Definisi Sign-symptom
Penatalaksanaan
gizi
Diabetes mellitus Type 2 (DMT2)
• Suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
kedua-duanya (Perkeni, 2015).
• Berdasarkan International Diabetes Federation
(IDF) 2014,diperkirakan 9.1 juta penduduk
menderita DM menempeati peringkat 5 di
dunia (naik dua peringkat dibanding tahun
2013)
Komplikasi
kronis DM
KOMPLIKASI KRONIK DMT2
MAKROANGIOPATI
PJK, Stroke, Gangren Diabetik Pada
tungkai & kaki Amputasi
MIKROANGIOPATI
Kelainan Saraf (NEUROPATI)
Parastesi, Disfungsi Ereksi
Kelainan Retina (RETINOPATI) Kebutaan
Kelainan Ginjal (NEFROPATI) Dialisa
KOMPLIKASI AKUT DMT2
HIPOGLIKEMI
• Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah <
60 mg/dL
Gejala
• Keringat dingin,
• Gemetar,
• Pusing,
• Lemas,
• Mata berkunang- kunang,
• Lapar,
• Nafas dalam
• Jalan tidak stabil
Cont..
PENANGANAN HIPOGLIKEMI
• Bagi pasien dengan kesadaran yang masih baik
Diberikan makanan yang mengandung
karbohidrat atau minuman yang
mengandung gula berkalori atau glukosa 15-
20 g melalui intra vena.
Perlu dilakukan pemeriksaan ulang glukosa
darah 15 menit setelah pemberian glukosa.
Glukagon diberikan pada pasien dengan
hipoglikemia berat.
Cont..
• Penyandang diabetes yang tidak sadar
Dapat diberikan glukosa 40% intravena
terlebih dahulu sebagai tindakan darurat,
sebelum dapat dipastikan penyebab
menurunnya kesadaran
Kriteria Diagnosa DMT2
Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥126 mg/dl. Puasa
adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam
Pemeriksaan glukosa plasma ≥200 mg/dl 2-jam setelah Tes
Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75
gram
Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl dengan
keluhan klasik
Pemeriksaan HbA1c ≥6,5% dengan menggunakan metode
yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin
Standarization Program (NGSP)
Prediabetes :
toleransi glukosa terganggu (TGT) dan glukosa
darah puasa terganggu (GDPT) belum cukup
untuk dikatakan DM tipe 2 berisiko lebih besar
untuk DM tipe 2
Skrining DMT2
1. Kelompok dengan berat badan lebih (Indeks Massa Tubuh [IMT] ≥23
kg/m2) yang disertai dengan satu atau lebih faktor risiko sebagai berikut:
a) Aktivitas fisik yang kurang.
b) First-degree relative DM (terdapat faktor keturunan DM dalam
keluarga).
c) Kelompok ras/etnis tertentu.
d) Perempuan yang memiliki riwayat melahirkan bayi dengan BBL >4 kg
atau mempunyai riwayat diabetes melitus gestasional (DMG).
e) Hipertensi (≥140/90 mmHg atau sedang mendapat terapi untuk
hipertensi).
f) HDL <35 mg/dL dan atau trigliserida >250 mg/dL.
g) Wanita dengan sindrom polikistik ovarium.
h) Riwayat prediabetes.
i) Obesitas berat, akantosis nigrikans.
j) Riwayat penyakit kardiovaskular.
