VARIABEL YANG DIUKUR DALAM SPI
▪ Transparansi
▪ Pengelolaan SDM
▪ Pengelolaan Anggaran
▪ Integritas Tugas
▪ Trading in influence
▪ Pengelolaan PBJ
▪ Sosialisasi Antikorupsi
Hasil survei kemudian dihitung dalam bentuk indeks
untuk masing-masing K/L/PD dan dikelompokkan
dalam tiga kategori, yaitu
• Rentan (indeks <73)
• Waspada (indeks di antara 73 – 77),
• Terjaga (indeks 78 – 100).
Indeks SPI 2023WilayahKepri (Per-
pemda)
NO PEMERINTAH DAERAH INDEKS SPI RATA RATA SKOR SPI PEMERINTAH PROVINSI 69,9
1 KABUPATEN KARIMUN 79.63
2 KABUPATEN LINGGA 77.49 RATA RATA SKOR SPI PEMERINTAH KABUPATEN 69,7
3 KABUPATEN BINTAN 77.42
RATA RATA SKOR SPI PEMERINTAH KOTA 72,7
4 KABUPATEN NATUNA 76.80
5 KABUPATEN 75.64
KEPULAUAN ANAMBAS
6 KOTA TANJUNG PINANG 75.45
7 KOTA BATAM 74.12
8 PROVINSI KEPULAUAN 70.58
RIAU
Indeks SPI 2023WilayahKepri (Titik Rawan OPD -persepsi Internal)
Dinas Kelautan dan Perikanan dengan nilai 69,86 (Rentan)
Indeks SPI 2023WilayahKepri (Titik Rawan OPD-persepsi Eksternal)
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 75,8
Semakin tinggi nilai mengindikasikan instansi mampu meminimalisir
risiko korupsi pada tingkat tertentu dan memiliki sistem yang relatif
mampu merespon/ mengantisipasi dengan tepat ketika korupsi
terjadi.
Risiko Korupsi Hasil Survei Penilaian Integritas
Risiko korupsi pada integritas pelaksanaan tugas dapat dikatakan sangat tinggi, setidaknya pada satu aspek, seperti pada penyalahgunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, adanya konflik kepentingan yang
dipengaruhi oleh suku, agama, hubungan kekerabatan, almamater, dan sejenisnya, adanya atasan yang memberi perintah tidak sesuai aturan, risiko gratifikasi/suap, termasuk adanya pegawai yang melanggar aturan
Risiko penyalahgunaan pengelolaan anggaran berada pada tingkat sangat tinggi setidaknya untuk satu aspek. Risiko ini dapat terjadi pada penggunaan anggaran perjalanan dinas, penerimaan honor/ uang transport
lokal/perjadin tidak sesuai dengan SPJ yang ditandatangani, dan penyalahgunaan anggaran kantor oleh pejabat.
Risiko penyalahgunaan pengelolaan pengadaan barang/jasa masih berada pada tingkat sangat tinggi, setidaknya pada satu aspek PBJ. Bentuknya seperti pengaturan tender untuk memenangkan vendor tertentu,
adanya kedekatan pejabat dengan pemenang PBJ, adanya kemahalan harga (tidak sesuai kualitas dengan harga), adanya risiko gratifikasi/suap dari vendor pemenang tender, serta hasil PBJ yang tidak bermanfaat
Risiko korupsi dalam pengelolaan SDM saat promosi/mutasi berada pada level sangat tinggi, setidaknya pada satu aspek pengelolaan SDM. Risiko ini dapat disebabkan konflik kepentingan yang dipengaruhi oleh
hubungan kekerabatan, kedekatan dengan pejabat, dan kesamaan almamater/golongan/organisasi
Risiko perdagangan pengaruh (trading in influence) berada pada tingkat yang tinggi, setidaknya pada satu aspek. Risiko ini ditengarai terjadi pada area-area rawan, yaitu saat penentuan program/kegiatan, penentuan
pemenang tender, perizinan, pemberian sanksi/denda, pegawai, dan rekrutmen pemberian/penyaluran bantuan.
Hasil SPI menunjukkan bahwa indikator transparansi berada di bawah
rata-rata nasional, terutama terkait informasi yang memadai dan
kemudahan akses bagi pihak eksternal
Kalangan eksternal menilai setidaknya satu aspek dalam indikator
transparansi dan keadilan layanan masih memiliki risiko tinggi. Risiko
tersebut mencakup kejelasan informasi terkait standar dan prosedur
pelaksanaan tugas/layanan, kemudahan standar/prosedur,
memastikan tidak ada perlakukan istimewa/khusus yang tidak sesuai
aturan, dan menghindari konflik kepentingan saat memberikan
layanan/ melaksanakan tugas.