0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan33 halaman

Memahami Mikrokontroler dan Arduino

Diunggah oleh

pullet991
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan33 halaman

Memahami Mikrokontroler dan Arduino

Diunggah oleh

pullet991
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Arduino & Sensor

29 February 2024
Mikrokontroler
Mikrokontroler sering dikenal dengan sebut μC, uC, atau MCU. Terjemahan
bebas dari pengertian tersebut, bisa dikatakan bahwa mikrokontroller adalah
komputer yang berukuran mikro dalam satu chip IC (integrated circuit) yang
terdiri dari processor, memory, dan antarmuka yang bisa diprogram. Jadi disebut
komputer mikro karena dalam IC atau chip mikrokontroller terdiri dari CPU,
memory, dan I/O yang bisa kita kontrol dengan memprogramnya. I/O juga sering
disebut dengan GPIO (General Purpose Input Output Pins)

2
Apa itu Arduino?
Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source,
diturunkan dari Wiring platform[, dirancang untuk memudahkan penggunaan
elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR
dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Arduino merupakan platform hardware terbuka

Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel


sebagai basis,

open-source prototyping platform yang didasarkan pada easy-to-use


hardware and software
3
Sejarah Anggota tim pengembang Arduino
Semuanya berawal di Ivrea, itally.
Pada tahun 1002 Masehi, seorang raja
bernama Arduin memerintah di negara
tersebut. Yang 2 tahun kemudian
keberadaannya digantikan oleh raja
Henry II dari jerman
Di kota Ivrea terdapat sebuah bar
dengan nama “‘Bar Di Re Arduino”
atau yang berarti ”Bar Raja Arduino”
yang diambil dari nama raja “Arduin”

Massimo Banzi (kanan depan-tanpa kacamata), David Cuartielles (tengah), Tom Igoe (kanan belakang),
Gianluca Martino (kiri depan), dan David Mellis (kiri belakang). 4
Sejarah
Banzi merupakan seorang arsitek perangkat lunak yang direkrut
oleh Interactive Design Institute Ivrea (IDII) sebagai profesor
dalam rangka untuk mempromosikan cara-cara baru dalam
melakukan desain interaktif atau dengan kata lain komputasi fisik.
Meskipun ia memiliki ide yang baik namun memiliki waktu yang
sangat terbatas ditambah lagi dengan anggaran yang terus
berkurang. Seperti rekan-rekannya yang lain ia pun harus
bergantung dengan BASIC Stamp, sebuah mikrokontroler yang
dikembangkan oleh Parallax (sebuah perusahaan yang berada di
California) untuk mengerjakan proyek-proyek miliknya.

Sementara itu sebuah konsep “friendly programming


language” yang bernama “processing” berhasil dikembangkan
oleh teman Banzi yakni Casey Reas di MIT. Processing
berkembang dengan pesat dan mendapatkan popularitas yang
sangat baik The Interaction Design Institute Ivrea
was located in the town of Ivrea in the
foothills of the Alps in northern Italy
5
Kontribusi dari Hernando
Barragan
Barragán mengembangkan Wiring pada tahun 2003
sebagai bagian dari tesis master-nya di Interaction
Design Institute Ivrea (IDII) di Italia, di bawah
bimbingan Casey Reas dan Massimo Banzi.
Platform Wiring dirancang untuk membuat
pemrograman mikrokontroler lebih mudah diakses
bagi seniman, desainer, dan pemula yang tidak
memiliki latar belakang teknis mendalam dalam
elektronika atau pemrograman.
Platform Wiring mencakup sebuah integrated Development
Environment (IDE) sebagai perangkat lunak untuk memprogram
yang didalamnya sudah terdapat library functions untuk
memudahkan pemrograman mikrokontroler dan sebuah papan
sirkuit yang siap digunakan dengan menggunakan mikrokontroler
Atmega 128 sebagai pemrosesnya.
6
Kontribusi dari Hernando
Barragan
Platform Wiring mencakup sebuah IDE sebagai
perangkat lunak untuk memprogram yang
didalamnya sudah terdapat library functions untuk
memudahkan pemrograman mikrokontroler dan
sebuah papan sirkuit yang siap digunakan dengan
menggunakan mikrokontroler Atmega 128 sebagai
pemrosesnya.

