100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
191 tayangan52 halaman

Panduan Pengamanan VIP dan VVIP

Diunggah oleh

daniseruni111
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
191 tayangan52 halaman

Panduan Pengamanan VIP dan VVIP

Diunggah oleh

daniseruni111
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

V VIP PROTECTION

DASAR HUKUM
 Undang-Undang No. 2 tahun 2002
tentang Kepolisian Negara Republik
Indonesia
 Kepres RI No. 25 tahun 1972 tentang
Pam Fisik Presiden
 Kep Menhankam Pangab No. Kep / A /
2 / III / 1973 tentang Pam Fisik Wapres
 Kep Menhankam Pangab No. Kep. / B / 2
/ III /1973 tentang Kawal Pejabat Negara
 Juknis Kapolri No. Pol. Juknis / 07 / VI /
83 / Sintel Pam Fisik VIP Orang Asing di
Indonesia
DASAR HUKUM
 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri
Pasal 5 ayat 1
“Kepolisian Negara Republik Indonesia
merupakan alat negara yang berperan
dalam memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, menegakkan
hukum, serta memberikan
perlindungan, pengayoman, dan
pelayanan kepada masyarakat dalam
rangka terpeliharanya keamanan dalam
negeri”.
TUJUAN AGEN
PENGAWAL
 Tujuan utama Agen pengawal
adalah menjaga VIP dari segala
bentuk ancaman fisik
 Tujuan sekunder Agen pengawal
adalah menjaga VIP dari pelecehan
dan penghinaan
FORMASI PENGAWALAN

 Formasi Berdasarkan
Jumlah Agen
 1 (satu) Agen Pengawal
 2 (dua) Agen Pengawal
 3 (tiga) Agen Pengawal
 4 (empat) Agen Pengawal
 5 (lima) Agen Pengawal
 Formasi Agen di Kendaraan
FORMASI BERDASARKAN
JUMLAH AGEN
1 ( satu ) Agen
Pengawal :

VIP
 Berada di belakang kanan
VIP
 Di samping sebagai AIC
pengawal juga sebagai
ajudan / AIC ( Agen In
Charge )-Agen yang
mempunyai tanggung
jawab langsung terhadap
FORMASI BERDASARKAN
JUMLAH AGEN
2 ( dua ) Agen ADV
Pengawal :
VIP
 ADV / agen depan berada
disebelah kiri depan VIP
 Masing-masing AIC
mempunyai
sektor pengawasan dan
o
tanggung jawab 180
FORMASI BERDASARKAN
JUMLAH AGEN
3 ( tiga ) Agen ADV
Pengawal :
 Agen Depan memiliki sektor
Ki VIP
tanggung jawab dan
o
pengawasan 180
 Ki / agen kiri mempunyai
sektor AIC
o
tangung jawab 180 sebelah
kiri
 AIC bertanggung jawab
sepenuhnya
terhadap VIP dengan sektor
o
FORMASI BERDASARKAN
JUMLAH AGEN
ADV

4 ( empat ) Agen
Pengawal :
Ki VIP Ka
 Masing-masing agen
mempunyai sektor AIC
pengawasan dan
tanggung jawab
o
90 termasuk AIC
FORMASI BERDASARKAN
JUMLAH AGEN

5 ( lima ) Agen ADV


Pengawal :
 Merupakan bagian dari
o Ki VIP Ka
formasi 90
 Pembagian sektor yang
sangat AIC
efektif
 Mempunyai sektor
pengawasan o SL
dan tanggung jawab 90
 AIC hanya bertanggung
6 ( enam ) Agen
Pengawal :
ADV

 ADV, Ki dan Ka memiliki


o
sektor 180 Ki VIP Ka
 AIC hanya bertanggung
jawab terhadap VIP BL-D AIC
 Agen belakang mempunyai
o
sektor tanggung jawab 90 BL
7 ( tujuh ) Agen
Pengawal :
ADV ADV

 Penambahan agen
Ki VIP Ka
ditempatkan di depan
sebagai agen depan / ADV
 Memperkecil sektor BL-D AIC

tanggung jawab
 Penambahan selanjutnya BL
di sesuaikan dengan kebutuhan
8 ( delapan ) Agen
ADV ADV
Pengawal :
Ki VIP Ka
 Sektor tanggung jawab
masing-masing 90o BL-D AIC
 AIC hanya bertanggung
SL
jawab terhadap VIP

