Manajemen
Transportasi
dan Distribusi
• Pikirkan bagaimana produk-produk berikut
sampai ke tangan pelanggan:
• Gula pasir
• Sabun cuci
• Roti kaleng
• Minyak goreng
• Air mineral
Pelanggan
Pelanggan
Pabrik Pelanggan
Pelanggan
Pelanggan
Pertanyaan Pokok:
• Siapa yang akan menditribusikan?
• Berapa eselon sistem distribusinya? Pelanggan
• Apa mode transportasinya?
• Bagaimana strategi distribusinya?
• Berapa service level yang ingin dicapai? Pelanggan
Pabrik Pelanggan
Pelanggan
Pelanggan
Transportation
What is it?
• Movement of raw materials and finished goods to
consumers.
Logistics Ensures
thatproduct,
• the RIGHT
• in the RIGHT quantity,
• in the RIGHT condition,
• is delivered to the RIGHT customer
• at the RIGHT place,
• at the RIGHT time,
• at the RIGHT cost.
Fungsi Dasar
Manajemen
Transportasi dan
1. Melakukan segmentasi dan menentukan target
service level
Logistik
2. Menentukan mode transportasi yang digunakan
3. Melakukan konsolidasi informasi dan
pengiriman
4. Melakukan penjadwalan dan penentuan rute
pengiriman
5. Memberikan pelayanan nilai tambah
6. Menyimpan persediaan
7. Menangani pengembalian
Dampak Perbaikan
Sistem Transportasi
• Meningkatkan daya saing usaha :
• jangkauan pelayanan yang lebih banyak
• kualitas pelayanan yang lebih baik
• Penghematan ongkos transportasi
• Menekan harga jual produk
SISTEM
TRANSPORTASI
• Struktural:
• alat/moda transport : truk, kereta api, kapal laut, pipa,
pesawat terbang
• prasarana transport :
Moda Transport Prasarana
Truk, mobil Jalan raya, terminal, jembatan
timbang
Kereta api Rel, stasiun
Kapal laut / angkutan air Pelabuhan
Pesawat / angkutan udara Bandara
Pipa Pipa
• Kelembagaan:
• Perusahaan angkutan → mempunyai alat
transportasi sendiri
• Perusahaan jasa angkutan
• Freight forwarder → biasanya tidak
mempunyai alat transport sendiri, tetapi
bertanggung jawab terhadap
pengangkutan barang.
Karakteristik Moda Transportasi
1. Kereta Api (Rail) :
• Jaringan pelayanan (rel) terbatas
• Bisa mengangkut barang-barang yang berat dan
volume/ukurannya cukup besar
• Ongkosnya murah
• Lambat
• Variabilitas delivery time cukup besar
• Jenis komoditas yang diangkut, terutama adalah dari sektor
industri primer (hasil pertanian, tambang dan lain-lain)
• Karakteristik barang yang diangkut adalah yang tidak
mudah rusak, karena kemampuan handling kereta api
kurang bagus.
RAILWAYS
2. Truk (Truck):
• Jaringan pelayanan tak terbatas
• Bisa mengangkut barang-barang yang cukup berat, tetapi
dengan ukuran barang yang dibatasi oleh kondisi prasarana
fisik jalan
• Tidak terlalu murah (sedang)
• Performansi delivery time nya lebih baik dari pada kereta api
dan variabilitas delivery timenya tidak sebesar kereta api
• Jenis komoditas yang bisa diangkut bisa apa saja
• Handlingnya cukup aman.
3. Kapal Laut (Water):
• Jaringan pelayanannya sangat terbatas
• Barang-barang yang diangkut bisa berat dan ukurannya bisa
fleksibel
• Ongkosnya paling murah diantara alat transport yang lain
• Performansi delivery timenya paling jelek → lambat,
variabilitas besar
• Jenis barang yang diangkut bisa apa saja
• Karakteristik barang yang diangkut yang tidak mudah
rusak
4. Angkutan udara/pesawat (Air):
• Jaringan pelayanan terbatas
• Barang yang diangkut ringan, ukuran kecil
• Paling mahal dibanding alat transport yang lain
• Performansi delivery timenya baik, variabilitas
kecil
• Sistem handlingnya paling baik, sehingga bisa
mengangkut barang-barang yang mudah rusak.