2. Usia >45 tahun tanpa faktor risiko di atas.
Catatan:
Kelompok risiko tinggi sebaiknya diulang
setiap 3 tahun. Sedangkan pada kelompok
prediabetes pemeriksaan diulang tiap 1
tahun
4 PILAR PENGELOLAAN DM
1 PENYULUHAN/EDUKASI
2 PERENCANAAN MAKAN
3 LATIHAN JASMANI
4 TERAPI FARMAKOLOGIS
1 PENYULUHAN/EDUKASI
Tingkat awal perjalanan penyakit DM
(Yankes
Primer) Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM secara
berkelanjutan
Penyulit DM dan risikonya
Cara pemantauan glukosa darah dan pemahaman hasil glukosa
darah atau urin mandiri
Mengenal gejala dan penanganan awal hipoglikemia
Pentingnya latihan jasmani yang teratur
Pentingnya perawatan kaki
Intervensi non-farmakologis dan farmakologis serta
target pengobatan
Tingkat Mengenal dan mencegah penyulit akut DM
lanjut
(Yankes
sekunder/te Pengetahuan mengenai penyulit menahun DM
rsier)
Penatalaksanaan DM selama menderita penyakit lain
Rencana untuk kegiatan khusus (contoh: olahraga
prestasi)
Kondisi khusus yang dihadapi (contoh: hamil, puasa,
hari-hari sakit)
Hasil penelitian dan pengetahuan masa kini dan
teknologi mutakhir tentang DM
Pemeliharaan/perawatan kaki.
Prinsip Pemberian Edukasi
Memberikan dukungan,
nasehat yang positif, Memberikan informasi
hindari terjadinya secara bertahap
kecemasan
Mendiskusikan program
pengobatan secara Melibatkan
terbuka, perhatikan keluarga/pendamping
keinginan pasien
Perhatikan kondisi
jasmani dan psikologis
Alat bantu audio visual
serta tingkat pendidikan
pasien dan keluarganya
2 PERENCANAAN MAKAN
KARBOHIDRAT
• 45-65% total asupan energi serat tinggi
• Pembatasan <130 g/hari tidak dianjurnkan
• Glukosa dalam bumbu diperbolehkan makan
sama dengan makanan keluarga
• Sukrosa ≤ 5% total asuoan energi
• Dianjurkan makan 3x + selingan (buah)
• Low Glycemix Index (GI)
Low Glycemix Index
• Glycemic index (GI) describes the blood
glucose response after consumption of a
carbohydratecontaining test food relative to
acarbohydrate containing reference food,
typically glucose or white bread
(European Journal of Clinical Nutrition (2007) 61 (Suppl 1), S122–S131 )
European Journal of Clinical Nutrition (2007) 61 (Suppl 1), S122–S131
LEMAK PROTEIN
• 20-35% kebutuhan • 10-20% total asupan
energi ≤ 30% • Protein yang baik : ikan,
udang, cumi, daging tanpa
• lemak jenuh & lemak
lemak, ayam tanpa kulit,
trans : daging berlemak produk susu rendah lemak,
& susu fullcream kacang-kacangan, tahu dan
• Kolesterol < 200 mg/hr tempe
• + nefropatik diabetik 0.8
g/kgBB/hr atau 10% (65%
berasal dari protein hewani)
• + HD 1-1.2 g/kgBB/hr
NATRIUM SERAT
• + Hipertensi pembatasan • Serat dari kacang-kacangan,
NA buah dan sayuran
• Sumber Na : garam dapur, • KH serat tinggi : oatmeal,
vetsin, soda dan bahan roti gandum, beras merah,
pengawet (saus, kecap, beras hitam, beras coklat,
makanan kaleng, frozen jagung,
food)
PEMANIS ALTERNATIF
• Pemanis berkalori : glukosa, alkohol, fruktosa
• Fruktosa buatan tidak dianjurkan karena ↑ kadar