BL
DL
9 ( sembilan ) Agen
Pengawal : DD

 Masing-masing sektor Ki’L Ki’D VIP Ka’D Ka’L


dilaksanakan oleh dua orang AIC
( agen dalam dan luar )
SL
 AIC hanya bertanggung jawab
terhadap VIP BLL
 Dapat juga agen depan menyebar
ke kiri dan ke kanan
9 ( sembilan ) Agen
Pengawal :
DD DL

 Masing-masing sektor
KRL KRD VIP KND KNL
dilaksanakan oleh dua
orang ( agen dalam dan luar ) AIC
 AIC hanya bertanggung jawab SL
terhadap VIP
 Agen depan brsifat fleksibel (mobile)
BLL
ke kiri dan ke kanan
TUGAS AGEN PENDAHULU

 Mengawasi pengaturan keamanan


 Menyerahkan Perintah Operasi
 Mengkaji ulang dan menyiapkan
Laporan Survei Lokasi
 Menentukan Posisi Agen yang
Ditempatkan Sebelumnya
 Bertindak sebagai komandan di
lokasi
 Berfungsi sebagai ahli di lokasi
 Mengkoordinasi aset pendukung
FORMASI VIP AI
C

MASUK KN
VI
SL

KENDARAAN
P

 (Agen
dari kediaman menuju lokasi
pendahulu sdh KR

acara)
berangkat ke lokasi 1
atau 2
hari sblm hari H

VIP

AGE
N
DRIVE
FORMASI VIP
MASUK
KENDARAAN

KR
SL

AI
VI C
P

KN
FORMASI VIP
MASUK
KENDARAAN

AI
VI C
P

SL KR

KN
FORMASI VIP
TURUN DARI
KENDARAAN
 Agen pendahulu sdh berada di
lokasi
telebih dahulu
 Agen pendahulu melaporkan ADV

situasi
kpd SL 15 menit dan 5 menit
sblm
rombongan VIP tiba VI
P
AI
C

KR SL

KN
FORMASI VIP
TURUN DARI
KENDARAAN

ADV

AI
VI C
P

KR SL

KN
FORMASI VIP
TURUN DARI
KENDARAAN

ADV

AI
KR
C

SL

VI
P

KN
BARISAN
PEMBATAS
Prepare for
Barisan Garis
Pembatas/ longgar
Rope Line

Barisan Pembatas/
Rope Line (Cont’d.)

Crowd KI VIP KN Adv AIC SL


FORMASI PENGAWALAN
MASUK KE DALAM LIFT

 Agen pendahulu yakinkan


situasi lift ADV

aman
Tempatkan VIP di sudut yg VI
KR P KN

aman
 Agen pendahulu berdiri di AI
C

samping pintu SL

 Agen yg lain menutupi VIP


FORMASI PENGAWALAN
MASUK KE DALAM LIFT
VI
P
KN

AI
C
SL

KR

ADV

 Agen pendahulu msk


belakangan
 Agen pendahulu menekan
tombol lantai yg akan
dituju
FORMASI PENGAWALAN
KELUAR LIFT
KN
VI
P

AI
SL
C

KR

AD
V

 Agen pendahulu yakinkan


situasi
di luar aman
 Apabila situasi di luar tdk
kondusif, tutup pintu
lanjutkan
ke lantai yg aman
FORMASI PENGAWALAN
KELUAR LIFT

SL

KR

AI VI
P KN
C

 Agen pendahulu yakinkan


situasi ADV

di luar aman
 Apabila situasi di luar tdk
kondusif, tutup pintu
lanjutkan
PUBLIC ADRESS
( di dalam
ruangan )
 Pada saat memasuki
ruangan,
Agen laksanakan
pengawasan
keluar ( mengawasi
audience )
 Perhatikan audience
terutama
tangan
ADV