7
Prototipe pertama
2005, Massimo Banzi bersama dengan
David Mellis (mahasiswa IDII pada saat itu)
dan David Cuartielles, menambahkan
dukungan mikrokontroler ATmega 8 untuk
Wiring. Namun mereka tidak melanjutkan
pengembangan Wiring melainkan mereka
menyalin kode sumber Wiring dan mulai
mengembangkannya sebagai proyek yang
terpisah, yang kemudian disebut Arduino.
8
David Cuartielles (seorang engineer telekomunikasi di tim Arduino) “if you wants to
learn electronics, you should be able to learn as you go from day one, instead of
starting by learning Algebra, and Arduino is ideal to learn electronics from day one”.
Kenapa Arduino?
1. Arduino Mudah Untuk Dipelajari: walaupun menggunakan Bahasa C/C++, tapi karena
menggunakan Framework Arduino, kodingnya menjadi lebih sederhana dan mudah
dibaca.
2. Referensi Belajar Arduino Banyak: jika kita cari “arduino” di google maka akan keluar
lebih dari 100 juta hasil. Artinya banyak website atau blog yang membahas arduino, yang
bisa kita pelajari.
3. Komunitas Arduino Banyak: baik di Facebook, Telegram, dan juga grup WA, sehingga
memudahkan kita jika ingin diskusi.
4. Library Yang Support Arduino Banyak: ketika kita ingin mencoba sebuah module
(contoh: module gyro), hampir 100% ada librarynya, yang akan memudahkan kita dalam
membuat program, karena kodingnya akan jadi sederhana.

10
Kenapa Arduino?
Arduino Uno menggunakan IC Microcontroller ATMega328, yang memiliki memori sebesar
32kb, dan sekitar 0.5kb sudah digunakan oleh bootloader.
Memiliki 14 Pin Digital INPUT / OUTPUT dari pin 0-13, termasuk pin Serial (RX0, TX0) pada
pin 0 dan 1. Diantaranya juga termasuk kedalam pin PWM (3,5,6,9,10,11).
Memiliki 6 Pin ANALOG INPUT dari pin A0-A5, dimana bisa digunakan juga sebagai Pin
Digital INPUT / OUTPUT.
Memiliki Pin Power 5V, 3.3V, GND, AREF, dan juga VIN.
Input ke Soket DC atau ke VIN sebesar 7-12 Volt, tapi yang direkomendasikan maksimal 9V.
Untuk upload program menggunakan USB Tipe B, atau USB yang biasa digunakan untuk
printer.

11
Terdapat 14 Pin Digital INPUT / OUTPUT, dimana ada 2 Pin Serial TX0 dan RX0, dan juga 6 Pin PWM (3,
5,6,9,10,11), dan 2 Pin Interupt (2 dan 3). Juga Pin I2C SCL dan SDA yang terhubung juga ke A5 dan A4,
plus SPI (SCK MISO MOSI).

Terdapat 6 buah pin


Analog Input, yang
bisa digunakan juga
Digital INPUT /
OUTPUT.

Terdapat pin Power 5V, 3.3V,


GND, dan juga VIN atau 12
Voltage Input 7-12 Volt.
Arduino Pin Out

13
Arduino pinout-PSU

14
Arduino Uno Pinout - Analog IN

Pin Arduino A0-A5 mampu membaca tegangan analog. Resolusi Tegangan =


Pada Arduino, ADC memiliki resolusi 10-bit, yang
berarti dapat merepresentasikan tegangan analog
Nilai ADC=
dengan 1.024 level digital. ADC mengubah tegangan
menjadi bit yang dapat dimengerti oleh mikroprosesor
15
Arduino Uno Pinout - Digital Pins

• Pin 0-13 dari Arduino Uno berfungsi sebagai pin


input/output [Link] 13 dari Arduino Uno
terhubung ke LED [Link] Arduino Uno - pin
3,5,6,9,10,11 memiliki kemampuan PWM.
Catatan
• Setiap pin dapat menyediakan/menyuplai arus
maksimal hingga 40 mA. Tetapi arus yang
disarankan adalah 20 mA.
• Arus maksimum yang disediakan dari semua pin
bersama-sama adalah 200mA

16
Apa yang dimaksud dengan digital?

Digital adalah cara merepresentasikan tegangan dalam 1 bit: 0 atau 1. Pin digital pada Arduino adalah pin
yang dirancang untuk dikonfigurasi sebagai input atau output sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pin
digital bisa aktif atau nonaktif. Saat ON, mereka berada dalam kondisi tegangan TINGGI 5V dan saat OFF,
mereka berada dalam kondisi tegangan RENDAH 0V.