LDL Fruktosa alami (buah & sayur) tidak masalah
• Pemanis tidak berkalori : aspartam, sakarim,
acesulfame, sukralose
Rumus perhitungan energi
• BBI • Faktor yang
1. Pria dg TB > 160cm dan memengaruhi :
perempuan dg TB > 150 1. Jenis kelamin
cm 2. Umur
90% x (TB dalam cm-100) x 1 kg 3. Aktifitas fisik atau
pekerjaan
2. Pria dg TB > 160cm dan 4. Stress metabolik
perempuan dg TB > 150 cm 5. Berat badan
(TB dalam cm - 100) x 1 kg
BB Normal: BB ideal ― 10 %
Kurus: kurang dari BBI - 10 %
Gemuk: lebih dari BBI + 10 %
Jenis kelamin Aktifitas Fisik
• Perempuan : 25 kal/kgBB • Istirahat : (+) 10%
• Laki-laki : 30 kal/kgBB • AF ringan (pegawai kantor,
guru, Ibu RT) : (+) 20%
• AF sedang (pegawai isndustri,
Umur mahasiswa, militer tidak
• > 40 th : (-) 5% sedang perang) : (+) 30%
• 60 – 69 th : (-) 10% • AF berat (petani, buruh,
• > 70 thn : (-) 20% atlet, militer sedang
berlatih): (+) 40%
Stress Metabolik • AF sangat berat (tukang
(+) 10-30% tergantung berat : becak, tukang gali) : (+) 50%
sepsis, operasi, trauma
Berat Badan
• Gemuk : (-) 20-30% tingkat kegemukan
• Kurus : (+) 20-30% kebutuhan untuk
meningkatkan BB
• Kalori paling sedikit
Perempuan : 1000 – 2000 kal/hr
Laki-laki : 1200 – 1600 kal/hr
• Makan pagi : 20%
• Makan siang : 30%
• Makan sore : 25%
• Selingan : 10-15%
Disesuaikan dengan kebiasaaan dan/atau penyakit
penyerta lainnya
3 LATIHAN JASMANI
• 3-5 kali/minggu
• 30-45 menit/latihan
• Dianjurkan cek glukosa sebelum latihan jasmani
:
<100 mg/dL konsumsi KH terlebih dahulu
>250 mg/dL menunda latihan jasmani
• Bersifat aerobil dengan intensitas rendah : jalan
cepat, bersepeda santai, jogging, berenang
• DM + komplikasi : latihan perlu dikurangi dan
disesuaikan dengan individu
4 TERAPI FARMAKOLOGIS
Monitoring dan evaluasi
Parameter Sasaran
IMT (kg/m2) 18,5 - < 23*
Tekanan darah sistolik (mmHg) < 140
Tekanan darah diastolik (mmHg) <90
Glukosa darah preprandial 80-130**
kapiler (mg/dl)
Glukosa darah 1-2 jam PP kapiler <180**
(mg/dl)
HbA1c (%) <7 (atau individual)
Kolesterol LDL (mg/dl) <100 (<70 bila risiko Kardiovaskulas
sangat tinggi)
Kolesterol HDL (mg/dl) Laki-laki: >40; Perempuan: >50
Trigliserida (mg/dl) <150
*The Asia-Pacific Perspective: Redefining Obesity and Its Treatment, 2000
** Standards of Medical Care in Diabetes, ADA 2015
Monitoring dan Evaluasi Gizi
Langkah
Langkah 11 Langkah
Langkah 22 Langkah
Langkah 33
MONITOR
MONITOR UKUR
UKURKELUARAN
KELUARAN EVALUASI
EVALUASI
PERKEMANGAN
PERKEMANGAN (OUTCOMES\
(OUTCOMES\ OUTCOMES
OUTCOMES
Monitoring perkembangan: Ukur outcomes
• Contoh : • Contoh :
Apakah pasien mengkonsumsi
makanan sesuai yang diberikan ?
Mengukur jumlah energi
Apakah pasien mendapat makanan yang dikonsumsi
dari luar rumah sakit? Mengukur persentase
Apakah pasien masih sering lemak dari total energi
membeli/ mengkonsumsi makanan
sumber lemak ? Mengukur berat badan
Apakah pasien makan sesuai
frekuensi yang ditentukan ?
Berapa jumlah energi yang
dikonsumsi ?
