0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan73 halaman

Sifat dan Tekanan Fluida Statis

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan73 halaman

Sifat dan Tekanan Fluida Statis

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FLUIDA

Oleh Yusuf Bungkang


◦Zat di alam dikelompokkan dalam tiga wujud utama, yaitu zat
padat, zat cair, dan gas. Zat cair dan gas memiliki satu
kesamaan yaitu tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat
cair dan gas mengikuti bentuk wadah. Zat cair dan gas mudah
ditembus atau dibagi-bagi. Hal ini disebabkan gaya tarik antar
atom atau molekul penyusun zat cair dan gas jauh lebih lemah
daripada gaya antar atom penyusun zat padat. Dan salah satu
sifat yang sering kita amati adalah zat cair dan gas dapat
mengalir. Zat dengan sifat yang dapat mengalir tersebut kita
namakan fluida.
Arah gaya pada permukaan sentuh fluida statis dengan benda selalu
tegak lurus permukaan benda.
Bentuk Permukaan Fluida Statis

◦Bagaimana bentuk permukaan fluida, khususnya zat cair? Sifat


yang menarik adalah: di bawah pengaruh gaya grvaitasi Bumi
bentuk permukaan zat cair statis selalu tegak lurus gaya
gravitasi bumi. Karena gaya gravitasi bumi di suatu tempat
arahnya ke bawah maka permukaan zat cair statis selalu
berbentuk bidang horisontal
Simbol g menyatakan arah gaya gravitasi bumi. Bentuk permukaan zat
cair diam selalu tegak lurus arah gaya gravitasi bumi.
◦Sebagian besar permukaan bumi ditutupi [Link] berada
di bawah pengaruh gravitasi bumi maka permukaan air laut
tegak lurus gaya gravitasi bumi. Arah gaya gravitasi bumi di
berbagai tempat selalu menuju ke pusat bumi. Dengan
demikian, permukaan air laut tegak lurus jari-jari bumi, atau
sesuai dengan permukaan bola bumi (Gambar 10.3).
Bentuk permukaan laut mengikuti bentuk bumi karena harus tegak
lurus arah gaya gravitasi bumi.
Arah gaya gravitasi bumi selalu menuju ke pusat bumi.
Massa Jenis
◦Salah satu besaran fisis fluida yang penting adalah massa
jenis. Massa jenis adalah massa per satuan volum. Untuk
fluida yang memiliki volume kecil massa jenis didefinisikan
sebagai

◦ denga m massa fluida, V volum fluida, dan  massa jenis
fluida
◦Fluida dengan volume satu gelas, satu ember, bahkan satu
kolam dapat ditentukan massa jenisnya seperti pada
persamaan sebelumya. Namun, jika volume fluida sangat
besar, misalnya dam, lautan, atau atmosfer maka massa jenis
fluida tidak sama di setiap tempat. Contohnya, pada lautan
massa jenis makin
besar jika masuk makin ke dalam. Pada atmsofer massa jenis
makin kecil jika makin jauh dari permukaan bumi. Oleh karena
itu, definisi umum massa jenis fluida adalah
◦ (10.2)
Tabel Massa jenis beberapa fluida
Massa Jenis Campuran Fluida

◦Jika beberapa fluida yang memiliki massa jenis berbeda


dicampur, maka massa jenis campuran fluida merupakan
harga rata-rata massa jenis fluida yang dicampur tersebut.
◦Berapa massa jenis rata-rata tersebut?
◦Misalkan kita mencapur N buah fluida dengan massa jenis
rata-rata masingmasing <1>, <2>, ..., <N>, dan volum
masing-masing V1, V2, ..., VN. Massa masing-masing fluida
tersebut adalah m1 = <1>V1, m2 = <2>V2, ..., mN =
<N>VN. Jika N buah fluida tersebut dicampur maka massa
jenis rata-rata hasil campuran akan bergantung pada volum
total hasil pencampuran.
◦Jika fluida tidak mengalami perubahan volum setelah
pencampuran maka massa jenis rata-rata adalah