5. Pipa (Pipe):
• Jaringan sangat terbatas
• Hanya untuk mengangkut gas dan cairan
• Paling murah → investasi besar, tetapi biaya
persatuan produk lebih murah.
• Variabilitas delivery time kecil
Ranking Performansi Karakteristik
Operasi
Moda Delivery Time Availabili Loss &
Cost
Transport Average Variabilitas ty Capability
Damaged
Kereta Api
3 3 4 2 5 2
Truk/mobil 2 2 3 1 4 3
Kapal 5 5 5 4 2 1
Laut/Air 4 4 2 5 1 5
Pipa
1 1 1 3 3 4
Pesawat
Ongkos/tarif
transportasi
• depresiasi peralatan
Fixed transportasi, pajak,
asuransi, biaya
Cost administrasi
• bahan bakar,
Variable karyawan, biaya
Cost maintenance
Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan
Dalam Sistem Transportasi -
Key players in transportation :
Shipper
the party that requires the movement of
the product between two points
Carrier
the party that moves or transports the
product
• Pihak carrier investasi yang dikeluarkan untuk
mengadakan dan memilih moda transportasi ,
membuat keputusan operasi agar memaksimumkan
pendapatan.
• Pihak shipper memilih transportasi
meminimumkan total biaya (biaya transportasi,
inventory, informasi maupun fasilitas) tetapi tetap
memberikan tingkat kepuasan terbaik bagi
konsumennya.
Dari Sisi
Carrier:
1. Biaya alat transportasi (vehicle-related cost)
2. Biaya tetap operasi (fixed operating cost): sewa fasilitas
di terminal, garasi, pelabuhan atau bandara dan biaya
tenaga kerja
3. Ongkos angkut (trip-related cost): biaya tenaga kerja dan
bahan bakar
4. Biaya kuantitas barang yang diangkut (quantity-related
cost): biaya loading/unloading dan biaya-biaya lain yang
dihitung berdasarkan banyaknya barang yang diangkut.
5. Biaya overhead (overhead cost): biaya untuk merancang
perencanaan dan penjadwalan jaringan transportasi,
investasi untuk teknologi informasi
• FedEx, lebih memilih menggunakan airline
network untuk mengirimkan paket karena lebih
cepat dan delivery timenya bisa diandalkan
walaupun lebih mahal,
• UPS menggunakan gabungan airline dan truk
karena tarifnya lebih murah walaupun delivery
timenya lebih lama.
Dari Sisi
Shipper:
1. Biaya transportasi (transportation cost): biaya yang dikeluarkan
untuk membayar transportasi barang ke customer.
2. Biaya inventory (inventory cost): biaya penyimpanan barang yang
ditanggung oleh pihak shipper sehubungan dengan pengiriman
dan pemenuhan kebutuhan konsumen dalam jaringan supply
chainnya.
3. Biaya fasilitas (facility cost): biaya yang dikeluarkan oleh pihak
shipper untuk semua fasilitas yang ada dalam jaringan supply
chainnya.
4. Processing cost: biaya loading/unloading barang serta biaya
processing lainnya yang berkaitan dengan transportasi barang.
5. Service level cost: biaya yang dikeluarkan karena terjadinya
pelanggaran komitmen pengiriman.
Contoh
:• Electrico, perusahaan peralatan listrik yang membeli
semua motor untuk komponen produknya dari supplier
W. Setiap tahunnya membutuhkan 120.000 buah dengan
harga $120,- permotor.
• Berat setiap unit motor 10 lbs. Supplier W siap
mengirimkan setiap pesanan Electrico dalam waktu 1
hari setelah pemesanan dilakukan.
• Electrico harus menyediakan safety stock sebesar 50%
dari rata-rata kebutuhan motor selama lead time.
• Untuk pengiriman komponen tersebut plant manager
Electrico menerima beberapa proposal dari perusahaan
carrier untuk dipilih salah satu.