Evaluasi : A, B, C, D
Bandingkan asupan makanan saat ini dengan sblmnya
Bandingkan data antrop saat ini dengan sebelumnya
Bandingkan perilaku pemilihan bm dgn sebelumnya
Bandingkan data biokimia saat ini dengan sebelumnya
Menggali data-data tambahan bila intervensi belum
menunjukkan keberhasilan
BASIC CARBOHYDRATE COUNTING
DEFINISI
Kebiasaan makan, lebih
Merupakan perencanaan fokus pada jumlah
makanan tidak karbohidrat yang
berdasarkan standar diet dikonsumsi dibandingkan
(Kulkarni, [Link]. Diabetes 23: 120 -122) jenisnya
• Basic carbohydrate counting : memahami hubungan
antara makanan, aktifitas fisik dan level gula darah
• Bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan
konsistensi asupan KH pada makanan dan selingan
setiap hari
• Semua penderita DM bisa menggunakan, tidak hanya
yang menggunakan insulin
Jumlah per saji (gr)
Kelompok Bahan
Contoh Bahan Makanan sebanding 15 gr URT *)
Makanan
KH
Sumber Karbohidrat Nasi 35 2.5 sdm
Nasi tim 75 0.3 gls
Bubur beras 150 0.75 gls
Kentang 75 1 bj kcl
Roti putih 25 1 lbr
Havermuth kering 15 2 sdm
Mie kering 15 0.3 bag mie instan
Sumber protein nabati Tahu 200 2 bj bsr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 40 4 sdm
Kacang tanah 30 4 sdm
Kacang merah 40 4 sdm
Sayuran Semua jenis sayuran 300 3 mangkuk
Buah Apel 100 1.25 bh
Pisang 63 1 bh sdg
Jeruk 140 1 bj bsr
Apokat 63 ¾ bj sdg
Pepaya 140 1 ptg bsr
Melon 140 1 ptg bsr
Semangka 140 1 ptg bsr
Susu Susu skim 30 6 sdm
Yoghurt 180 1 gls
Total
Total Serv
Kelompok Ukuran Saji Carbohydrate
Carbing
(gr)
Makanan Burger Mc D 1 buah regular beef 54 4
burger
KFC Fried Chicken Hot and Spicy Thigh 13 1
107 gr
Pizza Hut 1 peperoni personal 69 4.6
personal pan Pan (255 gr )
Stage 2
Stage 4
• Meal planning (KH) sesuai dengan kebiasaan
makan
Energi = 3346 Kalori,
CHO= 382.7g / 15 g= 25.5 porsi
• Meal planning (KH) sesuai dengan kebutuhan
Energi = 2250 Kalori,
CHO= 337.5g / 15 g= 22.5 porsi
Distribusi konsumsi KH dalam gr dan
serving unit(Hasil Record)
Porsi sajian KH KH %
Waktu makan (1) (2) (3)
Sarapan 6.5 6.5 x 15 g = = (97.5/382.7)*100
97.5 = 25.5
Selingan 1 7.5 113 29.4
Makan siang 4.5 67.7 17.7
Selingan 2 1 15 3.9
Makan malam 6 90 23.5
25.5 382.7 100
Distribusi konsumsi KH dalam gr dan
serving unit(Hasil Perhitungan)
% KH (g) Porsi sajian KH
Waktu makan (3) (4) (5)
= 25.5% x = 86/15 = 5.7
Sarapan 25.5 337.5 = 86 6
Selingan 1 29.4 99.2 6.5
Makan siang 17.7 59.7 4
Selingan 2 3.9 13.2 1
Makan malam 23.5 79.4 5
= 337.5/15 =
100 337.5 22.5
Perencanaan Menu
Waktu makan Porsi Jenis makanan Porsi URT / G
Sarapan 6 Nasi 4 10 sdm / 140
Tahu 1 2 bj bsr / 200
Tempe 1 4 ptg sdg / 100
Selingan 1 6.5 Kacang hijau 4 16 sdm / 160
Pisang 2 2 bh sdg / 126
Roti putih 1 1 lbr / 25
Makan siang 4 Nasi 2 5 sdm / 75
Sayur 1 1 mangkok / 300
Ikan 0 1 ekor / 70
Tempe 1 4 ptg sdg / 100
Selingan 2 1 Semangka 1 1 ptg bsr / 140
Makan malam 5 Kentang 2 2 bj kcl / 150 g
Telur 0 1 bh / 60g
Es krim 3 ¾ cup /