VI
KR KN
P

AI
C

SL
PUBLIC ADRESS

AD
V

VI
KR KN
P

AI
C

SL
SL

FORMASI VIP AI
C

MASUK
KENDARAAN
VI
KN
P
KR

( dari lokasi acara menuju Ad

kediaman) v

VIP

AGE
N
DRIVE
FORMASI VIP
MASUK
KENDARAAN
( dari lokasi acara menuju
kediaman)

Ad
KR
v

SL

VI AI
P C

KN

VIP

AGE
N
DRIVE
FORMASI VIP
MASUK
KENDARAAN
( dari lokasi acara menuju
kediaman)

Ad
v

VI AI
P C

KR SL

KN

VIP

AGE
N
DRIVE
SERANGAN
DARI ARAH DEPAN

AD
V

KR
VI
P KN
ARAH
EVAKUASI
AI
C

SL

 Ketika ada gangguan, agen yg


pertama
kali melihat “suarakan”
 Agen yg paling dkt dgn gangguan,
halau/balas
 Agen yg lain
SERANGAN
DARI ARAH DEPAN

AD
V

AI
C

KR
VI
P
KN ARAH
EVAKUASI
SL
SERANGAN
DARI ARAH KANAN

ARAH
EVAKUASI
AD
V

VI
KR P KN

AI
C

SL

 Ketika ada gangguan, agen yg


pertama
kali melihat “suarakan”
 Agen yg paling dkt dgn
gangguan,
halau/balas
SERANGAN
DARI ARAH KANAN

ARAH
EVAKUASI

ADV

VI AI
KR P KN
C

SL
SERANGAN
DARI ARAH KIRI

ARAH
EVAKUASI
AD
V

VI
KR P KN

AI
C

SL

 Ketika ada gangguan, agen yg


pertama
kali melihat “suarakan”
 Agen yg paling dkt dgn
gangguan,
halau/balas
SERANGAN
DARI ARAH KIRI

ARAH
EVAKUASI

AD
V

AI VI
KR C P KN

SL
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI
 Ketika kendaraan VIP KONDUSIF
mengalami trouble,
evakuasi
VIP ke kendaraan
pengawal.
 Lanjutkan perjalanan, 1
org
Agen & driver Kr VIP
tinggal AI

di tmpt
VI C
P

 Apabila memungkinkan
KR SL

susul
rombongan
KN
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI KONDUSIF
KR SL

KN

AI
VI C
P
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI KONDUSIF
SL

VI
P

AI
C

KR
KN
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI KONDUSIF
KR
SL

VI
P

AI
C

KN
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI DARURAT

 Apabila terjadi serangan


thd
Kr VIP, laksanakan
evakuasi

AI
VI C
P

KR SL

KN
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI DARURAT
KR SL

KN

 Agen keluar dari


satu
pintu AI
AI

 Agen lindungi VIP,


VI CC
P

adakan balasan
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI DARURAT

KR SL
KN

VI AI
P C
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI DARURAT

KR SL
KN

 Semua msk Kr
pengawal VI
P

AI
C
FORMASI
PERPINDAHAN
KENDARAAN
SITUASI DARURAT
KR
KN
SL

VI
P

AI
C

 Tinggalkan Kr VIP
 Lanjutkan
perjalanan
RINGKASAN

 Jumlah agen pegawal disesuaikan


dengan jumlah sumber daya yang
tersedia
 AIC (ajudan) bertanggung jawab
langsung terhadap sang
terlindung
 Keberhasilan pengawalan
tergantung dari kondisi terakhir
sang terlindung
PERHATIAN PENTING
MENGENAI SENJATA
Menembakkan senjata merupakan
pilihan terakhir
Sembunyikan senjata
Jangan pernah menggertak dengan
senjata
PENTING
 Tujuan utama dari Agen pengawal adalah
menjaga
VIP dari segala bentuk ancaman fisik
 Tujuan sekunder Agen pengawal adalah
menjaga
VIP dari pelecehan dan penghinaan.
 Semakin banyak Agen pengawal semakin
ringan
resiko dan tanggung jawabnya
 Tugas Agen pengawal bukan utk
menangkap pelaku
penyerangan
 Ketika ada serangan, suarakan, lindungi
ANY
QUESTION ....??
SEKIAN

TERIMA KASIH

SELAMAT
BERLATIH

Anda mungkin juga menyukai