Pada Arduino, Ketika pin digital dikonfigurasi sebagai output, mereka diatur ke 0 atau 5 volt.

Ketika pin digital dikonfigurasikan sebagai input, tegangan dipasok dari perangkat eksternal. Tegangan ini
dapat bervariasi antara 0-5 volt yang diubah menjadi representasi digital (0 atau 1). Untuk menentukan hal
ini, ada 2 ambang batas:

Di bawah 0,8v - dianggap sebagai 0.

Di atas 2v - dianggap sebagai 1.

Ketika menghubungkan komponen ke pin digital, pastikan level logika cocok. Jika tegangan berada di
antara ambang batas, nilai yang dikembalikan tidak akan terdefinisi.

17
PWM

Secara umum, Pulse Width Modulation (PWM) adalah teknik


modulasi yang digunakan untuk mengkodekan pesan ke
dalam sinyal yang berdenyut. PWM terdiri dari dua
komponen utama: frekuensi dan siklus kerja. Frekuensi
PWM menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan satu siklus (periode) dan seberapa cepat
sinyal berfluktuasi dari tinggi ke rendah. Siklus kerja
menentukan berapa lama sinyal tetap tinggi dari total
periode. Siklus kerja direpresentasikan dalam persentase.

Di Arduino, pin yang diaktifkan PWM menghasilkan frekuensi konstan ~ 500Hz, sedangkan siklus kerja
berubah sesuai dengan parameter yang ditetapkan oleh pengguna. Lihat ilustrasi berikut:

18
Protokol Komunikasi

Serial (TTL) - Pin digital 0 dan 1 pada Arduino Uno adalah pin serial. Pin ini digunakan oleh modul USB
bawaan. Komunikasi serial digunakan untuk bertukar data antara papan Arduino dan perangkat serial
lain, seperti komputer, layar, sensor, dan lainnya. Setiap papan Arduino memiliki setidaknya satu port
serial. Komunikasi serial terjadi pada pin digital 0 (RX) dan 1 (TX) serta melalui USB. Arduino juga
mendukung komunikasi serial melalui pin digital menggunakan Perpustakaan SoftwareSerial, yang
memungkinkan pengguna menghubungkan beberapa perangkat serial dan tetap menggunakan port
serial utama untuk USB.
Software Serial dan Hardware Serial Sebagian besar mikrokontroler memiliki perangkat keras yang
dirancang untuk berkomunikasi dengan perangkat serial lainnya. Port software serial menggunakan
sistem interrupt perubahan pin untuk berkomunikasi. Terdapat perpustakaan bawaan untuk komunikasi
Software Serial. Software serial digunakan oleh prosesor untuk mensimulasikan port serial tambahan.
Kelemahan dari software serial adalah membutuhkan lebih banyak pemrosesan dan tidak dapat
mendukung kecepatan tinggi seperti hardware serial.
19
.
Protokol Komunikasi

SPI - Pin SS/SCK/MISO/MOSI adalah pin khusus untuk komunikasi SPI. Pin ini dapat ditemukan pada
pin digital 10-13 di Arduino Uno dan pada header ICSP.
Apa itu SPI?
Serial Peripheral Interface (SPI) adalah protokol data serial yang digunakan mikrokontroler untuk
berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat eksternal dalam koneksi bus. SPI juga dapat
digunakan untuk menghubungkan 2 mikrokontroler. Pada bus SPI, selalu ada satu perangkat yang
disebut Master, dan sisanya sebagai Slave. Dalam kebanyakan kasus, mikrokontroler adalah perangkat
Master. Pin SS (Slave Select) menentukan perangkat mana yang sedang berkomunikasi dengan
Master.
Perangkat yang mendukung SPI selalu memiliki pin berikut:
MISO (Master In Slave Out) - Jalur untuk mengirim data ke perangkat Master.
MOSI (Master Out Slave In) - Jalur Master untuk mengirim data ke perangkat periferal.
SCK (Serial Clock) - Sinyal clock yang dihasilkan oleh perangkat Master untuk menyinkronkan
20
transmisi data.
Protokol Komunikasi