◦ =
◦Contoh 10.1
◦Air dan alkohol masing-masing dengan volum 100 mL dan 300
mL dicampur. Jika dianggap tidak ada perubahan volum
selama pencapuran, berapa massa jenis rata-rata hasil
pencampuran?
◦Jawab.
◦Dari Tabel 10.1 kita peroleh 1 = 1000 kg/m3 = 1 g/mL dan 2
= 790 kg/m3 = 0,79 g/mL. Massa jenis rata-rata campuran
adalah

◦ =
◦ = = 0,84 gram/mL = 840 kg/m3

Tekanan Hidrostatis
◦Sifat menarik yang dimiliki zat cair statis adalah adanya tekanan yang
dilakukan pada benda yang dicelupkan ke dalam zat cair tersebut.
Tekanan tersebut muncul karena benda menahan berat zat cair di
atasnya. Makin dalam posisi benda maka makin tebal zat cair di atas
benda tersebut yang harus ditahan sehingga makin besar tekanan yang
dirasakan benda. Tekanan jenis ini dinamakan tekanan hidrostatis
(tekanan oleh zat cair yang diam).
◦Sekarang kita coba mencari persamaan tekanan
hidrostatis. Perhatikan Gambar 10.5. Sebuah pelat dengan
luas S ditempatkan horisontal ke dalam zat cair. Pelat
tersebut berada pada kedalaman h dari permukaan zat cair.
Pelat tersebut menahan beban zat cair di atasnya. Volum
zat cair di atas pelat adalah V = hS. Jika adalah mass
jenis zat cair maka massa zat cair yang berada di atas
pelat adalah m = V = hS. Dengan demikian, berat zat
cair yang ditahan pelat adalah W = mg = hSg. Tekanan
zat cair yang dialami pelat menjadi
◦ (10.4)
P adalah tekanan oleh zat cair (Pa); adalah massa
jenis zat cair (kg/m3); g adalah percepatan gravitasi
bumi (m/s2); h adalah kedalaman posisi benda diukur
dari permukaan zat cair (m).
◦Tekanan hidrostatis yang tertuang dalam persamaan
(10.4) adalah tekanan yang semata-mata dihasilkan
oleh zat cair yang diam.
Gambar 10.5 Sebuah pelat yang dicelupkan ke dalam zat cair menahan berat zat cair di atasnya. Karena pelat
memiliki luas penampang S maka pelat merasakan adanya tekanan yang dihasilkan zat cair. Tekanan jenis ini
dinamakan tekanan hidrostatis (hirdo = air, statis = diam).
Contoh
Kapal pesiar Oasis of the Seas memiliki panjang 361
meter dan lebar 47 meter (Gambar 10.6). Bagian
dasar kapal berada pada kedalaman 9,3 meter dari
permukaan laut. Perkirakan gaya yang dialami kapal
akibat tekanan hidrostatis air laut dengan asumsi
massa jenis air laut kira-kira sama dengan massa air,
yaitu 1.000 kg/m3.
Gambar 10.6 Kapal pesiar Oasis of the Seas yang memiliki 16 lantai. Kapal tersebut memiliki panjang 361 meter dan
lebar 47 meter dengan bobot kosong 15.000 ton. Kecepatan pelayaran adalah 22,6 knot.
Jawab

