a).
Bagaimanapun topologi menentukan struktur tambahan seperti berikut (lihat Gambar:.(b).
• Node: perpotongan dua buah atau
lebih garis atau string, atau titik awal
dan akhir dari string dengan nomor
node.
• Garis: sebuah garis atau string dengan
nomor garis, dimulai dan diakhiri
nomor node, kiri dan kanannya adalah
poligon yang bertetangga.
• Poligon: adalah area dengan nomor
poligon, sekumpulan garis yang
membentuk poligon dalam arah jarum
jam (minus menandakan berlawanan
arah jarum jam).```
Struktur Data Topologi
Untuk analisa sebuah jaringan yang terdiri dari node dan garis, maka
harus dibangun topologi berikut ini.
• Garis: ID garis, ID node awal, ID node
akhir, Node: ID node, (x,y), ID garis yang
berbatasan (positif ke arah node, atribut
negatif dari node)
• Untuk menganalisa tidak hanya jaringan
tetapi juga hubungan antara poligon,
diperlukan geometri tambahan dan
topologi berikut ini seperti yang
diperlihatkan dalam contoh Gambar
sebelah. Geometri garis: ID garis,
Koordinat Awal, Koordinat Titik, Koordinat
Akhir.
• Topologi Poligon: ID Poligon, Serangkaian
ID garis searah jarum jam (atribut)
• Topologi Garis: ID garis kiri, ID node awal,
ID node akhir, ID poligon kiri, ID poligon
kanan. (atribut).
Hubungan antara polygon dalam membangun
seperangkat data topologi
Keuntungan dari model data
topologi adalah untuk menghindari
duplikasi dalam pendigitasian
boundary secara umum dari dua
poligon dan untuk memecahkan
masalah pada saat boundary dari
dua buah poligon tidak bertepatan
Kerugiannya adalah harus
membangun seperangkat data
topologi yang benar tanpa
kesalahan sedikitpun dan tidak
dapat menyajian kumpulan dalam
sebuah poligon.
Hubungan Topologi antara Objek Spasial
Dalam aplikasi praktis SIG, seluruh hubungan yang memungkinkan dalam data spasial
harus digunakan secara logika dengan struktur data yang lebih komplek.
Hubungan topologi berikut ini ditentukan secara umum. (lihat gambar pada slide
selanjutnya)
• Hubungan Titik-Titik, “di dalam”: dalam jarak tertentu “terdekat ke”: terdekat ke titik
tertentu;
• Hubungan Titik-Garis, “pada garis”: titik pada garis “terdekat ke”: titik terdekat ke
sebuah garis;
• Hubungan Titik-Area, “terdapat pada”: titik dalam area “pada tepi area”: titik pada
tepi sebuah area;
• Hubungan Garis-Garis, “perpotongan”: dua garis berpotongan “persilangan”: dua
garis bersilangan tanpa berpotongan “mengalir pada”: anak sungai mengalir ke sungai;
• Hubungan Garis-Area, “perpotongan”: garis meotong area “sisi”: garis sebagai bagian
dari tepi area;
Ilustrasi Hubungan Topologi antara Objek Spasial
Gambar kiri memperlihatkan beberapa hubungan topologi antara
objek spasial dan Gambar kanan memperlihatkan geometrik dan
modeling topologi antara titik, garis dan area.
Hubungan Topologi antara Objek Spasial
Hubungan Area-Area
Hubungan Area-Area, “overlap”: dua area overlap “dalam”: sebuah pulau dalam area
“berbatasan dengan”: dua area memiliki baundary yang sama.
• Agar seluruh unsur yang telah di representasikan dalam entitas tidak tertukar satu sama lain,
maka hal pertama yang harus dipenuhi agar entitas tersebut unix, maka entitas harus
ber”topologi” artinya bentuknya seperti apa, hubungan dengan unsur sekitar itu bagaimana,
serta hirarki dari unsur tersebut bagaimana, selanjutnya adalah memberi identitas pada objek
spasial tersebut. maka inilah yang dikenal dengan “atribut”. Yaitu entitas yang memiliki atribut
atau keterangan prihal unsur tersebut “apa” serta dimana lokasi geografis.
Jadi data atribut/ deskriptif dari unsur entitasnya dapat berupa:
• Formulir dan daftar dalam bentuk list dengan format: kode alfabetik, kode alfanumerik dan
angka-angka.
• Laporan lengkap, dengan format: kata, kalimat dan keterangan lain
• Keterangan Gambar (spasial/grafis). dengan format: kata, angka, keterangan petunjuk liputan
area, keterangan simbol.
Jadi selanjutnya dalam SIG kumpulan data-data tersebut diatas akan dihimpun dalam
Basisdata/Database, dalam hal ini akan ada dua macam basisdata yaitu: Basisdata Spasial dan
Basisdata Informatik/deskriptif.
Kompresi data raster: “Run Length” encoding
• Objek area dalam model raster biasanya diberikan oleh “Run Length” yang menyusun kembali
raster ke dalam urutan panjang (atau nomor pixel) dari setiap kelas seperti diperlihatkan
dalam Gambardibawah.
• “Run Length” adalah metode pengkodean untuk kompresi data raster.
•
• Topologi dari model raster lebih sederhana dibandingkan dengan model vektor seperti
diperlihatkan dalam Gambar dibawah
• Topologi dari objek garis diberikan oleh urutan pixel yang membentuk segmen garis.
• Topologi dari objek area biasanya diberikan oleh struktur “Run Length” sebagai berikut.
• Nomor garis awal {(nomor pixel awal, jumlah pixel)};
• Nomor garis kedua {(nomor pixel awal, jumlah pixel)};
Kompresi data raster: Quadtree methode
• Quadtree, adalah salah satu metode pengkodean yang paling efektif untuk kompresi data raster.
• Pengkodean quadtree tidak hanya mengurangi jumlah data, tetapi juga sangat meningkatkan
efisiensi operasi grafis.
• Quadtree menguraikan seluruh area gambar menjadi serangkaian area persegi yang ditampung
oleh satu jenis wilayah. Area persegi terkecil adalah piksel raster.
• Prinsip segmentasi adalah membagi area citra menjadi empat kuadran dengan ukuran yang
sama, dan setiap kuadran dapat dibagi menjadi empat kuadran tingkat berikutnya menurut
aturan tertentu.
SAMPAI KULIAH SELANJUTNYA