JENIS-JENIS JARINGAN
TRANSPORTASI DALAM
PENDISTRIBUSIAN BARANG
Latar
belakang
Dalam pengiriman barang dari produsen ke
konsumen diperlukan suatu desain aliran
transportasi
Jenis jaringan
transportasi
1. Direct Shipping Network
2. Pengiriman Langsung dengan Milk run
3. Pengiriman melalui Central Distribution
Center (DC)
4. Pengiriman melalui Distribution Center
(DC) dengan Milk run
5. Tailored Network
sumber : Chopra,
2007
1. Direct Shipping Network
(Jaringan Pengiriman
Langsung)Retail Stores • Keuntungan :
Supplier
• penghilangan gudang
perantara (intermediate
warehouse) dapat
menyederhanakan koordinasi
dan kegiatan operasional
perusahaan
• tidak akan mempengaruhi
pengiriman yang lain. Setiap
pengiriman dilakukan
langsung sehingga waktu
pengiriman dari pemasok ke
ritel relatif pendek.
Direct Shipping
Network penambahan lot size
biaya pada setiap
(ukuran lot) menjadi
cocok truk akan tetap
optimal dari setiap akan tinggi
diterapkan pemasok ke setiap
apabila apabila jumlah
ritel dengan
ukuran ritel rute yang harus
mengunakan truck
cukup besar. dilewati cukup
load
banyak
apabila ritel kecil,
penggunaan jaringan TL: fixed cost tinggi,
pengiriman langsung invetory besar. LTL:
cenderung biaya transportasi dan
mengeluarkan waktu pengiriman
banyak biaya. meningkat, walaupun
invetroy rendah
Pengiriman Langsung
dengan
Milk run • Milk run merupakan rute
S upp lier Retail S t or es dimana truk mengirimkan
produk dari sebuah
pemasok ke banyak ritel
atau dari banyak pemasok
ke banyak ritel.
• biaya transportasi akan lebih rendah bila dilakukan konsolidasi
pengiriman kepada banyak pemasok dengan menggunakan satu
truk.
• banyak toko dapat melakukan konsolidasi pengiriman dengan
satu truk, sehingga penggunaan truk menjadi lebih efisien dan
pada akhirnya akan menghasilkan biaya transportasi yang
relatif lebih rendah (Chopra, 2007).
Supplier Retail S t ores
Conto
h• Toyota menggunakan milk run dari pemasok ke ritel untuk
mendukung sistem Just In Time Manufacturing baik di Jepang
maupun di Amerika.
• Di Jepang, Toyota memiliki pabrik perakitan yang dekat satu
sama lain sehingga menggunakan milk run dari satu pemasok
ke banyak pabrik.
• Sedangkan di Amerika, Toyota menggunakan milk run dari
banyak pemasok ke pabrik perakitan .
Pengiriman melalui
Central Distribution
Center (DC)
Supplier • pemasok tidak mengirimkan
Retail Stores
produk langsung ke ritel
tetapi melewati sebuah
DC
central DC (Distribution
Center).
• Rantai ritel dibagi
berdasarkan wilayah
geografis dan sebuah DC
dibangun pada setiap
wilayah/daerah tersebut
berdasarkan kedekatan
geografisnya.
• DC dapat melakukan cross docking, yaitu
kegiatan yang dilakukan di loading dock yang
terdiri dari proses menurunkan barang (dari truk
pemasok / source) dan memuat kembali (ke
dalam truk pengiriman) dengan tujuan
mengurangi handling dan mempercepat proses
pengiriman.
Before Cross-
Docking
LTL = Less than Truckload
Traditional
Distribution
A
Warehous
e
• Receiving
• Putaway
B • Storage Stor s
• Replenishment e
Supplier • Picking
s • Shipping 37
After Cross-
Docking
TL = Truckload
Cross-Docking
Suppliers
Receiving
Sorting
Shipping
Customers
Crossdocking
Crossdoc
A
k
Facility
• Receiving
• Staging (<24hr)
B • Shipping Stores
Supplier
s 40
Keuntungan Cross
Docking
1. Penurunan area fisik yang dibutuhkan, karena Distribution Center
hanya berfungsi sebagai titik singgah untuk distribusi barang.
2. Penurunan kekurangan stok pada retail.
3. Penurunan jumlah lokasi penyimpanan diseluruh supply chain.
4. Penurunan kompleksitas proses pengiriman pada toko.
5. Peningkatan nilai setiap meter lahan didalam DC.
6. Batas kadaluarsa produk/ masa jual lebih lama.
7. Keberadaan produk lebih dapat ditingkatkan.
8. Kelancaran aliran barang.
9. Kemudahan untuk mendapatkan data produk yang tersedia.
10. Dapat menerima order yang sudah digabungkan (aggregate). Hal
ini lebih baik daripada hanya menerima order dari masing-masing
toko.
Traditional
Distribution
42
Types of
Crossdocking
1. Pre-allocated supplier consolidation
2. Pre-allocated crossdocking operator (CDO)
consolidation
3. Post-allocated CDO consolidation
• Pre-allocated: Destination is determined at the
supplier
• Post-allocated: Destination is determined at
the crossdock facility 43
• Supplier consolidation:
The supplier builds the final (possibly
multi-SKU) pallets that will be shipped
to the final destinations.
• CDO consolidation:
The final pallets are built by the CDO
at the crossdock facility
44
Crossdocking – Type
1
Supplie Crossdoc Stores
r k
Facility
Preallocated 1 1
1 2 3
2 2
Supplier 3 3
Consolidation
Crossdocking – Type
2
Supplie Crossdoc Stores
r k
Facility
Preallocated 1 1
1
2 2 2
3
3 3
CDO
Consolidation
Crossdocking – Type
3
Supplie Crossdoc Stores
r k
Postallocated
Facility
1 1
2 2
3 3
CDO
Consolidation
Wal-
mart
• The world’s largest retailer
• >5,000 stores throughout the world
• Popularized crossdocking
48
7-Eleven
Japan
• 7-Eleven melakukan pengiriman cross dock dari
pemasok makanan segar untuk setiap DC,
selanjutnya, produk tersebut dikirimkan ke ritel
karena total pengiriman ke toko dari semua
pemasok tidak cukup dengan sebuah truk.
• Dengan penggunaan cross docking dan milk run,
7-Eleven mendapatkan biaya transportasi yang
relatif rendah ketika mengirim pesanan dengan
lot size yang kecil pada setiap toko.
• Perusahan Online Peapod juga menggunakan
sistem milk run ketika melakukan pengiriman
produk dalam jumlah kecil ke rumah-rumah
dengan tujuan untuk membantu mengurangi
biaya transportasi.
• Osh Kosh B’Gosh, perusahaan manufactur
yang memproduksi baju anak-anak, juga
menggunakan milk run dan DC untuk
menghilangkan pengiriman LTL dari DC di
Tenneasee ke ritel - ritelnya.
Tailored
Network
• Kombinasi dari beberapa jaringan transportasi.
• Jaringan ini berusaha untuk mengurangi biaya dan
meningkatkan responsiveness dari supply chain.
• Transportasi yang digunakan merupakan kombinasi dari
cross docking, milk run, Truck Load (TL) dan Less Than
Truck Load (LTL) untuk beberapa kasus.
• Produk/ritel dengan permintaan tinggi membutuhkan
pengiriman langsung. Sedangkan produk /ritel dengan
permintaaan rendah dapat dilakukan konsolidasi dari dan
ke DC.
• Kompleksitas dalam pengaturan jenis jaringan
transportasi ini cukup tinggi. Hal ini dikarenakan
perbedaan prosedur pengiriman yang digunakan
oleh setiap produk dan setiap ritel.
• Membutuhkan investasi yang sangat besar
terutama untuk infrastrukstur informasi yang
digunakan untuk menfasilitasi koordinasi.
• Pemilihan jaringan harus sesuai dengan metode
pengiriman untuk meminimalkan biaya
transportasi dan biaya penyimpanan persediaan.