Lambung kapal menerima tekanan hidrostatis dari seluruh


bagian permukaan yang tercelup. Tekanan tersebut
menghasilkan gaya yang tegak lurus permukaan. Gaya dari
permukaan kiri dan kanan saling meniadakan. Begitu pula
gaya dari permukaan depan dan belakang saling
meniadakan. Yang tetap ada adalah gaya oleh air laut dari
arah bawah.
◦ T
◦Tekanan hidrostatis di permukaan bawah kapal adalah P = gh = 1.000 10
9,3 = 93.000 Pa.
◦ Luas permukaan bawah kapal kira-kira A = panjang  lebar = 361 47 =
16.967 m2.
◦Dengan demikian gaya pada permukaan bawah kapal oleh air laut kira-kira F
= PA = 93.000 16.967 = 1,58 109 N.
Gaya ini setara dengan gaya gravitasi pada sebuah benda yang memiliki
massa = 1,58  109 N/g = 1,58 109 N/10 m/s2 = 1,58 108kg = 158.000
ton.
Ini berarti dengan bagian dasar berada pada kedalaman 9,3 meter, kapal
tersebut bisa menahan beban total 158.000 ton.
◦Jika di permukaan zat cair sudah ada tekanan, maka
tekanan total di dalam zat cair sama dengan jumlah
tekanan di permukaan dan tekanan hidrostatis
(Gambar 10.8). Zat cair terbuka selalu mendapat
tekanan atmosfer di permukaannya. Misalnya
tekanan atmosfer di permukaan zat cair adalah P0
maka tekanan di dalam zat cair pada kedalaman h
adalah:
Tekanan total dalam fluida
= tekanan atmosfer + tekanan hidrostatis
(10.9)
◦Tekanan di dalam zai cair persis sama dengan
tekanan hidrostatis hanya jika permukaan fluida
berupa ruang hampa (divakumkan).
Gambar 10.8. Tekanan total dalam zat cair sama dengan jumlah tekanan di permukaan zat cair dan tekanan
hidrostatis.
◦Contoh
◦Sebuah kolam renang berukuran panjang 50 meter dan
lebar 25 meter diisi penuh air sehingga kedalaman air kolam
250 cm. jika kuat medan gravitasi bumi 9,8 m/s2 dan massa
jenis air 1 gram/cm3 tentukanlah:
◦volume air kolam
◦massa air kolam
◦berat air kolam
◦tekanan hidrostatis di dasar kolam.
Ketinggian Permukaan Fluida

◦Sekarang kita akan membahas sejumlah faktor yang


mementukan ketinggian permukaan fluida dalam wadah.
◦Ketinggian Permukaan Fluida dalam Bejana
Berhubungan
◦Perhatikan fluida dalam berjana berhubungan dalam
Gambar 10.9. Pertanyaanya, apakah ketinggian
permukaan fluida pada tiap pipa bejana selalu sama?
Atau berbeda-beda bergantung pada ukuran pipa? Mari
kita selidiki.
Gambar 10.9. Fluida dimasukkan ke dalam bejana berhubungan. Mulut bejana memiliki ukuran yang berbeda-beda.
Apakah ketinggian permukaan fluida berbeda-beda atau sama?
◦Perhatikan garis horisontal tepat di dasar semua pipa vertikal. Tekanan
hidrostatis di titik A, B, dan C adalah PA = gh1, PB = gh2, dan PC =
gh3. Jika salah satu tekanan lebih besar dari yang lain maka tekanan
tersebut
mendorong fluida ke lokasi yang bertekanan rendah. Jadi akan terjadi
aliran fluida dari lokasi yang bertekanan tinggi ke lokasi yang bertekana
rendah. Ini bertentangan dengan sifat zat cair statis yang diam. Jadi,
agar fluidatetap diam maka tekanan di A, B, dan C harus sama. Ini hanya
mungkin terjadi jika ketinggian fluida pada semua pipa tegak sama (h1
= h2 = h3). Kesimpulan kita adalah:
◦“Ketinggian permukaan fluida statis dalam bejana berhubungan selalu
sama”.
Ketinggian Dorongan pada Fluida

◦Jika kita memberikan tekanan pada fluida malalui kolom atau pipa,
berapa ketinggian fluidayang dapat dihasilkan?
◦Jika di permukaan atasfluidaadalah ruang hampa(Gambar 10.10 kiri)
maka tekanan dorong dari bawah mengangkat zat cair sehingga fluida
dalam pipa menghasilkan tekanan hidrostatis yang persis sama dengan
tekanan dorong dari bawah. Persamaan yang depenuhi adalah
◦ P = gh1 atau
◦ (10.10)
Gambar 10.10. Gambar kiri, tekanan P mendorong zat cair ke atas. Di atas permukaan fluida kondisinya
vakum. Gambar kanan, tekanan P mendiring zat cair ke atas tetapi di permukaan atas fluida ada tekanan P0.
Jika di permukaan atas zat cair telah ada tekanan P0 (Gambar
10.10 kanan) maka tekanan di dasar zat cair menjadi P0 +
gh2. Kenaikan zat cair adalah sedemikian sehingga tekanan
total di dasar persis sama dekanan dorongan yang diberikan.
Dengan demikian, P = P0 + gh2, atau

◦ (10.11)
◦Contoh
◦Pada pompa air ada data yang dinamakan discharge head.
Discharge head artinya adalah ketinggian maksimum air yang
dapat didorong pompa. Setiap pompa air, disamping memiliki
kemampuan menyedot air (suction head) juga memiliki
kemampuan mendorong air (discharge head). Jika sebuah
pompa memiliki discharge head 21 meter, berapakah tekanan
dorong yang dihasilkan pompa? Gunakan data 1 atm =
100.000 Pa.
◦Jawab
◦Informasi dari soal adalah pompa sanggup mendorong air
hingga ketinggian 21 meter. Dan air yang didorong tersebut
berada di bawah pengaruh tekanan atmosfer. Dengan
demikian, tekanan dorong yang dihasilkan pompa dapat
dihitung menggunakan persamaan (10.9) dan kita dapatkan
◦ P = P0 + gh = 100.000 + 1.000  10  21 = 310.000 Pa =
3,1 atm.

Kedalaman Maksimum Sumur

◦Pertanyaan yang menarik adalah berapa kedalaman


maksimum
permukaan sumur sehingga air dapat ditarik oleh pompa air?
Mungkin ada yang menduga bahwa makin besar daya pompa
maka makin dalam air yang bisa ditarik oleh pompa. Ini
pendapat yang keliru. Kedalamam air yang dapat diangkat
pompa tidak bergantung pada daya listrik pompa. Daya listrik
yang besar hanya berarti mampu menarik air dengan debit
lebih besar, tetapi kedalaman maksimum air yang dapat
disedot tetap sama.
Gambar 10.11. Skema pengangkatan air sumur oleh pompa air. Fungsi pompa air adalah memvakumkan udara di
ujung atas pipa sehingga air dalam sumur terdesak menaiki pipa.
◦Perhatikan Gambar 10.11. Sumur yang dilengkapi pompa air
mengandung pipa yang tidak boleh bocor (udara pun tidak
boleh masuk). Satu ujung pipa tercelup dalam air sumur dan
ujung atas pipa dihubungkan dengan pompa. Prinsip
penyedotan air adalah pompa menurunkan tekanan udara di
ujung atas pipa. Permukaan air sumur sendiri mendapat
tekanan dari atmosfer. Jika tekanan di ujung atas pipa
menurun maka tekanan atmosfer di permukaan sumur
mendesak air naik sepanjang pipa. Berapa ketinggian naiknya
air?
◦Misalkan tekanan di ujung atas pipa yang dihasilkan pompa
adalah P’. Maka tinggi naiknya air dalam pipa memenuhi
persamaan (10.9), yaitu

◦ (10.12)
◦Pompa terbaik adalah yang sanggup menghasilkan kondisi
vakum di ujung atas pipa. Jika kondisi ini dapat dicapai maka
air akan naik dengan ketinggian maksimum. Jika ujung atas
pipa berada dalam keadaan vakum maka P’ = 0 sehingga
ketinggian maksimum air naik di pipa adalah

◦ (10.13)
◦Dengan menggunakan data P0 = 1 atm = 1,01 105 Pa, =
103 kg/m3, dan g = 9,82 m/s2 maka kita dapatkan hmaks =
10,28 m. Namun ini adalah kondisi ideal. Tidak ada pompa air
yang benar-benar sanggup memvakumkan ujung atas pipa
sehingga ketinggian air yang dapat disedot pompa lebih kecil
dari itu.
Kebanyakan pompa yang dijual di pasar memberikan data
kedalaman maksimum permukaan sumur yang bisa disedot
adalah 9 meter (Gambar 10.12).
Gambar 10.13. Posisi pompa jika permukaan air sumur terlalu dalam. Posisi ponpa diturunkan sehingga jaraknya
dari permukaan air sumur kurang dari 9 meter.
◦Jika sumur terlalu dalam sehingga permukaan air sumur dari
tanah jaraknya lebih dari 9 meter maka cara yang digunakan
untuk mennyedot air sumur adalah menurunkan posisi pompa
lebih rendah dari permukaan tanah (Gambar 10.13). Dengan
demikian, jarak pompa dari permukaan air sumur tidak lebih
dari 9 meter.
◦Prinsip kerja pompa air persis sama dengan prinsip kita minum
menggunakan sedotan (Gambar 10.14). Ketika kita menyedot
minuman sebenarnya yang kita lakukan adalah
mengosongkan udara di dalamsedotan.
◦Akibat tekanan udara yang rendah dalam sedotan maka
minuman dalam gelas didesak oleh atmosfer sehingga
bergerak naik sepanjang sedotan dan akhirnya mencapai
mulut.
Gambar 10.14. Ketika kita menyedot minuman maka yang kita lakukan adalah mengosongkan udara di dalam
sedotan sehingga minuman dalam gelas terdesak ke atas akibat tekanan atmosfer ([Link])
◦Contoh
◦Pompa air yang digerakkan dengan tangan (Gambar 10.15)
hanya sanggup menghasilkan penurunan tekanan setengah
atmosfer di ujung atas pipa. Berapakah kedalaman maksimum
air yang dapat disedot dengan pompa tangan tersebut.
Gunakan data 1 atm = 100.000 Pa.
Jawab

Dari informasi di soal kita peroleh, P0 = 1 atm = 100.000 Pa


dan P’ = P0/2 = 50.000 Pa. Kedalaman air yang dapat disedot
dihitung dengan persamaan (3.6), yaitu h = (P0 – P’)/g =
(100.000 – 50.000)/(1.000  10) = 5 meter.

Gambar 10.15. Pompa air jaman dahulu yang digerakkan dengan tangan. Pompa ini masih bermanfaat
untuk daerah yang belum dimasuki jaringan listrik PLN.
◦ Di sebuah restoran kalian memesan jus jambu. Massa jenis jus jambu sekitar
1,3 g/cm3. Kalian minum jus menggunakan sedotan yang panjangnya 15 cm.
Berapakah maksimal tekanan udara dalam mulut agar jus dapat naik melalui
sedotan hingga ke dalam mulut?
◦ Jawab

Massa jenis jus = 1,3 g/cm3 = 1.300 kg/m3. Dengan menggunakan
persamaan (10.12) tekanan maksimal udara dalam mulut agar jus dapat naik
sampai ke mulut adalah P’ = P0 - gh = 100.000 – 1.300 10 0,15 =
98.050 Pa.
Dua Zat Cair Dalam Pipa U

◦Sifat zat cair yang menghasilkan tekanan hidrostatsik


dapat digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair
lain jika massa jenis suatu zat cair sudah diketahui (zat
cair referensi). Syaratnya adalah zat cair yang akan
diukur massa jenisnya tidak boleh tercampur dengan zat
cair referensi.
◦Contohnya adalah air dengan minyak. Metode
pengukuran adalah menggunakan pipa berbentuk huruf U
seperti pada Gambar 10.16.
◦Prinsip yang harus dipahami adalah pada ketinggian yang
sama, tekanan di dalam zat cair yang sama adalah sama. Pada
Gambar 10.16 titik A dan B memiliki ketinggian yang sama
dan berada dalam zat cair yang sama. Dengan demikian,
tekanan di titik A dan B persis sama.
Gambar 10.16. Zat cair yang berbeda dimasukkan ke dalam pipa U
◦Zat cair dianggap tidak bercampur (selalu membentuk fase
terpisah). Contoh zat cair yang tidak tercampur adalah minyak
dan air. Contoh zat cair yang tercampur adalah air dan sirup.
Jika massa jenis zar cair berbeda maka ketinggian permukaan
zat cair di dua ujung tabung berbeda.
◦Tekanan di titik A = tekanan di permukaan zat cair + tekanan
zat cair 1 setinggi h1 dan tekanan zat cair 2 setinggi y


◦Tekanan di titik B = tekanan di permukaan zat cair + tekanan
zat cair 2
setinggi h2 + tekanan zat cair 2 setinggi y.

◦Karena PA = PB maka

◦Akhirnya kita dapatkan persamaan
◦ (10.14)
◦Contoh
◦Air dan sejenis oli yang tidak bercampur dengan air
dimasukkan ke dalam bejana berhubungan. Dalam kondisi
setimbang, posisi air dan oli tampak pada Gambar 10.17.
Pengukuran dengan mistar menghasilkan H = 15 cm dan h = 2
cm. Dengan menggunakan massa jenis air 1.000 kg/m3,
berapakah massa jenis oli?
Gambar 10.17 Gambar untuk contoh 10.8
◦Jawab
◦Kalau mengunakan persamaan (10.14) maka kita dapatkan
minyakH = airh1. Berdasarkan gambar di atas kita dapatkan
h1 = H – h = 15 – 2 = 13 cm. Dengan demikian minyak 15
= 1.000  13, atau minyak = 13.000/15 = 867 kg/m3.
Hukum Pascal

◦Misalkan zat cair dimasukkan dalam wadah tertutup. Jika satu


bagian zat cair tersebut mengalami penambahan tekanan,
maka seluruh bagian zatcair mengalami penambahan tekanan
yang besarnya persis sama (Gambar 10.17). Ini adalah
pernyataan hukum Pascal untuk fluida statis. Salah satu
aplikasi utama hukum pascal adalah pembuatan dongkrak
hidrolik atau penggerak hidrolik lainnya. Keuntungan dongkrak
atau penggerak hidrolik adalah hanya dengan gaya kecil kita
sanggup menggerakkan benda yang massanya sangat besar.
Bagaimana menjelaskannya? Perhatikan Gambar 10.18.
Gambar 10.17. Ketika satuan bagian dalam fluida tertutup mendapat
tambahan tekanan P maka seluruh bagian fluida mendapat tambahan P
juga.
Gambar 10.18. Jika tekanan di satu bagian dalam zat cair yang berada di
dalam wadah tertutup ditambah, maka seluruh bagian zat cair mendapat
tambahan tekanan yang sama besar. Tekanan di penampang kecil ditambah
sebesar P. Akibatnya, semua bagian zat cair mendapat tambahan tekanan
sebasar P pula.
◦Pada Gambar 10.18 zat cair ditampung dalam wadah tertutup
yang memiliki dua silinder terbuka dengan luas penampang
berbeda jauh. Masingmasing silinder dilengkapi dengan piston.
Mula-mula tekanan dalam zat cair di bawah piston kecil adalah
P1, tekanan zat cair di bawah piston besar adalah P2, tekanan
di tempat lain dalam zat cair adalah P3, dan seterusnya.
◦Sekarang kita berikan gaya F1 pada piston kecil. Luas
penampang piston kecil adalah a. Dengan demikian tambahan
tekanan di bawah piston kecil akibat gaya tersebut adalah P
= F1/a. Berdasarkan hukum Pascal, maka seluruh bagian di
dalam zat cair mengalami tambahan tekanan yang sama
sebesar P. Zat cair di bawah piston besar juga mendapat
tambahan tekanan sebesar P. Tambahan tekanan di bawah
piston besar menghasilkan gaya F2 yang memenuhi F2 = PA.
Akhirnya kita dapatkan F2 = (F1/a)A atau
◦ (10.5)
◦dengan
F1 adalah gaya yang diberikan pada piston kecil
◦F2 adalah gaya yang dihasilkan di piston besar
◦A adalah luas penampang piston besar (m2)
◦a adalah luas penampang piston kecil (m2)
◦Persamaan (10.15) menginformasikan ke kita bahwa dengan
membuat ukuran piston besar jauh lebih besar daripada
ukuran piston kecil maka kita dapat menghasilkan gaya yang