I2C - Pin SCL/SDA adalah pin khusus untuk komunikasi I2C. Pada Arduino Uno, pin ini berada di pin
Analog A4 dan A5.
Apa itu I2C?
I2C adalah protokol komunikasi yang sering disebut sebagai "bus I2C." Protokol I2C dirancang untuk
memungkinkan komunikasi antar komponen dalam satu papan sirkuit. Dalam I2C terdapat 2 jalur yang
disebut SCL dan SDA.
SCL adalah jalur clock yang dirancang untuk menyinkronkan transfer data.
SDA adalah jalur yang digunakan untuk mengirim data.
Setiap perangkat di bus I2C memiliki alamat unik, hingga 255 perangkat dapat terhubung pada bus yang
sama.
.

21
Sensor
• Sensor adalah perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi dan merespons berbagai bentuk
input fisik dari lingkungan. Input tersebut dapat berupa cahaya, panas, gerakan, kelembaban,
tekanan, atau parameter fisik lainnya. Sensor mengkonversi perubahan lingkungan ini menjadi
sinyal elektrik atau data yang kemudian bisa diukur, dianalisis, atau dikirim ke perangkat lain
untuk pengambilan tindakan

22
Sensor Suhu:

• Termokopel
• Termistor

23
Termokopel

Termokopel adalah sensor suhu yang dibuat dari dua pertemuan bahan logam
yang berbeda. Pertemuan bahan logam ini akan menyebabkan terjadinya GGL
listrik apabila pertemuan bahan logam tersebut dipanaskan. Besarnya tegangan
rata-rata dari termokopel yang dapat dihasilkan adalah sebesar 40 µV / °C.

24
Sambungan Termokopel

BAHAN DAERAH SUHU


KERJA

• Nickel Chromium dengan - 50 s/d + 400 ° C


• Nickel Alumunium

• Tembaga dengan - 250 s/d + 400 °


Konstantan C

• Besi dengan Konstantan - 200 s/d + 1200 °


C

• Platina dengan campuran - 50 s/d 1750 ° C


platina- Rodium 25
Termistor

Termistor (thermistor) adalah komponen semikonduktor yang memiliki tahanan (resistansi) yang dapat
berubah dengan suhu/temperature. Thermistor merupakan singkatan dari thermally sensitive resistor,
yang berarti resistor yang peka atau sensitif terhadap suhu. Ada dua jenis termistor, yaitu: PTC (Positive
Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient ). Termistor PTC adalah jenis
termistor yang nilai resistansinya meningkat dengan meningkatnya suhu. Sedangkan, termistor NTC
adalah jenis termistor yang tahanannya atau resistansinya menurun ketika suhu meningkat.

26
Termistor NTC

NTC adalah jenis termistor yang tahanannya atau resistansinya menurun ketika suhu meningkat.

Sifat Semikonduktor: Pada semikonduktor NTC, elektron terikat pada kisi kristal pada suhu rendah.
Ketika suhu meningkat, energi panas memberikan cukup energi pada elektron untuk "melompat" dari pita
valensi ke pita konduksi. Semakin banyak elektron yang tersedia di pita konduksi, semakin besar kapasitas
material untuk menghantarkan listrik, sehingga resistansi menurun.

27
Termistor PTC

Pada PTC, resistansi meningkat saat suhu naik. Hal ini disebabkan oleh bahan yang digunakan, yang
biasanya berupa keramik berbasis barium titanate atau polimer konduktif. Material ini berbeda
secara signifikan dari NTC karena efek perubahan struktur kristal pada suhu tertentu..

28
Termistor PTC

29
Sensor Jarak

Ultrasonic
sensor yang berfungsi untuk mengubah
besaran fisis berupa bunyi gelombang
ultrasonic menjadi besaran listrik dan
sebaliknya. Sensor ini bekerja
berdasarkan prinsip dari pantulan suatu
gelombang ultrasonic, dimana sensor ini
menghasilkan gelombang ultrasonic yang
kemudian menangkap kembali dengan
perbedaan waktu sebagai dasar
pengindra. Perbedaan waktu yang
dipancarkan dan diterima kembali adalah
berbanding lurus dengan jarak objek
yang memantulkannya

30
Tugas
Analisis setiap
komponen pada trainer

31
32
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai