An ato m i F is io lo g i
Sistem
Musk u l o s k e l e ta l
KELOMPOK 10
kelompo
k
NI KADEK YUNIARI 223213431
Fildatus Solehah 223213435
I Kadek Teguh Wijana 223213452
latar
yg me
belakang
mp ela jari sua tu ban gun ata u sua tu ben tuk dengan mengurai-
Anatomi ada lah ilm u
uraikannya ke dalam bagian-bagiannya.
sud ut keg una an, bag ian pal ing pen ting dar i ana tom i khu sus adalah yang
Dilihat dar i
nus ia den gan ber bag ai ma cam pen dek ata n yan g ber bed a. Da ri sudut
mempelajari tentang ma an
ber bag ai pen get ahu an ten tan g ben tuk , leta k, uku ran , dan hub ung
medis, anatomi terdiri dari
ktu r dar i tub uh ma nus ia seh at seh ing ga ser ing dis ebu t seb aga i anatomi deskriptif
berbagai stru
s. Ke rum itan tub uh ma nus ia me nye bab kan han ya ada sed ikit ahli anatomi
atau topografi
yan g ben ar- ben ar me ngu asa i bid ang ilm u ini; seb agi an bes ar memiliki
manusia profesional
spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam.
gat pen ting unt uk dip ela jari khu sus nya bag i ma has isw a kes ehatan.
Anatomi tubuh san
ika sud ah di rum ah sak it seb aga i ten aga kes eha tan ditu ntu t untuk dapat melayani
Sebab ket
itul ah ma kal ah ini dib uat , seb aga i lan gka h aw al unt uk me mpelajari anatomi
pasien. Untuk
tubuh manusia.
TABELE OF
CONTENTS
ANATOMI FISIOLOGI Patofisiologi sistem
SISTEM muskuloskeletal
MUSKULOSKELETAL
pembahasan
DEFINISI
Sistem m us ku lo sk el et al m er up ak an pe nu nj an g
bentuk tubuh da n m en gu ru s pe rg erak an . Ko m po ne n ut am a
dari sistem m us ku lo sk el et al ad al ah tu la ng da n ja rin ga n ikat
yang menyusu n ku ra ng le bi h 25 % be ra t ba da n da n ot ot
menyusun ku ra ng le bih 50 % . Sist em in i te rd iri da ri tu la ng ,
sendi, otot ra ng ka , te nd on , lig am en t, da n ja rin ga n- ja rin ga n
kh usus ya ng m en gh ub un gk an st ru kt ur -s tr uk tu r in i.
Materi 1
•ANATOMI FISIOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL
•Tulang
Tulang adalah jaringan yang paling keras diantara jaringan ikat lainnya
w
yang terdiri atas hampir 50 % air dan bagian padat, selebihnya terdiri dari bahan
mineral terutama calsium kurang lebih 67 % dan bahan seluler 33%.
Fungsi dari tulang adalah sebagai berikut :
•Mendukung jaringan tubuh dan memberikan bentuk tubuh.
•Melindungi organ tubuh (jantung, otak, paru-paru, dan jaringan lunak).
•Memberikan pergerakan (otot berhubungan dengan kontraksi dan pergerakan).
•Membentuk sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang (hematopoesis).
•Menyimpan garam-garam mineral (kalsium, fosfor, magnesium dan fluor).
•Struktur tulang
LANJUTAN
Struktur tulang
Tulang diselimuti di bagian luar oleh membran fibrus padat disebut
periosteum. Periosteum memberikan nutrisi pada tulang dan memungkinkan tumbuh,
selain sebagai tempat perlekatan tendon dan ligament. Periosteum mengandung saraf,
pembuluh darah, dan limfatik. Lapisan yang terdekat mengandung osteoblast . Dibagian
dalamnya terdapat endosteum yaitu membran vascular tipis yang menutupi rongga
sumsum tulang panjang dan rongga dalam tulang kanselus. Osteoklast terletak dekat
endosteum dan dalam lacuna howship (cekungan pada permukan tulang).