sangat besar pada piston besar hanya dengan pemberian
gaya yang kecil pada piston kecil.
◦Sebagai contoh, untuk A/a = 800, maka dengan F1 = 15 N kita
menghasilkan F2 = 12.000 N. Gaya 15 N sama dengan berat
benda yang bermassa 1,5 kg. Gaya 12.000 N kira-kiraseberat
mobil Avanza
◦Jadi, dengan gaya yang setara berat benda 1,5 kg yang
diberikan di piston kecil kita dapat mengangkat mobil Avanza
dengan mudah.
Gaya Angkat Archimedes
◦Di udara kamu mungkin kesulitan atau bahkan tidak sanggup
mengangkat sebuah batu. Tetapi ketika di dalam air, batu yang
sama kadang dapat kamu angkat dengan mudah. Di udara sebuah
benda yang dilepas akan jatuh hingga ke tanah. Tetapi ketika
dimasukkan ke air sebagian benda malah diam di permukaan air
(terapung). Kita melihat kapal-kapal raksasa yang yang terbuat dari
baja terapung di laut (Gambar 10.22).
◦Mengapa benda yang begitu berat bisa terapung? Mengapa benda
ketika di udara sangat berat, namun ketika dimasukkan dalam air
menjadi begitu ringan? Jawabnya adalah zat cair menghasilkan
gaya angkat pada benda yang tercelup di dalamnya.
Gambar 10.22 Kapal terbesar yang ada saat ini adalah Maersk Triple-E. Kapal
ini memiliki panjang 400 meter, lebar 59 meter, dan kapasitas 18.000 TEU,
artinya dapat mengangkut 18.000 kontainer.
Gambar 10.23. Benda berbentuk balok yang dicelupkan ke dalam zat cair
◦Benda mendapat tekanan hidrostatis dari berbagai sisi.
Perkalian tekanan deengan luas menghasilkan gaya. Jadi, ada
gaya yang bekerja pada tiap sisi benda. semua gaya tersebut
menghasilkan gaya netto ke atas. Inilah yang disebut gaya
angkat Archimeses.
◦Tekanan total pada permukaan atas balok adalah P1 = P0 +
gh1. Tekanan total pada permukaan bawah balok adalah P1 =
P0 + g(h1+t). Luas permukaan atas dan permukaan bawah
balok sama, yaitu A = pl. Dengan demikian gaya ke arah
bawah pada permukaan atas balok adalah F1 = P1A = (P0 +
gh1)pl. Gaya ke arah atas pada permukaan bawah balok
adalah F2 = P2A = (P0 + gh1 + gt)pl
◦Gaya netto ke atas yang bekerja pada balok adalah


◦ =

◦Tetapi plt = Vb, yaitu volum balok. Dengan demikian, gaya


angkat pada balok menjadi
◦ (10.16)
◦Misalnya masa tubuh kamu adalah 48 kg. Ketika mandi di
kolam rendang, kamu merasakan tubuh men jadi ringan. Dan
memang, jika saat dalam air kamu menggelantung di neraca
terbaca massa tubuh kamu menjadi ringan. Misalkan skala
neraca menunjukkan angka 25. Berapakah gaya angkat
Archimedes pada tubuh kamu? Berapa volume tubuh kamu
yang tercelup dalam air saat penimbangan? Gunakan massa
jenis air 1.000 kg/m3.
◦Jawab

Berat tubuh kamu saat di luar adalah m1g = 48  10 = 480 N.
Berat tubuh kamu saat penimbangan dalam air adalah m2d =
25  10 = 250 N. Perbedaan berat ini disebabkan oleh adanya
gaya angkat Archimedes. Jadi gaya angkatArchimedes adalag
FA = 480 – 250 = 230 N.

Anda mungkin juga menyukai