Jenis jaringan transportasi beserta kelebihan
dan kekurangannya
Struktur Jaringan Kelebihan Kekurangan
Pengiriman Langsung Tidak ada gudang perantara Persediaan yang besar (karena
Koodinasi yang dibutuhkan lot size yang besar)
cukup sederhana
Biaya transportasi yang lebih Koordinasi yang semakin
Pengiriman Langsung dengan
rendah untuk lot kecil kompleks
Milk Run
Persediaan yang lebih
rendah
Biaya inbound Meningkatkan biaya
Pengiriman melalui central DC
transportasi
yang lebih rendah dengan penyimpanan persediaan
dengan inventory Storage adanya konsolidasi
Meningkatkan
handling/perpindahan barang di
DC
Persediaan sangat rendah Koordinasi yang semakin
Pengiriman melalui central DC
kompleks
dengan cross dock Biaya transportasi yang lebih
rendah dengan adanya
konsolidasi
Pengiriman melalui DC dengan Biaya outbound transportasi Koordinasi yang
yang low untuk lot yang kecil kompleks
semakin
Milk run
Pilihan yang tepat untuk Kompleksitas untuk koordinasi
Tailored network
produk dan toko secara semakin tinggi
individual
Manajemen
Distribusi
• Penentuan Rute dan Jadwal Pengiriman
• Pertimbangan biaya
• Pertimbangan waktu (time window)
• Pertimbangan kapasitas kendaraan atau armada pengangkutan
• Objective function Permasalahan penjadwalan dan penentuan
rute:
• Meminimumkan biaya pengiriman
• Meminimumkan waktu
• Meminimumkan jarak tempuh
Saving
Matrix
• Langkah-langkah:
1. Mengidentifikasi matrik jarak
2. Mengidentifikasi matrik penghematan (saving matrix)
3. Mengalokasikan toko ke kendaraan atau rute
4. Mengurutkan toko (tujuan) dalam rute yang sudah terdefinisi
Savings
Matrix
C1
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8
0.0
C2
10 0.0
C3
13.6 2.2 0.0
C4
17.0 5.3 16.4 0.0
C5
14.8 4.5 15.6 17.8 0.0
C6
12.5 8.2 6.6 9.9 9.1 0.0
C7
24.4 12.9 12.6 15.8 13.7 12.8 0.0
C8 10.9 10.3 4.4 7.6 6.8 10.5 11.9 0.0
320 85 300 150 200 120 180 230
Mencari rute yang feasibel -
latihan
• Maks. savings = 24.4. Gabung rute 1 dan 7. Total
beban = 320 + 180 = 500. Feasibel. Savings 24.4
tidak diperhitungkan lagi.
Teruskan prosedur sampai
semua
konsumen teralokasikan!
Urutkan
•pengiriman
Tujuan: Meminimalkan jarak yang dilalui
setiap kendaraan.
• Rute yang berbeda dapat mempengaruhi
jarak tempuh, misalnya:
• Gudang – Customer 1 – Gudang =
25,6
• Gudang – Customer 6 – Gudang =
12,8
• Gudang – Customer 7 – Gudang =
31,2
• Dua metode:
• Metode nearest insert
• Metode nearest neighbor
Metode Nearest
Insert
• Misalnya dari contoh sebelumnya kita lihat rute 1
yang melayani pelanggan 1, 6 dan 7.
• Metode nearest insert menggunakan prinsip memilih
customer yang kalau dimasukkan ke dalam rute yang
sudah ada menghasilkan tambahan jarak yang
minimum:
• Langkah 1: hitung jarak dari gudang ke gudang = 0
• Langkah 2: lihat berapa jarak yang terjadi dengan
menambahkan masing-masing pelanggan ke rute yang
sudah ada. Hasilnya adalah sebagai berikut:
• G – 1 – G = 25,6
• G – 6 – G = 12,8 jarak terpendek, dipilih rute G – 6 –
G
• G – 7 – G = 31,2
• Langkah 3: dengan cara sama pilih toko mana
yang akan dikunjungi:
• G – 6 – 1 – G = 25.9 jarak terpendek
• G – 6 – 7 – G = 31,2
• Langkah 4: tambahkan toko terakhir, diperoleh
rute sbb:
Metode Nearest
Neighbor
• Prinsipnya kita selalu menambahkan customer yang
jaraknya paling dekat dengan customer yang kita
kunjungi terakhir.
• Di awal, berangkat dari gudang cari customer
yang jaraknya terdekat dari gudang.
• Di antara 3 customer, yang terdekat adalah
customer 6 dengan jarak 6.4.
• Selanjutnya yang terdekat dengan customer 6
adalah customer 1 dengan jarak 6.7.
• Terakhir kunjungi customer 7 dan akhirnya
kembali ke
gudang.
• Kedua algoritma menghasilkan rute yang sama dengan
jarak 32,7
• Bandingkan beberapa algoritma yang berbeda
kemudian memilih yang memberikan total jarak