Sumsum tulang merupakan jaringan vascular dalam rongga sumsum (batang) tulang
panjang dan tulang pipih. Sumsum tulang merah terutama terletak di sternum, ilium,
vetebra dan rusuk pada orang dewasa, bertanggungjawab dalam produksi sel darah
merah dan putih. Pada orang dewasa tulang panjang terisi oleh sumsum lemak kuning.
Jaringan tulang mempunyai vaskularisasi yang baik.
LANJUTAN
Tulang kanselus menerima asupan darah melalui pembuluh metafis dan epifis. Pembuluh
periosteum mengangkut darah ke tulang kompak melalui kanal volkman. Selain itu
terdapat arteri nutrient yang menembus periosteum dan memasuki rongga meduler
melalui foramina (lubang-lubang kecil). Arteri nutrient memasok darah ke sumsum
tulang, System vena ada yang keluar sendiri dan ada yang mengikuti arteri. Tulang
tersusun dari 3 jenis sel yaitu :
Osteoblas
Osteoblas berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matrik tulang.
Matrik tulang tersusun atas 98% kolagen dan 2% substansi dasar (glukosaminoglikan/
asam polisakarida dan proteoglikan). Matrik tulang merupakan kerangka dimana garam
garam mineral ditimbun terutama calsium, fluor, magnesium dan phosphor.
Osteosit
Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai pemeliharaan fungsi tulang
dan terletak pada osteon (unit matrik tulang). Osteon yaitu unit fungsional mikroskopik
tulang dewasa yang di tengahnya terdapat kapiler dan disekeliling kapiler tedapat matrik
tulang yang disebut lamella.
LANJUTAN
Di dalam lamella terdapat osteosit, yang memperoleh nutrisi lewat prosesus yang
berlanjut kedalam kanalikuli yang halus (kanal yang menghubungkan dengan pembuluh
darah yang terletak kurang lebih 0,1 mm).
Osteoklas
Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak memungkinkan mineral dan matriks tulang
dapat diabsorpsi, penghancuran dan remodeling tulang. Tidak seperti osteoblas dan
osteosit, osteoklas mengikis tulang. Tulang merupakan jaringan yang dinamis dalam
keadaan peralihan tulang (resorpsi dan pembentukan tulang). Kalium dalam tubuh orang
dewasa diganti 18% pertahun.
Materi 2
Patofisiologi sistem muskuloskeletal
Kelainan Pada Tulang
Osteoporosis
Osteoporosis yaitu kelainan yang terjadi penurunhan massa tulang total. Terdapat
perubahan pergantian tulang homeostasis normal. Kecepatan resorpsi tulang dari
kecepatan pembentukan tulang yang mengakibatkan penurunan massa tulang total.
Tulang secara progresif menjadi porus, rapuh, dan mudah patah. Patofisiologi :
Dalam keadaan normal terjadi proses yang terus menerus dan terjadi secara seimbang
yaitu proses resorbsi dan proses pembentukan tulang. Setiap ada ada perubahan dalam
kesimbangan ini, misalnya proses resorbsi lebih besar dari proses penbenutkan maka kan
terjadi penurunan massa tulang.
Proses konsolidasi secara maksimal akan dicapai pada usia 30-35 tahun untuk tulang
bagian korteks dan lebih dini pada bagianh trabekula.
LANJUTANNY
A
Pada usia 40-45 tahun, baik wanita maupun pria akan mengalami penipisan tulang bagian
korteks sebesar 0,3-0,5 %/ tahun dan bagian trabekula pada usia lebih muda.
Pada pria seusia wanita menopause mengalami penipisan tulang berkisar 20-30 % dan
pada wanita 40-50 %.
Penurunan massa tulang lebih cepat pada bagian-bagian tubuh seperti metakarfal, kolum
femoris, dan korpus vertebra.
Bagian-bagian tubuh yang sering fraktur adalah vertebra, paha bagian proksimal dan
radius bagian distal
Osteomalasia
Osteomalasia adalah penyakit metabilisme tulang yang di tandai dengan tidak
memadainya mineralisasi tulang. Pada orang dewasa osteomalasia bersifat kronik dan
deformitas skeletalnya tidak seberat pada anak karena pertumbuhan skletal telah selesai.
Pada pasien ini,sejumlah besar osteoroid atau remodelling tulang baru tidak mengalami
LANJUTANYA
kalsifikasi, diperiksakan bahwa defek primernya adalah kekurangan vitamin D aktif
( kalsitrol), yang memacu absorpsi kalsium dari traktus GI, dan menfasilitasi tulang.
Pasokan kalsium dan fosfat dalam cairan ekstra sel rendah. Tanpa vitamin D yang
mencukupi, kalsium dan fosfat tidak dapat di masukkan ke tempak kalsifikasi tulang.
Patofisilogi:
Ada berbagai kasus osteomalasia yang terjadi akibat gangguan umum metabolisme
mineral. Faktor risiko terjadinya osteomalasia meliputi kekurangan dalam diet,
malabsorpsi, gasterktomi, gagal ginjal kronik, terapi antikonvulsan berkepentingan dan
kekurangan vitamin D.
Tipe malnutrisi ( kekurangan vitamin D) sering berhubungan dengan kalsium yang jelek
terutama akibat kemiskinan, tetapi memakan makanan dan kurangnya pengetahuan
mengenai nutrisi juga merupakan salah satu faktor.
Paling sering terjadi dibagian dimana vitamin D tidak ditambahkan dalam makanan dan
dimana terjadi kekurangan dalam diet dan jauh dari sinar matahari.
Osteomalasia dapat terjadi sebagai akibat kegagalan absorpsi kalsium atau kehilangan
kalsium yang berlebihan dari tubuh. Kelainan GI dimana absorpsi lemak tidak memadai
sering menimbulkan osteomalasia melalui kehilangan vitamin D dan kalsium, kalsium
LANJUTANYA
Osteomyelitis
Osteomyelitis dapat terjadi sebagai akibat kegagalan absorpsi kalsium atau kehilangan
kalsium yang berlebihan dari tubuh.
Etiologi
Patofisiologi
LANJUTANNY
A
Faktor-faktor yang mempengaruhi fraktur :
Faktor Ekstrinsik
Adanya tekanan dari luar yang bereaksi pada tulang yang tergantung terhadap
besar, waktu, dan arah tekanan yang dapat menyebabkan fraktur.
Faktor Intrinsik
Beberapa sifat yang terpenting dari tulang yang menentukan daya tahan untuk timbulnya
fraktur seperti kapasitas absorbsi dari tekanan, elastisitas, kelelahan, dan kepadatan atau
kekerasan tulang.
LANJUTANYA
Biologi penyembuhan tulang
Tulang bisa beregenerasi sama seperti jaringan tubuh yang lain. Fraktur
merangsang tubuh untuk menyembuhkan tulang yang patah dengan jalan membentuk
tulang baru diantara ujung patahan tulang. Tulang baru dibentuk oleh aktivitas sel-sel
tulang. Ada lima stadium penyembuhan tulang, yaitu:
Stadium Satu-Pembentukan Hematoma
Pembuluh darah robek dan terbentuk hematoma disekitar daerah fraktur. Sel-sel
darah membentuk fibrin guna melindungi tulang yang rusak dan sebagai tempat
tumbuhnya kapiler baru dan fibroblast. Stadium ini berlangsung 24 – 48 jam dan
perdarahan berhenti sama sekali.
Stadium Dua-Proliferasi Seluler
Pada stadium initerjadi proliferasi dan differensiasi sel menjadi fibro kartilago yang
berasal dari periosteum,`endosteum,dan bone marrow yang telah mengalami trauma.
Sel-sel yang mengalami proliferasi ini terus masuk ke dalam lapisan yang lebih dalam dan
disanalah osteoblast beregenerasi dan terjadi proses osteogenesis. Dalam beberapa hari
terbentuklah tulang baru yang menggabungkan kedua fragmen tulang yang patah. Fase
ini berlangsung selama 8 jam setelah fraktur sampai selesai, tergantung frakturnya.
LANJUTANYA
yang tepat, sel itu akan mulai membentuk tulang dan juga kartilago. Populasi sel ini
dipengaruhi oleh kegiatan osteoblast dan osteoklast mulai berfungsi dengan
mengabsorbsi sel-sel tulang yang mati. Massa sel yang tebal dengan tulang yang imatur
dan kartilago, membentuk kallus atau bebat pada permukaan endosteal dan periosteal.
Sementara tulang yang imatur (anyaman tulang ) menjadi lebih padat sehingga gerakan
pada tempat fraktur berkurang pada 4 minggu setelah fraktur menyatu.
Stadium Empat-Konsolidasi
Bila aktivitas osteoclast dan osteoblast berlanjut, anyaman tulang berubah menjadi
lamellar. Sistem ini sekarang cukup kaku dan memungkinkan osteoclast menerobos
melalui reruntuhan pada garis fraktur, dan tepat dibelakangnya osteoclast mengisi celah-
celah yang tersisa diantara fragmen dengan tulang yang baru. Ini adalah proses yang
lambat dan mungkin perlu beberapa bulan sebelum tulang kuat untuk membawa beban
yang normal.
Stadium Lima-Remodelling
Fraktur telah dijembatani oleh suatu manset tulang yang padat. Selama beberapa bulan
atau tahun, pengelasan kasar ini dibentuk ulang oleh proses resorbsi dan pembentukan
tulang yang terus-menerus. Lamellae yang lebih tebal diletidakkan pada tempat yang
LANJUTANYA
Komplikasi fraktur
1. Kerusakan Arteri
Pecahnya arteri karena trauma bisa ditandai dengan tidak adanya nadi, CRT
menurun, cyanosis bagian distal, hematoma yang lebar, dan dingin pada
ekstrimitas yang disebabkan oleh tindakan emergensi splinting, perubahan
posisi pada yang sakit, tindakan reduksi, dan pembedahan.
2) Kompartement Syndrom
Kompartement Syndrom merupakan komplikasi serius yang terjadi karena
terjebaknya otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah dalam jaringan parut. Ini
disebabkan oleh oedema atau perdarahan yang menekan otot, saraf, dan
pembuluh darah. Selain itu karena tekanan dari luar seperti gips dan embebatan
yang terlalu kuat
LANJUTANYA
s
• Fat Embolism Syndrom
Fat Embolism Syndrom (FES) adalah komplikasi serius yang sering terjadi pada kasus fraktur tulang panjang. FES terjadi karena sel-sel lemak
yang dihasilkan bone marrow kuning masuk ke aliran darah dan menyebabkan tingkat oksigen dalam darah rendah yang ditandai dengan
gangguan pernafasan, tachykardi, hypertensi, tachypnea, demam.
• Infeksi
System pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan. Pada trauma orthopedic infeksi dimulai pada kulit (superficial) dan masuk ke
dalam. Ini biasanya terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi bisa juga karena penggunaan bahan lain dalam pembedahan seperti pin dan plat.
• Avaskuler Nekrosis
Avaskuler Nekrosis (AVN) terjadi karena aliran darah ke tulang rusak atau terganggu yang bisa menyebabkan nekrosis tulang dan diawali
dengan adanya Volkman’s Ischemia.
• Shock
Shock terjadi karena kehilangan banyak darah dan meningkatnya permeabilitas kapiler yang bisa menyebabkan menurunnya oksigenasi. Ini
biasanya terjadi pada fraktur
LANJUTANYA
•Amputasi
Amputasi berasal dari kata amputare yang kurang lebih diartikan pancung. Amputasi dapat pula
diartikan sebagai memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas. Dalam ilmu
kedokteran diartikan “membuang” sebagian atau seluruh anggota gerak, sesuatu yang menonjol atau
tonjolan alat (organ tubuh).Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi (organ
tubuh).Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi pilihan terakhir manakala organ
yang terjadi pada ekstremitas sudah tidak mungkin mendapat diperbaiki dengan menggunakan teknik lain,
atau manakala organ mendapat membahayakan tubuh klien secara utuh atau merusak argon tubuh yang
lain separti dapat menimbulkan komplikasi infeksi
Kegiatan amputasi merupakan tindakan yang melibatkan beberapa sistem tubuh seperti sistem
intigumen, sistem persyarafan, sistem muskuloskeletal, dan sistem kardiovaskuler. Lebih lanjut dia dapat
menimbulkan masalah psikologis bagi klien atau keluarga berupa penurunan harga diri dan produktifitas
Penyebab atau faktor perediosposisi terjadinya amputasi.
Tindakan amputasi dapat dilakukan pada kondisi:
LANJUTANYA
•Fraktur multiple organ tubuh yang tidak mungkin dapat diperbaiki
•Kehancuran jaringan kulit yang tidak mungkin dapat diperbaiki
•Gangguan vaskuler atau sirkulasi pada ekstremitas yang berat
•Infeksi yang berat atau berisiko tinggi menyebar ke onggota tubuh lainnya
•Adanya tumor pada organ yang tidak muangkin dapat diterapi secara konservatif
•Deformitas argon.
• Jenis-jenis amputasi
Berdasarkan pelaksanaan amputasi, dibedakan menjadi:
• Amputasi selektif atau terencana. Amputasi jenis ini dilakukan pada penyakit yang
terdiognosis dan mendapat penangan yang baik serta terpantau secara terus menerus.
Amputasi dilakukan sebagai salah satu tindakan alternatif terakhir.
• Amputasi akibat trauma. Ini merupakan amputasi yang terjadi sebagai akibat trauma dan
tidak terncana. Kegiatan tim kesehatan adalah memperbaiki kondisi lokasi amputasi serta
memperbaiki kondisi umum klien.
LANJUTANYA
•Amputasi darurat. Kegiatan amputasi inin dilakukan secara darurat oleh tim kesehatan.
Biasanya merupakan tindakan yang memerlukan kerja yang cepat seperti trauma dengan
patah tulang multiple dan kerusakan kulit yang luas.
Tetapi jenis amputasi yang lebih sering kita kenal adalah
•Amputasi terbuka ini di lakukan pada kondisi infeksi yang berat dimana pada
pemotongan tulang dan otot pada tingkat yang sama.
Amputasi tertutup ini dilakukan dalam kondisi yang lebih memungkin dimana dibuat skalf
kulit untuk menutup luka yang dibuat dengan memotong kurang lebih 5 cm dibawah
potongan otot dan tulang.
Kelainan Pada Sendi
Sendi adalah pertemuan dua atau lebih tulang. Tulang-tulang ini dipadukan dengan
berbagai cara, misalnya dengan kapsul sendi, pita fibrosa, ligamen, tendon, fasia, atau
otot.
Ada tiga tipe sendi, yaitu :
Sendi fibrosa (sinarthroidal), merupakan sendi yang tidak dapat bergerak.
Sendi kartilaginosa (amphiarthroidal), merupakan sendi yang sedikit bergerak.
Sendi sinovial (diarthroidal), merupakan sendi yang dapat bergerak dengan bebas.
LANJUTANYA
Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi degeneratif yang terutama terjadi pada orang
yang berusia lanjut dan ditandai oleh degenerasi kartilago artikularis, perubahan pada
membran sinovia serta hipertrofi tulang pada tepinya. Rasa nyeri dan kaku, khususnya
setelah melakukan aktivitas yang lama akan menyertai perubahan degeneratif tersebut.
Keluhan dan Gejala
Gejala klinis osteoartritis bervariasi, bergantung pada sendi yang terkena, lama dan
intensitas penyakitnya, serta respons penderita terhadap penyakit yang dideritanya.
Gejala Osteoarthritis adalah sebagai berikut:
a. nyeri sendi yang khas yaitu nyeri yang bertambah berat pada waktu menopang berat
badan atau waktu aktivitas (melakukan gerakan), dan membaik bila diistirahatkan
b. gerakan sendi menjadi terhambat karena nyeri
LANJUTANYA
c. pada beberapa penderita, nyeri sendi atau kaku sendi dapat timbul setelah istirahat
lama, misalnya duduk di kursi atau mobil (perjalanan jauh), atau setelah bangun tidur di
pagi hari
b. kadang disertai suara gemeretak/kemretek pada sendi yang sakit
c. penderita mungkin menunjukkan salah satu sendinya (sering lutut atau tangan) secara
perlahan membesar
Secara klinis, osteoartritis dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu:
Subklinis.
Manifest.
Dekompensasi
LANJUTAN
daripada pria dengan perbandingan 3:1. Penyakit ini menyerang sendi-sendi kecil pada
tangan, pergelangan kaki dan sendi-sendi besar pada lutut, panggul serta pergelangan
tangan.
Etiologi
Penyebab utama kelainan ini tidak diketahui. Ada beberapa teori yang
dikemukakan mengenai penyebab artritis reumatoid, yaitu :
a) Infeksi streptokokus hemolitikus dan streptokokus non-hemolitikus
b) Endokrin
c) Autoimun
d) Metabolik
LANJUTAN
Faktor genetik serta faktor pemicu lainnya.
Pada saat ini, artritis reumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi.
Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh
karena virus dan organisme mikoplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen
tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
Arthritis Gout
Artritis gout adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal asam
urat pada jaringan sekitar sendi (tofi). Gout juga merupakan istilah yang dipakai untuk
sekelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat
(hiperurisemia). Serta Artritis gout suatu penyakit autoimun dimana persendian secara
simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali
akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.
LANJUTAN
1. Insidens dan Patogenesis
Gout dapat bersifat primer maupun sekunder. Gout primer merupakan akibat
langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang
berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat tertentu.
2. Gejala
Gejala gout berkembang dalam 4 tahap :
Tahap Asimptomatik : Pada tahap ini kadar asam urat dalam darah meningkat, tidak
menimbulkan gejala.
Tahap Akut : Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak, umumnya
terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan ini berupa rasa nyeri yang
hebat pada sendi yang terkena, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-
lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 14 hari.
Tahap Interkritikal : Pada tahap ini penderita dapat kembali bergerak normal serta
melakukan berbagai aktivitas olahraga tanpa merasa sakit sama sekali. Kalau rasa nyeri
pada serangan pertama itu hilang bukan berarti penyakit sembuh total, biasanya
beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua. Namun ada juga serangan yang
terjadi hanya sekali sepanjang hidup, semua ini tergantung bagaimana sipenderita
LANJUTAN
3. Tahap Kronik : Tahap ini akan terjadi bila penyakit diabaikan sehingga menjadi akut.
Frekuensi serangan akan meningkat 4-5 kali setahun tanpa disertai masa bebas serangan.
Masa sakit menjadi lebih panjang bahkan kadang rasa nyerinya berlangsung terus-
menerus disertai bengkak dan kaku pada sendi yang sakit.
LANJUTAN
Kelainan Pada Otot
Strain
Strain adalah trauma pada suatu otot atau tendon yang biasanya disebabkan oleh
peregangan otot yang melebihi batas normalnya. Strain dapat pula disertai dengan
robekan atau ruptur jaringan. Pada cedera otot terjadi peradanagan yang menyebabkan
jaringan membengkok atau terasa nyeri. Penyembuhannya mungkin memerlukan
beberapa minggu.
Sprain
Sprain atau keseleo adalah trauma pada suatu sendi biasanya berkaitan dengan
cedera ligamentum. Pada keseleo yang berat , ligamentum dapat putus. Psrain dapat
menyebabnkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.
Rigor Mortis
Rigor Mortis atau kaku mayat adalah kekakuan atau kontraksi otot-otot yang terjadi
beberapa jam setelah kematian. Rigor mortis timbul akibat berkurangnya ATP dalam sel-
sel otot
LANJUTAN
Atrofi
Atrofi adalah penurunan ukuran suatu sel atau jaringan. Atrofi suatu otot dapat terjadi
akibat tidak di gunakannya otot atau terjadi pemutusan saraf yang menpersarafi otot
tersebut. Pada atrofi otot ukuran miofibril berkurang, atau walaupun tidak mengalami
atrofi kepadatan tulang dapat berkurang akibat tidak digunakannya tulang tersebut atau
adanya penyakit desiensi metababolik
Ad a Sa ran
&
Pertan
Silahkaya
n a
dn
ia ju ka n ke pa da
?
kami
terima
kasih
sudah menyimak
presentasi dari kelompok
kami